Bacaan Dzikir Sore Sesuai Sunnah, Jadi Amalan Sehari-hari

Dzikir sore adalah amalan penting bagi umat Muslim yang dianjurkan untuk diamalkan setiap hari.

Diterbitkan 09 Juli 2025, 10:50 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta Di tengah kesibukan hidup yang padat, umat Islam dianjurkan untuk menjaga rutinitas ibadah melalui dzikir sore sebagai bentuk kedekatan kepada Allah SWT. Dzikir ini menjadi pengingat atas nikmat yang telah diberikan sepanjang hari sekaligus benteng spiritual menghadapi malam. Rasulullah SAW mencontohkan amalan dzikir ini secara rutin, menjadikannya bagian penting dalam sunnah harian yang seyogianya diteladani setiap Muslim

Dzikir sore berisi bacaan-bacaan penuh makna seperti taawudz, Ayat Kursi, dzikir petang, dan penutup Surah Al-Baqarah. Dalam buku Dzikir Pagi Petang dan Sesudah Shalat Fardhu karya Yazid bin Abdul Qadir Jawas, disebutkan bahwa dzikir petang merupakan bagian dari perlindungan diri yang diajarkan oleh Nabi agar umatnya senantiasa berada dalam penjagaan Allah hingga malam. Hal ini menegaskan pentingnya dzikir sebagai pelindung hati dan pembuka ketenangan jiwa menjelang malam tiba. 

Sementara itu, dalam buku Hisnul Muslim: Panduan Doa dan Dzikir Sehari-hari Berdasarkan Al-Qur’an dan As-Sunnah karya Syaikh Sa’id bin Ali bin Wahf Al-Qahthani, disebutkan bahwa dzikir yang dilakukan pada sore hari tidak hanya menjadi amalan ibadah, tetapi juga menjadi sebab datangnya rahmat dan penjagaan malaikat sepanjang malam. Karena itu, menjadikan dzikir sore sebagai kebiasaan sehari-hari adalah bentuk kesadaran spiritual yang tidak hanya menenangkan, tetapi juga membawa keberkahan hidup. 

Berikut ini Liputan6.com ulas selengkapnya, Rabu (9/7/2025). 

Bacaan Dzikir Sore

Berikut ini bacaan dzikir sore yang dapat dibacakan. 

1. Taawudz 

أَعُوذُ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ 

Arab Latin: Audzubillahiminasyaitonirojim 

Artinya: "Aku berlindung kepada Allah dari godaan setan yang terkutuk." 

2. Ayat Kursi (1x) 

اَللّٰهُ لَآ اِلٰهَ اِلَّا هُوَۚ اَلْحَيُّ الْقَيُّوْمُ ەۚ لَا تَأْخُذُهٗ سِنَةٌ وَّلَا نَوْمٌۗ لَهٗ مَا فِى السَّمٰوٰتِ وَمَا فِى الْاَرْضِۗ مَنْ ذَا الَّذِيْ يَشْفَعُ عِنْدَهٗٓ اِلَّا بِاِذْنِهٖۗ يَعْلَمُ مَا بَيْنَ اَيْدِيْهِمْ وَمَا خَلْفَهُمْۚ وَلَا يُحِيْطُوْنَ بِشَيْءٍ مِّنْ عِلْمِهٖٓ اِلَّا بِمَا شَاۤءَۚ وَسِعَ كُرْسِيُّهُ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضَۚ وَلَا يَـُٔوْدُهٗ حِفْظُهُمَاۚ وَهُوَ الْعَلِيُّ الْعَظِيْمُ ٢٥٥ 

Arab Latin: Allahu laa ilaa haillaa huwa hayyul qoyyuum, laa ta'khudzu sinatuu wa laa naum, lahuu maa fissamaawaati wamaa fil ardhi, mandzalladzii yasyfa'u 'indahu illaa bi'idznihi ya'lamu maa baina aidiihim wa maa khalfahum, wa laa yukhiithuuna bi syai'im min 'ilmihi illa bi maa syaa', wa si'a kursiyyuhus samaawaati wal ardhi, wa laa yaudhuhu hifdzu humaa wa huwal aliyyul 'adhiim. 

