10 Doa untuk Teman yang Sedang Sakit Arab, Latin, dan Arti: Memohon Kesembuhan

Mendoakan teman yang sedang sakit adalah bentuk kepedulian. Temukan kumpulan doa untuk teman yang sedang sakit lengkap dengan arti dan waktu mustajabnya.

Diterbitkan 01 September 2025, 11:19 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Mendoakan teman yang sedang sakit merupakan wujud kepedulian mendalam. Dalam ajaran Islam, doa menjadi ikhtiar penting untuk memohon kesembuhan dan kekuatan bagi mereka yang diuji penyakit.

Keyakinan akan terkabulnya doa menjadi landasan utama dalam setiap permohonan kepada Allah SWT. Dengan keyakinan yang kuat, doa menjadi salah satu bentuk ikhtiar bagi kesembuhan seseorang.

Rasulullah SAW bersabda, "Memintalah kepada Allah, dan kalian meyakini akan dikabulkannya doa tersebut," sebagaimana diriwayatkan oleh Tirmidzi. Ini menegaskan pentingnya keyakinan saat memanjatkan doa untuk teman yang sedang sakit.

Berikut Liputan6.com ulas lengkapnya melansir dari berbagai sumber, Minggu (31/8/2025).

Sakit dalam Perspektif Islam

Sakit dalam Islam memiliki dimensi spiritual dan keimanan, bukan hanya fisik. Ini dipandang sebagai cobaan dari Allah SWT untuk menguji keimanan dan sebagai peringatan untuk bertaubat.

Menurut Jurnal Ilmiah Al QALAM, "Rukhsah (Keringan) Bagi Orang Sakit Dalam Perspektif Hukum Islam" oleh H. Mahmudin, Lc., M.H., orang sakit tetap berkewajiban menjalankan agamanya selama akalnya berfungsi baik. Namun, aktivitas ibadah mereka disesuaikan dengan kondisi sakitnya.

Secara bahasa Arab, sakit disebut "maradl," sinonim dari "as-saqham" dan lawan dari "as-shihah" (sehat). Al-Jurjâny mendefinisikan "maradl" sebagai sesuatu yang menimpa badan sehingga menyebabkan terganggu.

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, sakit berarti berasa tidak nyaman di tubuh karena menderita sesuatu seperti demam atau sakit perut. Pemahaman ini membantu kita melihat sakit dari berbagai sudut pandang, baik medis maupun spiritual.

Bacaan Doa untuk Teman yang Sedang Sakit (Arab, Latin, dan Arti)

Berikut adalah kumpulan doa untuk orang sakit yang bisa dipanjatkan untuk memohon kesembuhan, dirangkum dari berbagai sumber terpercaya seperti buku Saku Tuntunan Doa dan Dzikir dari Universitas Ahmad Dahlan, buku Zikir yang Berkaitan dengan Sakit dan Mati karya Imam Nawawi, buku Untukmu Yang Sedang Sakit oleh Ammi Nur Baits, serta buku Pasti Mustajab yang ditulis oleh Muhammad Lutfi Zamani.

 

  • Doa untuk Orang Sakit agar Lekas Sembuh

اللَّهُمَّ رَبَّ النَّاسِ أَذْهِبِ البَاسَ، اشْفِ أَنْتَ الشَّافِي، لا شِفَاءَ إِلَّا شِفَاؤُكَ شِفَاءً لَا يُغَادِرُ سَقَمًا

Latinnya: Allahumma rabban-naas adzhibil-ba`sa isyfi antasy-syaafii laa syifaa'a illaa syifaa uka syifaa'an laa yughadiru saqaman.

Artinya: "Ya Allah Tuhan semua manusia hilangkan dan sembuhkanlah sakit ini. Tiada yang dapat menyembuhkan kecuali kesembuhan dari-Mu. Kesembuhan yang tidak meninggalkan bekas penyakit."

