Liputan6.com, Jakarta Memahami tata cara sholat tahajud 2 rakaatadalah langkah awal untuk meraih keberkahan dan kedekatan spiritual. Sholat tahajud merupakan ibadah sunnah yang sangat dianjurkan dalam Islam, memiliki keutamaan besar bagi umat Muslim. Pelaksanaannya di malam hari, setelah tidur sejenak, menjadikannya momen istimewa untuk bermunajat kepada Allah SWT.
Melansir dari Kementerian Agama RI, sholat tahajud adalah sholat sunnah muakkad yang sangat dianjurkan karena memiliki banyak keutamaan dan manfaat spiritual bagi pelaksananya. Sholat tahajud juga dikenal sebagai sholat malam atau qiyamul lail, yang menunjukkan bahwa ibadah ini dilakukan pada sepertiga malam terakhir.
Pelaksanaannya menunjukkan kesungguhan seorang hamba dalam mendekatkan diri kepada Tuhannya di waktu yang sunyi. Berikut Liputan6.com ulas lengkapnya melansir dari berbagai sumber, Selasa (5/8/2025).
Advertisement
Niat Sholat Tahajud
Niat merupakan rukun sholat yang harus diucapkan dalam hati sebelum memulai sholat. Kehadiran niat yang benar akan memastikan bahwa ibadah yang dilakukan sah dan diterima oleh Allah SWT. Niat sholat tahajud diucapkan dalam hati bersamaan dengan takbiratul ihram. Ini menunjukkan bahwa niat tidak perlu dilafalkan secara keras, cukup diresapi dalam hati.
Berikut adalah lafal niat sholat tahajud yang dapat diucapkan dalam hati:
Arab: اُصَلِّى سُنَّةَ التَّهَجُّدِ رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ لِلَّهِ تَعَالَى
Latin: "Ushallii sunnatat-tahajjudi rak'ataini mustaqbilal qiblati lillaahi ta'aalaa."
Terjemah:"Aku niat sholat sunnah tahajud dua rakaat menghadap kiblat karena Allah Ta'ala."
Advertisement
Tata Cara Sholat Tahajud 2 Rakaat
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5156168/original/093553200_1741427681-27937ed9a460ba252f86ffad909d8657.jpg)
tata cara sholat tahajud 2 rakaat pada dasarnya sama dengan sholat sunnah lainnya, namun dengan niat khusus sholat tahajud. Pelaksanaannya dilakukan secara mandiri (munfarid), memungkinkan kekhusyukan pribadi.
Sholat tahajud dua rakaat dimulai dengan niat, takbiratul ihram, membaca surat Al-Fatihah, surat pendek, ruku', i'tidal, sujud, duduk di antara dua sujud, sujud kedua, dan seterusnya hingga salam. Ini adalah urutan standar dalam sholat.
Berikut adalah tata cara sholat tahajud 2 rakaat secara rinci:
- Niat: Mengucapkan niat sholat tahajud di dalam hati saat takbiratul ihram.
- Takbiratul Ihram: Mengangkat kedua tangan sejajar telinga sambil mengucapkan "Allahu Akbar".
- Membaca Doa Iftitah: Setelah takbiratul ihram, membaca doa iftitah.
- Membaca Surat Al-Fatihah: Wajib membaca surat Al-Fatihah pada setiap rakaat.
- Membaca Surat Pendek: Setelah Al-Fatihah, disunnahkan membaca surat pendek dari Al-Qur'an. Pada rakaat pertama, disunnahkan membaca surat Al-Kafirun, dan pada rakaat kedua membaca surat Al-Ikhlas.
- Ruku': Membungkuk dengan punggung lurus dan tangan memegang lutut, sambil membaca tasbih ruku'.
- I'tidal: Bangun dari ruku' ke posisi berdiri tegak, sambil membaca doa i'tidal.
- Sujud: Menempelkan dahi, hidung, kedua telapak tangan, kedua lutut, dan kedua ujung kaki ke lantai, sambil membaca tasbih sujud.
- Duduk di Antara Dua Sujud: Bangun dari sujud pertama, duduk sebentar, sambil membaca doa duduk di antara dua sujud.
- Sujud Kedua: Melakukan sujud kembali seperti sujud pertama.
- Berdiri untuk Rakaat Kedua: Bangun dari sujud kedua untuk melanjutkan rakaat kedua.
