Liputan6.com, Jakarta Doa bersyukur kepada Allah SWT merupakan salah satu kewajiban fundamental bagi setiap Muslim. Hal ini didasari oleh kenyataan bahwa Allah SWT telah menganugerahkan kenikmatan yang tak terhingga kepada umat manusia.
Oleh karena itu, memanjatkan doa bersyukur kepada Allah SWT atas segala nikmat adalah tindakan yang sangat dianjurkan. Allah sendiri telah berjanji akan melipatgandakan kenikmatan bagi hamba-Nya yang senantiasa bersyukur.
Sebagaimana firman-Nya dalam Al-Qur'an, "Dan (ingatlah juga) tatkala Tuhanmu memaklumkan; 'Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Aku akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih'," [QS. Ibrahim: 7]. Berikut Liputan6.com ulas lengkapnya melansir dari berbagai sumber, Selasa (26/8/2025).
Advertisement
Doa Bersyukur kepada Allah SWT: Arab, Latin, dan Terjemah
Memanjatkan doa bersyukur kepada Allah SWT adalah salah satu cara utama untuk mengungkapkan rasa terima kasih atas segala nikmat-Nya. Doa-doa ini dapat dipanjatkan setiap hari sebagai bentuk pengakuan dan penghambaan. Berikut adalah beberapa doa bersyukur kepada Allah yang dapat diamalkan, sebagaimana dikutip dari buku Doa dan Zikir Sepanjang Tahun karya H. Hamdan Hamedan, M.A.:
Doa Bersyukur Nabi Sulaiman
رَبِّ أَوْزِعْنِي أَنْ أَشْكُرَ نِعْمَتَكَ الَّتِي أَنْعَمْتَ عَلَيَّ وَعَلَى وَالِدَيَّ وَأَنْ أَعْمَلَ صَالِحًا تَرْضَهُ وَأَدْخِلْنِي بِرَحْمَتِكَ فِي عِبَادِكَ الصَّلِحِينَ
Rabbi auzi'nii an asykura ni'matakal-latii an'amta 'alayya wa 'alaa waalidayya wa an a'mala shaalihan tardhaahu wa adkhilnii bi-rahmatika fii 'ibaadikash shaalihiin.
Artinya: "Ya Tuhanku, anugerahkanlah aku (ilham dan kemampuan) untuk tetap mensyukuri nikmat-Mu yang telah Engkau anugerahkan kepadaku dan kepada kedua orangtuaku dan untuk tetap mengerjakan kebajikan yang Engkau ridai. (Aku memohon pula) masukkanlah aku dengan rahmat-Mu ke dalam golongan hamba-hamba-Mu yang saleh." [QS. An-Naml: 19]
Doa Bersyukur Umum
اللَّهُمَّ أَعِى عَلَى ذِكْرِكَ وَشُكْرِكَ وَحُسْنِ عِبَادَتِكَ
Allaahumma a-'innii 'alaa dzikrika wa syukrika wa husni 'ibaadatik.
Artinya: "Ya Allah, bantulah aku untuk senantiasa mengingat-Mu, bersyukur kepada-Mu, dan beribadah dengan baik kepada-Mu."
Doa Bersyukur Lainnya
اللَّهُمَّ مَا أَصْبَحَ بي مِنْ نِعْمَةٍ أَوْ بِأَحَدٍ مِنْ خَلْقِكَ فَمِنْكَ وَحْدَكَ لَا شريكَ لَكَ فَلَكَ الْحَمْدُ وَلَكَ الفكر.
Allaahumma maa ashbaha bii min ni'matin au bi-ahadin min khalqika fa minka wahdaka laa syariika laka fa lakal hamdu wa lakasy syukru.
Artinya: "Ya Allah, nikmat apa pun yang ada padaku di waktu pagi atau yang ada pada setiap makhluk-Mu, semuanya hanya dari-Mu semata, tiada sekutu bagi-Mu, bagi-Mu segala puji dan bagi-Mu segala syukur." [HR. Abu Dawud no. 5.073 & HR. Baihaqi no. 4.459]
Doa Bersyukur atas Nikmat Allah SWT
اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ الثَّبَاتَ فِي الأمْرِ وَالْعَزِيمَةِ عَلَى الرَّهْدِ وَأَسْأَلُكَ مُكْرَ نِعْمَتِكَ وَحُسْنَ عِبَادَتِكَ وَأَسْأَلُكَ قَلْبًا سَلِيْمًا وَلِسَانًا صَادِقًا.