 

  • Doa ketika Merasakan Sakit

بِسْمِ اللَّهِ . أَعُوْذُ بِاللَّهِ وَقُدْرَتِهِ مِنْ شَرِّ مَا أَجِدُ وَأُحَاذِرُ

Latinnya: Bismillah (3x) A'uudzu billahi wa qudratihi min syarri maa ajidu wa uhaadziru (7x)

Artinya: "Dengan menyebut nama Allah. Aku berlindung kepada Allah dan kekuasaan-Nya dari segala kejahatan yang menimpaku dan segala yang saya khawatirkan."

 

  • Doa untuk Orang Sakit dengan Memohon Kesabaran Saat Menghadapi Rasa Sakit dan Penderitaan

حَسْبِيَ اللَّهُ وَنِعْمَ الْوَكِيلُ

Latinnya: Hasbiyallahu wa ni'mal-wakiil

Artinya: "Cukuplah Allah menjadi sebaik-baik penolong dan pelindung."

 

  • Doa untuk Orang Sakit yang Mengalami Sakit Kepala, Demam, atau Penyakit Lainnya

بِسْمِ اللهِ الْعَظِيمِ نَعُوذُ بِاللهِ الْكَبِيرِ، اللهُمَّ النَّارِ حَرِّهَا وَنَعُوذُ بِكَ مِنْ شَرِّ الْعَرَقِ وَمِنْ شَرِّ النَّارِ

Latinnya: Bismillahil 'Azhimi na'udzu billahil Kabir, Allahumma narri harriha wa na'udzu bika min syarri al-'araq wa min syarri an-nar.

Artinya: "Dengan nama Allah SWT Yang Maha Besar, kami berlindung kepada Allah SWT Yang Maha Agung dari kejahatan pendarahan yang parah dan dari kejahatan panasnya api."

 

  • Doa untuk Orang Sakit yang Memohon Rahmat dari Allah SWT

اللَّهُمَّ إِنْ كَانَ أَجَلِي قَدْ حَضَرَ فَأَرِحْنِي، وَإِنْ كَانَ مُتَأَخِّراً فَارْفَعْهُ عَنِّي، وَإِنْ كَانَ بَلَاءً فَصَبِّرْنِي

Latinnya: Allahumma in kaana aja-lii qad hadhara fa arihnii, wa in kaana muta-akhiran far- fa'hu 'annii, wa in kaana balaa-an fashabbir nii.

Artinya: "Ya Allah, jika ajalku telah dekat maka istirahatkanlah aku. Jika ajalku masih jauh, sembuhkanlah sakit ini dariku. Dan jika ini musibah, berikanlah aku kesabaran."

 

  • Doa untuk Orang Sakit yang Mengalami Jerawat atau Bisul

اللَّهُمَّ مُطْفِئَ الْكَبِيرِ وَمُكْبِرَ الصَّغِيْرِ أَطْفِتْهَا عَنِّي

Latinnya: Allaahumma muthfi-al kabiiri, wa mukbirash shaghiiri, athfi'haa 'annii.

Artinya: "Ya Allah, Dzat yang memudarkan yang besar dan mem- besarkan yang kecil, maka pudarkanlah (hilangkanlah) bisul atau jerawat itu dariku."

 

  • Bacaan Doa untuk Orang Sakit saat Menjenguk Orang yang Sedang Sakit

أَسْأَلُ اللهَ الْعَظِيمَ رَبَّ الْعَرْشِ الْعَظِيمِ أَنْ يَشْفِيْكَ.

Latinnya: As-alullaahal 'azhiima rabbal 'arsyil 'azhiimi ay yasyfiika.

Artinya: "Aku mohon kepada Allah yang Maha Agung, Tuhan yang mempunyai singgasana yang agung, semoga Allah menyembuhkan engkau."

