Doa Nabi Yunus, Fadhilahnya Menurut Ulama dan Waktu Terbaik Membacanya

Di dalam perut ikan itulah Nabi Yunus sadar akan kesalahannya meninggalkan kaumnya. Dalam kondisi penyesalan dan kesulitan itulah Nabi Yunus berdoa

Diterbitkan 08 September 2025, 07:59 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta Doa Nabi Yunus cukup populer di kalangan umat Islam. Doa ini lazimnya dibaca saat dirundung kesedihan dan kesulitan sebagaimana takwil kisah Nabi Yunus AS ketika membaca doa ini.

Dalam Buku Kisah Nyata 25 Nabi & Rasul Disertai Pengetahuan Aqidah Islam, oleh Cecep Ihsani, S.Ag, diceritakan kala itu Nabi Yunus AS meninggalkan kaumnya yang ingkar dengan menumpang kapal laut. Nahas, di tengah laut kapal hendak tenggelam karena kelebihan muatan. Nahkoda akhirnya memutuskan melempar penumpang ke laut, dan Nabi Yunus AS terpilih dalam 3 kali undian.

Dalam kondisi yang sulit dan nyaris tak mungkin selamat, Nabi Yunus ditelan ikan paus besar. Di dalam perut ikan itulah Nabi Yunus sadar akan kesalahannya meninggalkan kaumnya. Dalam kondisi penyesalan dan kesulitan itulah Nabi Yunus berdoa.

Berikut ini adalah bacaan Doa Nabi Yunus, serta penjelasan fadhilah, keutamaan dan manfaat, serta dan waktu terbaik mengamalkannya.

Bacaan Doa Nabi Yunus Teks Arab, Latin dan Artinya

Doa yang dilakukan oleh Nabi Yunus AS saat sedang terjebak dalam perut paus merupakan doa bentuk penyesalan mendalam, permohonan ampun, dan pengakuan kerendahan hati di hadapan Allah SWT. Doa ini juga dikenal dengan sebutan doa kesusahan atau doa kesedihan.

لَا إِلَٰهَ إِلَّا أَنْتَ سُبْحَانَكَ إِنِّي كُنْتُ مِنَ الظَّالِمِينَ

Latin: Lailaha illa Anta subhanaka inni kuntu minadhdhalimin

Artinya: "Bahwa tidak ada Tuhan selain Engkau. Maha Suci Engkau sesungguhnya aku adalah termasuk orang-orang yang zalim."

Doa Nabi Yunus di atas merupakan bagian dari surah Al-Anbiya' [21} ayat 87 yakni:

وَذَا النُّوْنِ اِذْ ذَّهَبَ مُغَاضِبًا فَظَنَّ اَنْ لَّنْ نَّقْدِرَ عَلَيْهِ فَنَادٰى فِى الظُّلُمٰتِ اَنْ لَّآ اِلٰهَ اِلَّآ اَنْتَ سُبْحٰنَكَ اِنِّيْ كُنْتُ مِنَ الظّٰلِمِيْنَ ۚ

Latinnya: Wa dzan-nuuni idz dzahaba mughadhiban fazhanna an lan naqdiro 'alaihi fanada fidz-dzulumati an la ilaha illa anta subhanaka inni kuntu minazh-zhalimin.

Artinya: "Dan (ingatlah kisah) Dzun Nun (Nabi Yunus), ketika ia pergi dalam keadaan marah, lalu ia menyangka bahwa kami tidak akan mempersempitnya (menyulitkannya). maka ia menyeru dalam keadaan yang sangat gelap, "Bahwa tidak ada Tuhan selain Engkau. Maha Suci Engkau, sesungguhnya aku adalah termasuk orang-orang yang zalim." (QS. Al-Anbiya' :87)

Fadhilah Doa Nabi Yunus Menurut Ulama Tafsir

Sebelum membahas keutamaannya, terlebih dahulu sebaiknya kita mengetahui terlebih dahulu fadhilah atau kemuliaan (doa Nabi Yunus) Surat Al-Anbiya Ayat 87 menurut para ulama tafsir. Berikut ini adalah kandungan surat Al-Anbiya ayat 87 menurut ulama tafsir:

1. Pengakuan tauhid, tasbih, dan pengakuan kesalahan

Dalam Kitab Jāmi‘ al-Bayān ‘an Ta’wīl Āy al-Qur’ān (Tafsīr al-Ṭabarī), Imām Abū Ja‘far al-Ṭabarī menjelaskan, Allah tidak akan menyempitkan/hukum dengan ujian (bukan berarti Allah tidak mampu). Doa Yunus adalah pengakuan tauhid, tasbih, dan pengakuan kesalahan.

