Liputan6.com, Jakarta Doa mengubur ari-ari dan prosedurnya telah diatur dalam syariat Islam dengan tata cara yang spesifik. Setiap ayah yang baru dikaruniai buah hati perlu memahami rangkaian ritual ini dengan baik agar dapat melaksanakannya sesuai tuntunan agama.
Mengutip dari buku Tanya Jawab Islam: Piss KTB karya Piss KTB dan Tim Dakwah Pesantren (2015), tradisi mengubur ari-ari merupakan bagian dari rangkaian ritual kelahiran yang telah diwariskan secara turun-temurun dalam masyarakat Muslim Indonesia.
Memahami tata cara dan doa mengubur ari ari yang benar sesuai syariat Islam menjadi krusial bagi orang tua Muslim. Berikut Liputan6.com ulas lengkapnya melansir dari berbagai sumber, Rabu (24/9/2025).
Advertisement
Bacaan Doa Mengubur Ari-Ari: Arab, Latin, dan Terjemah
Bacaan doa ketika mengubur ari-ari dalam Islam sebenarnya cukup sederhana namun mengandung makna yang mendalam. Doa ini dibaca sebagai bentuk memulai segala aktivitas dengan menyebut nama Allah SWT, termasuk dalam ritual mengubur ari-ari bayi yang baru lahir.
Teks Arab: بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ
Bacaan Latin: Bismillahirrahmaanirrahiim
Terjemahan: "Dengan menyebut nama Allah SWT yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang."
Setelah membaca doa mengubur ari ari tersebut, ayah atau keluarga dapat melanjutkannya dengan membaca shalawat kepada Nabi Muhammad SAW. Hal ini dilakukan sebagai bentuk penghormatan dan doa agar bayi yang baru lahir mendapat perlindungan serta keberkahan dari Allah SWT.
Menurut Ensiklopedia Fiqih Muamalah dalam Pandangan 4 Madzhab karya Abdul Aziz Muhammad Azzam dan Abdul Wahhab Sayyed Hawwas (2009), pembacaan basmalah dalam setiap awal aktivitas merupakan sunnah yang sangat dianjurkan dalam Islam, termasuk saat melakukan ritual mengubur ari-ari.
Advertisement
Tata Cara Mengubur Ari-Ari Sesuai Syariat Islam
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4273162/original/083273700_1672056181-teenage-girl-with-praying-peace-hope-dreams-concept_1_.jpg)
Proses penguburan ari-ari dimulai dengan beberapa langkah persiapan yang penting untuk menjaga kebersihan dan kesucian. Langkah-langkah ini umumnya dilakukan segera setelah persalinan untuk menghindari pembusukan dan bau yang tidak sedap.
- Pertama, ari-ari harus dicuci bersih dari sisa-sisa darah dan kotoran yang menempel. Beberapa tradisi menyarankan penggunaan sabun, garam kasar, atau asam jawa untuk membantu membersihkan dan mengurangi bau amis.
- Setelah bersih, ari-ari dimasukkan ke dalam wadah yang layak. Periuk tanah atau kendi adalah pilihan umum yang digunakan dalam tradisi Indonesia.
- Wadah ini kemudian ditutup rapat untuk menjaga kebersihan dan mencegah hewan menggalinya.
- Sebelum dimasukkan ke dalam wadah, ari-ari seringkali dibungkus terlebih dahulu dengan kain mori atau kain putih bersih.
- Pembungkusan ini melambangkan penghormatan dan kesucian, mirip dengan cara membungkus jenazah dalam Islam.
Proses Penguburan Ari-Ari Sesuai Syariat
Proses penguburan ari-ari memiliki tata cara yang dianjurkan dalam tradisi dan sebagiannya selaras dengan prinsip kebersihan dalam Islam. Peran ayah sangat ditekankan dalam pelaksanaan ritual ini sebagai bentuk tanggung jawab dan kasih sayang.
Secara tradisional, ayah kandung bayi adalah orang yang paling utama untuk menguburkan ari-ari. Jika ayah berhalangan, tugas ini dapat digantikan oleh kakek atau saudara laki-laki terdekat dari bayi. Hal ini menunjukkan tanggung jawab keluarga laki-laki dalam menyambut dan merawat anggota keluarga baru.
Sebelum melakukan penguburan, disarankan bagi yang akan menguburkan untuk mandi junub atau mandi besar dan mengenakan pakaian yang bersih, seperti kain sarung. Ari-ari yang sudah dibungkus dan diletakkan dalam wadah kemudian dibawa ke lokasi penguburan dengan cara digendong menyamping di pinggang.
