Doa Menerima Lamaran dari Pihak Perempuan, Memohon Diberikan Keberkahan dan Kelancaran

Simak kumpulan doa menerima lamaran dari pihak perempuan untuk memohon keberkahan dan kelancaran hubungan.

Diterbitkan 29 Juli 2025, 13:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta Proses lamaran atau khitbah menandai langkah awal yang serius dalam perjalanan pernikahan, di mana pihak laki-laki menyampaikan niat baiknya untuk mempersunting seorang perempuan. Dalam momen penuh berkah ini, memanjatkan doa menerima lamaran dari pihak perempuan menjadi sangat relevan untuk memohon keberkahan dan kelancaran.

Melansir dari buku Fikih Munakahat karangan Dr. M. Dahlan R, MA., khitbah adalah proses permintaan persetujuan dari pihak laki-laki kepada pihak perempuan untuk dijadikan istri, yang dilakukan sesuai adat masyarakat dan tidak melanggar syariat agama.

Doa menerima lamaran dari pihak perempuan tidak hanya berfungsi sebagai bentuk syukur atas diterimanya pinangan, tetapi juga sebagai permohonan agar Allah SWT senantiasa membimbing dan melindungi hubungan yang akan dibangun.  Berikut Liputan6.com ulas lengkapnya melansir dari berbagai sumber, Selasa (29/7/2025).

Doa Menerima Lamaran dari Pihak Perempuan

Menurut Sayyid Sabiq dalam buku Fiqh Sunnah, khitbah atau lamaran adalah aktivitas pembuka untuk melangsungkan pernikahan, yang bertujuan agar calon pasangan saling mengenal dan mantap memulai hidup baru bersama. Proses ini menjadi kesempatan bagi kedua belah pihak untuk saling memahami dan mempersiapkan diri.

Hukum khitbah sendiri adalah mubah atau boleh, artinya tidak diwajibkan namun sangat dianjurkan sebagai langkah awal yang baik menuju pernikahan yang sah. Setelah lamaran diterima, ada beberapa doa yang dianjurkan untuk dipanjatkan sebagai bentuk permohonan keberkahan dan kelancaran bagi hubungan yang akan berlanjut ke jenjang pernikahan.

Doa-doa ini dapat diamalkan oleh calon mempelai perempuan atau keluarganya sebagai ungkapan syukur dan harapan baik.

Doa Memohon Kebaikan dan Berlindung dari Kejelekan Calon Pasangan

اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ خَيْرَهَا وَخَيْرَ مَا جَبَلْتَهَا عَلَيْهِ، وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ شَرِّهَا وَشَرِّ مَا جَبَلْتَهَا عَلَيْهِ

Allahumma inni as'aluka khoiroha wa khoiro ma jabaltaha 'alaihi, wa a'udzubika min syarriha wa syarri ma jabaltaha 'alaihi

Artinya: "Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kepada-Mu kebaikan dirinya dan kebaikan yang Engkau tetapkan atas dirinya. Dan aku berlindung kepada-Mu dari kejelekannya dan kejelekan yang Engkau tetapkan atas dirinya."

Doa Memohon Agar Lamaran Diberkahi

اللَّهُمَّ اجْعَلْ هَذِهِ الْخِطْبَةَ خِطْبَةً مُبَارَكَةً مُصْلِحَةً دَائِمَةً

Allahummaj'al hadzihil khitbata khitbatan mubarokatan mushlihatan daimatan

Artinya: "Ya Allah, jadikanlah khitbah ini (lamaran ini) sebagai khitbah yang diberkahi, mendatangkan kebaikan, dan langgeng."

 

Doa Memohon Kebaikan Dunia dan Akhirat

رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ

Rabbana atina fid dunya hasanah wa fil akhirati hasanah waqina 'adzaban naar

 Artinya: "Ya Tuhan kami, berikanlah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat, dan lindungilah kami dari siksa neraka."

Hal yang Harus Dilakukan Setelah Menerima Khitbah

Memanjatkan doa setelah menerima khitbah memiliki beberapa tujuan penting dalam Islam yang berkaitan dengan keberkahan dan kelancaran hubungan. Doa-doa ini menjadi bentuk komunikasi spiritual dengan Allah SWT, memohon bimbingan dan perlindungan-Nya. Berikut beberapa hal penting yang harus dilakukan perempuan setelah menerima khitbah:

  • Menyegerakan Pernikahan: Setelah khitbah, disunnahkan untuk segera melangsungkan akad nikah, karena khitbah hanyalah tahapan awal menuju pernikahan. Doa dapat memohon kemudahan dalam proses ini.
  • Memohon Keberkahan: Doa-doa yang dipanjatkan adalah bentuk permohonan kepada Allah SWT agar hubungan yang baru dimulai ini diberkahi dan dilindungi dari segala halangan. Ini adalah cara untuk memastikan fondasi yang kuat bagi rumah tangga.
  • Berdoa dengan Sungguh-sungguh: Memanjatkan doa dengan penuh keyakinan dan kesungguhan hati akan lebih mudah dikabulkan oleh Allah SWT. Keikhlasan dalam berdoa mencerminkan kepasrahan dan harapan kepada Sang Pencipta.

