Liputan6.com, Jakarta Doa agar anak terhindar dari penyakit ain penting diketahui setiap orang tua Muslim. Penyakit ain merupakan gangguan yang timbul akibat pandangan mata yang penuh iri dengki atau bahkan rasa kagum berlebihan terhadap seseorang, terutama anak-anak.
Meskipun ain tergolong penyakit nonmedis yang tidak dikenal dalam ilmu kedokteran, namun keberadaannya sangat nyata sebagaimana dijelaskan dalam hadits Rasulullah SAW. Melansir dari buku Doa-doa Mustajab Orang Tua untuk Anaknya karya Aulia Fadli, penyakit ain bisa menyerang siapa saja tanpa pandang usia, namun anak-anak lebih rentan karena sistem pertahanan spiritual mereka yang belum sekuat orang dewasa.
Oleh karena itu, perlindungan melalui doa dan amalan spiritual sangat penting untuk menjaga anak-anak dari gangguan ini. Berikut Liputan6.com ulas lengkapnya melansir dari berbagai sumber, Jumat (24/10/2025).
Advertisement
Doa Agar Anak Terhindar Dari Penyakit Ain: Arab, Latin, dan Terjemah
Berikut adalah bacaan doa yang bisa diamalkan oleh orang tua untuk melindungi anak dari penyakit ain:
1. Doa Perlindungan dari Surat Ali Imran Ayat 36
Arab: رَبِّ إِنِّيِ اُعِيْذُهَا بِكَ وَذُرِّيَّتَهَا مِنَ الشَّيْطٰنِ الرَّجِيْمِ
Latin: Rabbi innii u'iidzuhaa bika wa dzurriyyatahaa minasy syaithoonir rajiim
Artinya: "Ya Tuhanku, aku mohon perlindungan-Mu untuknya dan anak cucunya dari (gangguan) setan yang terkutuk."
Doa ini merupakan doa Nabi Ibrahim AS dan istrinya saat memohon perlindungan untuk anak dan keturunannya. Bacaan ini sangat baik diamalkan untuk melindungi anak dari segala gangguan spiritual termasuk ain.
2. Doa Dijauhkan dari Segala Kejahatan
Arab: اَللَّهُمَّ احْفَظْهُمْ مِنَ الْفِتَنِ، مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ، وَ مِنْ كُلِّ سُوْءٍ
Latin: Allaahummah fadzhum minal fitani, maa dzahara minhaa wa maa bathani, wa min kulli suu'in
Artinya: "Ya Allah, lindungilah mereka dari segala fitnah, baik yang nyata maupun tersembunyi, dan juga dari segala macam kejahatan."
Doa ini bersifat komprehensif karena memohon perlindungan dari segala bentuk kejahatan, baik yang tampak maupun tersembunyi, termasuk pandangan ain yang bisa datang tanpa disadari.
3. Doa Perlindungan dengan Kalimat Allah yang Sempurna
Arab: أُعِيْذُكَ بِكَلِمَاتِ اللهِ التَّامَّةِ مِنْ كُلِّ شَيْطَانٍ وَهَامَّةٍ، وَمِنْ كُلِّ عَيْنٍ لاَمَّةٍ. اَللَّهُمَّ بَارِكْ فِيْهِ وَلَا تَضُرَّهُ
Latin: U'idzuka bikalimatillahit tammati min kulli syaithanin, wa haammatin, wa min kulli 'ainin lâmmah. Allâhumma baarik fiihi, wa laa tadhurrah
Artinya: "Aku menyerahkan perlindunganmu dengan kalimat Allah yang sempurna dari segala gangguan setan, binatang melata/serangga, dan segala pengaruh mata jahat. Ya Allah, turunkan keberkahan-Mu pada anak ini. Jangan izinkan sesuatu membuatnya celaka."
Melansir dari Shahihul Jami', doa ini secara spesifik menyebutkan perlindungan dari "segala pengaruh mata jahat" (min kulli 'ainin lâmmah), sehingga sangat tepat untuk melindungi anak dari penyakit ain.
Advertisement
Amalan Orang Tua untuk Melindungi Anak dari Penyakit Ain
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5151380/original/086607800_1741158200-pray-6268224_1280.jpg)
Selain membacakan doa perlindungan, ada beberapa amalan yang bisa dilakukan orang tua sebagai ikhtiar untuk menjaga anak-anak dari gangguan ain.