Allaahumma innii as-alukats tsabaata fil amri wal 'aziimati 'alar-rusydi wa as-aluka syukra ni'matika wa husna 'ibaadatika wa as-aluka qalban saliiman wa lisaanan shaadiqan.
Artinya: "Ya Allah, sungguh aku memohon kepada-Mu kemantapan dalam setiap urusan, dan aku memohon kepada-Mu niat yang kuat untuk mendapatkan petunjuk-Mu, dan aku memohon kepada-Mu untuk mampu mensyukuri nikmat-Mu dan kebaikan melakukan ibadah, dan aku memohon kepada-Mu hati yang bersih dan lisan yang mampu berkata jujur." [HR. Nasa'i no. 1.304]
Doa Bersyukur atas Rahmat Allah SWT
اللَّهُمَّ افْتَحْ لَنَا مِنْ خَزَائِنِ رَحْمَتِكَ لَا تُعَذِّبْنَا بَعْدَهَا أَبَدًا فِي الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ وَمِنْ فَضْلِكَ الْوَاسِعَ رِزْقًا حَلَالًا طَيْبًا وَلَا تُفْقِرْنَا بَعْدَهُ إِلَى أَحَدٍ سِوَاكَ أَبَدًا تَزِيْدُنَا لَكَ بِهَا شُكْرًا وَإِلَيْكَ فَاقَةً وَفَقْرًا وَبِكَ عَمَّنْ سِوَاكَ
Allaahummaftah lanaa min khazaa-ini rahmatika laa tu'adz- dzibnaa ba'dahaa abadan fid-dunyaa wal aakhirati, wa min fadlikal waasi'i rizqan halaalan thayyiban, wa laa tufqirnaa ba'dahu ilaa ahadin siwaaka abadan, taziidunaa laka bihaa syukran wa ilaika faaqatan wa faqran, wa bika 'amman siwaaka ghinan wa ta'affufan.
Artinya: "Ya Allah, bukakanlah (pintu rahmat-Mu) dari gudang-gudang rahmat-Mu untuk kami, janganlah siksa kami selamanya setelah kami mendapatkan rahmat itu di dunia maupun di akhirat. Dan dari karunia-Mu yang Maha Luas, rezeki yang halal serta baik untuk kami. Setelah itu, janganlah Engkau membuat kami membutuhkan orang lain selain-Mu selamanya, sebab rahmat dan karunia-Mu, membuat kami semakin bersyukur kepada-Mu, dan semakin membutuhkan-Mu, dan semakin tidak membutuhkan orang lain selain Engkau ya Allah." [Doa Imam Muzanni, Kitab Al-Zuhd | Imam Ahmad bin Hanbal | No. 1.854]
Doa Bersyukur dan Bertaubat
رَبِّ اجْعَلْنِي لَكَ مَكَارًا لَكَ ذَكَارًا لَكَ رَهَابًا لَكَ مِطْوَاعًا لَكَ مُخَبِنَا إِلَيْكَ أَوَاهَا مُنيبًا.
Rabbij'alnii laka syakkaaran laka, dzakkaaran laka, rahhaaban laka, mithwaa'an laka, mukhbitan ilaika, awwaahan muniiban.
Artinya: "Wahai Tuhanku, jadikanlah aku orang yang senantiasa bersyukur kepada-Mu, senantiasa ingat kepada-Mu, senantiasa takut serta taat kepada-Mu, bertobat kepada-Mu, dan senantiasa kembali kepada-Mu." [HR. Tirmidzi no. 3.551]
Doa Mohon Pandai Bersyukur, Sabar, Rendah Hati dan Berwibawa
اللَّهُمَّ اجْعَلْنِي شَكُورًا وَاجْعَلْنِي صَبُوْرًا وَاجْعَلْنِي فِي عَيْنَيَّ صَغِيرًا وَفِي أَعْيُنِ النَّاسِ كَبِيرًا.
Allaahummaj-'alnii syakuuran waj-'alnii shabuuran waj-'alnii fii 'ainayya shaghiiran, wa fii a'yunin-naasi kabiiraa.
