Bacaan Doa Menempati Rumah Baru NU Teks Arab, Latin, dan Artinya

Memiliki rumah baru adalah anugerah, dan dalam tradisi NU, momen ini diiringi amalan serta doa menempati rumah baru NU untuk memohon keberkahan dan perlindungan dari Allah SWT.

Diterbitkan 28 September 2025, 11:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Memiliki hunian baru merupakan nikmat besar yang patut disyukuri oleh setiap Muslim. Dalam tradisi organisasi Nahdlatul Ulama (NU), momen istimewa ini diiringi dengan berbagai amalan dan bacaan doa menempati rumah baru NU. Tujuannya adalah untuk memohon keberkahan, kedamaian, serta perlindungan.

Sebagian ulama menganjurkan amalan-amalan tertentu agar rumah yang baru dihuni mendapatkan keberkahan dan aman dari gangguan jin. Amalan ini, seperti yang dikutip dari Kitab Al-Wasa’ilis Syafi’ah karya Syekh Al-Habib Muhammad bin Ali Khirid Al-Alawi Al-Husaini At-Tarimi, mencakup pembacaan surat-surat Al-Qur'an dan doa khusus.

Berikut Liputan6.com ulas lengkapnya melansir dari berbagai sumber, Minggu (28/9/2025).

Bacaan Doa Menempati Rumah Baru NU: Arab, Latin, dan Artinya

Untuk mendapatkan keberkahan dan perlindungan saat menempati rumah baru, Nahdlatul Ulama (NU) menganjurkan beberapa amalan doa yang dapat dibaca. Amalan ini bertujuan untuk memohon kepada Allah SWT agar rumah menjadi tempat yang damai, berkah, dan terhindar dari gangguan. Amalan ini dibaca setiap pagi dan sore selama tiga hari berturut-turut setelah menempati rumah baru.

Berikut adalah bacaan dan tata cara doa menempati rumah baru NU yang dianjurkan:

  1. Membaca Surat Al-Fatihah 3 kali.

    Surah Al-Fatihah memiliki banyak keutamaan, salah satunya mampu memudahkan segala urusan. Maka itu, sebelum memasuki rumah baru, umat Muslim dianjurkan untuk membaca surat ini secara berulang sebanyak tiga kali, seperti yang dijelaskan dalam artikel 99.co.

  2. Membaca Surat Al-Mu’minun ayat 28-29.

    فَإِذَا اسْتَوَيْتَ أَنتَ وَمَن مَّعَكَ عَلَى الْفُلْكِ فَقُلِ الْحَمْدُ لِلهِ الَّذِي نَجَّانَا مِنَ الْقَوْمِ الظَّالِمِينَ * وَقُل رَّبِّ أَنزِلْنِي مُنزَلاً مُّبَارَكًا وَأَنتَ خَيْرُ الْمُنزِلِينَ *

    Latin: "Fa izastawaita anta wa mam ma'aka 'alal-fulki fa qulil-ḥamdu lillahillazi najjana minal-qaumiz-zalimin. Wa qul rabbi anzilnī munzalan mubārakan wa anta khairul-munzilīn."

    Artinya: “Bila kau dan pengikutmu sudah di atas kapal, maka katakanlah, ‘Segala puji bagi Allah yang menyelamatkan kami dari kaum aniaya.’ Katakanlah, ‘Tuhanku, tempatkan aku di tempat yang berkah karena Engkau sebaik-baik pemberi tempat.’” 

  3. Membaca doa khusus sebanyak 3 kali.

    اَللّٰهُمَّ يَا مَنْ فَلَقَ الْبَحْرَ لِمُوْسَى بْنِ عِمْرَانَ وَنَجَّى يُوْنُسَ مِنْ بَطْنِ الْحُوْتِ وَسَيَّرَ الْفُلْكَ لِمَنْ شَاءَ أَنْتَ الْعَالِمُ بِعَدَدِ قَطْرِ الْبِحَارِ وَذَرَّاتِ الرِّمَالِ يَا خَالِقَ أَصْنَافِ عَجَائِبِ الْمَخْلُوْقَاتِ أَسْأَلُكَ الْكِفَايَةَ يَا كَافِيَ مَنْ اِسْتَكْفَاهُ يَا مُجِيْبَ مَنْ دَعَاهُ يَا مُقِيْلَ مَنْ رَجَاهُ أَنْتَ الْكَافِيْ لَا كَافِيَ إِلَّا أَنْتَ، اِكْفِنِيْ شَرَّمَا أَخَافُ وَأَحْذَرُ وَامْلَأْ مَنْزِلِيْ هٰذَا خَيْرًا وَبَرَكَةً وَصَلِّ عَلَى نَبِيِّكَ وَرَسُوْلِكَ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَاٰلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلِّمْ

    Latin: "Allâhumma yâ man falaqal bahra li Mûsâ bin ‘Imrân, wa najjâ Yûnusa min bathnil ḫût, wa sayyaral fulka li man syâ-a, antal ‘âlimu bi ‘adadi qathril biḫâri, wa dzarrâtir rimâl. Yâ Khâliqa ashnâfi ‘ajâ’ibil makhlûqât. As’alukal kifâyah, yâ kâfiya man istakfâh, yâ Mujîba man da‘âh, yâ muqîla man rajâh. Antal kâfi, lâ kâfiya illa anta. Ikfinî syarra ma akhâfu wa ahdzar. Wamla’ manzilî hâdzâ khairan wa barakah. Washalli ‘ala nabiyyika wa rasûlika sayyidina Muḫammadin wa âlihi wa shaḫbih wa sallim."

    Artinya: “Ya Allah yang membelah lautan untuk Musa bin ‘Imran, dan menyelamatkan Yunus dari perut ikan besar, yang menjalankan perahu kepada siapapun yang dikehendaki. Engkau mengetahui jumlah tetesan air laut dan satuan-satuan kerikil. Wahai zat yang menciptakan beberapa macam keajaiban makhluk-makhluk. Aku memohon kepada-Mu kecukupan, wahai zat yang mencukupi hamba yang memintakan kecukupan kepada-Nya. Wahai zat yang mengabulkan hamba yang berdoa kepada-Nya, yang mengampuni hamba yang mengharap rahmat-Nya, Engkau maha mencukupi. Tiada yang mencukupi selain-Mu. Cukupilah aku dari keburukan sesuatu yang kukhawatirkan, penuhilah tempatku ini dengan kebaikan dan keberkahan. Shalawat salam semoga tercurah kepada nabi dan utusan-Mu, junjungan kami, Nabi Muhammad SAW, dan kepada para keluarga serta sahabatnya.” Doa ini bersumber dari Kitab Al-Wasa’ilis Syafi’ah.

Pentingnya Memohon Keberkahan dan Perlindungan dalam Rumah Baru

Memiliki rumah baru adalah nikmat besar dari Allah SWT yang patut disyukuri. Rasa syukur ini tidak hanya diwujudkan dalam bentuk perayaan, tetapi juga melalui ikhtiar spiritual dengan memanjatkan doa dan amalan. Doa menempati rumah baru NU menjadi sarana untuk memohon agar hunian tersebut menjadi tempat yang penuh berkah, kedamaian, dan terhindar dari segala marabahaya.

Keberkahan dalam rumah berarti adanya kebaikan yang terus-menerus mengalir, baik dalam urusan dunia maupun akhirat. Rumah yang berkah akan membuat penghuninya merasa betah, nyaman, dan mendukung aktivitas ibadah serta pendidikan keluarga. Tanpa keberkahan, rumah bisa terasa hampa dan tidak memberikan ketenangan, meskipun secara fisik terlihat mewah.

Selain keberkahan, perlindungan dari gangguan jin dan setan juga menjadi tujuan utama dari doa-doa ini.

Lingkungan baru, terutama yang mungkin telah lama kosong, berpotensi dihuni oleh makhluk halus. Dengan membaca doa dan ayat-ayat suci, umat Muslim memohon kepada Allah SWT untuk mengusir dan melindungi rumah dari pengaruh negatif tersebut.

Oleh karena itu, memanjatkan doa saat menempati rumah baru bukan sekadar tradisi, melainkan bentuk ketaatan dan tawakal kepada Allah SWT. Ini adalah upaya untuk menjadikan rumah sebagai benteng spiritual yang melindungi keluarga dan mendukung kehidupan yang harmonis sesuai ajaran Islam, seperti yang dijelaskan dalam buku Doa-Doa dalam Acara Resmi, Keagamaan, dan Kemasyarakatan oleh Drs. M. Ali Chasan Umar.

Amalan Sunah Lain Saat Menempati Rumah Baru

Selain doa khusus yang telah disebutkan, terdapat beberapa amalan sunah lain yang dianjurkan dalam Islam saat menempati rumah baru untuk mendatangkan keberkahan dan perlindungan. Amalan-amalan ini mencerminkan nilai-nilai kebersihan, kebaikan, dan hubungan sosial yang diajarkan dalam agama.