Artinya: "Allah tidak ada Ilah (yang berhak diibadahi dengan benar) melainkan Dia Yang Hidup Kekal lagi terus menerus mengurus (makhluk-Nya); tidak mengantuk dan tidak tidur. Kepunyaan-Nya apa yang ada di langit dan di bumi. Tidak ada yang dapat memberi syafaat di sisi Allah tanpa izin-Nya. Allah mengetahui apa-apa yang (berada) di hadapan mereka, dan di belakang mereka dan mereka tidak mengetahui apa-apa dari ilmu Allah melainkan apa yang dikehendaki-Nya. Kursi Allah meliputi langit dan bumi. Dan Allah tidak merasa berat memelihara keduanya, Allah Mahatinggi lagi Mahabesar." (QS Surah Al Baqarah: 255) 

3. Surah Al Ikhlas (3x) 

قُلْ هُوَ اللّٰهُ اَحَدٌۚ ١ اَللّٰهُ الصَّمَدُۚ ٢ لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُوْلَدْۙ ٣ وَلَمْ يَكُنْ لَّهٗ كُفُوًا اَحَدٌ ࣖ ٤ 

Arab Latin: Qul huwa allahu ahad, allahus shamad, lam yalid wa lam yuulad, wa lam ya kullahu kufuwan ahad. 

Artinya: "Katakanlah, Dia-lah Allah Yang Maha Esa. Allah adalah (Rabb) yang segala sesuatu bergantung kepada-Nya. Dia tidak beranak dan tidak pula diperanakkan. Dan tidak ada seorang pun yang setara dengan-Nya." 

4. Surah Al Falaq (3x) 

قُلْ اَعُوْذُ بِرَبِّ الْفَلَقِۙ ١ مِنْ شَرِّ مَا خَلَقَۙ ٢ وَمِنْ شَرِّ غَاسِقٍ اِذَا وَقَبَۙ ٣ وَمِنْ شَرِّ النَّفّٰثٰتِ فِى الْعُقَدِۙ ٤ وَمِنْ شَرِّ حَاسِدٍ اِذَا حَسَدَ ࣖ ٥ 

Arab Latin: Qul a'uudzu birabbil falaq, min syarri maa khalaq, wa min syarri ghaasiqin idza waqab, wa min syarrin naffathaati fil 'uqad, wa min syarri haasidin idza hasad. 

Artinya: Katakanlah: "Aku berlindung kepada Rabb Yang menguasai (waktu) Subuh dari kejahatan makhluk Nya. Dan dari kejahatan malam apabila telah gelap gulita. Dan dari kejahatan wanita-wanita tukang sihir yang menghembus pada buhul-buhul. Serta dari kejahatan orang yang dengki apabila dia dengki." 

5. Surah An Nas (3x) 

قُلْ اَعُوْذُ بِرَبِّ النَّاسِۙ ١ مَلِكِ النَّاسِۙ ٢ اِلٰهِ النَّاسِۙ ٣ مِنْ شَرِّ الْوَسْوَاسِ ەۙ الْخَنَّاسِۖ ٤ الَّذِيْ يُوَسْوِسُ فِيْ صُدُوْرِ النَّاسِۙ ٥ مِنَ الْجِنَّةِ وَالنَّاسِ ࣖ ٦ 

Arab Latin: Qul a'uudzu bi rabbin naas, malikin naas, ilahinaas, min syarril waswaasil khannaas, alladzii yuwaswisu fii shuduurin naas, minal jinnati wannaas. 

Artinya: "Katakanlah, 'Aku berlindung kepada Rabb (yang memelihara dan menguasai) manusia. Raja manusia. Sembahan (Ilah) manusia. Dari kejahatan (bisikan) setan yang biasa bersembunyi. Yang membisikkan (kejahatan) ke dalam dada-dada manusia. Dari golongan jin dan manusia'." 

