Liputan6.com, Jakarta - Pelaksanaan Salat Tarawih seringkali diiringi dengan seruan dari seorang bilal yang memimpin jalannya salat berjamaah. Memahami bacaan Bilal Tarawih 11 rakaat menjadi penting bagi umat Muslim.
Menurut buku Tuntunan Lengkap 99 Salat Sunah Superkomplet (2020:141) karya Puspa Swara dan Ibnu Watiniyah, sebelum mengerjakan ibadah salat Tarawih, biasanya terdapat bilal Tarawih yang menyerukan bacaan Bilal untuk memulai salat sunah berjamaah tersebut dan di antara rakaat-rakaat salat.
Berikut Liputan6.com ulas lengkapnya melansir dari berbagai sumber, Selasa (30/9/2025).
Advertisement
Bacaan Bilal Tarawih Rakaat 1-2
Bacaan bilal umumnya berisi selawat kepada Nabi Muhammad SAW dan penyebutan nama-nama Khulafaur Rasyidin.
Hal ini sebagaimana dijelaskan dalam Tuntunan Lengkap 99 Salat Sunah Superkomplet. Inti dari bacaan bilal Tarawih tetap sama, yaitu berselawat kepada Nabi SAW serta menyebutkan empat Khulafaur Rasyidin.
Meskipun terdapat variasi dalam jumlah rakaat Tarawih, misalnya 11 atau 23 rakaat termasuk Witir, dan sedikit perbedaan dalam bacaan bilal di setiap daerah, esensi bacaan tersebut tidak berubah. Variasi ini menunjukkan kekayaan praktik keagamaan dalam Islam tanpa mengurangi makna ibadah.
Berikut adalah bacaan Bilal Tarawih 11 rakaat yang dibaca setelah salat Isya dan sebelum dimulainya rakaat pertama dan kedua salat Tarawih, dikutip dari Buku Tuntunan Sholat Sunah Tarawih dan Witir oleh Kementerian Agama Provinsi Kepulauan Riau :
-
Bacaan Pembuka Bersama Jemaah:
سُبْحَانَ الْمَلِكِ الْمَعْبُودِ سُبْحَانَ الْمَلِكِ الْمَوْجُودِ سُبْحَانَ الْمَلِكِ الْحَيِّ الَّذِي لَا يَنَامُ وَلَا يَمُوْتُ وَلَا يَقُوْتُ أَبَدًا سُبُّوْحٌ قُدُوْسٌ رَبُّنَا وَرَبُّ الْمَلَائِكَةِ وَالرُّوْحِ سُبْحَانَ اللَّهِ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ وَلَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَاللَّهُ أَكْبَرُ وَلَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إلا بالله العلي العظيم
Arab Latin: Subhaanal-malikil-ma'buudi subhaanal-malikil-maujuudi subhaanal-malikil-hayyil-ladzii laa yanaamu wa laa yamuutu wa laa yafuutu abadan subbuuhun qudduusur rabbunaa wa rabbul-malaa'ikati war-ruuhi subhaanallaahi wal-hamdu lillaahi wa laa ilaaha illallaahu wallaahu akbar wa laa haula wa laa quwwata illaa billaahil-'aliyyil-'azhiim.
Artinya: "Mahasuci Tuhan yang memiliki (alam) dan yang disembah, Mahasuci Allah yang memiliki (alam) lagi Ada. Mahasuci Allah yang memiliki lagi Mahahidup yang tidak tidur, tidak mati dan tidak hilang selama-lamanya. Mahasuci Mahaquddus, Tuhan kami dan Tuhan semua malaikat dan ruh (Malaikat Jibril) Mahasuci Allah dan segala puji bagi Allah, tidak ada tuhan melainkan Allah. Allah Mahabesar dan tidak ada daya, dan tidak ada kekuatan kecuali dari Allah, Tuhan Yang Mahatinggi dan Mahaagung."
-
Shalawat Bilal:
اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ
Arab Latin: Allaahumma shalli 'alaa sayyidinaa Muhammad.
Artinya: "Ya Allah karuniakanlah kesejahteraan kepada junjungan kami Nabi Muhammad."