 

  • Doa untuk Orang Sakit demi Penyembuhan Fisik dan Mental

بِسْمِ اللَّهِ أَرْقِيْكَ وَاللَّهُ يَشْفِيْكَ مِنْ كُلِّ دَاءٍ فِيْكَ وَمِنْ شَرِّ النَّفَّاثَاتِ فِي الْعُقَدِ وَمِنْ شَرِّ حَاسِدٍ إِذَا حَسَدَ

Latinnya: Bismillaahi arqii-ka, wallaahu yasyfiika min kulli daa-in fiika, wa min syarrin naffaatsaati fil 'uqadi, wa min syarri haasidin idzaa hasad. (Dibaca sebanyak tiga kali).

Artinya: "Dengan menyebut nama Allah, aku me-ruqyah-mu (menjampimu). Semoga Allah meyembuhkanmu dari segala penyakit yang menyerangmu, dari kejahatan tukang sihir yang menghembus pada buhul-buhul, dan dari kejahatan orang yang dengki apabila ia dengki."

 

  • Doa untuk Orang Sakit yang Menghadapi Penyakit Berat atau Menjelang Ajal

اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِي وَارْحَمْنِي وَالْحِقْنِي بِالرَّفِيقِ الْأَعْلَى.

Latinnya: Allaahummaghfirlii, warhamnii wa alhiqnii birrafiiqil a'laa.

Artinya: "Ya Allah, ampunilah dosaku, kasihanilah aku, dan kumpulkanlah aku di sisi-Mu."

 

  • Doa untuk Orang Sakit guna Meredakan Bengkak dan Nyeri

اللَّهُمَّ مُصَغَرَ الْكَبِيرِ وَمُكَبِّرَ الصَّغِيْرِ صَغَرُ مَا بِي

Latinnya: Allaahumma mushagh-ghiral kabiiri, mukabbirash shaghiiri, shaghghir maa bii.

Artinya: "Ya Allah, Dzat yang mengecilkan yang besar dan membesarkan yang kecil, kecilkanlah sesuatu yang bengkak pada diriku."

Tata Cara Membaca Doa untuk Orang Sakit

Membaca doa untuk orang sakit memiliki tata cara tertentu agar doa tersebut lebih mustajab dan memberikan ketenangan bagi yang menderita. Tata cara ini membantu kita untuk memanjatkan doa dengan penuh kekhusyukan dan harapan.

Menurut buku Quantum Doa karya Syukriadi Sambas dkk., tata cara membaca doa meliputi:

  1. memahami maknanya,
  2. memuji Allah SWT,
  3. membaca sholawat untuk Rasulullah SAW,
  4. menyampaikan doa, dan
  5. mengakhirinya dengan sholawat serta tahmid.

Dengan memahami makna doa dan mengikuti tata cara yang dianjurkan, diharapkan proses penyembuhan dapat dipercepat dan memberi ketenangan bagi yang sedang sakit.

Waktu Mustajab untuk Berdoa bagi Orang Sakit

Ada beberapa momen istimewa di mana doa lebih mudah dikabulkan oleh Allah SWT. Dengan memilih waktu yang tepat, diharapkan doa yang kita panjatkan untuk kesembuhan orang sakit dapat lebih cepat terkabul.

Buku Agar Doa Selalu Dikabulkan Allah oleh Muhammad Syafi'ie el-Bantanie menyebutkan waktu-waktu mustajab seperti:

  • sepertiga malam terakhir,
  • saat azan hingga iqamah,
  • saat sujud,
  • setelah salat fardhu, dan
  • pada hari Jumat.

Momen lain yang mustajab adalah:

  • pada bulan Ramadan,
  • malam Lailatul Qadar,
  • hari Arafah,
  • saat berpuasa, dan
  • ketika dalam perjalanan.

Memanfaatkan waktu-waktu mustajab ini dapat meningkatkan peluang doa kita untuk dikabulkan, memberikan harapan dan kekuatan bagi teman yang sedang sakit.

