Liputan6.com, Jakarta - Tradisi Ruwahan merupakan tradisi keagamaan yang biasanya dilakukan menjelang bulan Ramadhan, khususnya pada pertengahan bulan Sya'ban atau bulan Ruwah dalam kalender Jawa. Karena itu, penting bagi seorang muslim untuk mengetahui pengertian tradisi ruwahan dan maknanya.
Mengutip dari kebudayaan.kemdikbud.go.id, ruwahan sebenarnya berasal dari kata 'ruwah', yakni nama Jawa untuk bulan ketujuh dalam kalender Islam dan berbarengan dengan bulan Sya’ban. Kata 'ruwah' sendiri memiliki akar kata 'arwah' atau roh para leluhur dan nenek moyang.
Advertisement
Dari kata arwah inilah akhirnya tradisi ini dijuluki dengan nama ruwahan sekaligus dijadikan sebagai bulan untuk mengenang para leluhur. Tradisi ini melambangkan kesucian dan rasa sukacita memasuki bulan Ramadan.
Tradisi ini berakar dari budaya lokal yang kemudian diislamkan, dengan inti pelaksanaannya adalah mendoakan arwah orang tua, keluarga, dan leluhur agar mendapatkan ampunan dan berkah dari Allah SWT.
Pengertian dan Asal Usul Tradisi Ruwahan
Tradisi Ruwahan adalah sebuah tradisi keagamaan yang dilaksanakan menjelang bulan Ramadhan, khususnya di pertengahan bulan Sya'ban atau bulan Ruwah dalam kalender Jawa
Secara harfiah, kata "Ruwahan" berasal dari bahasa Arab "arwah" yang berarti roh atau jiwa.
Tradisi ini merupakan hasil asimilasi budaya antara nilai-nilai Islam dan budaya lokal, khususnya masyarakat Jawa dan Betawi. Ruwahan dianggap sebagai islamisasi dari tradisi lokal yaitu nyadran dan slametan yang dilakukan untuk menghormati dan mendoakan leluhur.
Dalam Jurnal 'Tradisi Ruwah Desa dan Implikasinya Terhadap Pengetahuan Tauhid Masyarakat Dusun Ngendut Kesamben Ngoro Jombang' karya Nurul Indana dkk, ruwahan merupakan sebuah tradisi yang berakar dari kepercayaan Hindu-Budha dan animisme-dinamisme yang telah diakulturasi dengan ajaran Islam dalam konteks budaya Jawa.
"Secara khusus di Dusun Ngendut, tradisi Ruwah Desa merupakan ungkapan syukur kepada Tuhan, alam, dan danyang desa (roh penjaga desa) atas keberkahan berupa hasil panen, kesehatan, dan ketenteraman yang diperoleh masyarakat," demikian dikutip dari jurnal tersebut.
Advertisement
Makna Spiritual Tradisi Ruwahan
Ada beberapa aspek makna spiritual dalam tradisi ruwahan. Di antaranya:
1. Mendoakan Orangtua dan Leluhur
Ruwahan bertujuan mendoakan roh orang tua, keluarga, dan leluhur agar mendapatkan ampunan dan berkah dari Allah SWT. Doa yang dipanjatkan saat ruwahan merupakan bentuk amal jariyah yang pahalanya terus mengalir meskipun orang yang didoakan telah meninggal dunia, sebagaimana sabda Nabi Muhammad SAW:
Dari Abu Hurairah, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Jika seorang manusia mati maka terputuslah darinya amalnya kecuali dari tiga hal; dari sedekah jariyah atau ilmu yang diambil manfaatnya atau anak shalih yang mendoakannya.” (HR. Muslim no. 1631).
2. Ruwahan juga menjadi bagian penting persiapan diri menyambut Ramadhan
Secara tradisi sebagai penyucian hati dan jiwa agar umat Islam dapat memasuki bulan suci Ramadhan dengan jiwa yang bersih, terhindar dari dosa, serta mendapatkan kemudahan dan keberkahan selama menjalankan ibadah.