-
Jawaban Jemaah:
Allaahumma shalli wa sallim 'alaiih.
Artinya: "Ya Allah, limpahkanlah kesejahteraan dan keselamatan atasnya (Muhammad)."
-
Shalawat Bilal (Kedua):
اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا وَمَوْلَانَا مُحَمَّدٍ
Arab Latin: Allaahumma shalli 'alaa sayyidinaa wa maulaanaa Muhammad.
Artinya: "Ya Allah, limpahkanlah kesejahteraan atas junjungan kami dan pemimpin kami Nabi Muhammad."
-
Jawaban Jemaah:
اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلَّمْ عَلَيْهِ
Arab Latin: Allaahumma shalli wa sallim 'alaiih.
Artinya: "Ya Allah, limpahkanlah kesejahteraan dan keselamatan atasnya (Muhammad)."
-
Shalawat Bilal (Ketiga):
اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا وَنَبِيِّنَا وَحَبِيْبِنَا وَشَفِيعِنَا وَذُخْرِنَا وَمَوْلَانَا مُحَمَّدٍ
Arab Latin: Allaahumma shalli 'alaa sayyidinaa wa nabiyyinaa wa habiibi- naa wa syafii inaa wa dzukhrinaa wa maulaanaa Muhammad.
Artinya: "Ya Allah, karuniailah kesejahteraan atas junjungan kami, nabi kami, kekasih kami, penolong kami (kelak), yang membela kami dan pemimpin kami Nabi Muhammad."
-
Jawaban Jemaah:
اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلَّمْ عَلَيْهِ
Arab Latin: Allaahumma shalli wa sallim 'alaiih.
Artinya: "Ya Allah, limpahkanlah kesejahteraan dan keselamatan atasnya (Muhammad)."
-
Ajakan Salat Tarawih:
صَلُّوا سُنَّةَ التَّرَاوِيحِ جَامِعَةً رَحِمَكُمُ اللَّهُ
Arab Latin: Shallun sunnatat-taraawiihi jaami'atar rahimakumullaah.
Artinya: "Kerjakanlah sholat sunah Tarawih secara berjemaah semoga Allah melimpah-kan rahmat kepada kamu sekalian."
Setelah ini, dilanjutkan dengan pelaksanaan salat Tarawih Rakaat 1-2.
Advertisement
Bacaan Bilal Tarawih Rakaat 3-4
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5365502/original/042104800_1759198802-Tiga_muslimah_sedang_sujud.jpg)
Setelah salam pada rakaat kedua, bilal dan jemaah kembali membaca zikir dan selawat sebelum melanjutkan ke rakaat berikutnya. Ini adalah bagian penting dari bacaan Bilal Tarawih 11 rakaat yang membantu menjaga alur ibadah.
-
Bacaan Zikir Bersama Jemaah:
Selesai salam pada rakaat yang ke-2, bilal bersama-sama para jemaah membaca: "Subhaanal-malikil-qudduus", sampai akhir seperti tersebut di atas (seperti bacaan pembuka).
-
Penyebutan Khalifah Pertama:
الخَلِيفَةُ الأُولَى أَمِيرُ الْمُؤْمِنِينَ سَيِّدُنا أَبُو بَكْر الصديق
Arab Latin: Al-khaliifatul-uulaa amiirul-mu'miniina sayyidunaa Abuu Bakrinish-shiddiiq.
Artinya: "Khalifah pertama, amirul-mukminin penghulu kami Abu Bakar Shiddiq."
-
Jawaban Jemaah:
رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ
Arab Latin: Radhiyallaahu 'anhu.
Artinya: "Semoga rida Allah atasnya."
Kemudian dilanjutkan dengan pelaksanaan salat Tarawih Rakaat 3-4.
Bacaan Bilal Tarawih Rakaat 5-6
Setelah salam pada rakaat keempat, bilal kembali memimpin bacaan zikir, selawat, dan penyebutan khalifah kedua, serta menyisipkan doa Lailatul Qadr. Ini menjadi momen penting untuk memohon ampunan dan keberkahan.