Doa Sebelum Khitbah (Doa Khitbah)

Selain doa setelah menerima lamaran, terdapat pula doa yang dianjurkan untuk dibaca sebelum melakukan khitbah. Doa ini bertujuan untuk memohon kepada Allah SWT agar diberikan pasangan yang baik dan proses khitbah berjalan lancar serta diberkahi. Membaca doa ini menunjukkan kepasrahan dan harapan kepada Allah dalam mencari jodoh.

Doa ini dikutip dari buku Tuntunan Doa & Zikir untuk Segala Situasi & Kebutuhan karangan Ali Akbar bin Aqil, sebagai panduan bagi mereka yang akan melangkah ke jenjang khitbah. Berikut doanya:

Allahummaj’al haadzihil khitbah khitbatan mubaarokatan mushlihatan daaimatan abadan zhoohiran wa baathinan awwalan wa aakhiron bi rohmatika yaa arhamar roohimiin. Robbanaa taqobbal minnaa innaka antas samii’ul ‘aliim wa tub ‘alainaa innaka antat tawwaabur rohiim. Da’waahum fiihaa subhaanakalloohumma wa tahiyyatuhum fiihaa salaam wa aakhiru da’waahum anil hamdu lillaahi robbil ‘aalamiin.

Artinya: "Ya Allah, jadikanlah peminangan ini sebagai peminangan yang bermanfaat, yang diberkahi, yang membawa kebaikan dan yang langgeng (berlangsung baik) selama-lamanya, secara lahir dan batin, di permulaan dan di akhir, dengan rahmat-Mu, wahai Tuhan paling penyayang di antara para penyayang. Wahai Allah, terimalah doa kami, sungguh Engkau Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui. Terimalah tobat kami, sungguh Engkau Maha Menerima tobat lagi Maha Penyayang. Doa mereka di surga adalah sub-haanakalloohumma (Mahasuci Engkau, wahai Tuhan kami), salam penghormatan mereka ialah salam (sejahtera dari segala bencana), dan penutup doa mereka adalah alhamdu lillaahi robbil ‘aalamiin (segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam)."

Adab Setelah Khitbah dalam Islam

Khitbah bukanlah ikatan pernikahan yang sah, sehingga pasangan yang telah dikhitbah belum resmi halal satu sama lain. Oleh karena itu, penting bagi keduanya untuk memperhatikan adab-adab setelah khitbah sesuai syariat Islam agar terhindar dari godaan setan dan menjaga kesucian hubungan. Adab-adab ini disadur dari buku SAH Sudahi atau Halalkan.

  • Tidak Berdua-duaan (Berkhalwat), Kecuali Ditemani Mahram: Hadis riwayat Bukhari dan Muslim menegaskan, “Tidak boleh berdua-duaan laki-laki dan perempuan kecuali perempuan itu disertai mahram. Seorang perempuan tidak boleh bepergian, kecuali disertai mahram.” Ini penting untuk mencegah fitnah dan hal yang tidak diinginkan.
  • Tidak Boleh Menyentuh Perempuan yang Sudah Dikhitbah, Walau Hanya Bersalaman: Aisyah berkata, “Demi Allah, tangan Rasulullah tidak pernah menyentuh tangan perempuan (asing), sama sekali.” Hadis ini menunjukkan bahwa sentuhan fisik, termasuk bersalaman, antara laki-laki dan perempuan yang bukan mahram, bahkan setelah khitbah, tidak diperbolehkan dalam Islam.
  • Menghindari Godaan Setan, Seperti Senda Gurau dan Komunikasi yang Terlalu Intens: Hadis riwayat Ahmad mengingatkan, “Tidaklah salah satu di antara kalian berduaan (khalwat) dengan perempuan, sesungguhnya setan ketiganya.” Oleh karena itu, komunikasi harus dijaga agar tidak menjurus pada hal-hal yang dilarang agama, menjaga batas-batas syariat.

Sumber:

  • Fikih Munakahat oleh Dr. M. Dahlan R, MA.
  • Tuntunan Doa & Zikir untuk Segala Situasi & Kebutuhan oleh Ali Akbar bin Aqil.
  • SAH Sudahi atau Halalkan.

FAQ Doa Menerima Lamaran dari Pihak Perempuan

  1. Apa itu khitbah dalam Islam? Khitbah adalah proses lamaran atau pinangan dari pihak laki-laki kepada pihak perempuan untuk dijadikan istri.
  2. Apakah khitbah sama dengan pernikahan? Tidak, khitbah hanyalah tahapan awal menuju pernikahan dan belum menghalalkan hubungan antara laki-laki dan perempuan.
  3. Mengapa penting membaca doa setelah menerima lamaran? Membaca doa setelah menerima lamaran adalah bentuk permohonan keberkahan dan kelancaran bagi hubungan yang akan dibangun.
  4. Siapa yang sebaiknya membaca doa menerima lamaran? Doa ini dapat dibaca oleh calon mempelai perempuan atau walinya.
  5. Apakah ada batasan interaksi setelah khitbah? Ya, pasangan yang sudah dikhitbah tetap tidak diperkenankan berdua-duaan (khalwat) atau bersentuhan fisik.
  6. Apakah khitbah bisa dibatalkan? Ya, khitbah bisa dibatalkan, namun tidak melalui sistem talak seperti pernikahan.
  7. Apa tujuan utama khitbah dalam Islam? Tujuan utama khitbah adalah untuk mengetahui kerelaan pihak perempuan dan sebagai janji keseriusan pihak laki-laki untuk menikah.