Liputan6.com, Jakarta - Rasa malas dan lemah seringkali menghambat aktivitas sehari-hari, menghalangi seseorang untuk mencapai potensi terbaiknya. Dalam Islam, terdapat ajaran untuk mengatasi perasaan ini, salah satunya adalah dengan memanjatkan doa berlindung dari rasa malas dan lemah kepada Allah SWT.
Mengutip buku The Power of Jalur Langit karya Kawanita dan Isnura Afgandi, berdoa merupakan salah satu upaya spiritual untuk memohon perlindungan dari sifat-sifat negatif yang menghambat produktivitas. Doa ini membantu setiap muslim memohon perlindungan pada Allah SWT agar terhindar dari perasaan malas dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.
Berikut Liputan6.com ulas lengkapnya melansir dari berbagai sumber, Minggu (28/9/2025).
Advertisement
Bacaan Doa Berlindung dari Rasa Malas dan Lemah
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5235597/original/067267200_1748424607-person-suffering-from-emotional-numbness.jpg)
Dalam ajaran Islam, terdapat beberapa doa yang diajarkan oleh Rasulullah SAW untuk memohon perlindungan dari rasa malas dan lemah. Doa-doa ini merupakan bentuk tawakal dan ikhtiar spiritual seorang hamba kepada Tuhannya, menunjukkan ketergantungan penuh kepada Sang Pencipta.
Mengutip buku 70 Doa Harian Anak karya Fathuri Ahza Mumtaza, berdoa adalah bentuk permohonan kepada Allah atas segala sesuatu yang dikerjakan. Oleh karena itu, mengamalkan doa berlindung dari rasa malas dan lemah menjadi sangat penting dalam kehidupan sehari-hari.
Berikut adalah beberapa bacaan doa berlindung dari rasa malas dan lemah yang dapat diamalkan:
-
Bacaan Doa Pertama
Arab: اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ الْعَجْزِ وَالْكَسَلِ وَالْجُبْنِ وَالْهَرَمِ.
Latin: Allahuma inni a'uudzu bika minal 'ajzi, wal kasali, wal jubni, wal harami.
Artinya: "Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari kelemahan, rasa malas, pengecut/rasa takut, dan pikun." (HR. Muslim)
Doa ini memohon perlindungan dari empat sifat negatif yang dapat menghambat produktivitas dan kualitas hidup, yaitu kelemahan, rasa malas, sifat pengecut, dan kepikunan. Mengamalkan doa ini dapat membantu menjaga semangat dan fokus dalam beraktivitas.
-
Bacaan Doa Kedua
Arab: اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ الْعَجْزِ وَالْكَسَلِ وَالْجُبْنِ وَالْهَرَمِ وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ وَمِنْ فِتْنَةِ الْمَحْيَا وَالْمَمَاتِ.
Latin: Allahuma inni a'uudzu bika minal 'ajzi, wal kasali, wal jubni, wal harami. Wa a'uudzbika min 'adzabika min fitnatil mahyaa wal mamaati.
Artinya: "Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari kelemahan, rasa malas, rasa takut, kejelekan di waktu tua, dan sifat kikir. Aku juga berlindung pada-Mu dari siksa kubur serta bencana kehidupan dan kematian."
Doa ini merupakan pengembangan dari doa pertama, menambahkan permohonan perlindungan dari kejelekan di waktu tua, sifat kikir, siksa kubur, serta fitnah kehidupan dan kematian, mencakup perlindungan yang lebih komprehensif.
-
Bacaan Doa Ketiga
Arab: اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنَ الْهَمِّ وَالْحَزَنِ وَأَعُوذُ بِكَ مِنَ الْعَجْزِ وَالْكَسَلِ وَأَعُوذُ بِكَ مِنَ الْجُبْنِ وَالْبُخْلِ وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ غَلَبَةِ الدَّيْنِ وَقَهْرِ الرِّجَالِ.
Latin: Allahumma inni a'uudzubika minal hammi wal hazani wa a'uudzubika minal 'ajzi walkasali, wa a'uudzubika minal jubni wa bukhli, wa a'uudzubika min gholabatid-daini wa qohrirrijaal.