3. Perekat Hubungan Sosial
Kegiatan ruwahan biasanya melibatkan banyak anggota keluarga dan masyarakat yang secara simbolis memperkuat hubungan sosial dan kebersamaan.
4. Pembersihan Harta dan Sedekah
Tradisi ini juga menjadi momen untuk membersihkan rezeki dengan cara bersedekah dan berbagi makanan kepada fakir miskin dan tetangga, sehingga harta menjadi berkah dan suci dari hak orang lain.
5. Ungkapan Syukur
Tradisi ruwahan sekaligus sebagai ungkapan syukur kepada Allah SWT atas rahmat, kesehatan, dan hasil panen yang diberikan. Tradisi ini dilakukan menjelang bulan Ramadhan, terutama pada malam Nisfu Sya’ban, saat dipercaya Allah menurunkan rahmat-Nya dan mengabulkan doa.
Waktu dan Pelaksanaan Tradisi Ruwahan
Menurut jurnal "Nilai-Nilai Sosial Dan Budaya Dalam Tradisi Ruwahan di Kabupaten Malinau Kalimantan Utara" karya Ria Farawita dkk, waktu pelaksanaan tradisi ruwahan di berbagai daerah berbeda. Namun lazimnya, ruwahan digelar pada pertangahan Sya'ban (Ruwah) atau pada 10 hari terakhi Ramadhan.
1. Pada tanggal 15 bulan Syaban (Nishfus Syaban)
Pada waktu ini, Ruwahan biasanya dilaksanakan secara bersama-sama di masjid atau musala sebagai pusat berkumpul masyarakat. Tradisi ini dilakukan dengan membaca Surat Yasin, tahlil, dan doa bersama yang dipimpin oleh tokoh agama atau sesepuh.
2. Pada 10 hari terakhir bulan Ramadhan
Tradisi Ruwahan yang dilaksanakan pada waktu ini biasanya dilakukan secara lebih pribadi di rumah masing-masing sesuai tingkat kesadaran individu dalam melestarikan tradisi tersebut.
Adapun teknis pelaksanaan tradisi Ruwahan di Malinau mencakup kegiatan membersihkan makam secara bersama-sama pada pagi hari, kemudian pada sore harinya dilakukan "bebaca ruwahan", yaitu pembacaan doa dan tahlil untuk mendoakan arwah leluhur dan orang-orang yang telah meninggal.
Advertisement
Kegiatan dalam Ruwahan
Dalam tradisi ruwahan, kegiatan intinya dalah:
1 Tahlil dan Doa
Tahlilan dan pembacaan doa, tahlil, dan dzikir bersama untuk mendoakan arwah orang tua dan leluhur yang sudah meninggal dunia.
2. Ziarah dan Bersih Makam
Sering kali tradisi ruwahan disertai dengan kunjungan ke makam keluarga untuk membersihkan, menghias dengan bunga, dan mendoakan jenazah.
3. Slametan dan Berbagi Makanan
Acara ruwahan juga meliputi slametan atau selamatan dengan menyediakan hidangan khas seperti ketan, apem, kolak, dan kue tradisional lain yang kemudian dibagikan kepada keluarga, kerabat, dan masyarakat sekitar.
Kue apem yang lengket melambangkan kekuatan tali persaudaraan dan silaturahmi. Kue ketan melambangkan saling memaafkan antar sesama.
4. Sedekah dan Amal Sosial
Bagian dari acara adalah membagikan makanan dan sedekah kepada fakir miskin sebagai wujud kepedulian sosial dan pembersihan harta.
Nilai Budaya dan Religius dalam Ruwahan
Ada dua aspek nilai dalam tradisi ruwahan, perspektif budaya dan religiusitas. Dari sisi sosial budaya ruwahan merupakan representasi nilai gotong royong dan kebersamaan dalam masyarakat, memperkuat ikatan keluarga dan komunitas melalui kegiatan bersama.
Kemudian, menunjukkan penghormatan dan bakti kepada orang tua dan leluhur yang sudah tiada. Menjadi pengingat spiritual tentang kematian dan kehidupan setelah mati. dan kemudian menjadi media dakwah budaya yang mengajarkan nilai Islam melalui tradisi lokal.
