Liputan6.com, Jakarta - Salat Jumat merupakan ibadah wajib bagi umat Islam laki-laki yang telah mukalaf dan tidak tengah beruzur syar’i. Ibadah ini memiliki kedudukan penting dalam syariat Islam yang tidak dapat ditinggalkan.
Salah satu bagian integral dari pelaksanaan Salat Jumat adalah khutbah Jumat, yang berfungsi sebagai pembinaan dan pendidikan bagi jemaah. Di dalamnya, terdapat momen khusus untuk memanjatkan doa khutbah Jumat.
Mengutip dari buku Dakwah Era Digital Sejarah, Metode dan Perkembangan karya M. Tata Taufik, khutbah salat Jumat dinilai sama dengan dua rakaat salat, menjadikannya pembinaan penting bagi orang dewasa.
Advertisement
Berikut Liputan6.com ulas lengkapnya melansir dari berbagai sumber, Senin (1/9/2025).
Kedudukan Doa Khutbah Jumat
Khutbah Jumat adalah salah satu rukun yang tidak boleh ditinggalkan dalam pelaksanaan salat Jumat. Tujuannya adalah memberikan tausiah kepada jemaah agar dapat meningkatkan iman dan takwa kepada Allah SWT dalam kehidupan sehari-hari.
Dalam khutbah atau pidato ini, umat muslim akan diberi ilmu tentang penguraian ajaran agama Islam, terutama ketauhidan. Khutbah diwasiatkan oleh seorang khatib kepada dirinya serta seluruh jemaah salat Jumat.
Pelaksanaan khutbah Jumat terdiri dari dua bagian utama, yakni khutbah pertama dan khutbah kedua. Khatib yang bertugas menyampaikan khutbah biasanya berhenti sejenak di antara dua khutbah untuk memberikan jeda singkat sebelum melanjutkan khutbah kedua.
Pada saat jeda ini, khatib duduk sejenak dan berdoa. Doa di antara dua khutbah ini menjadi momen yang sangat istimewa, karena merupakan salah satu saat yang mustajab untuk berdoa.
Hukum Berbagai Mazhab
Terdapat perbedaan pendapat di kalangan ulama mengenai hukum doa khutbah Jumat dalam Islam. Menyampaikan dua khutbah termasuk syarat sah salat Jumat menurut kesepakatan ulama.
Pendapat pertama menyatakan bahwa berdoa saat khutbah Jumat adalah sunnah. Pendapat ini didukung oleh Mazhab Hanafiyah, salah satu pendapat dalam Mazhab Syafi'iyah, dan Mazhab Hanabilah.
Pendapat kedua menyatakan bahwa berdoa dalam khutbah Jumat merupakan rukun kedua dari khutbah, sehingga dianggap wajib. Oleh karena itu, doa khutbah Jumat dianggap wajib. Pendapat ini menjadi acuan dalam Mazhab Syafi'iyah.
Secara umum, mayoritas ulama sepakat bahwa mendoakan kebaikan bagi umat muslim termasuk dalam ketentuan syariat. Berdoa dalam khutbah Jumat kedua adalah sebuah anjuran, namun bukan merupakan rukun wajib yang membatalkan salat.
Advertisement
Bacaan Doa Khutbah Jumat Lengkap
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4368955/original/037603300_1679558776-pexels-alena-darmel-8164720.jpg)
Berikut ini adalah kumpulan bacaan doa khutbah Jumat, baik doa pembuka hingga doa penutup, lengkap dengan bahasa Arab, Latin, dan artinya. Memahami bacaan ini penting bagi khatib dan jemaah.
1. Doa Pembuka Khutbah
إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا، وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ، وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ ،َأَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَشَرِيْكَ لَهُ , وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ. اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ اَجْمَعِيْنَ. أَمَّا بَعْدُ
Innal hamda lillah, nahmaduhu wanasta’inuhu wanastaghfiruh, wana’udzu billahi min syururi anfusina, wamin sayyiati a’maalinaa, mayyahdihillahu falaa mudhilla lah, wamayyudhlil falaa haadiya lah. Asyhadu alla ilaaha illallah wahdahu laa syarika lah, wa asyhadu anna muhammadan ’abduhu warosuuluh. Allahumma shalli wasallim wabarik ’ala sayyidina muhammadin wa ’ala alihi washahbihi ajma’in. amma ba’du.