  1. Membacakan Surat Al-Baqarah pada rumah baru.

    Rasulullah SAW bersabda: "Jangan jadikan rumah kalian seperti kuburan. Sesungguhnya syaitan lari dari rumah yang dibacakan surah al-Baqarah di dalamnya." (HR. Imam Muslim). Membaca Surat Al-Baqarah dapat mengusir setan dan menjaga rumah dari keburukan.

    Buya Yahya dalam ceramahnya dilansir dari YouTube resminya, juga menyatakan bahwa surat Al-Baqarah mampu menjauhkan seseorang dari gangguan makhluk halus, termasuk saat dibacakan di rumah baru. Anjuran ini berlaku baik untuk rumah milik sendiri maupun rumah sewaan.

  2. Niatkan rumah baru sebagai bentuk kebaikan.

    Seorang Muslim hendaknya meniatkan rumahnya sebagai tempat ibadah dan beramal saleh, bukan sebagai tempat kemaksiatan. Rumah harus menjadi pusat ilmu, pendidikan, dan pembelajaran bagi keluarga, sesuai dengan ajaran Islam yang menganjurkan setiap tempat menjadi ladang kebaikan.

  3. Menjalin silaturahmi dengan tetangga.

    Dianjurkan untuk senantiasa menjaga silaturahmi dengan tetangga, misalnya dengan bersikap baik, menyalami, dan menawarkan bantuan. Dalam sebuah riwayat Imam Ad-Dailami disebutkan bahwa kelak pada hari kiamat ada dua golongan di mana Allah SWT tidak menghiraukan kedua golongan tersebut, yaitu orang-orang yang memutuskan tali silaturahmi dan tetangga yang buruk.

  4. Membersihkan rumah baru.

    Kebersihan adalah sebagian dari iman, dan rumah yang bersih dapat mendatangkan berkah bagi penghuninya. "Agama Islam adalah agama yang bersih dan suci. Karena itu kamu harus menjaga kebersihan. Maka sesungguhnya tidak akan masuk surga kecuali hanya orang-orang yang suci," (HR. Al-Baihaqi). Menjaga kebersihan rumah juga merupakan wujud ketaatan kepada Allah dan dapat mengusir energi negatif.

  5. Mengucapkan salam ketika memasuki rumah.

    Setiap Muslim dianjurkan memberi salam ketika memasuki rumah, baik rumah orang lain, rumah sendiri, maupun rumah baru. Allah SWT berfirman: "Maka apabila kamu memasuki (suatu rumah dari) rumah-rumah (ini) hendaklah kamu memberi salam (kepada penghuninya) yang berarti memberi salam kepada dirimu sendiri, salam yang ditetapkan dari sisi Allah, yang diberi berkat lagi baik" (QS An-Nuur: 61).

  6. Membaca doa perlindungan umum.

    Doa seperti "A'uudzu Bi Kalimaatillahit Taamaati Min Syarri Maa Khalaq" (Aku berlindung dengan kalimat Allah yang sempurna dari kejelekan apa saja yang Dia ciptakan) dapat diamalkan.

    Rasulullah SAW bersabda, "Barang siapa yang singgah pada suatu tempat kemudian dia berdoa, 'A'uudzu Bi Kalimaatillahit Taamaati Min Syarri Maa Khalaq', niscaya tidak akan ada yang membahayakannya hingga di pergi dari tempat itu."

Filosofi dan Makna Spiritual di Balik Amalan Rumah Baru

Amalan dan doa menempati rumah baru NU tidak hanya sekadar ritual, melainkan memiliki filosofi dan makna spiritual yang mendalam.

Setiap tindakan yang dilakukan bertujuan untuk mengintegrasikan nilai-nilai keislaman dalam kehidupan sehari-hari, menjadikan rumah sebagai pusat keberkahan dan ketenangan. Spiritualitas dalam Islam membantu individu menemukan makna dan tujuan dalam kehidupan beragama.

Salah satu filosofi utamanya adalah pengakuan akan kekuasaan Allah SWT atas segala sesuatu. Dengan memanjatkan doa, seorang Muslim menunjukkan kerendahan hati dan ketergantungan penuh kepada Sang Pencipta untuk memohon perlindungan dan rahmat. Ini adalah bentuk tawakal, menyerahkan segala urusan kepada Allah setelah melakukan ikhtiar terbaik, seperti yang dijelaskan dalam buku The Ultimate Personality: Mengaktifkan Kekuatan Batin dengan Dahsyatnya Dzikir dan Doa oleh Lutfil Kirom az-Zumaro.