6. Dzikir petang ke-1 

أَمْسَيْنَا عَلَى فِطْرَةِ اْلإِسْلاَمِ وَعَلَى كَلِمَةِ اْلإِخْلاَصِ، وَعَلَى دِيْنِ نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، وَعَلَى مِلَّةِ أَبِيْنَا إِبْرَاهِيْمَ، حَنِيْفًا مُسْلِمًا وَمَا كَانَ مِنَ الْمُشْرِكِيْنَ 

Arab Latin: Amsaynaa 'ala fithrotil Islam, wa 'ala kalimatil ikhlash, wa 'ala diini nabiiyinaa muhammad shallallahu alaihi wa sallam, wa 'ala millati abaina ibrahim haniifan muslimaw wa maa kaana minal musyrikiin. 

Artinya: "Di waktu petang kami berada di atas fitrah agama Islam, kalimat ikhlas, agama Nabi kami Muhammad dan agama ayah kami, Ibrahim, yang berdiri di atas jalan yang lurus, muslim dan tidak tergolong orang-orang musyrik." 

7. Dzikir petang ke-2 

رَضِيْتُ بِاللهِ رَبًّا، وَبِالإِسْلَامِ دِيْنًا، وَبِمُحَمَّدٍ نَبِيًّا 

Arab Latin: Radhiitu billahi rabba, wa bil islaama diina, wa bimuhammadin nabiyya. 

Artinya: "Aku rela (rida) Allah sebagai Rabb-ku (untukku dan orang lain), Islam sebagai agamaku dan Muhammad sebagai Nabiku (yang diutus oleh Allah)." 

8. Dzikir petang ke-3 

اللَّهُمَّ بِكَ أَمْسَيْنَا وَبِكَ أَصْبَحْنَا ، وَبِكَ نَحْيَا وَبِكَ نَمُوتُ، وَإِلَيْكَ الْمَصِيْرُ 

Arab Latin: Allahumma bika amsaynaa wa bika ashbahnaa wa bika nahyaa, wa bika namuutu wa ilaikal mashir. 

Artinya: "Ya Allah, dengan rahmat dan pertolonganMu kami memasuki waktu petang, dan dengan rahmat dan pertolonganMu kami memasuki waktu pagi. Dengan rahmat dan kehendakMu kami hidup dan dengan rahmat dan kehendakMu kami mati. Dan kepadaMu tempat kembali (bagi semua makhluk)." 

9. Dzikir petang ke-4 

أَمْسَيْنَا وَأَمْسَى الْمُلْكُ لِلَّهِ، وَالْحَمْدُ لِلَّهِ، لاَ إِلَـهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرُ. رَبِّ أَسْأَلُكَ خَيْرَ مَا فِيْ هَذِهِ اللَّيْلَةِ وَخَيْرَ مَا بَعْدَهَا، وَأَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا فِي هَذِهِ اللَّيْلَةِ وَشَرِّ مَا بَعْدَهَا، رَبِّ أَعُوْذُ بِكَ مِنَ الْكَسَلِ وَسُوْءِ الْكِبَرِ، رَبِّ أَعُوْذُ بِكَ مِنْ عَذَابٍ فِي النَّارِ وَعَذَابٍ فِي الْقَبْرِ 

Arab Latin: Amsaynaa wa amsal mulku lillahi, walhamdulillah, laa ilahaillallah wahdahu laa syariikalahu, lahul mulku wa lahulhamdu, wa huwa 'ala kulli syai'in qadiir, rabbi as'aluka khaira maa fii hadzal yaumi wa khaira maa ba'dahu, wa a'uudzu bika min syarri maa fii hadzal yaumi wa syarrimaa ba'dahu, rabbi a'uudzubika minal kasali, wa suu'ul kibari, rabbi a'uudzu bika min 'adzaabin naari, wa 'adzaabilqabri. 

Artinya: "Kami telah memasuki waktu petang dan kerajaan hanya milik Allah, segala puji bagi Allah. Tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) kecuali Allah Yang Maha Esa, tiada sekutu bagi-Nya. Bagi-Nya kerajaan dan bagi-Nya pujian. Dia-lah Yang Mahakuasa atas segala sesuatu. Hai Tuhan, aku mohon kepadaMu kebaikan di hari ini dan kebaikan sesudahnya. Aku berlindung kepadaMu dari kejahatan hari ini dan kejahatan sesudahnya. Wahai Tuhan, aku berlindung kepadaMu dari kemalasan dan kejelekan di hari tua. Wahai Tuhan! Aku berlindung kepadaMu dari siksaan di Neraka dan kubur." 

