Liputan6.com, Jakarta - Sayyidul Istighfar secara bahasa berarti “penghulu (pemimpin) dari segala permohonan ampun.” Dalam istilah Islam, doa Sayyidul Istighfar merujuk pada doa istighfar paling utama yang diucapkan seorang hamba kepada Allah SWT untuk memohon ampunan atas dosa-dosanya.
Doa ini disebut “sayyid” (penghulu) karena mengandung bentuk pengakuan dosa yang sempurna, pengagungan terhadap Allah, sekaligus permohonan ampun dengan penuh keikhlasan.
Tak jarang seseorang dihinggapi kecemasan, terlebih apabila melakukan dosa besar. Hal ini menjadi sorotan dalam kajian Arinda Roisatun Nisa & Devia Purwaningrum dalam jurnal berjudul Pengaruh Terapi Sayyidul Istighfar terhadap Ketenangan Jiwa.
Advertisement
Sayyidul Istighfar bukan sekadar doa permohonan ampun, tetapi juga cermin kesadaran seorang mukmin sebagai hamba Allah. Terdapat keseimbangan antara rasa syukur dan penyesalan, antara harapan dan ketakutan, antara iman dan amal.
Doa Sayyidul Istighfar
Merujuk Buku Induk Doa 'Al-Adzkar', Imam Nawawi berikut ini adalah bacaan Doa Sayyidul Istighfar yang dicontohkan Rasulullah SAW:
اَللَّهُمَّ أَنْتَ رَبِّي لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ ، خَلَقْتَنِيْ وَأَنَا عَبْدُكُ وَأَنَا عَلَى عَهْدِكَ وَوَعْدِكَ مَا اسْتَطَعْتُ ، أَعُوْذُ بِكَ مِن شَرِّ مَا صَنَعْتُ ، أَبُوْءُ لَكَ بِنِعْمَتِكِ َعَلَيَّ ، وَأَبُوْءُ بِذَنْبِيْ فاَغْفِر لِيْ فَإِنهَّ لَا يَغْفِرُ الذُّنُوْبَ إِلَّا أَنْتَ
Arab: Allahumma anta robbi la illa ha illa anta kholaqtani wa ana ‘abduka wa ana ‘ala ‘ahdika wa wa’dika mas tatho’tu a’udzubika min syarri ma shona’tu abu u laka bini’matika ‘alayya wa wa abu u dibdzanbi fahgfirli fa innahu la yaghfirudz dzunaba illa anta.
Artinya: Ya Allah, Engkau adalah Tuhanku. Tidak ada Tuhan selain Engkau yang telah menciptakanku. Aku adalah hamba-Mu. Dan aku atas tanggungan dan janji-Mu selama aku masih mampu. Aku berlindung kepada-Mu dari kejelekan yang telah aku perbuat. Aku mengakui nikmat yang Kau berikan kepadaku. Aku mengakui dosaku, maka ampunilah aku. Sesungguhnya tidak ada yang bisa mengampuni dosa-dosa kecuali Engkau.
Hadis yang menjadi dasar doa ini diriwayatkan oleh Imam al-Bukhari dalam Shahih al-Bukhari, Kitab ad-Da‘awāt, Bab Afdhal al-Istighfar, serta disebut dalam riwayat lainnya dengan derajat sahih:
عَنْ شَدَّادِ بْنِ أَوْسٍ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ عَنِ النَّبِيِّ ﷺ قَالَ: “سَيِّدُ الاسْتِغْفَارِ أَنْ يَقُولَ العَبْدُ: اَللَّهُمَّ أَنْتَ رَبِّي، لاَ إِلَهَ إِلاَّ أَنْتَ، خَلَقْتَنِي وَأَنَا عَبْدُكَ، وَأَنَا عَلَى عَهْدِكَ وَوَعْدِكَ مَا اسْتَطَعْتُ، أَعُوذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا صَنَعْتُ، أَبُوءُ لَكَ بِنِعْمَتِكَ عَلَيَّ، وَأَبُوءُ لَكَ بِذَنْبِي، فَاغْفِرْ لِي، فَإِنَّهُ لاَ يَغْفِرُ الذُّنُوبَ إِلاَّ أَنْتَ.”
“Barangsiapa mengucapkannya dengan yakin pada siang hari, lalu meninggal sebelum petang hari, maka ia termasuk penghuni surga. Dan barangsiapa mengucapkannya dengan yakin pada malam hari, lalu meninggal sebelum pagi, maka ia termasuk penghuni surga.” (HR. al-Bukhari, no. 6306).