Aspek lainnya yaitu nilai sosial dalam Ruwahan meliputi kasih sayang yang diwujudkan dalam bentuk pengabdian, tolong-menolong, kekeluargaan, kepedulian, dan kesetiaan antar sesama. Nilai sosial lainnya yang juga sangat penting adalah tanggung jawab seperti empati terhadap sesama yang tercermin dalam kegiatan saling mengundang dan mendoakan bersama
Selain itu, tradisi ini mengajarkan keserasian hidup yang meliputi sikap toleransi, kerja sama, dan demokrasi dalam pelaksanaan acara, dimana masyarakat saling menghargai perbedaan, bekerja bersama melalui gotong royong (tenguyun), dan mengambil keputusan secara musyawarah demi kebaikan bersama.
Advertisement
Doa Ruwahan
Doa ruwahan lazimnya dibaca setelah tahlil bersama-sama. Berikut ini doanya sebagaimana dilihat di Buku Yasin dan Tahlil, tanpa pengarang.
﴿الدعاء﴾ أَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ، بِسْمِ اللهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ، الْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعٰلَمِيْنَ، حَمْدَ الشَّاكِرِيْنَ حَمْدَ النَّاعِمِيْنَ، حَمْدًا يُّوَافِي نِعَمَهُ وَيُكَافِئُ مَزِيْدَهُ، يَا رَبَّنَا لَكَ الْحَمْدُ كَمَا يَنْبَغِيْ لِجَلَالِ وَجْهِكَ وَعَظِيْمِ سُلْطَانِكَ، اللّٰهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَّعَلَى اٰلِ سَيِّدِنَا مُحِمَّدٍ
Latin: A‘ûdzubillâhi minasy-syaithâr-rajîm, bismillâhir-raḫmânir-raḫîm, al-ḫamdulillâhi rabbil-‘alamîn, ḫamdasy syâkirin, ḫamdan nâ‘imîn, ḫamdan yuwâfî ni‘amahu wa yukâfî’u mazîdah(u), yâ rabbanâ lakal-ḫamdu kamâ yanbaghî lijalâli wajhika wa ‘adhîmi sulthânika, allâhumma shalli ‘alâ sayyidinâ Muḫammadin wa ‘alâ âli sayyidinâ Muḫammadin.Doa Aku berlindung diri kepada Engkau dari setan yang di rajam.
Artinya: Dengan nama Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Segala puji bagi Allah, Tuhan seru sekalian alam, sebagaimana orang-orang yang bersyukur dan orang yang memperoleh nikmat sama memuji, dengan pujian yang sesuai dengan nikmatnya dan memungkinkan di tambah nikmatnya. Tuhan kami, hanya Engkau segala puji, sebagaimana yang patut terhadap kemuliaan Engkau dan keagungan Engkau. Ya Allah tambahkanlah kesejahteraan dan keselamatan kepada penghulu kami Nabi Muhammad dan kepada keluarganya.