2. Doa Kunci Penyelamatan

Dalam Tafsīr al-Qur’ān al-‘Aẓīm (Tafsīr Ibn Kathīr), Ismā‘īl ibn ‘Umar ibn Kathīr menjelaskan, Nabi Yunus diuji karena meninggalkan kaumnya tanpa izin Allah. Doanya menjadi kunci penyelamatan, dan Rasulullah ﷺ bersabda bahwa doa itu mustajab bagi siapa saja yang membacanya.

3. Doa Pengakuan Dosa dan Tauhid

Tafsīr Ma‘ālim al-Tanzīl (al-Baghawī), Abū Muhammad al-Ḥusayn ibn Mas‘ūd al-Baghawī menjelaskan makna mugāḍiban sebagai marah terhadap kaumnya. Doa Nabi Yunus sebagai doa penuh pengakuan dosa dan tauhid.

4. Mengandung Tiga Inti Ibadah

Dalam Taisīr al-Karīm ar-Raḥmān fī Tafsīr Kalām al-Mannān (Tafsīr al-Sa‘dī),  ‘Abd al-Raḥmān al-Sa‘dī menjelaskan doa Yunus mengandung tiga inti ibadah:

  • Tauhid (lā ilāha illā anta),
  • Tasbih (subḥānaka),
  • Pengakuan dosa (innī kuntu minaẓ-ẓālimīn).

Inilah sebab doa itu mustajab.

5. Doa Tobat Total

Dalam At-Tafsīr al-Wasīṭ, Syaikh Muḥammad Sayyid Ṭanṭāwī menyebut bahwa Nabi Yunus meninggalkan kaumnya tanpa izin Allah, lalu dihukum dengan ditelan ikan. Doa ini menjadi bentuk tobat total dan Allah segera mengabulkannya.

Keutamaan dan Manfaat Doa Nabi Yunus AS

Keistimewaan dari doa Nabi Yunus AS, dapat dilihat melalui hadis yang diriwayatkan oleh Imam Muslim dan Imam Bukhari dari Ibnu Abbas RA. Disebutkan bahwa Rasulullah SAW biasanya membaca doa ini ketika beliau merasa sedang bersedih.

لاَ إِلَـٰهَ إِلاَّ اللَّهُ الْعَظِيْمُ الْحَلِيْمُ، لاَ إِلَـٰهَ إِلاَّ اللَّهُ رَبُّ الْعَرْشِ الْعَظِيْمِ، لاَ إِلَـٰهَ إِلاَّ اللَّهُ رَبُّ السَّمَاوَاتِ وَرَبُّ اْلأَرْضِ وَرَبُّ الْعَرْشِ الْكَرِيْمِ

Latinnya: Laailaaha illalloohul 'azhiimil haliim, laa ilaaha illalloohu robbul 'arsyil 'azhiim, laa ilaaha illalloohu robbus samaawaati wa robbul ardhi wa robbul 'arsyil kariim.

Artinya: "Tidak ada Tuhan yang wajib disembah selain Allah, Tuhan yang Maha Agung lagi Maha Santun, tiada Tuhan yang wajib disembah selain Allah, Tuhan yang menguasai Arsy yang agung, Tiada Tuhan yang wajib disembah selain Allah, yang menguasai langit dan bumi dan menguasai Arsy yang agung." HR. Bukhari dan Muslim.