-
Bacaan Zikir dan Shalawat Bersama Jemaah:
Selesai salam pada rakaat yang ke-4, bilal bersama-sama para jemaah membaca: "Subhaanal-malikil-qudduus", sampai akhirnya dan diteruskan dengan sholawat seperti tersebut di atas (seperti bacaan pembuka dan shalawat).
-
Doa Lailatul Qadr:
اللَّهُمَّ إِنَّكَ عَفُوٌّ تُحِبُّ الْعَفْوَ فَاعْفُ عَنِّي
Arab Latin: Allahumma innaka 'afuwwun tuhibbul 'afwa fa'fu 'anni/(na)'
Artinya: "Wahai Tuhan, Engkau Maha Pengampun, menyukai orang yang minta ampunan, ampunilah aku."
-
Penyebutan Khalifah Kedua:
الْخَلِيفَةُ الثَّانِيَةُ أَمِيرُ الْمُؤْمِنِينَ سَيِّدْنَا عُمَرُ ابْنُ الْخَطَّابِ
Arab Latin: Al-khaliifatuts-tsaaniyatu amiirul-mu'miniina sayyidunaa 'Umarubnul-Khaththaab.
Artinya: "Khalifah yang kedua, amirul-mukminin penghulu kami Umar bin Khaththab."
-
Jawaban Jemaah:
رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ
Arab Latin: Radhiyallaahu 'anhu.
Artinya: "Semoga rida Allah atasnya."
Kemudian dilanjutkan dengan pelaksanaan salat Tarawih Rakaat 5-6.
Advertisement
Bacaan Bilal Tarawih Rakaat 7-8
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5365504/original/061188900_1759198802-Pria_muslim_sedang_sujud.jpg)
Setelah salam pada rakaat keenam, bilal kembali memimpin bacaan zikir, selawat, dan penyebutan khalifah ketiga. Ini merupakan bagian akhir dari delapan rakaat Tarawih sebelum masuk ke salat Witir, melengkapi rangkaian bacaan Bilal Tarawih 11 rakaat.
-
Bacaan Zikir Bersama Jemaah:
Selesai salam pada rakaat yang ke-6, bilal bersama-sama para jemaah membaca: "Subhaanal-malikil-qudduus", sampai akhir seperti tersebut di atas (seperti bacaan pembuka).
-
Penyebutan Khalifah Ketiga:
الخليفةُ الثَّالِثَةُ أَمِيرُ الْمُؤْمِنِينَ سَيِّدُنَا عُثْمَانُ ابْنُ عَفَّانَ
Arab Latin: Al-khaliifatuts-tsaalitsatu amiirul-mu'miniina sayyidunaa 'Utsmaanubnu 'Affaan.
Artinya: "Khalifah yang ketiga, amirul-mukminin penghulu kami Utsman bin Affan."
-
Jawaban Jemaah:
رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ
Arab Latin: Radhiyallaahu 'anhu.
Artinya: "Semoga rida Allah atasnya."
Kemudian dilanjutkan dengan pelaksanaan salat Tarawih Rakaat 7-8.
Doa Setelah Salat Tarawih dan Witir
Setelah menyelesaikan delapan rakaat salat Tarawih, terdapat doa khusus yang dianjurkan untuk dibaca. Kemudian, sebelum dan sesudah salat Witir, bilal juga memiliki peran dalam menyerukan ajakan dan memimpin doa. Ini menjadi penutup rangkaian ibadah Tarawih.
-
Bacaan Bilal Setelah Salat Tarawih (Setelah Rakaat ke-8):
Selesai salam pada rakaat ke-8, kemudian bilal dan para jemaah membaca: "Subhaanal-malikil-qudduus" sampai akhirnya, dan diteruskan dengan sholawat seperti di atas.