اَللّٰهُمَّ تَقَبَّلْ وَأَوْصِلْ ثَوَابَ مَا قَرَاْنَاهُ مِنَ الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ وَمَا هَلَّلْنَا وَمَا سَبَّحْنَا وَمَا اسْتَغْفَرْنَا وَمَا صَلَّيْنَا عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ هَدِيَّةً وَاصِلَةً وَرَحْمَةً نَازِلَةً وَبَرَكَةً شَامِلَةً إِلَى حَضَرَةِ حَبِيْبِنَا وَشَفِيْعِنَا وَقُرَّةِ أَعْيُنِنَا سَيِّدِنَا وَمَوْلَانَا مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، وَإِلَى جَمِيْعِ إِخْوَانِهِ مِنَ الْأَنْبِيَاءِ وَالْمُرْسَلِيْنَ وَالْأَوْلِيَاءِ وَالشُّهَدَاءِ وَالصَّالِحِيْنَ وَالصَّحَابَةِ وَالتَّابِعِيْنَ وَالْعُلَمَاءِ الْعَامِلِيْنَ وَالْمُصَنِّفِيْنَ الْمُخْلِصِيْنَ وَجَمِيْعِ الْمُجَاهِدِيْنَ فِي سَبِيْلِ اللهِ رَبِّ الْعَلَمِيْنَ وَالْمَلَائِكَةِ الْمُقَرَّبِيْن، خُصُوْصًا إِلَى سَيِّدِنَا الشَّيْخِ عَبْدِ الْقَادِرِ الْجِيْلَانِيّ، ثُمَّ إِلَى أَرْوَاحِ جَمِيْعِ أَهْلِ الْقُبُوْرِ مِنَ الْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ مِنْ مَشَارِقِ الْأَرْضِ وَمَغَارِبِهَا بَرِّهَا وَبَحْرِهَا خُصُوْصًا إِلَى آبَائِنَا وَاُمَّهَاتِنَا وَأَجْدَادِنَا وَجَدَّاتِنَا، وَنَخَصُّ خَصُوْصًا إِلَى مَنِ اجْتَمَعْنَا هٰهُنَا بِسَبَبِهِ وَلِأَجْلِهِ
Latin: Allâhumma taqabbal wa aushil tsawâba mâ qara’nâhu minal-qur’anil-‘adhîmi wa mâ hallalnâ wamâ sabbaḫnâ wamâstaghfarnâ wamâ shallainâ ‘alâ sayyidinâ Muḫammadin shallallâhu ‘alaihi wa sallamâ hadiyyatan wâshilatan wa raḫmatan nâzilatan wa barakatan syâmilatan ilâ ḫadlrati ḫabîbinâ wa syafî‘nâ wa qurrati a‘yuninâ sayyidinâ wa maulana Muḫammadin shallallâhu ‘alaihi wa sallamâ, wa ilâ jamî‘i ikhwânihi minal-anbiyâ’i wal mursalîna wal-auliyâ’i wasy-syuhadâ’i wash-shaliḫina wash-shaḫâbati wat-tâbi‘înâ wal-‘ulamâ’il-‘âmilîna wal-mushannifînal-mukhlashîna wa jamî‘il-mujâhidînâ fî sabîlillâhi rabbil-‘âlamîna wal-malâ’ikatil-muqarrabîna, khusûshan ilâ sayyidinâsy-Syaikhi Abdil Qâdir al-Jîlâni, tsumma ilâ arwâhi jami‘i ahlil-qubûri minal-muslimînâ wal-muslimâti wal-mu’minînâ wal-mu’minâti min masyâriqil-ardli wa maghâribihâ barrihâ wa baḫrihâ khusushan ilâ âbâ’inâ wa ummahâtinâ wa ajdâdinâ wa jaddâtinâ, wa nakhushshu khusûshan ilâ man ijtama‘nâ hahunâ bisababihi wa liajlihi.
Artinya: Ya Allah, terimalah dan sampaikanlah pahala ayat-ayat Quranul ‘adhim yang telah kami baca, tahlil kami, tasbih dan istighfar kami, dan bacaan shalawat kami kepada penghulu kami Nabi Muhammad dan kepada keluarganya. Sebagai hadiah yang bisa sampai, rahmat yang turun, dan berkah yang cukup kepada kekasih kami, penolong dan buah mata kami, penghulu dan pemimpin kami, yaitu Nabi Muhammad ﷺ, kepada semua temannya dari para Nabi dan para Utusan, kepada para wali, pahlawan yang gugur (Syuhada), orang-orang yang salih, para sahabat, dan tabi’in (para pengikutnya); kepada para ulama yang mengamalkan ilmunya, para pengarang yang ikhlas, kepada semua pejuang di jalan Allah (membela agama-Nya), Allah raja seru sekalian alam; dan kepada para Malaikat muqarrabin, terutama Syekh Abdul Qadir al-Jilani, kemudian kepada ahli kubur, muslim yang laki-laki dan yang perempuan, mukmin yang laki-laki dan yang perempuan, dari dunia timur dan barat di darat dan di laut, terutama lagi kepada bapak-bapak kami, ibu-ibu kami, nenek-nenek kami yang laki-laki dan yang perempuan, lebih terutama lagi kepada orang yang menyebabkan kami sekalian berkumpul di sini dan untuk keperluannya.