Pentingnya Menjenguk Orang Sakit dalam Islam

Menjenguk orang sakit adalah praktik yang sangat dianjurkan dalam Islam, membawa berbagai hikmah sosial, moral, dan spiritual yang mendalam. Sunnah Nabi Muhammad SAW mengajarkan umatnya untuk memberikan dukungan moral dan fisik kepada mereka yang sakit, menunjukkan empati, kasih sayang, dan perhatian terhadap kondisi orang yang sedang mengalami kesulitan.

Menurut Gudang Jurnal Multidisiplin Ilmu, "Hadis Memberi Makan Orang Lapar Dan Mengunjungi Orang Sakit" oleh Rustam Efendi, Kholijah Siregar, dan Siti Ardianti, menjenguk orang sakit:

  • memperkuat ikatan persaudaraan,
  • solidaritas, dan
  • kepedulian di dalam masyarakat.

Tindakan ini juga memberikan ketenangan dan kekuatan spiritual kepada yang sakit, menunjukkan bahwa mereka tidak sendirian dan diperhatikan oleh sesama Muslim.

Secara spiritual, menjenguk orang sakit dianggap sebagai salah satu cara untuk mendapatkan pahala dan berkah dari Allah SWT. Hadis riwayat Ibnu Majah menyebutkan, "Barangsiapa yang menjenguk orang sakit, maka dia dikejar oleh rahmat dan dihimpuni oleh rahmat. Kemudian malaikat berkata: 'Engkau telah mencapai kebaikan dan ketinggianmu.' Maka ia tinggal bersamamu di rumahmu di surga.'"

Hadis ini mencerminkan pentingnya menjenguk orang sakit dalam Islam serta janji pahala dan keberkahan yang terkait dengannya. Ini adalah dorongan kuat bagi umat Muslim untuk menjalankan tindakan baik ini, menyadarkan akan nilai dan keutamaan besar dari perbuatan kecil namun penuh kasih sayang ini.

Keringanan (Rukhsah) dalam Ibadah bagi Orang Sakit

Islam adalah agama yang memudahkan, dan ini terbukti dengan adanya keringanan atau rukhsah bagi orang yang sedang sakit dalam menjalankan ibadah. Allah SWT tidak membebani hamba-Nya di luar batas kemampuannya, sehingga orang sakit tetap dapat beribadah sesuai dengan kondisi mereka.

Para ulama sepakat bahwa orang sakit akan mendapatkan keringanan apabila dalam menjalankan ibadah itu akan bertambah sakit, lambat sembuhnya, atau menyebabkan kerusakan pada anggota badannya.

Jurnal Ilmiah Al QALAM oleh H. Mahmudin, Lc., M.H., menjelaskan bahwa Allah menghendaki kemudahan bagi hamba-Nya dan tidak menghendaki kesukaran, sebagaimana firman-Nya dalam QS. Al-Baqarah/2: 185.

Berikut adalah beberapa keringanan yang diberikan syariat Islam bagi orang sakit:

  1. Bertayamum: Orang yang sakit wajib bersuci dengan air jika mampu. Namun, jika penggunaan air dapat membahayakan, memperparah sakit, atau menunda kesembuhan, maka diperbolehkan bertayamum. Kondisi sakit parah yang membahayakan penggunaan air membolehkan tayamum, sementara sakit ringan seperti sakit kepala tidak memberikan keringanan ini.

  2. Melaksanakan Salat dengan Posisi yang Memungkinkan: Orang sakit tetap wajib mengerjakan salat pada waktunya. Jika tidak mampu berdiri, ia boleh salat dengan duduk, berbaring, atau bahkan dengan isyarat, sesuai dengan kemampuannya, seperti dijelaskan dalam hadis riwayat Imrân bin Hushain.

  3. Menjama' Salat: Apabila melakukan salat pada waktunya terasa berat bagi orang yang sakit, maka diperbolehkan menjama' (menggabung) salat, seperti Zuhur dengan Asar, atau Magrib dengan Isya', baik dengan jama' taqdim maupun ta'khir. Ini didasari oleh hadis Ibnu Abbas yang menunjukkan kemudahan bagi umat.