-
Doa Setelah Salat Tarawih:
اللَّهُمَّ اجْعَلْنَا بِالْإِيْمَانِ كَامِلِينَ . وَلِقَرَائِضِكَ مُؤذِينَ . وَعَلَى الصَّلَوَاتِ مُحَافِظِينَ . وَلِلزَّكَاةِ فَاعِلِينَ. وَلِمَا عِنْدَكَ طَالِبِينَ وَلِعَفُوكَ رَاجِيْنَ وَبِالْهُدَى مُتمسكين. وعن اللغو مُعْرِضِيْنَ. وَفِي الدُّنْيَا رَاهِدِينَ. وفِي الْآخِرَةِ رَاغِبِينَ وَبِالْقَضاءِ رَاضِينَ . وَبِالنِّعْمَاءِ شاكرين. وعلى البلايا صابرين . وتحت لواء سيدنا مُحَمَّدٍ اللَّهِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ سَائِرِينَ. وَعَلَى الْحَوْضِ وَاردِينَ . وَفِي الْجَنَّةِ دَاخِلِينَ وَمِنَ النَّارِ نَاجِينَ . وَعَلى سريرة الكرامة قاعِدِينَ. وَبِحُور عين متزوجين وَمِنْ سُنْدُسٍ وَاسْتَبْرَقٍ وَدِيبَاجٍ مُتَلَيْسِينَ . وَمِنْ طَعَامِ الْجَنَّةِ آكِلِينَ . وَمِنْ لَّبَنِ وَعَسَلٍ مُصفّين شاربين بأكواب وأباريق وكأس مِنْ مَعِينِ . مَعَ الَّذِينَ أَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ مِنَ النَّبِيِّينَ وَالصَّدِيقِينَ وَالشُّهَدَاء وَالصَّالِحِينَ وَحَسُنَ أولئك رفيقا. ذلك الْفَضْلُ مِنَ اللهِ وَكَفَى بِاللهِ عَلِيمًا ، وَالْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ
Arab Latin: Allaahummaj'alnaa bil-iimaani kaamiliin. Wa li faraa'idhika mu'addiina wa 'alash- shalawaati muhaafizhiin. Wa liz-zakaati faa'iliin. Wa limaa 'indaka thaalibiin. Wa li 'afwika raajiin. Wa bil- hudaa mutamassikiin. Wa 'anil-laghwi mu'ridhiin. Wa fid-dun- yaa zaahidiin. Wa fil-aakhirati raaghibiin. Wa bil-qadhaa'i raadhiin. Wa bin-na'maa'i syaakiriin. Wa 'alal-balaayaa shaabiriin. Wa tahta liwaa'i sayyidinaa Muhammadin shallallaahu 'alaihi wa sallama yaumal-qiyaamati saa'iriin. Wa 'alal-haudhi waaridiin. Wa fil-jannati daakhiliin. Wa minan-naari naajiin. Wa 'alaa sariiratil-karaamati qaa'idiin. Wa bihuurin 'iinin mutazawwijiin. Wa min sundusin wa istabraqin wa diibaajin mutalabbisiin. Wa min tha'aamil-jannati aakiliin. Wa min labanin wa 'asalin mushaffaini syaaribiin. Bi'akwaabin wa abaariiqa wa ka'sin min ma'iin. Ma'al-ladziina an'amta 'alaihim minan-nabiyyiina wash- shiddiiqiina wasy-syuhadaa'i wash- shaalihiin. Wa hasuna ulaa'ika rafiiqaa. Dzaalikal-fadhlu minallaahi wa kafaa billaahi 'aliimaa Wal-hamdu lillaahi rabbil-'aalamiin.