اَللّٰهُمَّ اغْفِرْ لَهُمْ وَارْحَمْهُمْ وَعَافِهِمْ وَاعْفُ عَنْهُمْ، اَللّٰهُمَّ أَنْزِلِ الرَّحْمَةَ وَالْمَغْفِرَةَ عَلَى أَهْلِ الْقُبُوْرِ مِنْ أَهْلِ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللهُ مُحَمَّدٌ رَّسُوْلُ اللهِ
Latin: Allâhummaghfirlahum warḫamhum wa ‘âfihim wa‘fu ‘anhum, allâhumma anzilir-raḫmata wal-maghfirata ‘alâ ahlil-qubûri min ahli lâ ilâha illallâhu muḫammadur-rasûlullahi
Artinya: Ya Allah ampunilah mereka, kasihanilah mereka, dan maafkanlah mereka. Ya Allah turunkanlah rahmat, dan ampunan kepada ahlul kubur yang ahli mengucapkan “Laa ilaaha illaallah, Muhammadur rasulullah” (Tidak ada tuhan selain Allah, Muhammad Utusan Allah).
رَبَّنَا أَرِنَا الْحَقَّ حَقًّا وَّارْزُقْنَا اتِّبَاعَهُ، وَأَرِنَا الْبَاطِلَ بَاطِلًا وَّارْزُقْنَا اجْتِنَابَهُ، رَبَّنَا اٰتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَّفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَّقِنَا عَذَابَ النَّارِ، سُبْحَانَ رَبِّكَ رَبِّ الْعِزَّةِ عَمَّا يَصِفُوْنَ وَسَلَامٌ عَلَى الْمُرْسَلِيْنَ وَالْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعَلَمِيْنَ، اَلْفَاتِحَة
Latin: Rabbanâ arinâl-ḫaqqa ḫaqqan warzuqnât-tibâ‘ah, wa arinâl-bâthila bâthilan warzuqnâj tinâbah. Rabbanâ âtinâ fid-dunyâ ḫasanatan wa fil-âkhirati ḫasanatan wa qinâ ‘adzaban-nâr. Subḫâna rabbika rabbil-‘izzati ‘ammâ yashifun, wa salamun ‘alal-mursalîn, wal-ḫamdulillâhi rabbil-‘âlamîn. Al-fâtiḫah..
Artinya: Tuhan kami, tunjukkanlah kami kebenaran dengan jelas, jadikanlah kami pengikutnya, tunjukkanlah kami perkara batil dengan jelas, dan jadikanlah kami menjauhinya. Tuhan kami, berikanlah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat, dan jagalah kami dari siksa api neraka, Maha Suci Tuhanku, tuhan yang bersih dari sifat yang di berikan oleh orang-orang kafir, semoga keselamatan tetap melimpahkan kepada para Utusannya dan segala puji bagi Allah Tuhan seru sekalian Alam. Al Fatihah.
Hikmah Tradisi Ruwahan
Berikut adalah hikmah dari tradisi Ruwahan:
1. Mempererat Silaturahmi dan Kebersamaan
Tradisi Ruwahan biasanya dilakukan secara bersama-sama dalam bentuk tahlilan, doa, dan acara berkumpul yang melibatkan keluarga, kerabat, dan masyarakat sekitar. Hal ini memperkuat ikatan sosial, menumbuhkan rasa kebersamaan, gotong royong, dan saling menguatkan antar sesama anggota komunitas.
2. Mendoakan dan Menghormati Leluhur
Ruwahan memberikan kesempatan bagi umat Islam untuk mendoakan arwah orang tua dan leluhur, sebagai bentuk bakti dan penghormatan yang baik serta amal jariyah yang pahalanya terus mengalir untuk mereka dalam kehidupan akhirat.