10. Sayyidul istighfar 

اللَّهُمَّ أَنْتَ رَبِّي لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ خَلَقْتَنِي وَأَنَا عَبْدُكَ وَأَنَا عَلَى عَهْدِكَ وَوَعْدِكَ مَا اسْتَطَعْتُ أَعُوذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا صَنَعْتُ أَبُوءُ لَكَ بِنِعْمَتِكَ عَلَيَّ وَأَبُوءُ لَكَ بِذَنْبِي فَاغْفِرْ لِي فَإِنَّهُ لَا يَغْفِرُ الذُّنُوبَ إِلَّا أَنْتَ 

Arab Latin: Allahumma anta rabbi laa ilaa hailla anta, khalaqtanii wa ana 'abduka, wa ana 'ala 'ahdika wa wa'dika mas tatho'tu. 'a uudzu bika min syarrimaa shana'tu, abuu 'u laka bini'matika 'alayya wa abuu'u bidhanbii, faghfirlii, fainnahu laa yaghfiru dzunuuba illa anta. 

Artinya: "Ya Allah, Engkau lah Tuhanku. Tidak ada Tuhan selain Engkau. Engkau yang menciptakan aku dan aku adalah hambaMu. Aku berada di dalam hidayahMu, dan perjanjian denganMu. Sebisa yang aku mampu. Aku berlindung kepadaMu, dari segala kejelekan yang aku perbuat. Aku bersyukur atas nikmat yang Engkau limpahkan kepada kami, dan aku menyesal atas segala yang dosa yang aku perbuat. Maka ampunilah aku, sesungguhnya tidak ada yang dapat mengampuni dosa selain Engkau." 

11. Dzikir petang ke-6 

اللَّهُمَّ إنِّي أَسْأَلُكَ العَفْوَ وَالعَافِيَةَ فِي الدُّنْيَا وَالآخِرَةِ، اللَّهُمَّ إنِّي أَسْأَلُكَ العَفْوَ وَالعَافِيَةَ فِي دِينِي وَدُنْيَايَ وَأَهْلِي وَمَالِي، اللَّهُمَّ اسْتُرْ عَوْرَاتِي، وَآمِنْ رَوْعَاتِي، اللَّهُمَّ احْفَظْنِي مِنْ بَيْنَ يَدَيَّ، وَمِنْ خَلْفِي، وَعَنْ يَمِينِي، وَعَنْ شِمَالِي، وَمِنْ فَوْقِي، وَأَعُوذُ بِعَظَمَتِكَ أَنْ أُغْتَالَ مِنْ تَحْتِي 

Arab Latin: Allahumma inni as-alukal 'afwa wal 'afiyata fid dunya wal akhiroh. Allahumma inni as-alukal a'fwa wal 'afiyata fi dini wa dunyaya wa ahli wa mali. Allahummastur 'auroti wa amin row'ati. Allahummahfadzni min baini yadayya wa min kholfi wa 'an yamini wa 'an syimali wa min fauqi wa a'uzubika bi 'adzomatika an ughtala min tahti. 

Artinya: "Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kebajikan dan keselamatan di dunia dan akhirat. Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kebaikan dan keselamatan dalam agama, dunia, keluarga dan hartaku. Ya Allah, tutupilah auratku (aib dan sesuatu yang tidak layak dilihat orang) dan tentramkan-lah aku dari rasa takut. Ya Allah, peliharalah aku dari depan, belakang, kanan, kiri dan dari atasku. Aku berlindung dengan kebesaranMu, agar aku tidak disambar dari bawahku (aku berlindung dari dibenamkan ke dalam bumi)." 