Artinya: "Ya Allah, jadikanlah kami (orang-orang) yang beriman sempurna, dapat menunaikan segala fardhu, menjaga sholat, menunaikan zakat, menuntut/mencari segala kebaikan di sisi-Mu, mengharap keampunan-Mu, senantiasa memegang teguh petunjuk-petunjuk- Mu, terlepas/terhindar dari segala penyelewengan dan zuhud di dunia dan mencintai amal untuk bekal di akhirat dan rela terhadap ketentuan-Mu dan mensyukuri segala nikmat-Mu, tabah (sabar) menerima cobaan dan semoga nanti pada hari kiamat kami dalam satu barisan di bawah naungan panji-panji junjungan kami Nabi Muhammad saw. dan melalui telaga yang sejuk, masuk ke dalam surga, terhindar dari api neraka dan duduk di tahta kehormatan, didampingi oleh bidadari surga, dan mengenakan baju-baju ke- besaran dari sutera berwarna-warni, menikmati santapan surga yang lezat, minum susu dan madu yang suci bersih dalam gelas- gelas dan kendi-kendi yang tak kering-keringnya, bersama-sama dengan orang-orang yang telah Engkau beri nikmat pada me- reka dari golongan para nabi, siddiqin dan orang-orang yang syahid serta orang-orang shaleh. Dan baik sekali mereka menjadi teman-teman kami. Demikianlah kemurahan dari Allah swt. dan kecukupan dari Allah Yang Maha Mengetahui. Dan segala puji bagi Allah, Tuhan seluruh alam."
-
Penyebutan Khalifah Keempat:
الخليفة الرَّابِعَةُ أَمِيرُ الْمُؤْمِنِينَ سَيِّدُنَا عَلَى ابْنُ أَبِي طَالِبٍ
Arab Latin: Al-khaliifatur-raabi'atu amiirul-mu'miniina sayyidunaa 'Aliyyubnu Abii Thaalib.
Artinya: "Khalifah yang keempat amirul-mukminin penghulu kami Ali ibnu Abi Thalib."
-
Jawaban Jemaah:
رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ
Arab Latin: Radhiyallaahu 'anhu.
Artinya: "Semoga rida Allah atasnya."
-
Ajakan Salat Witir (Jika langsung 3 rakaat):
صلوا سُنَّةَ الوثر جامعة أَثَابَكُمُ الله
Arab Latin: Shalluu sunnatal-witri jaami'atan atsaabakumullaah.
Artinya: "Kerjakanlah sholat sunah witir secara berjemaah, mudah-mudahan Allah memberi pahala kepada kamu sekalian."
-
Ajakan Salat Witir (Jika pengerjaan witir dengan 2 salam):
-
Witir pertama:
صلُّوا سُنّة من الوثر جامعه رحمكم الله .
Arab Latin: Shalluu sunnatal- minalwitri jaami'atan rokhimakumullaah.
Artinya: "Kerjakanlah sholat sunah witir secara berjemaah, semoga Allah melimpahkan rahmat kepada kamu sekalian."
-
Witir kedua:
صلوا سنة ركعت الوثر جامعه رحمكم الله
Arab Latin: Shalluu sunnatal- rok'atalwitri jaami'atan rokhimakumullaah.
Artinya: "Kerjakanlah sholat sunah dua rakaat witir secara berjemaah, semoga Allah melimpahkan rahmat kepada kamu sekalian."
-
Witir kedua (dengan qunut, jika sudah masuk setengah bulan Ramadan):
صلُّوا سُنّة ركعت الوثر مع القنوت جامعه رحمكم الله
Arab Latin: Shalluu sunnatal- rok'atalwitri ma'al qunuti jaami'atan rokhimakumullaah.
Artinya: "Kerjakanlah sholat sunah dua rakaat witir dengan qunut secara berjemaah, semoga Allah melimpahkan rahmat kepada kamu sekalian."
-
-
Doa Setelah Salat Witir:
اللَّهُمَّ إِنَّا نَسْأَلُكَ إِيْمَانًا دَائِمًا، وَنَسْتَلْكَ قلبًا خَاشِعًا وَنَسْتَلُكَ عِلْمًا نَافِعًا . وَنَسْئَلُكَ يَقِيْنَا صَادِقًا . وَنَسْأَلُكَ عَمَلًا صَالِحًا . وَنَسْتَلُكَ دِينًا قِيمًا. وَنَسْئَلُكَ خَيْرًا كَثِيرًا وَنَسْتَلُكَ الْعَفْوَ وَالْعَافِيَةَ. وَنَسْتَلُكَ تمَامَ الْعَافِيَةِ. وَنَسْتَلُكَ الشَّكْرَ عَلَى الْعَافِيَةِ. وَنَسْتَلُكَ الْغِناءَ عَنِ النَّاسِ . اللَّهُمَّ رَبَّنَا يُقبَّلُ مِنَّا صَلاتِنا وَصِيَامَنَا وَقِيَامَنَا وَتَخَشَعَنَا وَتَصَرُّ عَنا وَتَعَبُّدَنَا وَتَقِمْ تَقْصِيرَنَا يَا اللَّهُ يَا اللَّهُ يَا اللَّهُ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِينَ. وَصَلَّى اللهُ عَلَى خَيْرٍ خَلْقِهِ مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِينَ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ.