Artinya: "Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung pada-Mu dari bingung dan sedih. Aku berlindung pada-Mu dari lemah dan malas. Aku berlindung pada-Mu dari sifat pengecut dan kikir. Dan aku berlindung pada-Mu dari lilitan utang dan kezaliman manusia." (HR. Abu Dawud)
Doa ini mencakup permohonan perlindungan yang lebih luas, termasuk dari kesedihan, kebingungan, lilitan utang, dan penindasan orang lain, selain dari kelemahan, kemalasan, sifat pengecut, dan kekikiran. Ini menunjukkan betapa komprehensifnya ajaran Islam dalam memohon perlindungan.
Advertisement
Memahami Makna Doa: Kandungan Hadis Rasulullah SAW
Doa-doa yang diajarkan Rasulullah SAW memiliki makna yang mendalam, mencakup perlindungan dari berbagai aspek negatif yang dapat mengganggu kehidupan seorang Muslim. Kisah Abu Umamah yang diceritakan dalam hadis riwayat Abu Dawud menunjukkan bagaimana doa ini dapat menghilangkan kegundahan dan melunasi utang.
Berikut adalah kandungan utama dari doa berlindung dari rasa malas dan lemah yang dapat dipahami lebih lanjut:
Berlindung dari Al-Hammu (kekhawatiran masa depan) dan Al-Haznu (kesedihan masa lalu)
Berlindung dari kegelisahan atau kekhawatiran masa depan dan kesedihan terhadap masa lalu adalah bagian penting dalam menjaga kesehatan mental dan spiritual seseorang. Islam mengajarkan kita untuk senantiasa berdoa dan memohon perlindungan kepada Allah dari perasaan negatif yang mengganggu, agar hati dan pikiran tetap tenang.
Dengan membaca doa-doa yang diajarkan Rasulullah SAW, kita bisa mendapatkan ketenangan hati dan pikiran, serta menerima takdir Allah dengan lapang dada. Hadis riwayat Ahmad menyatakan, "Aku begitu takjub pada seorang mukmin. Sesungguhnya Allah tidaklah menakdirkan sesuatu untuk seorang mukmin, melainkan pasti itulah yang terbaik untuknya." Ini menegaskan bahwa seorang mukmin harus fokus pada masa kini dan bersyukur.
Berlindung dari Al-‘Ajzu (lemah) dan Al-Kasalu (malas)
Al-‘Ajzu adalah memiliki kemauan tetapi tidak memiliki kekuatan untuk berusaha, sedangkan Al-Kasalu adalah memiliki kemampuan tetapi malas untuk melakukannya. Kedua sifat ini dapat menghambat seseorang dalam menjalankan kewajibannya dan mencapai tujuan hidupnya, baik di dunia maupun di akhirat.
Dalam Islam, kita diajarkan untuk memohon perlindungan kepada Allah dari sifat-sifat yang menghalangi produktivitas dan kemajuan. Hadis riwayat Muslim menyebutkan, "Mukmin yang kuat lebih baik dan lebih dicintai oleh Allah daripada mukmin yang lemah. Namun, keduanya tetap memiliki kebaikan. Bersemangatlah atas hal-hal yang bermanfaat bagimu. Minta tolonglah pada Allah, jangan engkau lemah." Ini menekankan pentingnya kekuatan dan semangat dalam berikhtiar.
Berlindung dari Al-Jubnu (penakut/pengecut) dan Al-Bukhlu (pelit)
Sifat penakut menghalangi seseorang untuk mengambil langkah-langkah berani dalam kebaikan dan kebenaran, sementara sifat kikir menghambatnya dari berbagi rezeki dan kebaikan dengan sesama. Kedua sifat tercela ini memiliki dampak buruk bagi diri sendiri dan orang lain, merusak hubungan sosial dan spiritual.
Nabi Muhammad SAW bersabda, "Sifat terjelek yang ada pada diri seseorang ialah orang yang sangat pelit dan pengecut." (HR. Ahmad). Doa ini memohon agar dijauhkan dari sifat-sifat tersebut yang dapat merendahkan martabat dan menghalangi kebaikan, serta menghambat pertumbuhan pribadi.
Berlindung dari Ghalabatu al-Dain (utang semakin bertambah) dan Qahru al-Rijal (direndahkan/dikuasai orang lain)
Utang yang banyak bisa menjadi beban berat yang mengganggu ketenangan jiwa dan dapat menyebabkan seseorang kehilangan kebebasannya. Utang juga dapat membuka pintu bagi orang lain untuk merendahkan dan menguasai seseorang, mengingat posisinya yang lemah.