Artinya: "Ya Allah, jadikanlah aku orang yang pandai bersyukur kepada-Mu, sabar menerima cobaan-Mu. Ya Allah, jadikanlah aku kecil dalam pandanganku sendiri, tetapi besar dalam pandangan orang lain."
Advertisement
Pengertian Bersyukur dalam Islam
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3585755/original/069032500_1632814784-muslim-man-using-misbaha-keep-track-counting-tasbih_53876-15256__1_.jpg)
Bersyukur dalam Islam adalah pengakuan tulus dari hati, lisan, dan perbuatan atas segala nikmat dan karunia yang telah diberikan oleh Allah SWT. Ini bukan sekadar ucapan terima kasih, melainkan sebuah manifestasi kesadaran bahwa segala kebaikan berasal dari-Nya semata. Syukur mencerminkan kerendahan hati seorang hamba yang menyadari ketergantungannya kepada Sang Pencipta.
Konsep syukur ini mencakup berbagai dimensi, mulai dari pengakuan dalam hati bahwa semua nikmat adalah anugerah ilahi, hingga pengucapan lisan berupa pujian dan doa, serta perwujudan dalam tindakan nyata. Jurnal Mimbar Volume 5 Nomor 1, 2019 menjelaskan bahwa kata "syukur" disebutkan sebanyak 75 kali dalam 37 surah Al-Qur'an.
Meskipun ada ayat yang menggandengkan syukur dengan manusia, pada dasarnya nikmat tersebut tetap berasal dari Allah SWT. Oleh karena itu, selain bersyukur kepada Allah, umat Islam juga diperintahkan untuk berterima kasih kepada manusia yang menjadi perantara nikmat. Ini menunjukkan bahwa syukur memiliki dimensi vertikal (kepada Allah) dan horizontal (kepada sesama manusia).
Syukur juga berarti menggunakan nikmat yang diberikan sesuai dengan tujuan penciptanya. Ini melibatkan pemanfaatan segala karunia Allah, baik berupa kesehatan, harta, ilmu, maupun waktu, untuk hal-hal yang diridai-Nya. Dengan demikian, syukur adalah sebuah tindakan aktif yang melibatkan seluruh aspek kehidupan seorang Muslim, bukan hanya sekadar respons pasif terhadap kebaikan.
Pentingnya Bersyukur kepada Allah SWT
Bersyukur kepada Allah SWT adalah pilar penting dalam kehidupan seorang Muslim, bukan hanya sebagai bentuk ibadah, tetapi juga sebagai kunci kebahagiaan dan keberkahan. Allah SWT telah menjanjikan penambahan nikmat bagi hamba-Nya yang bersyukur, sebagaimana ditegaskan dalam QS. Ibrahim ayat 7.
Pentingnya syukur juga tercermin dari posisinya yang istimewa dalam Islam. Menurut Ibnu Mas’ud, salah seorang sahabat Rasulullah, syukur merupakan separuh dari iman, seperti disebutkan dalam buku Ramadhan - Rembulan yang Dirindu karya Muhammad Muhsin Muiz. Syukur adalah cerminan dari pengakuan seorang hamba atas keesaan dan kemurahan Allah SWT.
Selain itu, bersyukur juga membentuk mentalitas positif dan ketahanan diri dalam menghadapi cobaan. Ketika seseorang bersyukur, ia akan lebih mampu melihat hikmah di balik setiap peristiwa, baik suka maupun duka. Hal ini sejalan dengan pandangan seorang sufi yang disebutkan dalam buku Menyingkap Tabir Ilahi karya M. Quraish Shihab, bahwa bahkan dalam petaka pun, seorang hamba tetap dapat menemukan nikmat Allah.
Dengan bersyukur, seorang Muslim tidak hanya memenuhi perintah agama, tetapi juga membangun hubungan yang lebih erat dengan Allah SWT. Rasa syukur yang tulus akan mengantarkan pada ketenangan jiwa, kepuasan batin, dan keberkahan yang terus-menerus dalam hidup. Oleh karena itu, mengamalkan doa bersyukur kepada Allah dan mewujudkannya dalam tindakan adalah esensi dari kehidupan beragama yang sejati.