Arab Latin: Allaahumma innaa nas'aluka iimaanan daa'iman. Wa nas'aluka qalban khaasyi'aw wa nas'aluka ilman naafi'an. Wa nas'aluka yaqiinan shaadiqan. Wa nas'aluka amalan shaalihan. Wa nas'aluka diinan qayyiman. Wa nas'aluka khairan katsiiran. Wa nas'alukal-'afwa wal-'aafiyah. Wa nas'aluka tamaamal- 'aafiyah. Wa nas'alukasy-syukra 'alal-'aafiyati wa nas'alukal- ghinaa'a 'anin-naas. Allaahumma rabbanaa taqabbal minnaa shalaatanaa wa shiyaamanaa wa qiyaamanaa wa takhasysyu'anaa wa tadharru'anaa wa ta'abbudanaa wa tammim taqshiiranaa yaa Allaah yaa Allaah yaa Allaah yaa arhamar-raahimiin. Wa shallallaahu 'alaa khairi khalqihi Muhammadiw wa 'alaa aalihii wa shahbihii ajma'iina wal-hamdu lillaahi rabbil-'aalamiin.
Artinya: "Ya Allah, sesungguhnya kami memohon kepada-Mu iman yang tetap, hati yang khusyuk, ilmu yang bermanfaat, ketetapan ke- yakinan yang benar, (dapat melaksanakan) amal yang shaleh, tetap dalam agama Islam, kebaikan yang melimpah-limpah, memperoleh ampunan dan kesehatan, kesehatan yang sempurna, mensyukuri atas kesehatan kami, dan kami mohon kepada-Mu kecukupan. Ya Allah, ya Tuhan kami, terimalah sholat kami, puasa kami, rukuk kami, khusyuk kami, ketundukan kami dan pengabdian kami, dan sempurnakanlah kealpaan kami (dalam menunaikan kewajiban), ya Allah, ya Allah, ya Allah, wahai Zat Yang Maha Pengasih dan Penyayang. Semoga Allah memberi rahmat atas sebaik-baik makhluk-Nya yaitu Nabi Muhammad, keluarga, dan semua sahabatnya. Dan segala puji hanya milik Allah Tuhan seluruh alam."
Advertisement
Pentingnya Bacaan Bilal Tarawih
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5365503/original/052685800_1759198802-Para_muslim_sholat_di_masjid.jpg)
Pelaksanaan salat Tarawih, termasuk bacaan Bilal Tarawih 11 rakaat dan doa-doanya, dapat bervariasi di berbagai daerah atau komunitas Muslim. Variasi ini seringkali terkait dengan mazhab fikih yang dianut atau tradisi lokal yang berkembang.
Misalnya, ada yang melaksanakan Tarawih 11 rakaat (termasuk 3 rakaat Witir) dan ada pula yang 23 rakaat (termasuk 3 rakaat Witir). Perbedaan ini tidak mengurangi esensi ibadah, melainkan menunjukkan kekayaan praktik keagamaan dalam Islam.
Meskipun terdapat perbedaan dalam detail bacaan bilal pada rakaat tertentu, inti dari bacaan bilal Tarawih tetap sama. Inti tersebut adalah berselawat kepada Nabi Muhammad SAW dan menyebutkan nama-nama empat Khulafaur Rasyidin:
Abu Bakar ash-Shiddiq, Umar bin Al-Khathab, Utsman bin Affan, dan Ali bin Abi Thalib. Hal ini menegaskan penghormatan kepada Nabi dan para sahabatnya yang mulia, sebagaimana dijelaskan dalam Tuntunan Lengkap 99 Salat Sunah Superkomplet.