Berlindung dari utang dan direndahkan atau dikuasai oleh orang lain adalah upaya penting untuk menjaga kehormatan dan keselamatan seseorang. Hadis riwayat Ibnu Majah menegaskan bahaya utang dengan menyatakan, "Siapa yang berutang lalu berniat tidak melunasinya, ia akan bertemu Allah (pada hari kiamat) dengan status pencuri." Ini menunjukkan pentingnya doa dan ikhtiar untuk terhindar dari kondisi tersebut.
Cara Menghindari Rasa Malas Menurut Ajaran Islam
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5235847/original/008548600_1748436881-horny-short-haired-lady-glasses-with-red-lipstick-is-emotionally-exulting-while-sitting-working-place-with-laptop-croissant.jpg)
Malas merupakan perasaan enggan melakukan sesuatu yang dapat berdampak negatif dan merugikan. Oleh karena itu, sifat buruk ini harus dihindari sebisa mungkin agar tidak menghambat potensi diri. Selain berdoa, Islam juga mengajarkan beberapa cara praktis untuk menghindari rasa malas.
Mengutip buku Aqidah Akhlaq oleh Ahmad Kusaeri, terdapat beberapa langkah praktis yang dapat dilakukan seorang muslim. Cara-cara ini tidak hanya bersifat spiritual tetapi juga melibatkan perubahan perilaku dan pola pikir.
- Berwudu atau Membasuh Muka: Ketika rasa malas datang, berwudu atau membasuh muka dapat membantu menyegarkan diri dan mengusir perasaan lesu. Tindakan ini juga merupakan bagian dari kesucian dalam Islam yang dapat membawa ketenangan batin.
- Bergaul dengan Teman yang Baik: Lingkungan pergaulan sangat memengaruhi motivasi seseorang. Bergaul dengan teman-teman yang positif dan produktif dapat memicu semangat dan menjauhkan diri dari kemalasan, mendorong pada kebaikan.
- Menyadari Pentingnya Waktu: Waktu adalah anugerah yang harus dimanfaatkan sebaik-baiknya. Menyadari bahwa setiap detik berharga akan mendorong seseorang untuk melakukan hal-hal positif dan menghindari pemborosan waktu yang tidak bermanfaat.
- Membaca Kisah-kisah Motivasi atau Inspiratif: Membaca kisah para nabi, sahabat, atau tokoh-tokoh inspiratif dapat membangkitkan semangat dan motivasi untuk berbuat kebaikan serta mengatasi rasa malas yang menghalangi.
- Mengerjakan Amal Saleh atau Berbuat Baik pada Orang Lain: Melakukan amal saleh dan membantu orang lain tidak hanya mendatangkan pahala, tetapi juga memberikan energi positif dan kepuasan batin yang dapat mengusir kemalasan.
- Berzikir dan Berdoa Secara Rutin: Zikir dan doa secara rutin dapat menjaga hati tetap tenang, menguatkan iman, dan memberikan semangat dalam beraktivitas. Ini adalah benteng spiritual dari godaan kemalasan dan kelalaian.
- Menggunakan Waktu Secara Maksimal: Memanfaatkan setiap kesempatan untuk melakukan kegiatan positif adalah kunci. Ini berarti merencanakan hari dengan baik dan menghindari penundaan, serta fokus pada prioritas.
- Mengingat Bahwa Allah Tidak Menyukai Kemalasan: Kesadaran bahwa Allah SWT tidak menyukai hamba-Nya yang malas dan senantiasa Maha Melihat setiap perbuatan, dapat menjadi motivasi kuat untuk selalu aktif dan produktif dalam setiap aspek kehidupan.
Advertisement
Pentingnya Menghindari Sifat Malas dan Lemah dalam Kehidupan
Sifat malas dan lemah adalah penghalang utama bagi kemajuan individu dan umat. Dalam Islam, kemalasan dianggap sebagai salah satu perilaku yang tidak disukai Allah SWT karena dapat menghambat potensi manusia untuk beribadah, beramal, dan berkontribusi positif di dunia.
Sifat ini seringkali disamakan dengan perilaku setan yang membisikkan agar manusia menunda kebaikan dan terjerumus dalam kelalaian. Al-Qur'an sendiri memberikan peringatan keras terhadap mereka yang pasrah pada keadaan dan tidak mau berikhtiar.