Advertisement
Kandungan Makna Doa Sayyidul Istighfar
Berikut ini adalah kandungan makna luar biasa dari Sayyidul Istighfar:
1. Tauhid dan Pengakuan Ketuhanan
Kalimat “Allahumma anta Rabbi, la ilaha illa anta” menunjukkan pengesaan Allah sebagai satu-satunya Tuhan yang berhak disembah. Doa ini menegaskan fondasi akidah tauhid, bahwa hanya Allah yang memiliki kuasa atas hidup manusia.
2. Pengakuan sebagai Hamba
Ucapan “khalaqtani wa ana ‘abduka” menegaskan hubungan vertikal antara Pencipta dan makhluk. Ini melatih kerendahan hati dan kesadaran diri bahwa manusia hanyalah hamba yang lemah dan bergantung sepenuhnya kepada Allah.
3. Komitmen Iman dan Amal
“Wa ana ‘ala ‘ahdika wa wa‘dika ma istatha‘t” mengandung janji setia menjalankan syariat Allah sesuai kemampuan. Ini mengajarkan bahwa iman harus disertai komitmen dan tanggung jawab moral.
4. Permohonan Perlindungan dari Dosa
“A‘ūdzu bika min syarri ma ṣana‘t” mengandung makna introspeksi mendalam, bahwa setiap keburukan berasal dari diri sendiri, dan hanya Allah tempat perlindungan dari akibat dosa itu.
5. Syukur dan Muhasabah
“Abū’u laka bini‘matika ‘alayya wa abū’u bidzanbī” adalah pengakuan terhadap nikmat dan dosa. Ini menunjukkan keseimbangan spiritual, syukur tidak membuat lalai, dan istighfar tidak membuat putus asa.
6. Pengakuan Keterbatasan dan Harapan Ampunan
Penutup doa “faghfir lī fa innahu la yaghfirudz-dzunūba illā anta” menjadi inti istighfar: pengakuan bahwa hanya Allah yang Maha Pengampun. Di sini, harapan dan rasa takut berpadu menjadi bentuk ibadah hati yang paling sempurna.
Fadhilah dan Hikmah Sayyidul Istighfar
Merujuk Al-Adzkar Imam Nawawi, faedah Sayyidul Istighfar begitu besar. Apabila seseorang membacanya pada sore hari dalam keadaan beriman lalu meninggal pada malam hari, maka ia akan masuk surga. Begitu pula sebaliknya, bila seseorang membaca sayyidul istighfar pada pagi hari dalam keadaan beriman, lalu meninggal di kala sore, maka ia akan masuk surga.
Terapi Sayyidul Istighfar Guna Mengurangi Kecemasan Akademik” oleh Muhammad Badrul Fawaid, dkk dalam Jurnal Al-Musyrif menjelaskan, Sayyidul Istighfar mengurangi tekanan akibat tuntutan, tekanan sosial, dan perfeksionisme.
Berikut adalah Keutamaan Doa Sayyidul Istighfar
1. Doa Paling Utama untuk Taubat
Rasulullah menamainya “penghulu istighfar” karena mencakup seluruh unsur tobat yang sempurna: pengakuan dosa, penyesalan, syukur, dan pengagungan terhadap Allah.
2. Jaminan Surga bagi yang Membacanya dengan Ikhlas
Berdasarkan hadis, siapa yang membacanya di pagi atau malam hari dengan keyakinan penuh, lalu meninggal sebelum pergantian waktu tersebut, dijamin masuk surga.
3. Menumbuhkan Kesadaran Spiritual
Dengan membaca setiap pagi dan petang, seorang mukmin diingatkan untuk selalu introspeksi, memperbaharui janji iman, dan menyeimbangkan rasa takut serta harapan kepada Allah.
4. Melembutkan Hati dan Menjernihkan Pikiran
Istighfar yang tulus membuka pintu ketenangan batin, membersihkan hati dari kesombongan, dan menumbuhkan rasa syukur atas setiap nikmat.
5. Relevan dalam Kehidupan Modern
Di era yang sarat tekanan, kesibukan, dan kecemasan moral, Sayyidul Istighfar menjadi sarana detoksifikasi spiritual. Mengajak manusia berhenti sejenak, menyadari keterbatasannya, dan menyerahkan diri sepenuhnya kepada Allah.