1. Membacakan Ruqyah Syar'iyyah
Ruqyah adalah metode pengobatan spiritual dalam Islam dengan membacakan ayat-ayat Al-Qur'an dan doa-doa ma'tsur. Hadits Aisyah RA menceritakan bahwa Rasulullah SAW pernah bertanya, "Mengapa tidak kalian bacakan ruqyah (supaya sembuh) dari penyakit 'ain?" (Shahihul Jami'). Ini menunjukkan anjuran untuk membacakan ruqyah ketika anak menunjukkan gejala ain.
2. Membacakan Surat Al-Falaq dan An-Nas
Kedua surat ini dikenal sebagai Mu'awwidzatain atau dua surat pelindung. Rasulullah SAW mengajarkan untuk membacakan kedua surat ini sebagai bentuk perlindungan dari segala kejahatan, termasuk ain. Bacakan surat ini di pagi dan sore hari sambil mengusap tubuh anak.
3. Mengucapkan MasyaAllah Tabarakallah
Kalimat "MasyaAllah Tabarakallah" (ما شاء الله تبارك الله) memiliki makna "Sesuai kehendak Allah, Maha Berkah Allah". Mengucapkan kalimat ini ketika melihat sesuatu yang indah atau mengagumkan, termasuk anak sendiri, dapat mencegah terjadinya ain. Kalimat ini juga bisa dituliskan sebagai caption ketika mengunggah foto anak di media sosial.
4. Menjaga Privasi Anak di Media Sosial
Salah satu cara terbaik melindungi anak dari ain adalah dengan tidak terlalu sering memamerkan foto atau pencapaian anak di media sosial. Paparan berlebihan bisa mengundang pandangan hasad dari orang lain. Jika perlu mengunggah, pastikan untuk selalu menyertakan kalimat tasbih dan perlindungan.
5. Mengajarkan Anak Berdoa Sendiri
Ketika anak sudah cukup umur, ajarkan mereka untuk membaca doa perlindungan sendiri setiap pagi dan sore. Membiasakan anak berdoa sejak dini akan membangun benteng spiritual yang kuat dalam diri mereka.
6. Menjaga Wudu dan Sholat Tepat Waktu
Orang tua yang senantiasa dalam keadaan suci dan menunaikan sholat tepat waktu akan mendapatkan keberkahan yang melindungi seluruh keluarga, termasuk anak-anak. Ketaatan kepada Allah adalah benteng terkuat dari segala gangguan spiritual.
7. Memperbanyak Sedekah
Sedekah dapat menolak bala dan gangguan. Rasulullah SAW bersabda bahwa sedekah dapat memadamkan murka Allah. Dengan rutin bersedekah, orang tua dapat menciptakan perlindungan spiritual untuk seluruh keluarga.
Waktu Terbaik Membacakan Doa Perlindungan untuk Anak
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5387833/original/050532800_1761104918-Ibu_Hamil.jpg)
Meskipun doa bisa dibacakan kapan saja, ada waktu-waktu tertentu yang lebih mustajab atau dikabulkan untuk membacakan doa perlindungan bagi anak.
1. Setelah Subuh
Waktu pagi hari setelah sholat Subuh adalah waktu yang sangat baik untuk membacakan doa perlindungan. Di waktu ini, keberkahan Allah turun dan doa lebih mudah dikabulkan. Biasakan membacakan doa sambil mengusap kepala atau tubuh anak setelah sholat Subuh sebelum mereka memulai aktivitas.
2. Sebelum Tidur
Waktu sebelum tidur atau setelah sholat Isya juga merupakan waktu yang tepat. Membacakan doa sebelum anak tidur akan memberikan perlindungan sepanjang malam dari gangguan spiritual. Rasulullah SAW sendiri mengajarkan untuk membacakan Mu'awwidzatain (Surat Al-Falaq dan An-Nas) sebelum tidur.
3. Sepertiga Malam Terakhir
Waktu sepertiga malam terakhir adalah waktu paling mustajab untuk berdoa. Orang tua yang bangun untuk sholat tahajud bisa memanfaatkan waktu ini untuk mendoakan anak-anak mereka agar dilindungi dari segala gangguan, termasuk ain. Allah SWT sangat dekat dengan hamba-Nya di waktu ini.
4. Anak Baru Lahir
Saat anak baru lahir atau dalam masa-masa awal kehidupan juga penting untuk intensif membacakan doa perlindungan. Bayi sangat rentan terhadap gangguan spiritual, sehingga perlindungan sejak dini sangat diperlukan. Biasakan membacakan doa setiap selesai menyusui atau mengganti popok.
Advertisement
Pencegahan Penyakit Ain dalam Kehidupan Sehari-hari
Mencegah lebih baik daripada mengobati, begitu juga dengan penyakit ain. Ada beberapa langkah praktis yang bisa dilakukan dalam kehidupan sehari-hari.