Dalam Buku Dahsyatnya Doa Para Nabi, Syamsuddin Noor menjelaskan doa ini dinamakan dengan "Al Kurb" yang memiliki arti sebagai doa kesusahan atau doa kesedihan. Doa Nabi Yunus memiliki keutamaan luar biasa, antara lain:

1. Doa Mustajab untuk Semua Muslim

Rasulullah ﷺ bersabda: “Doa Dzun-Nun (Yunus) ketika ia berdoa dalam perut ikan paus, adalah: lā ilāha illā anta subḥānaka innī kuntu minaẓ-ẓālimīn. Tidaklah seorang muslim berdoa dengannya untuk suatu hajat, kecuali Allah akan mengabulkannya.” ➝ Menunjukkan doa ini berlaku umum, bukan hanya khusus bagi Nabi Yunus.

2. Sebagai Doa Saat Sakit

Berdasar keterangan ulama, jika doa ini dibaca 40 kali saat sakit, lalu ia wafat, maka ia akan mendapat pahala syahid.Jika sembuh, maka Allah akan mengampuni dosanya. ➝ Doa ini menjadi pelipur di saat sakit dan ujian.

3. Penolong di Saat Sulit & Sedih

Doa ini bisa diamalkan ketika sedang dilanda masalah berat, merasa bingung, gelisah, atau dalam kondisi terjepit karena doa ini mengandung tauhid, tasbih, dan istighfar, maka Allah bukakan jalan keluar.

4. Obat Hati & Taubat

Doa ini adalah pengakuan kesalahan di hadapan Allah. ➝ Membaca doa ini melembutkan hati, menumbuhkan kerendahan diri, dan menguatkan harapan ampunan Allah.

Keutamaan dan Manfaat Doa Nabi Yunus (5-9)

5. Diterima Taubat dan Diampuni Segala Dosa

Doa Nabi Yunus merupakan bentuk pengakuan atas kesalahan dan permohonan ampunan kepada Allah. Dalam Al-Qur’an, Allah SWT berfirman bahwa Allah SWT akan mengampuni hamba-Nya yang bertobat dengan sungguh-sungguh. Doa ini menjadi contoh bagaimana seorang hamba yang merasa bersalah dapat kembali kepada Allah dengan penuh ketulusan. 

6. Diberikan Pertolongan dan Kemudahan atas Segala Kesulitan

Setiap orang pasti pernah menghadapi masalah dalam hidup. Doa Nabi Yunus dipercaya sebagai amalan yang dapat membantu seseorang mendapatkan kemudahan dalam menghadapi cobaan. Sebagaimana Allah menyelamatkan Nabi Yunus dari perut ikan paus, Allah juga bisa memberikan pertolongan kepada hamba-Nya yang berserah diri dan berdoa dengan ikhlas.  

7. Terkabulnya Doa dan Hajat yang Telah Dipanjatkan

Doa ini memiliki kekuatan luar biasa dalam mengabulkan permohonan seorang hamba. Dalam hadits disebutkan bahwa siapa pun yang membaca doa ini saat menghadapi kesulitan, Allah akan mengabulkan permohonannya. Oleh karena itu, banyak ulama yang menganjurkan untuk membaca doa ini ketika sedang menginginkan sesuatu atau memiliki hajat tertentu, baik itu urusan dunia maupun akhirat.  

8. Diberikan Petunjuk di Saat Bingung, Sedih, dan Gelisah

Terkadang dalam hidup, seseorang bisa merasa bingung dalam mengambil keputusan atau terjebak dalam situasi yang membuatnya gelisah dan sedih. Doa Nabi Yunus bisa menjadi amalan yang membawa ketenangan hati dan pikiran. Seseorang dapat merasakan ketentraman dan mendapatkan petunjuk dari Allah untuk menemukan jalan keluar dari kebingungannya.  

9. Dilindungi dari Ancaman Marabahaya dan Musibah

Setiap manusia tidak pernah tahu apa yang akan terjadi di masa depan, termasuk berbagai kemungkinan musibah dan bahaya yang bisa datang secara tiba-tiba. Membaca doa Nabi Yunus bisa menjadi salah satu cara untuk memohon perlindungan kepada Allah agar dijauhkan dari segala bahaya, baik yang datang dari manusia, keadaan, maupun hal-hal yang tidak terlihat.

Waktu Paling Tepat Membaca Doa Nabi Yunus

Oleh karena itu, doa Nabi Yunus merupakan salah satu amalan yang sangat dianjurkan, khususnya bagi mereka yang menghadapi kesulitan dan mencari jalan keluar dari masalah hidup.

