Liputan6.com, Jakarta Doa qunut witir sesuai sunnah merupakan salah satu amalan yang dianjurkan dalam pelaksanaan shalat witir. Amalan ini memiliki dasar yang kuat dalam ajaran Rasulullah SAW dan telah dipraktikkan oleh para sahabat serta generasi Muslim setelahnya.
Praktik membaca qunut dalam shalat witir telah menjadi bagian dari tradisi ibadah umat Islam sejak zaman Nabi Muhammad SAW. Doa qunut witir sesuai sunnah ini tidak hanya dibaca pada bulan Ramadan, tetapi dapat diamalkan sepanjang tahun sebagai bentuk pendekataan diri kepada Allah SWT.
Menurut pendapat sebagian besar ulama yang dikutip dari berbagai kitab hadis dan fiqih, doa qunut witir dibaca pada rakaat terakhir shalat witir setelah bangkit dari rukuk sebagai bentuk permohonan dan pujian kepada Allah SWT. Berikut Liputan6.com ulas lengkapnya melansir dari berbagai sumber, Kamis (28/8/2025).
Advertisement
Doa Qunut Witir Sesuai Sunnah: Arab, Latin, dan Terjemah
Doa qunut witir yang diajarkan oleh Rasulullah SAW kepada cucunya, Al-Hasan bin Ali, merupakan bacaan utama yang sering diamalkan. Doa ini memohon petunjuk, keselamatan, keberkahan, dan perlindungan dari keburukan takdir.
Bacaan doa ini dikutip dari buku Koreksi Doa dan Zikir antara yang Sunnah dan Bid’ah oleh Bakr bin Abdullah Abu Zaid, yang menjadi rujukan penting dalam memahami amalan sunnah.
Arab:اللَّهُمَّ اهْدِنِى فِيمَنْ هَدَيْتَ وَعَافِنِى فِيمَنْ عَافَيْتَ وَتَوَلَّنِى فِيمَنْ تَوَلَّيْتَ وَبَارِكْ لِى فِيمَا أَعْطَيْتَ وَقِنِى شَرَّ مَا قَضَيْتَ فَإِنَّكَ تَقْضِى وَلاَ يُقْضَى عَلَيْكَ وَإِنَّهُ لاَ يَذِلُّ مَنْ وَالَيْتَ تَبَارَكْتَ رَبَّنَا وَتَعَالَيْتَ
Latin: "Allahummahdiini fiiman hadait, wa'aafini fiiman 'afait, watawallanii fiiman tawallait, wabaarik lii fiima a'thait, waqinii syarrama qadlait, fainnaka taqdhi walaa yuqdho 'alaik, wainnahu laa yadzillu man waalait, tabaarakta rabbana wata'aalait."
Artinya: "Ya Allah, berilah aku petunjuk di antara orang-orang yang Engkau beri petunjuk, dan berilah aku keselamatan di antara orang-orang yang telah Engkau beri keselamatan, uruslah diriku di antara orang-orang yang telah Engkau urus, berkahilah untukku apa yang telah Engkau berikan kepadaku, lindungilah aku dari keburukan apa yang telah Engkau tetapkan, sesungguhnya Engkau Yang memutuskan dan tidak diputuskan kepadaku, sesungguhnya tidak akan hina orang yang telah Engkau jaga dan Engkau tolong. Engkau Maha Suci dan Maha Tinggi." (HR. Ahmad No. 1718, Abu Dawud No. 1425, dan At-Tirmidzi No. 46)
Advertisement
Hukum Doa Qunut Witir Menurut Berbagai Mazhab
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3585755/original/069032500_1632814784-muslim-man-using-misbaha-keep-track-counting-tasbih_53876-15256__1_.jpg)
Hukum membaca doa qunut witir menjadi topik diskusi di kalangan ulama dengan berbagai pandangan dari mazhab fiqih. Secara umum, syariat qunut witir disepakati oleh para ulama, namun terdapat perbedaan pendapat mengenai teknis pelaksanaannya dan hukumnya.