Artinya: "Sesungguhnya segala puji hanya milik Allah, yang kita memuji-Nya, memohon pertolongan kepada-Nya, memohon ampun kepada-Nya, dan kita berlindung kepada Allah dari kejahatan diri-diri kita dan dari keburukan amal-amal perbuatan kita. Barangsiapa yang diberi petunjuk oleh Allah maka tak seorang pun dapat menyesatkannya, dan barangsiapa yang Allah sesatkan maka tak seorang pun mampu memberinya petunjuk. Aku bersaksi bahwa tidak ada Tuhan selain Allah semata, tidak ada sekutu bagi-Nya. Dan saya bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan utusan-Nya. Ya Allah, berikan rahmat, keselamatan serta barakah kepada Junjungan kita Muhammad beserta keluarga dan sahabatnya semuanya. Amma ba'du."
2. Doa di Antara Dua Khutbah
بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ اْلآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ. أَقُوْلُ قَوْلِيْ هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ لِيْ وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ الْمُسْلِمِيْنَ مِنْ كُلِّ ذَنْبٍ فَاسْتَغْفِرُوْهُ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْم
Barakallahu lii wa lakum fill qur’aanil azhiim wa nafa’nii wa iyyaakum bima fiihi minal aayaati wa dzikril hakiim. Aquulu qowlii hadzaa wa astaghfirullaaha lii wa lakum wa lisaa iril muslimiina min kulli danbin fastaghfiruuhu innahu huwal ghafuurur rahiimu.
Artinya: "Semoga Allah memberkati Al-Qur'an yang Agung untuk kita serta memberi manfaat bagi kita melalui ayat-ayat-Nya. Ya Allah ampunilah aku, dan ampunilah seluruh umat muslim atas setiap dosa-dosanya. Sesungguhnya Engkau Maha Pengampun lagi Maha Penyayang."
3. Doa Khutbah Kedua dan Penutup
الْحَمْدُ لِلهِ الَّذِيْ بِنِعْمَتِهِ تَتِمُّ الصَّالِحَاتُ، وَبِفَضْلِهِ تَتَنَزَّلُ الْخَيْرَاتُ وَالْبَرَكَاتُ، وَبِتَوْفِيْقِهِ تَتَحَقَّقُ الْمَقَاصِدُ وَالْغَايَاتُ أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَاشَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنْ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ لَانَبِيَّ بَعْدَهُ
اللهم صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ المُجَاهِدِيْنَ الطَّاهِرِيْنَ. أَمَّا بَعْدُ، فَيَا آيُّهَا الحَاضِرُوْنَ أُوْصِيْكُمْ وَإِيَّايَ بِتَقْوَى اللهِ وَطَاعَتِهِ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُوْنَ. يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ، وَتَزَوَّدُوا فَإِنَّ خَيْرَ الزَّادِ التَّقْوَى
أعوذ بالله من الشيطان الرجيم. بسم الله الرحمن الرحيم. إنَّ اللهَ وملائكتَهُ يصلُّونَ على النبِيِّ يَا أيُّهَا الذينَ ءامَنوا صَلُّوا عليهِ وسَلّموا تَسْليمًا
اللّـهُمَّ صَلّ على سيّدِنا محمَّدٍ وعلى ءالِ سيّدِنا محمَّدٍ كمَا صلّيتَ على سيّدِنا إبراهيمَ وعلى ءالِ سيّدِنا إبراهيم وبارِكْ على سيّدِنا محمَّدٍ وعلى ءالِ سيّدِنا محمَّدٍ كمَا بارَكْتَ على سيّدِنا إبراهيمَ وعلى ءالِ سيّدِنا إبراهيمَ إنّكَ حميدٌ مجيدٌ.
اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ، وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ اْلأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَاْلأَمْوَاتِ، إِنَّكَ سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ مُجِيْبُ الدّعَوَاتِ.
اللَّهُمَّ اغْفِرْلَنَا ذُنُوْبَنَا وَ ذُنُوْبَ وَالِدَيْنَا وَارْحَمْهُمَا كَمَا رَبَّيَانَا صِغَارًا
Artinya: Segala puji bagi Allah atas rahmat-Nya terlaksana amal shaleh, atas rahmat-Nya turun kebaikan dan keberkahan, dan atas rahmat-Nya tercapai maksud dan tujuan. Aku bersaksi bahwa tidak ada tuhan selain Allah SWT, tidak ada sekutu bagi-Nya, dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan utusan-Nya, dan tidak ada nabi setelahnya. Ya Tuhan, semoga sholawat dan salam terlimpah kepada junjungan kami Muhammad beserta keluarga dan para sahabatnya, para mujahidin yang suci. Adapun berikut ini, wahai kalian yang hadir, saya berpesan agar kalian dan saya bertakwa kepada Allah dan mentaati-Nya, agar kalian berhasil. Wahai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah sebagaimana Dia ditakuti, dan janganlah kamu mati kecuali sebagai orang Islam, dan rezekilah dirimu sendiri, karena rezeki yang paling baik adalah taqwa. Aku berlindung kepada Allah dari setan yang terkutuk. Dengan menyebut nama Tuhan Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang. Allah dan para malaikat-Nya melimpahkan sholawat kepada Nabi SAW. Wahai orang-orang yang beriman, sholawatlah dia dan sholawatilah dia. Ya Allah, berkahilah junjungan kami Muhammad dan keluarga junjungan kami Muhammad, sebagaimana Engkau memberkati junjungan kami Ibrahim dan keluarga junjungan kami Ibrahim, dan berkahilah junjungan kami Muhammad dan keluarga junjungan kami Muhammad, sebagaimana Engkau memberkati junjungan kami Ibrahim dan keluarga kami keluarga tuan kami Ibraham, sesungguhnya Engkau Maha Terpuji lagi Maha Mulia di seluruh alam. Ya Allah, ampunilah seluruh kaum muslimin dan kaum muslimat, kaum mukminin dan kaum mukminat, baik yang masih hidup maupun yang sudah meninggal. Sesungguhnya Engkaulah yang Mendengar, Yang Paling Dekat, Yang Menjawab Doa. Ya Allah, ampunilah dosa kami dan dosa kedua orang tua kami, dan kasihanilah mereka sebagaimana mereka membesarkan kami ketika kami masih kecil.
Mengutip laman SMAIT Raflesia, berikut contoh doa khutbah kedua lainnya yang bisa dipanjatkan khatib:
اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ، وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ اْلأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَاْلأَمْوَاتِ، إِنَّكَ سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ مُجِيْبُ الدّعَوَاتِ. رَبّنَا لاَتُؤَاخِذْ نَا إِنْ نَسِيْنَا أَوْ أَخْطَأْنَا رَبّنَا وَلاَ تَحْمِلْ عَلَيْنَا إِصْرًا كَمَا حَمَلْتَهُ عَلََى اّلذِيْنَ مِنْ قَبْلِنَا رَبّنَا وَلاَ تًحَمّلْنَا مَالاَ طَاقَةَ لَنَا بِهِ وَاعْفُ عَنّا وَاغْفِرْ لَنَا وَارْحَمْنَا أَنْتَ مَوْلاَنَا فَانْصُرْنَا عَلَى الْقَوْمِ الْكَافِرِيْنَ. رَبَنَا ءَاتِنَا فِي الدّنْيَا حَسَنَةً وَفِي اْلأَخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النّارِ. والحمد لله رب العالمين.