Pada dasarnya, doa Nabi Yunus AS atau yang dikenal dengan doa Dzun Nun bisa diamalkan kapan saja oleh umat Islam. Tidak ada batasan waktu tertentu untuk mengucapkannya, karena setiap waktu adalah kesempatan untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Meski begitu, ada beberapa waktu mustajab di mana umat Islam dianjurkan memperbanyak ibadah dan doa, yakni:

1. Sepertiga Malam Terakhir

Waktu ini adalah salah satu yang paling utama untuk berdoa. Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda: “Rabb kita turun ke langit dunia pada sepertiga malam terakhir setiap malam. Kemudian Dia berfirman: ‘Siapa yang berdoa kepada-Ku akan Aku kabulkan, siapa yang meminta kepada-Ku akan Aku beri, dan siapa yang memohon ampunan kepada-Ku akan Aku ampuni.” (HR. Bukhari no. 1145, Muslim no. 758).

2. Ketika Sedang Sujud dalam Sholat

Sujud adalah momen ketika seorang hamba paling dekat dengan Rabb-nya. Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda: “Seorang hamba berada paling dekat dengan Rabb-nya ialah ketika ia sedang bersujud. Maka perbanyaklah doa ketika itu” (HR. Muslim, no. 482).

3. Di Antara Azan dan Iqamah

Waktu di antara azan dan iqamah adalah salah satu momen terbaik untuk berdoa. Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda: “Doa di antara azan dan iqamah tidak tertolak” (HR. Tirmidzi, no. 212).

4. Ketika Azan Berkumandang

Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda: “Doa tidak tertolak pada dua waktu: ketika azan berkumandang dan saat perang berkecamuk” (HR. Abu Daud, no. 2540).

5. Sebelum Salam dalam Sholat Wajib

Waktu sebelum salam adalah salah satu waktu mustajab dalam salat. Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda: “Kapan doa kita paling didengar oleh Allah? Beliau menjawab: ‘Di tengah malam dan di akhir salat wajib sebelum salam’” (HR. Tirmidzi, no. 3499).

6. Ketika Turun Hujan

Hujan adalah rahmat dari Allah, dan doa di waktu ini tidak tertolak. Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda: “Carilah waktu mustajab untuk berdoa pada tiga keadaan: bertemunya dua pasukan, ketika salat, dan saat hujan turun” (HR. Abu Daud, no. 2540).

7. Hari Jumat, Setelah Asar

Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda: “Di hari Jumat ada satu waktu di mana tidaklah seorang hamba berdoa kepada Allah di waktu itu kecuali Allah kabulkan doanya.” Para ulama menyebut waktu ini berada di penghujung hari Jumat, setelah Asar hingga Magrib.

Waktu Terbaik Berdoa (8-12)

8. Ketika Mendapat Musibah

Dalam kesedihan dan musibah, doa seorang hamba sangat dekat dengan Allah. Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda: “Doa orang yang sedang terzalimi tidak tertolak. Allah mengangkat doa itu hingga ke langit dan berkata: ‘Demi kemuliaan-Ku, Aku pasti menolongmu’” (HR. Tirmidzi, no. 2498).

9. Ketika Sahur

Selain waktu sahur menjadi waktu yang penuh berkah untuk memohon ampunan, Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam juga mengajarkan untuk memperbanyak doa di waktu ini. Allah berfirman: “Ketika waktu sahur (akhir-akhir malam), mereka berdoa memohon ampunan” (QS. Adz-Dzariyat: 18).

10. Ketika Berbuka Puasa

Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda:

“Ada tiga doa yang tidak tertolak: doa orang yang berpuasa ketika berbuka, doa pemimpin yang adil, dan doa orang yang terzalimi” (HR. Tirmidzi no. 2528).

Waktu berbuka puasa adalah saat di mana kebahagiaan bertemu dengan keberkahan. Di waktu ini, jangan lupa memohon ampunan dan keberkahan dari Allah Ta’ala.