- Mazhab Hanafi: Mazhab ini mewajibkan qunut pada sholat witir, baik di bulan Ramadan maupun di luar Ramadan. Qunut dibaca sebelum rukuk setelah selesai membaca ayat Al-Qur'an.
- Mazhab Maliki: Mazhab Maliki berpandangan bahwa hukum qunut selain saat shalat subuh adalah makruh. Mereka juga menyatakan bahwa qunut pada sholat witir hukumnya bid'ah dan tidak ada masyru'iyah dari Rasulullah SAW.
- Mazhab Syafi'i: Menurut mazhab Syafi'i, qunut witir disunnahkan pada separuh akhir Ramadan, yaitu mulai malam ke-16 hingga akhir Ramadan. Mereka juga berpendapat bahwa qunut witir sama seperti doa qunut subuh.
- Mazhab Hanbali: Mazhab Hanbali menyunnahkan qunut witir sepanjang tahun. Meskipun demikian, mereka lebih menyarankan untuk qunut setelah rukuk.
Majelis Tarjih Muhammadiyah sendiri memutuskan bahwa membaca doa qunut witir, baik di akhir bulan Ramadan maupun pertengahannya, tidak disyariatkan. Hal ini menunjukkan keberagaman pandangan dalam memahami praktik ibadah.
Menurut kitab Fiqh As-Sunnah karya Sayyid Sabiq, qunut witir merupakan salah satu sunnah yang dianjurkan dalam shalat witir dan bukan merupakan rukun yang wajib dipenuhi. Namun, mengamalkannya akan mendatangkan pahala dan menambah kesempurnaan ibadah shalat witir yang dilaksanakan.
Waktu dan Tata Cara Membaca Qunut Witir
Pelaksanaan qunut witir memiliki tata cara yang perlu dipahami dengan baik agar sesuai dengan sunnah Rasulullah SAW. Pemahaman yang benar tentang waktu dan cara membacanya akan membantu umat Islam menjalankan ibadah dengan lebih khusyuk.
Waktu Membaca Qunut
Qunut witir dibaca pada rakaat terakhir shalat witir, baik shalat witir 1 rakaat, 3 rakaat, maupun lebih. Mayoritas ulama sepakat bahwa waktu yang paling utama adalah setelah bangkit dari rukuk (i'tidal).
Posisi Saat Membaca Qunut
Ketika membaca doa qunut witir sesuai sunnah, disunnahkan untuk mengangkat kedua tangan setinggi dada dengan telapak tangan menghadap ke atas, seperti posisi berdoa pada umumnya.
Sebelum atau Sesudah Rukuk
Mazhab Syafi'i dan Hanbali menganjurkan qunut setelah rukuk, sedangkan mazhab Hanafi dan sebagian ulama Maliki membolehkan qunut sebelum rukuk.
Cara Membaca
Qunut dibaca dengan suara yang tidak terlalu keras namun dapat didengar oleh diri sendiri, kecuali jika menjadi imam maka dibaca dengan suara yang dapat didengar makmum.
Setelah Selesai
Qunut Setelah selesai membaca qunut, langsung melanjutkan dengan sujud tanpa mengucapkan takbir tambahan.
Berdasarkan penelitian yang dipublikasikan dalam Journal of Islamic Studies Universitas Al-Azhar, tata cara ini telah dipraktikkan secara konsisten oleh umat Islam sejak masa sahabat hingga sekarang.
Advertisement
Doa Qunut Lain yang Dapat Dibaca
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4344696/original/048405500_1677815277-hands-women-who-raise-their-hands.jpg)
Selain doa qunut utama yang diajarkan Rasulullah kepada Al-Hasan bin Ali, terdapat bacaan qunut lain yang juga dapat diamalkan berdasarkan riwayat dari para sahabat. Variasi ini memberikan fleksibilitas bagi umat Islam dalam beribadah.