Dalam Surah An-Nisa ayat 97, Allah SWT berfirman:
Arab latin: Innallażīna tawaffāhumul-malā`ikatu ẓālimī anfusihim qālụ fīma kuntum, qālụ kunnā mustaḍ'afīna fil-arḍ, qālū a lam takun arḍullāhi wāsi'atan fa tuhājirụ fīhā, fa ulā`ika ma`wāhum jahannam, wa sā`at maṣīrā
Artinya: "Sesungguhnya orang-orang yang diwafatkan malaikat dalam keadaan menganiaya diri sendiri, (kepada mereka) malaikat bertanya: "Dalam keadaan bagaimana kamu ini?". Mereka menjawab: "Adalah kami orang-orang yang tertindas di negeri (Mekah)". Para malaikat berkata: "Bukankah bumi Allah itu luas, sehingga kamu dapat berhijrah di bumi itu?". Orang-orang itu tempatnya neraka Jahannam, dan Jahannam itu seburuk-buruk tempat kembali."
Ayat ini, sebagaimana dijelaskan dalam buku Pintu-Pintu Hikmah oleh Supriyadi, menjelaskan bahwa beberapa orang yang tertindas di Mekkah tersebut sangatlah pasrah dalam keadaan tertindas. Padahal mereka masih punya pilihan untuk hijrah ke tempat lain dan tidak malas mencari peluang baru.
Kondisi ini relevan dengan fenomena "mager" (malas gerak) di kalangan anak muda atau dewasa saat ini, yang enggan melakukan hal-hal baik, termasuk ibadah. Menghindari rasa malas dan lemah berarti mengoptimalkan potensi diri, memanfaatkan waktu dengan bijak, dan senantiasa berikhtiar dalam setiap urusan, baik duniawi maupun ukhrawi. Dengan demikian, seorang Muslim dapat mencapai kehidupan yang lebih bermakna dan diridai Allah SWT.
FAQ
1. Mengapa rasa malas dan lemah perlu dihindari dalam Islam?
Karena keduanya dapat menghambat ibadah, produktivitas, dan mengurangi potensi kebaikan seorang Muslim.
2. Apa doa yang diajarkan Rasulullah SAW untuk menghindari rasa malas?
Salah satunya: Allahumma inni a‘udzu bika minal ‘ajzi wal kasali… (HR. Muslim).
3. Apa perbedaan ‘ajz (lemah) dan kasal (malas)?
‘Ajz adalah tidak mampu berusaha meski ada niat, sedangkan kasal adalah enggan berusaha meski mampu.
4. Apa manfaat rutin membaca doa berlindung dari malas dan lemah?
Mendapat perlindungan Allah, hati lebih tenang, serta muncul semangat dalam beraktivitas.
5. Selain doa, apa cara praktis untuk menghindari rasa malas menurut Islam?
Antara lain berwudu, bergaul dengan orang baik, berzikir, menyadari pentingnya waktu, dan berbuat amal saleh.
6. Apa dampak buruk sifat malas dan lemah bagi kehidupan seorang Muslim?
Menghambat ibadah, merugikan diri sendiri, serta membuat kehilangan kesempatan berbuat kebaikan.
7. Apakah doa ini hanya untuk urusan ibadah saja?
Tidak. Doa ini juga bermanfaat untuk aktivitas sehari-hari, pekerjaan, dan menjaga motivasi hidup.
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5488956/original/064020100_1769771942-pppk_bgn_-_klaim.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5497973/original/089166700_1770695732-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-02-10T105228.255.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5550896/original/089873500_1775711382-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-04-09T120454.556.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5411187/original/066520500_1763004762-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2025-11-13T103028.882.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5235845/original/067436600_1748436612-medium-shot-quarantined-woman-working-from-home.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9294280/original/068914000_1783828183-063_2285710148.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9294169/original/097035400_1783819062-ing7.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9294167/original/059057200_1783819062-ing5.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9294151/original/003111900_1783815882-000_B9XL63W.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9290291/original/064791600_1783449810-me5.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9294138/original/059237800_1783813068-000_B9XJ6UC.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9294135/original/020195900_1783811688-000_B9XJ6UW.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9294142/original/044493100_1783813777-000_B9XJ4PC.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8296460/original/082795500_1782159766-Argentina_s_Lionel_Messi.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9290384/original/064848900_1783478396-Argentina_s_Lionel_Messi_celebrates.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8916640/original/046732400_1782951883-inggris.jpg)