  4. Gugur Kewajiban Salat Berjamaah dan Salat Jumat: Orang sakit yang merasa berat untuk melaksanakan salat berjamaah dan salat Jumat, atau khawatir akan memperparah sakitnya jika pergi ke masjid, dibolehkan untuk tidak hadir. Hal ini berdasarkan praktik Nabi SAW saat beliau sakit.

  5. Boleh Berbuka Puasa: Allah SWT memberikan keringanan kepada orang yang sakit untuk tidak berpuasa apabila puasa tersebut membahayakan dirinya, menambah parah penyakit, atau menunda kesembuhan. Para ulama sepakat tentang kebolehan ini jika puasa melampaui batas kesehatan.

  6. Boleh Melakukan Hal-hal yang Dilarang saat Berihram (dengan Fidyah): Bagi orang yang sakit saat berihram (haji/umrah), diperbolehkan melakukan hal-hal yang dilarang seperti mencukur rambut, namun wajib membayar fidyah sebagai gantinya, sebagaimana firman Allah dalam QS. Al-Baqarah/2: 196 dan hadis Ka’ab bin ‘Ajah.

  7. Boleh Berobat dengan Najis (dalam kondisi darurat): Terdapat perbedaan pendapat ulama mengenai kebolehan berobat dengan khamar (najis). Sebagian membolehkan dalam kondisi darurat dengan syarat ketat, sementara sebagian besar tidak membolehkan, dengan argumen dari Al-Qur'an dan Sunnah.

Daftar Sumber

  • Agar Doa Selalu Dikabulkan Allah. Muhammad Syafi'ie el-Bantanie.
  • Jurnal Ilmiah Al QALAM. "Rukhsah (Keringan) Bagi Orang Sakit Dalam Perspektif Hukum Islam". H. Mahmudin, Lc., M.H. Vol. 11, No. 23, Januari-Juni 2017.
  • Gudang Jurnal Multidisiplin Ilmu. "Hadis Memberi Makan Orang Lapar Dan Mengunjungi Orang Sakit". Rustam Efendi, Kholijah Siregar, Siti Ardianti. Vol. 2, No. 1, Januari 2024.
  • Pasti Mustajab. Muhammad Lutfi Zamani.
  • Quantum Doa. Syukriadi Sambas dkk.
  • Saku Tuntunan Doa dan Dzikir. Universitas Ahmad Dahlan.
  • Zikir yang Berkaitan dengan Sakit dan Mati. Imam Nawawi. Diterjemahkan oleh Abu Firly Bassam Taqiy.

FAQ

1. Mengapa mendoakan teman yang sakit penting dalam Islam?

Karena doa merupakan bentuk kepedulian, ikhtiar, dan sarana memohon kesembuhan kepada Allah SWT.

2. Apakah doa untuk orang sakit harus dengan lafaz Arab?

Tidak harus, boleh dengan bahasa Arab atau bahasa sehari-hari asalkan penuh keyakinan dan keikhlasan.

3. Kapan waktu mustajab berdoa untuk orang sakit?

Antara lain sepertiga malam terakhir, saat sujud, setelah salat fardhu, serta pada hari Jumat.

4. Bagaimana tata cara membaca doa untuk orang sakit?

Dimulai dengan memuji Allah SWT, membaca sholawat, menyampaikan doa, lalu diakhiri dengan sholawat dan tahmid.

5. Apa hikmah menjenguk orang sakit dalam Islam?

Menguatkan persaudaraan, memberi dukungan moral, serta mendatangkan pahala dari Allah SWT.

6. Apakah orang sakit tetap wajib salat?

Ya, namun disesuaikan dengan kemampuan, bisa dengan duduk, berbaring, atau isyarat.

7. Apa keringanan ibadah bagi orang sakit?

Antara lain boleh tayamum, menjama’ salat, berbuka puasa, meninggalkan salat Jumat, atau beribadah sesuai kondisi.