Setelah diletakkan di dalam lubang yang telah digali, ari-ari ditimbun dengan tanah hingga tertutup rapat. Kedalaman lubang yang disarankan adalah sekitar satu lengan orang dewasa untuk memastikan ari-ari terkubur dengan baik dan tidak mudah digali oleh hewan.
Advertisement
Pandangan Ulama Tentang Tradisi Mengubur Ari-Ari
Para ulama memiliki pandangan yang beragam mengenai tradisi mengubur ari-ari dalam Islam. Sebagian besar ulama menganggap tradisi ini sebagai hal yang diperbolehkan (mubah) selama tidak mengandung unsur syirik atau kepercayaan yang bertentangan dengan akidah Islam.
Menurut pendapat ulama mainstream, doa mengubur ari ari yang hanya berupa bacaan basmalah dan shalawat adalah hal yang sangat dianjurkan. Hal ini karena kedua bacaan tersebut merupakan dzikir yang memiliki nilai spiritual tinggi dalam Islam.
Beberapa ulama juga menekankan bahwa aspek kebersihan dan higienis dalam mengubur ari-ari sejalan dengan ajaran Islam yang sangat memperhatikan kebersihan. Penguburan yang benar dapat mencegah penyebaran penyakit dan menjaga lingkungan tetap sehat.
Namun, ulama juga mengingatkan agar umat Islam tidak berlebihan dalam memaknai tradisi ini. Yang terpenting adalah niat yang ikhlas untuk menjalankan tradisi leluhur yang tidak bertentangan dengan syariat Islam.
Mengutip dari Fatwa Majelis Ulama Indonesia No. 15/2018, tradisi-tradisi budaya yang berkaitan dengan siklus kehidupan manusia dapat dilaksanakan selama tidak mengandung unsur kesyirikan dan tetap dalam koridor ajaran Islam.
FAQ
1. Apa doa yang dibaca saat mengubur ari-ari? Doa yang dibaca adalah basmalah: "Bismillahirrahmaanirrahiim" yang artinya "Dengan menyebut nama Allah yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang."
2. Siapa yang boleh mengubur ari-ari bayi? Yang paling utama adalah sang ayah, namun jika berhalangan dapat digantikan oleh kakek atau saudara laki-laki terdekat.
3. Di mana lokasi yang tepat untuk mengubur ari-ari? Untuk bayi perempuan di sebelah kiri pintu utama rumah, untuk bayi laki-laki di sebelah kanan pintu utama rumah.
4. Berapa lama penerangan harus diberikan di kuburan ari-ari? Penerangan diberikan selama 35 hari berturut-turut setiap malam sebagai bentuk doa dan perlindungan spiritual.
5. Apakah tradisi mengubur ari-ari wajib dalam Islam? Tradisi ini bukan kewajiban agama, melainkan tradisi budaya yang diperbolehkan selama tidak bertentangan dengan ajaran Islam.
6. Apa yang harus dilakukan sebelum mengubur ari-ari? Sang ayah harus mandi junub terlebih dahulu dan mengenakan kain sarung sebagai persiapan spiritual.
7. Bolehkah mengubur ari-ari di tempat lain selain di rumah? Secara syariat diperbolehkan, namun tradisi umumnya mengharuskan penguburan di area sekitar rumah sesuai aturan yang telah ditetapkan.
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8261063/original/026293200_1781677316-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-06-17T130056.370.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8682083/original/077005500_1782732215-dedi_mulyadi_-_cek_fakta.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5495122/original/083308700_1770356146-Menteri_Keuangan__Menkeu__Purbaya_Yudhi_Sardewa-6_Februari_2026b.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5537107/original/075541100_1774410122-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-03-25T095300.861.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/3885024/original/ACg8ocLv0DeWDi_zcmWgoosg5RDoRFw9Nc-S86AyMIxpXrIAjQY-eA%3Ds200.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4181555/original/055296900_1664954097-064843300_1649264825-man-praying-alone-divinity-home.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/1812228/original/000972700_1538749244-foto_nanang_fahrudin.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8263380/original/090952300_1781922466-AP26171045705794-Brasil_vs_Haiti.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5415752/original/060786800_1763419826-000_84BP8PA.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8263965/original/063636200_1782038065-000_B7RD77E.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8312896/original/014782800_1782180155-000_B7XU3U2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5381016/original/018832800_1760444417-AP25287418037906.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4728012/original/006431800_1706361596-000_34GE37C.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8666203/original/007626600_1782698654-000_B8H28ZD.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8633516/original/070380800_1782633001-photo-collage.png__1_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8674531/original/079790200_1782716407-AP26177104053905.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8260382/original/054470700_1781590662-063_2281748273.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8259253/original/099827400_1781493084-AP26165774269127.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4864218/original/041026400_1718404435-AP24166759629724.jpg)