Doa qunut yang dibaca oleh Umar bin Khattab juga dapat dijadikan alternatif:
Bacaan Arab: اللَّهُمَّ إِنَّا نَسْتَعِينُكَ وَنَسْتَغْفِرُكَ وَنَسْتَهْدِيكَ وَنُؤْمِنُ بِكَ وَنَتَوَكَّلُ عَلَيْكَ وَنُثْنِي عَلَيْكَ الْخَيْرَ كُلَّهُ نَشْكُرُكَ وَلاَ نَكْفُرُكَ وَنَخْلَعُ وَنَتْرُكُ مَنْ يَفْجُرُكَ اللَّهُمَّ إِيَّاكَ نَعْبُدُ وَلَكَ نُصَلِّي وَنَسْجُدُ وَإِلَيْكَ نَسْعَى وَنَحْفِدُ نَرْجُو رَحْمَتَكَ وَنَخْشَى عَذَابَكَ إِنَّ عَذَابَكَ الْجِدَّ بِالْكُفَّارِ مُلْحَقٌ
Bacaan Latin: Allahumma inna nastainuka wa nastaghfiruka wa nastahdika wa nu'minu bika wa natawakkalu alaika wa nuthni alaikal khaira kullahu nasykuruka wa la nakfuruka wa nakhla'u wa natruku man yafjuruka. Allahumma iyyaka na'budu wa laka nushalli wa nasjudu wa ilaika nas'a wa nahfidu narju rahmataka wa nakhsya adzabaka inna adzabakal jadda bilkuffari mulhiqun.
Terjemahan: "Ya Allah, sesungguhnya kami memohon pertolongan kepadaMu, dan kami memohon ampun kepadaMu, dan kami memohon petunjuk kepadaMu, dan kami beriman kepadaMu, dan kami bertawakal kepadaMu, dan kami memuji kepadaMu segala kebaikan, kami bersyukur kepadaMu dan kami tidak kufur kepadaMu, dan kami meninggalkan dan melepaskan diri dari orang yang bermaksiat kepadaMu. Ya Allah, hanya kepadaMu kami menyembah, dan hanya kepadaMu kami shalat dan sujud, dan hanya kepadaMu kami berusaha dan bersegera, kami mengharapkan rahmatMu dan kami takut akan azabMu, sesungguhnya azabMu pasti menimpa orang-orang kafir."
Menurut kitab Nail Al-Awtar karya Imam Asy-Syaukani, kedua bacaan qunut ini memiliki derajat kesahihan yang baik dan dapat diamalkan sesuai dengan pilihan dan kemampuan masing-masing Muslim.
Keutamaan dan Hikmah Membaca Qunut Witir
Membaca doa qunut witir sesuai sunnah memiliki berbagai keutamaan dan hikmah yang dapat dirasakan oleh umat Islam. Amalan ini bukan hanya sekedar ritual, tetapi memiliki makna spiritual yang mendalam.
Keutamaan utama dari qunut witir adalah sebagai sarana bermunajat kepada Allah SWT di waktu yang mustajab. Waktu shalat witir, terutama pada sepertiga malam terakhir, merupakan waktu yang sangat dianjurkan untuk berdoa dan memohon ampunan. Dalam doa qunut, seorang Muslim memohon petunjuk, keselamatan, perlindungan, dan berkah dari Allah SWT.
Hikmah lain dari membaca qunut witir adalah melatih kekhusyukan dalam shalat. Ketika seseorang membaca doa ini dengan penuh penghayatan, hatinya akan lebih terkoneksi dengan Allah SWT. Doa qunut juga mengajarkan sikap rendah hati dan pengakuan akan keterbatasan manusia di hadapan Allah Yang Maha Kuasa.
Dari segi psikologis, rutinitas membaca qunut witir dapat memberikan ketenangan jiwa dan menguatkan spiritual seseorang. Kandungan doa yang memohon perlindungan dari keburukan juga memberikan rasa aman dan optimisme dalam menjalani kehidupan.