Advertisement
Cara Bersyukur kepada Allah: Syukur dengan Hati
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4344696/original/048405500_1677815277-hands-women-who-raise-their-hands.jpg)
Syukur dengan hati merupakan tingkatan pertama dan paling mendasar dalam mengungkapkan rasa terima kasih kepada Allah SWT. Tingkat ini melibatkan pengakuan dan kesadaran penuh bahwa setiap nikmat yang diterima, sekecil apa pun, adalah semata-mata anugerah dan kemurahan dari Allah SWT. Tanpa pengakuan hati ini, bentuk syukur lainnya tidak akan memiliki makna yang mendalam.
Ketika seseorang bersyukur dengan hati, ia akan merasa puas dengan apa yang dianugerahkan kepadanya, baik nikmat itu banyak atau sedikit. Ia tidak akan menggerutu atau mengeluh bilamana anugerah yang diperoleh tidak sesuai dengan harapannya. Kesadaran ini mengantarkan pada penerimaan yang lapang dada terhadap takdir Allah, karena meyakini bahwa tiada nikmat yang diperoleh kecuali dari Allah, dan hanya kepada-Nya pertolongan dimohon saat ditimpa malapetaka. [QS. An-Nahl/16: 53]
Sikap syukur dengan hati juga tercermin dari bagaimana seseorang menghadapi persoalan hidup tanpa terperangkap oleh keluh kesah. Bahkan dalam penderitaan, ia tetap teguh dan sadar bahwa semua datang dari Allah.
Cara Bersyukur kepada Allah: Syukur dengan Lisan
Syukur dengan lisan adalah bentuk pengungkapan rasa terima kasih kepada Allah SWT melalui ucapan dan pujian. Setelah mengakui dalam hati bahwa segala nikmat berasal dari Allah, langkah selanjutnya adalah menyatakan pengakuan tersebut melalui lisan. Bentuk syukur lisan yang paling umum dan utama adalah mengucapkan "al-hamd lillâh" (segala puji bagi Allah).
Al-Qur'an banyak memberikan petunjuk untuk mensyukuri nikmat, baik yang datang langsung dari Allah maupun melalui perantara manusia. Mengucapkan "al-hamd lillâh" merupakan perwujudan pengakuan melalui lidah bahwa sumber nikmat itu datangnya dari Allah SWT, seperti dijelaskan dalam Mimbar: Jurnal Penelitian Sosial dan Politik Volume 5 Nomor 1, 2019. Ini adalah cara sederhana namun powerful untuk senantiasa mengingat dan memuji kebesaran-Nya.
Selain ayat-ayat Al-Qur'an, hadis Nabi Muhammad SAW juga menekankan pentingnya syukur dengan lisan. Sebuah hadis yang diriwayatkan dari Aisyah RA menyebutkan bahwa siapa pun yang tidak mampu membalas kebaikan seseorang, hendaknya ia mendoakan kebaikan baginya, karena dengan mendoakan, ia telah bersyukur.
Advertisement
Cara Bersyukur kepada Allah: Syukur dengan Perbuatan
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4433582/original/003374600_1684488413-20230519135602__fpdl.in__high-angle-woman-holding-beads-meditating_23-2148847546_normal.jpg)
Syukur dengan perbuatan adalah tingkatan syukur yang paling tinggi, di mana seorang hamba menggunakan segala nikmat yang dianugerahkan Allah sesuai dengan tujuan penciptaannya. Ini berarti mengaktualisasikan rasa syukur dalam kehidupan sehari-hari melalui tindakan nyata yang diridai Allah SWT. Sebagaimana firman Allah dalam QS. Saba': 13, "Bekerjalah wahai keluarga Daud untuk bersyukur (kepada Allah)."
Menjadi hamba yang syakûr (sangat bersyukur) dalam arti mempergunakan anugerah Allah bukanlah hal yang mudah, melainkan memerlukan usaha terus-menerus untuk selalu mengingat Allah. Itulah sebabnya, dalam ayat Al-Qur'an seringkali ditutup dengan kalimat bahwa "hanya sedikit dari hamba-Ku yang bersyukur." [QS. Saba': 13].
Syukur dengan perbuatan juga mencakup penggunaan nikmat untuk mendekatkan diri kepada Allah, seperti menggunakan harta untuk bersedekah, kesehatan untuk beribadah, dan waktu untuk menuntut ilmu. Ini adalah manifestasi nyata dari pengakuan bahwa segala sesuatu adalah milik Allah dan harus digunakan untuk tujuan yang mulia. Dengan demikian, syukur perbuatan adalah bukti konkret dari keimanan dan ketaatan seorang hamba.