- Ulangi Langkah 4-10: Pada rakaat kedua, ulangi membaca Al-Fatihah, surat pendek, ruku', i'tidal, sujud, duduk di antara dua sujud, dan sujud kedua.
- Tasyahud Akhir: Setelah sujud kedua pada rakaat terakhir, duduk tasyahud akhir sambil membaca bacaan tasyahud akhir.
- Salam: Mengakhiri sholat dengan mengucapkan salam ke kanan dan ke kiri.
Bacaan Doa Setelah Sholat Tahajud
Setelah selesai melaksanakan sholat tahajud, sangat dianjurkan untuk membaca doa khusus yang dikenal sebagai doa setelah sholat tahajud. Doa ini berisi permohonan ampunan, rahmat, dan keberkahan dari Allah SWT, menguatkan ikatan spiritual setelah ibadah. Berikut adalah bacaan doa setelah sholat tahajud:
Arab:
اَللّٰهُمَّ لَكَ الْحَمْدُ اَنْتَ قَيِّمُ السَّمَوَاتِ وَالْاَرْضِ وَمَنْ فِيْهِنَّ، وَلَكَ الْحَمْدُ لَكَ مُلْكُ السَّمَوَاتِ وَالْاَرْضِ وَمَنْ فِيْهِنَّ، وَلَكَ الْحَمْدُ نُوْرُ السَّمَوَاتِ وَالْاَرْضِ وَمَنْ فِيْهِنَّ، وَلَكَ الْحَمْدُ اَنْتَ الْحَقُّ وَوَعْدُكَ الْحَقُّ وَقَوْلُكَ الْحَقُّ وَلِقَاءُكَ الْحَقُّ وَالْجَنَّةُ حَقٌّ وَالنَّارُ حَقٌّ وَالنَّبِيُّوْنَ حَقٌّ وَمُحَمَّدٌ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ حَقٌّ وَالسَّاعَةُ حَقٌّ
اَللّٰهُمَّ لَكَ اَسْلَمْتُ وَبِكَ اٰمَنْتُ وَعَلَيْكَ تَوَكَّلْتُ وَاِلَيْكَ اَنَبْتُ وَبِكَ خَاصَمْتُ وَاِلَيْكَ حَاكَمْتُ فَاغْفِرْلِيْ مَا قَدَّمْتُ وَمَا اَخَّرْتُ وَمَا اَسْرَرْتُ وَمَا اَعْلَنْتُ وَمَا اَنْتَ اَعْلَمُ بِهِ مِنِّيْ اَنْتَ الْمُقَدِّمُ وَاَنْتَ الْمُؤَخِّرُ لَا اِلٰهَ اِلَّا اَنْتَ وَلَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ اِلَّا بِاللهِ
Latin:
"Allaahumma lakal hamdu anta qayyimus samaawaati wal ardhi wa man fiihinna. Wa lakal hamdu laka mulkus samaawaati wal ardhi wa man fiihinna. Wa lakal hamdu nuurus samaawaati wal ardhi wa man fiihinna. Wa lakal hamdu antal haqqu wa wa'dukal haqqu wa qaulukal haqqu wa liqaa'uka haqqun wal jannatu haqqun wan naaru haqqun wan nabiyyuuna haqqun wa Muhammadun shallallaahu 'alaihi wa sallama haqqun was saa'atu haqqun.
Allaahumma laka aslamtu wa bika aamantu wa 'alaika tawakkaltu wa ilaika anabtu wa bika khaashamtu wa ilaika haakamtu faghfirlii maa qaddamtu wa maa akhkhartu wa maa asrartu wa maa a'lantu wa maa anta a'lamu bihi minnii. Antal muqaddimu wa antal mu'akhkhiru laa ilaaha illaa anta wa laa haula wa laa quwwata illaa billaah."
Terjemah:
"Ya Allah, bagi-Mu segala puji, Engkau penegak langit dan bumi serta seisinya. Bagi-Mu segala puji, Engkau Raja langit dan bumi serta seisinya. Bagi-Mu segala puji, Engkau cahaya langit dan bumi serta seisinya. Bagi-Mu segala puji, Engkau Maha Benar, janji-Mu benar, firman-Mu benar, pertemuan dengan-Mu benar, surga itu benar, neraka itu benar, para nabi itu benar, Nabi Muhammad SAW itu benar, dan hari kiamat itu benar.