Latin: Allahummagh fir lilmuslimiina wal muslimaati, wal mu'miniina wal mu'minaatil ahyaa'I minhum wal amwaati, innaka samii'un qoriibun muhiibud da'waati. Robbanaa laa tuaakhidznaa in nasiinaa aw akhtho'naa. Robbanaa walaa tahmil 'alaynaa ishron kamaa halamtahuu 'alalladziina min qoblinaa. Robbana walaa tuhammilnaa maa laa thooqotalanaa bihi, wa'fua 'annaa wagh fir lanaa war hamnaa anta maw laanaa fanshurnaa 'alal qowmil kaafiriina. Robbana 'aatinaa fiddunyaa hasanah wa fil aakhiroti hasanah wa qinaa 'adzaabannaar. Walhamdulillaahi robbil 'aalamiin.
Artinya: "Ya Allah, ampunilah seluruh kaum muslimin dan kaum muslimat, kaum mukminin dan kaum mukminat, baik yang masih hidup maupun yang sudah meninggal, Sesungguhnya, Engkau adalah Dzat yang Maha Mendengar, Maha Dekat, Dzat yang mengabulkan doa. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau hukum kami jika kami lupa atau melakukan kesalahan. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau bebani kami dengan beban yang berat sebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang sebelum kami. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang tidak sanggup kami memikulnya. Maafkanlah kami, ampunilah kami, dan rahmatilah kami. Engkaulah pelindung kami, maka tolonglah kami menghadapi orang-orang kafir. Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat dan peliharalah kami dari siksa neraka."
Setelah membaca doa khutbah kedua, bisa dilanjutkan dengan membaca doa penutup khutbah Jumat berikut:
اِنَّ اللّٰهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْاِحْسَانِ وَاِيْتَاۤئِ ذِى الْقُرْبٰى وَيَنْهٰى عَنِ الْفَحْشَاۤءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ
Innallāha ya'muru bil-'adli wal-iḥsāni wa ītā'i żil-qurbā wa yanhā 'anil-faḥsyā'i wal-munkari wal-bagyi ya'iẓukum la'allakum tażakkarūn
Artinya: "Sesungguhnya Allah menyuruh berlaku adil, berbuat kebajikan, dan memberikan bantuan kepada kerabat. Dia (juga) melarang perbuatan keji, kemungkaran, dan permusuhan. Dia memberi pelajaran kepadamu agar kamu selalu ingat."
Doa penutup khutbah Jumat tersebut termaktub dalam Al-Qur'an surah An Nahl ayat 90.
Rukun-Rukun Khutbah Jumat yang Meliputi Doa
Selain memahami tentang bacaan doa khutbah Jumat, umat Islam juga disarankan untuk mengetahui rukun-rukunnya. Rukun-rukun ini memastikan keabsahan khutbah yang disampaikan.
Berikut adalah rukun-rukun khutbah Jumat yang wajib dipenuhi oleh khatib:
- Memuji Allah Swt di Kedua Khutbah
Rukun ini mensyaratkan pujian kepada Allah menggunakan kata "Allah" dan lafadz "hamdun" atau lafadz-lafadz yang satu akar kata dengannya. Syekh Ibnu Hajar al-Haitami dalam Al-Minhaj al-Qawim Hamisy Hasyiyah al-Turmusi menjelaskan bahwa pujian harus spesifik, seperti "alhamdulillah" atau "ahmadu-Llâha".
- Membaca Selawat Nabi Muhammad saw
Membaca selawat nabi tertentu, yaitu komponen kata yang berupa as-shalâtu beserta isim dhahir dari beberapa asma Nabi Muhammad SAW. Syekh Mahfuzh al-Tarmasi dalam Hasyiyah al-Turmusi menegaskan pentingnya redaksi yang tepat.
- Berwasiat dengan Ketakwaan
Wasiat ketakwaan tidak memiliki ketentuan khusus dalam redaksinya menurut pendapat yang shahih. Syekh Ibrahim al-Bajuri dalam Hasyiyah al-Bajuri 'ala Ibni Qasim menyebutkan bahwa cukup menyampaikan seruan taat atau himbauan menghindari maksiat.