3. Menyucikan Hati dan Mempersiapkan Diri Menyambut Ramadhan
Melalui doa bersama dan refleksi spiritual, tradisi ini membantu membersihkan hati dari dosa dan kesalahan, sekaligus mempersiapkan jiwa agar lebih khusyuk menjalani ibadah puasa dan amalan selama bulan suci Ramadhan.
4. Mengamalkan Nilai-nilai Kebaikan dan Kepedulian Sosial
Tradisi ini juga mengajarkan nilai sedekah, kepedulian terhadap sesama, dan rasa syukur atas segala nikmat yang diberikan Allah. Dengan berbagi makanan dan membantu yang membutuhkan, Ruwahan menjadi sarana memperkokoh nilai sosial kemasyarakatan.
5. Melestarikan Warisan Budaya dan Agama
Ruwahan merupakan bagian dari tradisi lokal yang telah diislamkan sehingga menjadi warisan budaya yang mengandung nilai-nilai religius. Melestarikan tradisi ini berarti menjaga identitas sosial dan keagamaan sekaligus memperkokoh integrasi budaya dengan ajaran Islam.
Advertisement
People also Ask:
1. Apa saja yang dilakukan saat Ruwahan?
Di mana dalam tradisi ruwahan atau sadranan inilah dijumpai banyak kegiatan untuk menyambut Ramadhan seperti acara nisfu Syaban (Sabanan), pawai atau arak-arakan keliling kota, bersih desa, slametan, kendurenan, ziarah kubur, hingga berakhir pada acara padusan (junub / mandi keramas) di akhir bulan Syaban.
2. Apa makna Ruwahan?
"Ruwahan itu artinya doa awal sebelum semua kegiatan dimulai. Kita berdoa bersama untuk keselamatan acara dan juga mendoakan para leluhur yang sudah wafat," ujar Haji Maksum
3. Sedekah Ruwahan dalam Islam?
Tradisi sedekah ruwahan adalah tradisi masyarakat Islam yang ...Sedekah ruwah juga merupakan bentuk amal shaleh untuk orang tua yang sudah meninggal. Sedekah ruwah juga mengingatkan kita semua yang masih di dunia untuk mengingat kematian yang pasti datang. Tradisi ini dilaksanakan pada pertengahan bulan Syaban pada kalender hijriyah, sekaligus memperingati Nisfu Syaban.
4. Apa nilai positif yang dapat kita ambil dari tradisi Ruwahan?
Dengan adanya tradisi ruwahan, masyarakat dapat lebih memahami dan mengamalkan nilai-nilai Islam. Selain itu, masyarakat dapat saling berinteraksi sosial satu sama lain. Tradisi Ruwahan yang dilaksanakan tentunya dapat menjaga kerukunan antar warga masyarakat.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8336960/original/043977000_1782207955-cek_fakta_-_bibit_Ikan_lele.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8327596/original/000770900_1782197299-cek_fakta_-_dishub_lowongan.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5471300/original/019987800_1768283249-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-01-13T124627.766.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5481724/original/069742900_1769143528-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-01-23T110013.385.jpg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5136141/original/082646800_1739846596-20250218-Tradisi_Nyadran-AFP_6.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/1812228/original/000972700_1538749244-foto_nanang_fahrudin.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8261544/original/016069100_1781743382-inggris.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8261718/original/051731600_1781755469-IMG-20260618-WA0022.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8261448/original/088941000_1781704030-000_B7CB6XU.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8327170/original/046346200_1782196768-AP26174048235003.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8312896/original/014782800_1782180155-000_B7XU3U2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8262481/original/011971700_1781803398-Croatia_s_Luka_Modric.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8322381/original/046006400_1782191324-063_2282870144.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8322380/original/064889600_1782191323-063_2282870058.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8296460/original/082795500_1782159766-Argentina_s_Lionel_Messi.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8258680/original/053706900_1781401116-Folarin_Balogun.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8293308/original/041888100_1782155517-AP26173640031261.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8317670/original/089667300_1782185621-AP26174019661970.jpg)