12. Dzikir petang ke-7 (3x) 

اللَّهُمَّ عَافِنِي فِي بَدَنِي، اللَّهُمَّ عَافِنِي فِي سَمْعِي، اللَّهُمَّ عَافِنِي فِي بَصَرِي، لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ اَللّٰھُمَّ اِنِّیْ اَعُوْذُبِکَ مِنَ الْکُفْرِ وَالْفَقْرِ ، اَللّٰھُمَّ اِنِّی اَعُوْذُ بِکَ مِنَ عَذَابِ الْقَبْرِ، لَا اِلَہَ اِلَّا اَنْتَ 

Arab Latin: Allahumma 'aafinii fii badani, Allahumma 'aafini fii sam'ii, Allahumma 'aafini fii basharii, laa ilaa haillah anta, Allahumma inni 'auudzubika minal kufri walfaqri, Allahumma innii 'audzubika min'adzaabil qabri, laa ilahaillaa anta. 

Artinya: "Ya Allah, selamatkanlah tubuhku (dari penyakit dan dari apa yang tidak aku inginkan). Ya Allah, selamatkanlah pendengaranku. Ya Allah, selamatkanlah penglihatanku, tidak ada Ilah yang berhak diibadahi dengan benar kecuali Engkau. Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepadaMu dari kekufuran dan kefakiran. Aku berlindung kepadaMu dari siksa kubur, tidak ada Ilah yang berhak diibadahi dengan benar kecuali Engkau." 

13. Dzikir petang ke-8 

اَللَّهُمَّ عَالِمَ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ فَاطِرَ السَّمَاوَاتِ وَاْلأَرْضِ، رَبَّ كُلِّ شَيْءٍ وَمَلِيْكَهُ، أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَـهَ إِلاَّ أَنْتَ، أَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّ نَفْسِيْ، وَمِنْ شَرِّ الشَّيْطَانِ وَشِرْكِهِ، وَأَنْ أَقْتَرِفَ عَلَى نَفْسِيْ سُوْءًا أَوْ أَجُرَّهُ إِلَى مُسْلِمٍ 

Arab Latin: Allahumma 'aalimal ghaibi was syahaadah, faathiris samaawaati wal ardhi, rabbi kulli syain wa maliikahu, asyhadu allaa ilaa hailla anta, a'udzuu bika min syarri nafsii, wa syarri sysyaitahaai wa syirkihi, wa an aqtarifa 'alaa nafsi suu'aan au ajurrohu ila muslim. 

Artinya: "Ya Allah Yang Mahamengetahui yang ghaib dan yang nyata, wahai Rabb Pencipta langit dan bumi, Rabb atas segala sesuatu dan Yang Merajainya. Aku bersaksi bahwa tidak ada Ilah yang berhak diibadahi dengan benar kecuali Engkau. Aku berlindung kepadaMu dari kejahatan diriku, setan dan ajakannya menyekutukan Allah (aku berlindung kepadaMu) dari berbuat kejelekan atas diriku atau mendorong seorang muslim kepadanya. 

14. Dzikir petang ke-9(4x) 

بِسْمِ اللَّهِ الَّذِى لاَ يَضُرُّ مَعَ اسْمِهِ شَىْءٌ فِى الأَرْضِ وَلاَ فِى السَّمَاءِ وَهُوَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ 

Arab Latin: Bismillahi laa yadhurru ma'a smihi syai'un fil ardhi wa laa fis samaa'i wa huwa ssmii'ul aliim. 

Artinya: "Dengan Menyebut Nama Allah, yang dengan Nama-Nya tidak ada satupun yang membahayakan, baik di bumi maupun di langit. Dia-lah Yang Maha mendengar dan Maha mengetahui. 

15. Dzikir petang ke-10 

يَا حَيُّ يَا قَيُّوْمُ بِرَحْمَتِكَ أَسْتَغِيْثُ، وَأَصْلِحْ لِيْ شَأْنِيْ كُلَّهُ وَلاَ تَكِلْنِيْ إِلَى نَفْسِيْ طَرْفَةَ عَيْنٍ 

Arab Latin: Ya hayyun ya qayyum, birahmatika astaghiistu, ashlih lii sya'nii kullihi walaa takilnii ilaa nafsii tharfata 'ainin. 

Artinya: "Wahai Rabb Yang Maha Hidup, wahai Rabb Yang Berdiri Sendiri (tidak butuh segala sesuatu), dengan rahmatMu aku minta pertolongan, perbaikilah segala urusanku dan jangan diserahkan kepadaku sekalipun sekejap mata (tanpa mendapat pertolongan dariMu). 