1. Membatasi Paparan di Media Sosial
Di era digital ini, media sosial menjadi salah satu pintu masuk gangguan ain. Hindari terlalu sering mengunggah foto anak atau memamerkan pencapaian mereka secara berlebihan.
2. Mengajarkan Anak Bersederhana
Ajarkan anak untuk tidak suka pamer atau membanggakan diri. Kesederhanaan akan melindungi mereka dari pandangan iri orang lain. Tanamkan nilai-nilai tawadhu (rendah hati) sejak dini agar anak terbiasa bersyukur tanpa perlu pamer.
3. Selektif dalam Bergaul
Pilih lingkungan pergaulan yang baik untuk anak. Hindari orang-orang yang dikenal suka iri dengki atau memiliki sifat hasad. Meskipun kita harus baik kepada semua orang, namun menjaga jarak dengan orang yang berenergi negatif adalah bagian dari ikhtiar.
4. Membiasakan Dzikir Pagi dan Sore
Ajarkan anak untuk rutin membaca dzikir pagi dan sore, terutama Ayat Kursi dan Mu'awwidzatain. Dzikir ini adalah benteng spiritual yang sangat kuat. Anak yang terbiasa berdzikir akan memiliki perlindungan spiritual yang lebih baik.
5. Menjaga Kebersihan Spiritual Rumah
Pastikan rumah selalu dalam keadaan bersih spiritual dengan rutin membaca Al-Qur'an, terutama Surat Al-Baqarah. Surat ini dipercaya dapat mengusir setan dan energi negatif dari rumah. Rumah yang penuh dengan dzikir dan bacaan Al-Qur'an akan menjadi tempat yang tidak nyaman bagi gangguan spiritual.
6. Tidak Cerita Berlebihan tentang Anak
Hindari menceritakan keistimewaan atau pencapaian anak secara berlebihan kepada orang lain. Cukup ceritakan seperlunya dan selalu akhiri dengan kalimat syukur. Bercerita berlebihan bisa mengundang pandangan iri dengki.
FAQ
1. Apa itu penyakit ain dalam Islam? Penyakit ain adalah gangguan spiritual yang timbul akibat pandangan mata yang penuh iri dengki atau kekaguman berlebihan terhadap seseorang.
2. Bagaimana cara mencegah anak dari penyakit ain? Dengan rutin membacakan doa perlindungan, membatasi paparan di media sosial, dan mengajarkan anak untuk berdzikir setiap pagi dan sore.
3. Kapan waktu terbaik membacakan doa perlindungan untuk anak? Waktu terbaik adalah setelah sholat Subuh, sebelum tidur, dan saat sepertiga malam terakhir yang merupakan waktu mustajab.
4. Apakah penyakit ain bisa sembuh dengan doa? Ya, penyakit ain bisa sembuh dengan rutin membacakan doa perlindungan, ruqyah syar'iyyah, dan memperkuat ibadah kepada Allah SWT.
5. Apa gejala anak terkena penyakit ain? Gejalanya antara lain menangis tanpa henti, tidak mau menyusu, rewel tanpa sebab, demam mendadak, dan sulit tidur nyenyak.
6. Bolehkah membacakan doa perlindungan saat anak tidur? Boleh, bahkan sangat dianjurkan membacakan doa sebelum anak tidur sebagai perlindungan dari gangguan malam hari.
7. Apa perbedaan penyakit ain dengan gangguan jin? Penyakit ain bersumber dari pandangan mata manusia, sedangkan gangguan jin berasal dari makhluk halus yang mengganggu dengan gejala yang biasanya lebih kompleks.
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9294353/original/011938600_1783830677-cek_fakta_-_bansos_pkh_juli.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5488956/original/064020100_1769771942-pppk_bgn_-_klaim.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5497973/original/089166700_1770695732-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-02-10T105228.255.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5550896/original/089873500_1775711382-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-04-09T120454.556.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5288278/original/027721100_1752903757-WhatsApp_Image_2025-07-19_at_12.33.52_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9294318/original/065079400_1783829517-063_2285706113.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9294280/original/068914000_1783828183-063_2285710148.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9294169/original/097035400_1783819062-ing7.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9294167/original/059057200_1783819062-ing5.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9294151/original/003111900_1783815882-000_B9XL63W.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9290291/original/064791600_1783449810-me5.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9294138/original/059237800_1783813068-000_B9XJ6UC.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9294135/original/020195900_1783811688-000_B9XJ6UW.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9294142/original/044493100_1783813777-000_B9XJ4PC.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8296460/original/082795500_1782159766-Argentina_s_Lionel_Messi.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9290384/original/064848900_1783478396-Argentina_s_Lionel_Messi_celebrates.jpg)