Selain itu, amalan-amalan seperti membaca Al-Qur'an dan menjaga kebersihan rumah mencerminkan pentingnya lingkungan yang suci dan positif. Rumah yang bersih dan diisi dengan lantunan ayat suci diyakini dapat mengundang malaikat rahmat dan mengusir setan, menciptakan suasana yang kondusif untuk ibadah dan pertumbuhan spiritual keluarga.

Filosofi lainnya adalah membangun fondasi spiritual yang kuat sejak awal menempati rumah.

Rumah bukan hanya bangunan fisik, tetapi juga tempat di mana nilai-nilai agama ditanamkan dan dipraktikkan. Dengan demikian, rumah menjadi madrasah pertama bagi anak-anak dan benteng pertahanan terakhir dari berbagai tantangan dunia. Praktik spiritualitas dalam Islam di kehidupan modern bersifat kompleks dan beragam, tergantung pada faktor-faktor seperti budaya lokal, perkembangan teknologi, dan perubahan sosial.

FAQ (Pertanyaan yang Sering Diajukan)

Berikut adalah beberapa pertanyaan umum seputar doa menempati rumah baru NU:

  1. Apa hukum membaca doa saat menempati rumah baru?

    Membaca doa ketika menempati rumah baru termasuk amalan sunah yang sangat dianjurkan dalam Islam. Ini merupakan bentuk rasa syukur kepada Allah SWT dan upaya spiritual untuk memohon perlindungan serta keberkahan bagi rumah dan penghuninya. Meskipun tidak wajib, amalan ini sangat baik untuk dilakukan oleh setiap Muslim.

  2. Kapan waktu yang tepat untuk membaca doa rumah baru?

    Doa menempati rumah baru dapat dibaca pada beberapa waktu, seperti saat pertama kali masuk rumah baru, setelah proses pindahan selesai, atau ketika mengadakan acara syukuran. Selain itu, doa ini juga bisa dibaca kapan saja saat merasa perlu memohon keberkahan dan perlindungan bagi rumah dan penghuninya.

  3. Apakah ada amalan khusus dari Nabi Muhammad SAW untuk rumah baru?

    Secara spesifik, tidak ada ritual khusus yang diperintahkan Syarak ketika memasuki rumah baru. Namun, terdapat beberapa amalan yang dianjurkan oleh Nabi Muhammad SAW yang relevan untuk rumah baru, seperti membaca Surat Al-Baqarah, menunaikan salat sunah keluar dan masuk rumah, serta membaca doa perlindungan umum.

  4. Mengapa penting membaca Surat Al-Baqarah di rumah baru?

    Membaca Surat Al-Baqarah di rumah baru sangat dianjurkan karena memiliki keutamaan untuk mengusir setan dan melindungi rumah dari keburukan. Rasulullah SAW bersabda bahwa setan akan lari dari rumah yang dibacakan Surat Al-Baqarah di dalamnya, menjadikan rumah tersebut lebih aman dan berkah.

  5. Bagaimana peran silaturahmi dengan tetangga dalam Islam?

    Silaturahmi dengan tetangga memiliki peran yang sangat penting dalam Islam. Dianjurkan untuk menjalin hubungan baik dengan tetangga, karena hal ini dapat mempererat tali persaudaraan, menciptakan lingkungan yang harmonis, dan mendatangkan keberkahan. Rasulullah SAW menekankan pentingnya memuliakan tetangga.

  6. Apakah membersihkan rumah memiliki nilai ibadah dalam Islam?

    Ya, membersihkan rumah memiliki nilai ibadah yang tinggi dalam Islam. Kebersihan dianggap sebagai sebagian dari iman (thaharah syatrul iman). Rumah yang bersih tidak hanya mendatangkan kenyamanan fisik, tetapi juga keberkahan, kesehatan jiwa, dan dapat mengundang malaikat rahmat serta mengusir energi negatif.

  7. Apakah ada larangan tertentu saat menempati rumah baru menurut Islam?

    Dalam Islam, tidak ada larangan khusus yang bersifat syirik atau takhayul saat menempati rumah baru. Namun, dianjurkan untuk menghindari hal-hal yang dapat menghalangi masuknya rahmat Allah, seperti memajang patung atau gambar makhluk bernyawa. Penting juga untuk tidak mengarang ritual-ritual baru yang tidak ada dasarnya dalam syariat Islam.