- Membaca Ayat Al-Qur'an
Membaca ayat Al-Qur'an lebih utama diamalkan pada khutbah pertama. Syekh Abu Bakr bin Syatha dalam I'anatut Thalibin menjelaskan bahwa ayat yang dibaca harus memberi pemahaman makna yang sempurna, baik berupa janji, ancaman, hikmah, atau cerita.
- Berdoa untuk Kaum Mukmin
Rukun ini dilakukan di khutbah terakhir, dan mendoakan kaum mukminin dalam khutbah Jumat disyariatkan isi kandungannya mengarah kepada nuansa akhirat. Syekh Zainuddin al-Malibari dalam Fathul Mu'in Hamisy I'anatut Thalibin menyatakan bahwa doa ukhrawi lebih utama, namun doa duniawi mencukupi jika khatib tidak hafal doa ukhrawi.
Advertisement
Perbandingan Pandangan Mazhab Syafi'i dan Zhahiri
Mengenai kedudukan khutbah Jumat, terdapat perbedaan pandangan signifikan antara Mazhab Syafi'i dan Mazhab Zhahiri. Perbedaan ini berakar pada metode istinbath hukum yang mereka gunakan.
Menurut jumhur ulama, termasuk Mazhab Syafi'i, hukum khutbah Jumat adalah wajib. Salat Jumat tidak sah tanpa didahului oleh dua khutbah. Hal ini didasarkan pada praktik Nabi Muhammad SAW yang selalu mengawali ibadah Jumat dengan dua khutbah, serta penafsiran QS. Al-Jumu'ah ayat 9 yang mengartikan "mengingat Allah" sebagai khutbah.
Sebaliknya, Mazhab Zhahiri, sebagaimana dikemukakan oleh Ibnu Hazm dalam Al-Muhalla, berpendapat bahwa hukum menyelenggarakan khutbah Jumat adalah sunnah. Mereka berargumen bahwa perintah "mengingat Allah" dalam QS. Al-Jumu'ah ayat 9 tidak secara spesifik merujuk pada khutbah, melainkan pada salat dan zikir lainnya seperti takbir, tasbih, dan tahmid.
Perbedaan ini juga terlihat dalam metode istinbath hukum. Imam Syafi'i menggunakan penalaran bayani yang melihat makna lafdzi dan majazi, serta mempertimbangkan hadits dan ijma'. Sementara itu, Mazhab Zhahiri cenderung pada makna zhahir (tersurat) dari nash Al-Qur'an dan Sunnah, serta menolak qiyas dan istihsan.
Perbedaan Khutbah Jumat dengan Khutbah Ibadah Lain
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5330982/original/065971600_1756372896-Gemini_Generated_Image_e81ukwe81ukwe81u.jpg)
Selain khutbah Jumat, terdapat beberapa jenis khutbah lain dalam Islam seperti khutbah Idul Fitri, Idul Adha, gerhana matahari, gerhana bulan, dan istisqa'. Perbedaan paling menonjol terletak pada waktu pelaksanaan dan hukumnya.
Khutbah Idul Fitri dan Idul Adha dilaksanakan sesudah salat, berbeda dengan khutbah Jumat yang dilakukan sebelum salat. Hal ini berdasarkan dalil dari Ibnu Umar RA yang menuturkan bahwa Rasulullah SAW, Abu Bakar, dan Umar melaksanakan salat kedua hari raya sebelum khutbah.
Untuk khutbah gerhana (khusuf dan kusuf) dan khutbah istisqa' (minta hujan), pelaksanaannya juga memiliki kekhasan tersendiri. Khutbah gerhana dilakukan setelah salat gerhana, sementara khutbah istisqa' dilakukan setelah salat istisqa'.
Hukum khutbah Jumat adalah wajib menurut jumhur ulama, menjadikannya syarat sah salat Jumat. Berbeda dengan khutbah ibadah lain yang hukumnya sunnah atau tidak menjadi syarat mutlak keabsahan ibadah terkait.
Advertisement
Sumber Informasi dan Referensi
Artikel ini disusun berdasarkan informasi dari berbagai sumber terpercaya untuk memberikan pemahaman komprehensif. Referensi yang digunakan meliputi kitab-kitab fikih klasik dan penelitian ilmiah.