Pentingnya bacaan bilal terletak pada fungsinya sebagai pengingat dan penyemangat bagi jemaah, serta sebagai bentuk syiar Islam di bulan Ramadan. Keberadaan bilal juga membantu menciptakan suasana yang teratur dan khusyuk dalam ibadah berjamaah.
Kitab-kitab fikih klasik seperti Fiqh Sunnah oleh Sayyid Sabiq juga membahas berbagai aspek salat sunah, termasuk Tarawih, meskipun mungkin tidak merinci bacaan bilal secara spesifik seperti panduan lokal.
FAQ
1. Apa itu Bilal dalam salat Tarawih?
Bilal adalah orang yang menyerukan bacaan, selawat, dan doa di antara rakaat Tarawih serta sebelum Witir untuk menjaga keteraturan ibadah.
2. Apa isi utama bacaan Bilal Tarawih?
Isi utamanya adalah selawat kepada Nabi Muhammad SAW dan penyebutan empat Khulafaur Rasyidin.
3. Mengapa bacaan Bilal penting dalam Tarawih?
Karena berfungsi sebagai pengingat, penyemangat, dan menjaga kekhusyukan jemaah dalam ibadah berjamaah.
4. Apakah jumlah rakaat Tarawih selalu sama?
Tidak, sebagian melaksanakan 11 rakaat termasuk Witir, ada juga yang 23 rakaat, keduanya sah.
5. Apakah bacaan Bilal sama di semua daerah?
Tidak selalu, ada variasi sesuai tradisi lokal, tetapi esensinya tetap selawat dan penghormatan sahabat Nabi.
6. Apa doa yang dianjurkan setelah Tarawih dan Witir?
Doa berisi permohonan iman sempurna, ampunan, kesehatan, serta diterimanya amal ibadah.
7. Kapan bilal mengajak jemaah untuk salat Witir?
Setelah selesai Tarawih, bilal menyerukan ajakan untuk melaksanakan salat Witir secara berjamaah.
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3267613/original/079814300_1602679710-Kejahatan_Siber.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8471519/original/070085400_1782374653-Tugas__40_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8519902/original/067689300_1782446978-Tugas__41_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8262299/original/014349800_1781777647-Tugas__37_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/1919772/original/078451300_1618831223-IMG-20210310-WA0034.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5365505/original/070256200_1759198802-Para_muslim_sholat_di_masjid_shaf_depan.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1607368/original/074451200_1496028031-LIP6_LOGO2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1619105/original/061499300_1496997418-ramadan-main.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3977835/original/066021800_1648524608-pexels-ahmed-aqtai-2233416_1_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/1812256/original/019737900_1776314232-pexels-beyzaa-yurtkuran-279977530-17071110.jpg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8615608/original/002262500_1782601852-063_2283621934.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8389880/original/043940700_1782270022-AP26174722689391.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8615223/original/052059800_1782601281-063_2283624238.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8392528/original/081634600_1782272943-000_B83Z88V.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8553933/original/032729600_1782499706-uzbek_2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8615333/original/040722200_1782601521-000_B8JQ6V9.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5540213/original/078998400_1774689981-AP26086742238879.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8261027/original/025366000_1781675161-AP26168084988387.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8261062/original/073105300_1781677236-063_2281989496.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8331592/original/085679400_1782201838-mesir.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8263929/original/069841500_1782033777-portugal.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1619105/original/061499300_1496997418-ramadan-main.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3977835/original/066021800_1648524608-pexels-ahmed-aqtai-2233416_1_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3381462/original/019627800_1613720800-wooden-spoon-fork-as-clock-hands-white-plate_49149-1007.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5534796/original/005967200_1773893358-unnamed__8_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/804918/original/013227900_1422934136-Ilustrasi-Pajak-150203-2-andri.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5531528/original/007916600_1773619112-unnamed__10_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5427523/original/002823900_1764393481-1000100028.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5314592/original/032084300_1755096405-shiona-das-16eeXVh8od8-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3243886/original/008227900_1600662631-20200921-Pertalite-Harga-Premium-7.jpg)