Advertisement
Manfaat Sayyidul Istighfar Perspektif Psikologi
Berdasar kajian dalam Jurnal Psycho Aksara, 2023 dan Al-Musyrif, 2024 Sayyidul Istighfar bukan sekadar ritual, tetapi terapi ruhani yang dapat diukur dampak psikologisnya.
Berikut ini adalah manfaat Sayyidul Istidhfar dalam konteks modern:
- Sayyidul Istighfar berfungsi sebagai coping mechanism menghadapi stres, trauma, dan tekanan hidup
- Menjadi bentuk mindfulness Islami, yakni memusatkan perhatian, menyadari kelemahan diri, dan menyerah total kepada Allah.
- Terapi ini relevan diterapkan dalam konseling Islam, psikoterapi spiritual, maupun pendidikan karakter di kampus.
- Doa Sayyidul Istighfar terbukti berpengaruh positif terhadap ketenangan jiwa dan penurunan kecemasan.
- Efektivitasnya terletak pada unsur tauhid, pengakuan dosa, syukur, dan penyerahan diri total kepada Allah, yang menumbuhkan keseimbangan emosional dan spiritual.
- Dengan istiqamah dan penghayatan mendalam, terapi ini menjadi spiritual healing yang harmonis antara agama dan psikologi modern.
Waktu Tepat Membaca Sayyidul Istighfar
Para ulama menganjurkan Sayyidul Istighfar di waktu-waktu mustajab. Di antaranya, setiap pagi setelah Subuh (sampai sebelum terbit matahari), setiap petang setelah Ashar atau Maghrib (sampai menjelang malam).
Doa ini bisa dibaca sendiri, tapi juga bisa bersama-sama.
Sayyidul Istighfar bukan sekadar doa permohonan ampun, tetapi juga cermin kesadaran eksistensial seorang mukmin. Ia mengajarkan keseimbangan antara rasa syukur dan penyesalan, antara harapan dan ketakutan, antara iman dan amal.
Advertisement
People Also Ask
1. Apa bunyi doa Sayyidul istighfar?
Bacaan Sayyidul Istighfar
A'ûdzu bika min syarri mâ shana'tu. Abû'u laka bini'matika 'alayya. Wa abû'u bidzanbî. Faghfirlî. Fa innahû lâ yaghfirudz dzunûba illâ anta. Artinya: "Hai Tuhanku, Engkau Tuhanku.
2. Berapa kali Sayyidul istighfar dibaca?
Sayyidul Istighfar bisa dibaca tiga kali setelah salat wajib, setiap pagi dan sore hari, dan minimal 70-100 kali dalam sehari semalam sebagai amalan rutin. Jumlah yang paling dianjurkan dan memiliki keutamaan besar adalah tiga kali setelah salat, serta rutin pagi dan sore hari.
3. Sayyidul istighfar ada di Alquran surat apa?
Sayyidul Istighfar tidak terdapat dalam satu surat Al-Qur'an tertentu, melainkan merupakan sebuah doa yang keutamaannya disebutkan dalam berbagai hadis Nabi Muhammad SAW. Dalil tentang keutamaan istighfar secara umum dapat ditemukan di beberapa surat, seperti Surat Al-Anfal ayat 33, Surat An-Nisa' ayat 110, dan Surat Hud ayat 52.
4. Bolehkah Sayyidul istighfar dibaca setiap saat?
Hadits Keutamaan Membaca Sayyidul Istighfar
Sayyidul istighfar dianjurkan dibaca setiap hari pada pagi dan petang hari.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5136323/original/018303500_1739855855-cek_fakta_keroncong.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5342869/original/054403100_1757402619-IMG-20250909-WA0009.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8471519/original/070085400_1782374653-Tugas__40_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9306335/original/075578900_1784874762-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-07-24T133156.067.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4403641/original/008845900_1682064463-Keutamaan_istighfar__.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9289600/original/065309500_1783409865-Portugal_s_Cristiano_Ronaldo.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9301613/original/093079500_1784504537-000_C2LE74U.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9301644/original/087929500_1784508450-trump_2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264053/original/051807800_1782069676-Spain_s_Lamine_Yamal.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8260490/original/004683900_1781597232-063_2281735743-Spanyol_vs_Tanjung_Verde.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8257806/original/036653900_1781257253-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9301596/original/087157300_1784500330-063_2286807575.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4786318/original/084826700_1711521270-GJmtYCIbgAAkw1f.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9299963/original/007789300_1784281017-mainoo.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3104854/original/092516000_1587109605-000_1Q35MK.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5535295/original/004219900_1773977617-gianni.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9303609/original/094591200_1784672116-AP26200776667216.jpg)