11. Malam Lailatul Qadar

Malam yang lebih baik dari seribu bulan ini merupakan waktu yang sangat istimewa untuk berdoa. Sebagaimana firman Allah Ta’ala: “Malam Lailatul Qadar lebih baik dari seribu bulan” (QS. Al-Qadr: 3).

12. Hari Arafah

Hari Arafah, yakni tanggal 9 Dzulhijjah, adalah waktu yang sangat mustajab untuk berdoa, khususnya bagi yang sedang berhaji. Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda: “Sebaik-baik doa adalah doa pada hari Arafah” (HR. Tirmidzi, no. 3585).

People also Ask:

1. Doa Nabi Yunus 100x untuk apa?

Membaca doa Nabi Yunus sebanyak 100 kali adalah amalan yang diyakini dapat mengabulkan hajat yang mustahil bagi manusia, seperti yang dianjurkan oleh beberapa tokoh agama seperti Syekh Ali Jaber dan Ustadz Adi Hidayat. Doa ini, yaitu "la ilaha illa anta subhanaka inni kuntu minaz-zhalimin" (Tidak ada Tuhan selain Engkau, Mahasuci Engkau, sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang zalim), dibaca sebagai bentuk permohonan pertolongan dan pengakuan kelemahan di hadapan Allah SWT, sebagaimana Nabi Yunus sendiri pernah mengucapkannya saat berada dalam perut ikan paus.

2. Bagaimana bunyi doa Nabi Yunus?

Bunyi doa Nabi Yunus adalah "Laa ilaaha illaa anta subhaanaka innii kuntu minazh zhaalimiin" yang artinya "Tidak ada Tuhan selain Engkau, Maha Suci Engkau, sungguh aku termasuk orang-orang yang zalim". Doa ini terdapat dalam Al-Qur'an, Surah Al-Anbiya ayat 87, dan dibaca saat mengalami kesulitan atau musibah sebagai bentuk pengakuan dosa dan permohonan ampunan kepada Allah SWT.

3. Kapan waktu terbaik membaca doa Nabi Yunus?

Doa Nabi Yunus dapat dibaca kapan saja, namun sangat dianjurkan dibaca saat mengalami kesulitan, musibah, atau ketika membutuhkan pertolongan Allah SWT, serta di waktu-waktu mustajab seperti setelah sholat fardhu dan di sepertiga malam terakhir. Doa ini juga dapat dibaca setiap hari, bahkan 40 kali dalam sehari atau 1.000 kali untuk memohon ampunan dosa, agar hajat terkabul dan kesulitan dapat diatasi.

4. Apa khasiat doa Nabi Yunus?

Manfaat membaca doa Nabi Yunus sangatlah banyak, di antaranya adalah memohon perlindungan dan pertolongan dari Allah SWT, dikabulkannya hajat, diampuninya dosa, serta mendapatkan ketenangan hati. Doa yang dikenal sebagai amalan mustajab ini juga dipercaya mampu membuka jalan keluar dari berbagai permasalahan rumit dan memberikan petunjuk saat seseorang merasa bingung dan putus asa.

Sumber Referensi:

  • QS Al-Anbiya: 87
  • qur'an.kemenag.go.id
  • Buku Kisah Nyata 25 Nabi & Rasul Disertai Pengetahuan Aqidah Islam, oleh Cecep Ihsani, S.Ag
  • Kitab Jāmi‘ al-Bayān ‘an Ta’wīl Āy al-Qur’ān (Tafsīr al-Ṭabarī), Imām Abū Ja‘far al-Ṭabarī
  • Tafsīr al-Qur’ān al-‘Aẓīm (Tafsīr Ibn Kathīr), Ismā‘īl ibn ‘Umar ibn Kathīr
  • Tafsīr Ma‘ālim al-Tanzīl (al-Baghawī), Abū Muhammad al-Ḥusayn ibn Mas‘ūd al-Baghawī
  • Dalam Taisīr al-Karīm ar-Raḥmān fī Tafsīr Kalām al-Mannān (Tafsīr al-Sa‘dī), ‘Abd al-Raḥmān al-Sa‘dī
  • At-Tafsīr al-Wasīṭ, Syaikh Muḥammad Sayyid Ṭanṭāwī
  • Buku Dahsyatnya Doa Para Nabi, Syamsuddin Noor