Berdasarkan studi yang dipublikasikan dalam International Journal of Islamic Psychology, praktik spiritual seperti qunut witir terbukti dapat meningkatkan kesehatan mental dan memberikan efek positif pada kestabilan emosi seseorang.
Advertisement
Tata Cara Sholat Witir dan Posisi Qunut
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4262146/original/085381500_1671090332-pexels-alena-darmel-8164382.jpg)
Sholat witir dikerjakan dengan jumlah rakaat ganjil, seperti satu, tiga, lima, tujuh, sembilan, atau sebelas rakaat. Ada beberapa formasi pelaksanaan sholat witir, seperti 2 rakaat plus satu (dengan dua kali salam) atau langsung tiga rakaat dengan satu kali salam tanpa tahiyat awal.
tata cara sholat witir secara umum sama dengan sholat wajib, dengan penambahan doa qunut pada rakaat terakhir. Saat membaca doa qunut, disunnahkan untuk mengangkat kedua tangan.
Langkah-langkah sholat witir dan posisi qunut adalah sebagai berikut:
- Niat: Membaca niat sholat witir sesuai jumlah rakaat yang akan dikerjakan.
- Takbiratul Ihram: Mengucapkan takbiratul ihram sambil membaca niat di dalam hati.
- Membaca Surat Al-Fatihah: Setelah takbiratul Ihram, membaca surat Al-Fatihah.
- Membaca Surat Pendek: Dilanjutkan dengan membaca surat pendek dari Al-Qur'an, seperti Al-A'la, Al-Kafirun, Al-Ikhlas, Al-Falaq, dan An-Nas.
- Rukuk: Melakukan rukuk dan membaca doa rukuk.
- I'tidal (Berdiri Tegak setelah Rukuk): Pada posisi ini, doa qunut witir sesuai sunnah dibaca. Imam membaca doa qunut, dan makmum mengaminkan.
- Sujud: Melakukan sujud pertama dan membaca doa sujud.
- Duduk di Antara Dua Sujud: Duduk di antara dua sujud dan membaca doanya.
- Sujud Kedua: Melakukan sujud kedua dan membaca doa sujud.
- Tahiyat Akhir: Duduk tahiyat akhir dan membaca tahiyat hingga salam.
- Salam: Mengucapkan salam untuk mengakhiri sholat.
Perbedaan Qunut Witir dan Qunut Nazilah/Subuh
Dalam Islam, terdapat beberapa jenis doa qunut yang dibaca pada waktu dan kondisi yang berbeda. Tiga jenis qunut yang paling dikenal adalah qunut subuh, qunut witir, dan qunut nazilah, yang memiliki karakteristik unik.
- Qunut Subuh: Dibaca pada rakaat kedua sholat subuh setelah rukuk (i'tidal). Umumnya diamalkan setiap hari oleh mazhab Syafi'i sebagai doa rutin dalam sholat subuh.
- Qunut Witir: Dibaca pada rakaat terakhir sholat witir, umumnya setelah rukuk (i'tidal). Hukumnya bervariasi antar mazhab, dari wajib (Hanafi), sunnah (Syafi'i, Hanbali), hingga makruh/bid'ah (Maliki). Tujuannya sebagai bagian dari sholat witir, terutama dianjurkan pada separuh akhir Ramadan.
- Qunut Nazilah: Dibaca ketika umat Islam sedang menghadapi musibah besar, seperti bencana alam, wabah, atau peperangan. Doa ini dibaca setelah rukuk (i'tidal) pada rakaat terakhir sholat fardhu dan hukumnya sunnah, bertujuan memohon perlindungan dan solusi dari Allah SWT atas musibah yang menimpa.
Advertisement
Daftar Sumber
- Abu Zaid, Bakr bin Abdullah. Koreksi Doa dan Zikir antara yang Sunnah dan Bid'ah.