Beberapa sumber utama termasuk:
- Dakwah Era Digital Sejarah, Metode dan Perkembangan oleh M. Tata Taufik.
- KEDUDUKAN HUKUM KHUTBAH DALAM SHALAT JUM’AT (Analisis Perbandingan Antara Mazhab Syafi’i dan Mazhab Zhahiri) oleh Muhammad Tanwir Fuady (Skripsi UIN Ar-Raniry, 2017).
- Al-Minhaj al-Qawim Hamisy Hasyiyah al-Turmusi oleh Syekh Ibnu Hajar al-Haitami.
- Hasyiyah al-Turmusi oleh Syekh Mahfuzh al-Tarmasi.
- Hasyiyah al-Bajuri 'ala Ibni Qasim oleh Syekh Ibrahim al-Bajuri.
- I'anatut Thalibin oleh Syekh Abu Bakr bin Syatha.
- Fathul Mu'in Hamisy I'anatut Thalibin oleh Syekh Zainuddin al-Malibari.
- Al-Muhalla oleh Ibnu Hazm.
- Laman resmi Kementerian Agama RI dan SMAIT Raflesia.
FAQ
1. Apa kedudukan khutbah Jumat dalam Islam?
Khutbah Jumat merupakan rukun yang wajib sebelum salat Jumat, tanpa khutbah salat tidak sah menurut jumhur ulama.
2. Kapan doa khutbah Jumat biasanya dipanjatkan?
Doa dipanjatkan di antara dua khutbah dan pada khutbah kedua sebagai penutup.
3. Apakah doa khutbah Jumat hukumnya wajib?
Menurut sebagian ulama seperti dalam Mazhab Syafi’i, doa merupakan rukun khutbah, namun mayoritas ulama menilainya sunnah.
4. Apa saja rukun khutbah Jumat yang wajib dipenuhi khatib?
Memuji Allah, membaca selawat, berwasiat takwa, membaca ayat Al-Qur’an, dan berdoa untuk kaum mukmin.
5. Mengapa doa khutbah Jumat dianggap istimewa?
Karena doa di antara dua khutbah termasuk waktu mustajab untuk dikabulkan.
6. Apa perbedaan khutbah Jumat dengan khutbah Idul Fitri dan Idul Adha?
Khutbah Jumat dilakukan sebelum salat, sedangkan khutbah Idul Fitri dan Adha dilaksanakan setelah salat.
7. Apakah khutbah Jumat bisa diganti dengan zikir atau bacaan lain?
Tidak bisa, karena khutbah Jumat adalah syarat sah salat Jumat, berbeda dengan khutbah ibadah lain yang sifatnya sunnah.
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8472796/original/057767300_1782376694-cek_fakta_BPS.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3226358/original/037478600_1599037074-20200901-BPS-Lakukan-Sensus-Penduduk-Secara-Tatap-Muka-2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8260138/original/072176600_1781577859-Tugas__36_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4512411/original/053308500_1690191036-20230724_153839__1_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/1919772/original/078451300_1618831223-IMG-20210310-WA0034.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5330983/original/059338700_1756372897-Gemini_Generated_Image_5q9itc5q9itc5q9i.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/1812235/original/087792300_1550019778-1709255D-BDFF-4E25-B45D-78CC996796BF.jpeg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8262546/original/008930600_1781836184-063_2282273523.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8411046/original/046902000_1782294947-000_B83G9YJ.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8263356/original/061813100_1781903816-AP26170714954300-Amerika_Serikat.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8450010/original/046935500_1782346255-063_2283182603.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8442423/original/051297200_1782335693-063_2283164257.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8458114/original/001317800_1782356893-000_B88W362.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8259075/original/006227600_1781447167-Turki_vs_Australia-2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8459088/original/096988900_1782358208-000_B88W3AA.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8458112/original/030524500_1782356891-000_B88U3NH.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8259033/original/064642600_1781436681-000_B6Z637Y.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8450278/original/065503300_1782346556-vini.jpg)