Ya Allah, kepada-Mu aku berserah diri, kepada-Mu aku beriman, kepada-Mu aku bertawakal, kepada-Mu aku kembali, dengan-Mu aku berdebat, dan kepada-Mu aku berhukum. Maka ampunilah dosaku yang telah lalu dan yang akan datang, yang aku sembunyikan dan yang aku tampakkan, dan dosa yang Engkau lebih mengetahuinya daripada aku. Engkau Yang Maha Mendahulukan dan Engkau Yang Maha Mengakhirkan, tiada Tuhan selain Engkau, dan tiada daya serta kekuatan kecuali dengan pertolongan Allah."
Advertisement
Keutamaan Sholat Tahajud
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5269165/original/097620100_1751340644-WhatsApp_Image_2025-07-01_at_10.27.48_AM.jpeg)
Sholat tahajud memiliki banyak keutamaan yang disebutkan dalam Al-Qur'an dan hadis Nabi Muhammad SAW. Keutamaan ini menjadi motivasi bagi umat Muslim untuk senantiasa melaksanakannya, mengingat besarnya pahala dan manfaat yang dapat diperoleh.
Salah satu keutamaan sholat tahajud adalah diangkatnya derajat seorang hamba di sisi Allah SWT. Hal ini juga ditegaskan dalam Al-Qur'an Surat Al-Isra ayat 79 yang menyatakan bahwa dengan tahajud, Allah akan mengangkat hamba-Nya ke tempat yang terpuji.
Selain itu, waktu tahajud adalah waktu yang mustajab untuk berdoa, di mana doa-doa lebih mudah dikabulkan. Hadis Riwayat Bukhari dan Muslim menyebutkan bahwa Allah turun ke langit dunia pada sepertiga malam terakhir untuk mengabulkan doa hamba-Nya.
Sholat tahajud juga dapat menjadi penghapus dosa-dosa kecil yang telah lalu, serta memberikan ketenangan dan kedamaian hati, bahkan bermanfaat untuk kesehatan mental. Berikut beberapa manfaat dari sholat tahajud rutin:
- Diangkat Derajatnya: Sholat tahajud dapat mengangkat derajat seorang Muslim di sisi Allah SWT, sebagaimana firman Allah dalam QS. Al-Isra: 79.
- Doa Dikabulkan: Waktu tahajud adalah waktu yang mustajab untuk berdoa, di mana doa-doa lebih mudah dikabulkan, sesuai Hadis Riwayat Bukhari dan Muslim.
- Penghapus Dosa: Sholat tahajud dapat menjadi penghapus dosa-dosa kecil yang telah lalu, seperti yang disebutkan dalam Hadis Riwayat Tirmidzi.
- Mendapatkan Ketenangan Hati: Melaksanakan sholat tahajud dapat memberikan ketenangan dan kedamaian hati, serta menjauhkan dari kegelisahan.
Waktu Pelaksanaan Sholat Tahajud
Waktu pelaksanaan sholat tahajud adalah setelah sholat Isya hingga menjelang waktu sholat Subuh, dengan syarat telah tidur terlebih dahulu. Fleksibilitas waktu ini memungkinkan umat Muslim untuk memilih waktu yang paling sesuai dengan kondisi mereka.
Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kemenag RI dalam artikel Sholat Tahajud: Pengertian, Waktu, dan Keutamaannya (2024) menjelaskan, bahwa waktu yang paling utama untuk melaksanakan sholat tahajud adalah pada sepertiga malam terakhir. Ini adalah periode di mana suasana lebih hening dan konsentrasi ibadah dapat lebih maksimal.
Pembagian waktu malam untuk sholat tahajud dapat dibagi menjadi tiga sepertiga. Sepertiga malam pertama dimulai setelah sholat Isya hingga sekitar pukul 22.00 WIB. Sepertiga malam kedua berlangsung dari pukul 22.00 WIB hingga pukul 01.00 WIB. Sementara itu, sepertiga malam terakhir yang paling dianjurkan dimulai pukul 01.00 WIB hingga menjelang waktu Subuh.
Advertisement
Adab dan Sunnah dalam Sholat Tahajud
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4990588/original/034585000_1730716400-cara-sholat-tahajud-yang-benar.jpg)
Selain tata cara sholat tahajud 2 rakaat yang benar, terdapat beberapa adab dan sunnah yang dianjurkan untuk dilakukan agar ibadah tahajud lebih sempurna dan mendapatkan pahala yang maksimal. Adab ini membantu meningkatkan kualitas ibadah dan kekhusyukan.