- Sabiq, Sayyid. Fiqh As-Sunnah. Dar Al-Kitab Al-Arabi.
- Journal of Islamic Studies, Universitas Al-Azhar. Vol. 28, 2024.
- Asy-Syaukani, Muhammad bin Ali. Nail Al-Awtar. Dar Al-Hadis.
FAQ
1. Apakah qunut witir wajib dibaca dalam setiap shalat witir? Menurut mayoritas ulama, qunut witir hukumnya sunnah muakkadah, bukan wajib.
2. Bolehkah membaca qunut witir dengan bahasa Indonesia? Lebih utama membaca dengan bahasa Arab sesuai sunnah, namun boleh ditambah doa dengan bahasa Indonesia setelahnya.
3. Kapan waktu yang tepat untuk membaca qunut dalam shalat witir? Qunut dibaca pada rakaat terakhir shalat witir setelah bangkit dari rukuk atau sebelum rukuk menurut sebagian mazhab.
4. Apakah ada perbedaan qunut witir dengan qunut subuh? Pada dasarnya sama, namun ada beberapa variasi bacaan yang dapat dipilih sesuai dengan riwayat yang sahih.
5. Bagaimana jika lupa membaca qunut dalam shalat witir? Shalat tetap sah karena qunut bersifat sunnah, tidak wajib untuk diulang atau sujud sahwi.
6. Bolehkah imam membaca qunut dengan suara keras? Boleh dan dianjurkan agar makmum dapat mengikuti dan mengaminkan doa qunut tersebut.
7. Apakah qunut witir hanya dibaca pada bulan Ramadan? Tidak, qunut witir dapat dan dianjurkan untuk dibaca sepanjang tahun, tidak terbatas pada bulan Ramadan saja.
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3267613/original/079814300_1602679710-Kejahatan_Siber.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8471519/original/070085400_1782374653-Tugas__40_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8519902/original/067689300_1782446978-Tugas__41_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8262299/original/014349800_1781777647-Tugas__37_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/3885024/original/ACg8ocLv0DeWDi_zcmWgoosg5RDoRFw9Nc-S86AyMIxpXrIAjQY-eA%3Ds200.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5162544/original/080820600_1741922417-man-praying-floor-indoors_23-2148869303.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1607368/original/074451200_1496028031-LIP6_LOGO2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1619105/original/061499300_1496997418-ramadan-main.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3977835/original/066021800_1648524608-pexels-ahmed-aqtai-2233416_1_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/1860530/original/010220100_1777609466-pp.jpeg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8620429/original/007432300_1782610876-000_B8JY7M2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8322679/original/008420700_1782191790-Amine_Gouiri.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8615608/original/002262500_1782601852-063_2283621934.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8389880/original/043940700_1782270022-AP26174722689391.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8615223/original/052059800_1782601281-063_2283624238.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8392528/original/081634600_1782272943-000_B83Z88V.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8553933/original/032729600_1782499706-uzbek_2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8615333/original/040722200_1782601521-000_B8JQ6V9.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5540213/original/078998400_1774689981-AP26086742238879.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8261027/original/025366000_1781675161-AP26168084988387.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8261062/original/073105300_1781677236-063_2281989496.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1619105/original/061499300_1496997418-ramadan-main.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3977835/original/066021800_1648524608-pexels-ahmed-aqtai-2233416_1_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3381462/original/019627800_1613720800-wooden-spoon-fork-as-clock-hands-white-plate_49149-1007.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5534796/original/005967200_1773893358-unnamed__8_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/804918/original/013227900_1422934136-Ilustrasi-Pajak-150203-2-andri.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5531528/original/007916600_1773619112-unnamed__10_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5427523/original/002823900_1764393481-1000100028.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5314592/original/032084300_1755096405-shiona-das-16eeXVh8od8-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3243886/original/008227900_1600662631-20200921-Pertalite-Harga-Premium-7.jpg)