Daftar Sumber
- Hamedan, H. Hamdan, M.A. 2023. Doa dan Zikir Sepanjang Tahun. Jakarta: Elex Media Komputindo. ISBN 978-623-00-4536-3.
- Muiz, Muhammad Muhsin. 2015. Ramadhan - Rembulan yang Dirindu. Jakarta: Elex Media Komputindo. ISBN 978-602-02-6662-6.
- Shihab, M. Quraish. 1998. Menyingkap Tabir Ilahi: Al-Asma Al-Husna dalam Perspektif Al-Quran. Jakarta: Lentera Hati. eISBN 978-623-7713-82-1.
- Mimbar: Jurnal Penelitian Sosial dan Politik. Volume 5 Nomor 1. 2019. Bengkulu: FISIP Universitas Prof. Dr. Hazairin, S.H. ISSN 2620-6056 (Online).
- HR. Abu Dawud no. 5.073 & HR. Baihaqi no. 4.459
- HR. Nasa'i no. 1.304
- HR. Tirmidzi no. 3.551
- Doa Imam Muzanni, Kitab Al-Zuhd | Imam Ahmad bin Hanbal | No. 1.854
- Quran Online - QS. Ibrahim: 7
Advertisement
FAQ
1. Apa itu doa bersyukur kepada Allah? Doa bersyukur kepada Allah adalah ungkapan terima kasih dan pengakuan atas segala nikmat serta karunia yang telah diberikan oleh Allah SWT.
2. Mengapa penting bersyukur kepada Allah? Bersyukur penting karena Allah SWT telah berjanji akan menambah nikmat bagi hamba-Nya yang bersyukur, dan syukur juga merupakan separuh dari iman.
3. Bagaimana cara bersyukur kepada Allah? Cara bersyukur kepada Allah dapat dilakukan dengan hati (pengakuan), lisan (ucapan), dan perbuatan (pemanfaatan nikmat sesuai ridha-Nya).
4. Apakah ada doa khusus untuk bersyukur? Ya, terdapat beberapa doa bersyukur yang diajarkan dalam Al-Qur'an dan Hadis, seperti doa Nabi Sulaiman dan doa-doa lainnya.
5. Kapan waktu terbaik untuk memanjatkan doa bersyukur? Doa bersyukur dapat dipanjatkan kapan saja, terutama di pagi hari, setelah mendapatkan nikmat, atau setelah menyelesaikan ibadah.
6. Apakah bersyukur hanya dengan mengucapkan "Alhamdulillah"? Mengucapkan "Alhamdulillah" adalah bentuk syukur lisan, namun syukur juga mencakup pengakuan hati dan perbuatan nyata.
7. Apa manfaat bersyukur dalam kehidupan sehari-hari? Manfaat bersyukur adalah mendatangkan ketenangan jiwa, kepuasan batin, keberkahan, dan mendekatkan diri kepada Allah SWT.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8519902/original/067689300_1782446978-Tugas__41_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8520488/original/002175600_1782447973-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-06-26T112427.080.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8261577/original/041528400_1781746737-WhatsApp_Image_2026-06-18_at_07.45.19.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5164799/original/043621100_1742183216-dbe96acd3b3529457b7c0146890290a1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/3885024/original/ACg8ocLv0DeWDi_zcmWgoosg5RDoRFw9Nc-S86AyMIxpXrIAjQY-eA%3Ds200.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4262146/original/085381500_1671090332-pexels-alena-darmel-8164382.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/1812228/original/000972700_1538749244-foto_nanang_fahrudin.jpg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8530300/original/023508000_1782462492-AP26175847717345.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8528304/original/000911800_1782459714-AP26177049351866.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5448078/original/040755400_1765983961-Barcelona-Pau-Cubarsi.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8525155/original/017274300_1782455154-AP26176798846634.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8524757/original/078321100_1782454482-AP26176835585287.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8524143/original/085744300_1782453577-Yuto_Nagatomo.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8520782/original/001156700_1782448403-turki.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5378177/original/005816700_1760215354-Spain_s_Mikel_Oyarzabal.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8257100/original/080406300_1781208059-selebrasi_julian_quinones_meksiko_afrika_selatan_ap_eduardo_verdugo.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8520243/original/086003700_1782447581-063_2283364709.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8519978/original/083186800_1782447080-063_2283364620.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264064/original/002049400_1782077143-kevin.jpg)