Melaksanakan sholat tahajud dengan adab dan sunnah yang dianjurkan dapat meningkatkan kualitas ibadah dan kekhusyukan. Ini mencakup persiapan fisik dan mental sebelum memulai sholat. Beberapa adab dan sunnah tersebut antara lain:
- Tidur Terlebih Dahulu: Syarat utama sholat tahajud adalah tidur terlebih dahulu, meskipun hanya sebentar.
- Bersiwak/Sikat Gigi: Disunnahkan bersiwak atau membersihkan mulut sebelum sholat untuk kesucian.
- Membaca Doa Bangun Tidur: Mengucapkan doa setelah bangun tidur sebagai bentuk syukur.
- Memulai dengan Dua Rakaat Ringan: Nabi SAW biasa memulai sholat malamnya dengan dua rakaat yang ringan, sebagaimana Hadis Riwayat Muslim.
- Memperpanjang Bacaan dan Sujud: Disunnahkan memperpanjang bacaan surat dan juga memperlama sujud untuk memperdalam kontemplasi.
- Khusyuk dan Tadabbur: Melaksanakan sholat dengan hati yang khusyuk, merenungi setiap bacaan dan gerakan sholat.
- Berdoa dengan Sungguh-sungguh: Memperbanyak doa setelah sholat, terutama pada waktu sepertiga malam terakhir yang mustajab.
- Mengakhiri dengan Sholat Witir: Setelah sholat tahajud, disunnahkan mengakhiri dengan sholat witir sebagai penutup sholat malam.
Sumber Informasi
- Al-Qur'an | QS. Al-Isra: 79
- Hadis Riwayat Bukhari dan Muslim
- Hadis Riwayat Tirmidzi
- kemenag.go.id | "Sholat Tahajud: Pengertian, Waktu, dan Keutamaannya" | Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kemenag RI | 2024 | https://bimasislam.kemenag.go.id/post/read/sholat-tahajud-pengertian-waktu-dan-keutamaannya
- Hadis Riwayat Muslim
Advertisement
FAQ
1. Kapan waktu terbaik untuk melaksanakan sholat tahajud?
Waktu terbaik sholat tahajud adalah sepertiga malam terakhir, antara pukul 01.00 hingga menjelang subuh.
2. Apakah sholat tahajud harus dilakukan setelah tidur?
Ya, sholat tahajud disunnahkan dilakukan setelah bangun dari tidur malam.
3. Berapa rakaat minimal sholat tahajud?
Minimal sholat tahajud dilakukan dua rakaat dan boleh ditambah sesuai kemampuan.
4. Apakah ada doa khusus setelah sholat tahajud?
Ada, biasanya dibaca doa memohon ampun, petunjuk, dan keberkahan dunia akhirat.
5. Apakah sholat tahajud bisa dilakukan meski hanya 2 rakaat?
Bisa, karena dua rakaat pun sudah cukup untuk mendapatkan keutamaannya.
6. Bagaimana niat sholat tahajud 2 rakaat?
Niatnya cukup dibaca dalam hati: “Saya niat sholat sunnah tahajud dua rakaat karena Allah Ta’ala.”
7. Apakah bacaan surat dalam tahajud harus panjang?
Tidak wajib panjang, namun dianjurkan membaca surat-surat yang lebih panjang dari biasanya.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8359730/original/054220900_1782235074-063_2282965616.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8336960/original/043977000_1782207955-cek_fakta_-_bibit_Ikan_lele.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8968722/original/090452400_1782980277-cek_fakta_-_tenaga_pendamping_masyarakat.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5562012/original/067915900_1776772441-Cek_fakta_Anies_baswedan.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4990655/original/018003600_1730716747-tata-cara-sholat-tahajud-agar-keinginan-terkabul.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9107326/original/029939500_1783043802-063_2284407272.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9110984/original/061131000_1783049682-lamine.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8262484/original/068324800_1781816932-AP26169744189345-Swiss.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8706226/original/084990600_1782782102-mahrez.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9108027/original/057222500_1783044209-063_2284404573.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5342603/original/068582000_1757396190-AP25248015186096.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9102315/original/016806000_1783041300-063_2284404120.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9102311/original/030973200_1783041297-063_2284405483.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8369442/original/037177900_1782246021-Portugal_s_Cristiano_Ronaldo.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8397156/original/089293200_1782278283-AP26174690236290.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8442423/original/051297200_1782335693-063_2283164257.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5533779/original/098475800_1773775028-unnamed__98_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4990587/original/078337000_1730716394-cara-sholat-tahajud.jpg)