16. Dzikir ke-11 (3x) 

أَعُوْذُ بِكَلِمَاتِ اللهِ التَّآمَّاتِ مِنْ شَرِّ مَا خَلَقَ 

Arab Latin: A'udzu bikalimaatil lahit tammaa ti mins syarri maa kholaq. 

Artinya: "Aku berlindung dengan kalimat-kalimat Allah yang sempurna, dari kejahatan sesuatu yang diciptakan-Nya." 

17. Dzikir petang ke-12 (100x) 

سُبْحَانَ اللهِ وَبِحَمْدِهِ 

Arab Latin: Subhanallahi wabihamdihi. 

Artinya: "Mahasuci Allah, aku memuji-Nya." 

18. Dzikir petang ke-13 (1x, 10x, atau 100x) 

لاَ إِلَـهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرُ 

Arab Latin: Laa ilaahaillallah wahdahu laa syariikalahu, lahul mulku walahul hamdu wa huwa alaa kulli syain qadiir. 

Artinya: "Tidak ada Tuhan selain Allah, Yang Mahaesa tidak ada sekutu bagi-Nya, milik-Nyalah segala kerajaan dan bagi-Nya pujian dan Dia Mahaberkuasa atas segala sesuatu." 

Waktu Terbaik Melaksanakan Dzikir Sore

Terdapat perbedaan pendapat mengenai waktu yang paling utama untuk melaksanakan bacaan dzikir sore. Berikut beberapa pendapat yang perlu diketahui:

  1. Setelah Ashar hingga matahari terbenam: Pendapat ini banyak dianut oleh para ulama, karena waktu setelah Ashar merupakan waktu yang penuh berkah.
  2. Setelah matahari terbenam hingga terbit fajar: Pendapat ini juga memiliki dasar yang kuat, karena waktu malam merupakan waktu yang mustajab untuk berdoa dan berdzikir.
  3. Hingga sepertiga malam terakhir, bahkan hingga tengah malam: Pendapat ini memberikan kelonggaran bagi mereka yang memiliki kesibukan di sore hari.

Namun, secara umum, waktu yang paling dianjurkan untuk melaksanakan bacaan dzikir sore adalah antara waktu Ashar hingga menjelang Maghrib. Pada waktu ini, suasana cenderung lebih tenang dan khusyuk, sehingga memungkinkan kita untuk lebih fokus dalam berdzikir.

Selain itu, sebagian ulama juga berpendapat bahwa waktu Maghrib hingga pertengahan malam (sekitar pukul 23.00 WIB) juga merupakan waktu yang baik untuk berdzikir. Perhitungan waktu ini bersifat estimasi dan dapat bervariasi tergantung pada lokasi masing-masing.

QnA Seputar Dzikir Sore

Q: Apa yang dimaksud dengan dzikir sore?

A: Dzikir sore adalah amalan mengingat Allah yang dilakukan menjelang malam, dimulai sejak waktu asar hingga menjelang maghrib. Dzikir ini meliputi bacaan tasbih, tahmid, takbir, istighfar, serta ayat-ayat tertentu dari Al-Qur’an yang dianjurkan dalam sunnah Nabi Muhammad SAW. Tujuannya adalah untuk mendapatkan perlindungan, ketenangan jiwa, dan keberkahan dari Allah.

Q: Kapan waktu terbaik membaca dzikir sore?

A: Waktu terbaik untuk membaca dzikir sore adalah setelah salat asar hingga sebelum matahari terbenam (waktu maghrib). Ini merupakan waktu petang yang secara khusus disebut dalam banyak hadits sebagai saat yang utama untuk berdzikir dan memohon perlindungan Allah.

Q: Apakah dzikir sore harus dibaca dalam bahasa Arab?

A: Idealnya, dzikir dibaca dalam bahasa Arab sesuai dengan lafaz yang diajarkan Nabi Muhammad SAW. Namun bagi yang belum hafal atau belum lancar, diperbolehkan membaca terjemahannya terlebih dahulu sambil terus berusaha mempelajari bacaan aslinya agar mendapatkan pahala yang sempurna.

Q: Apakah dzikir sore bisa dibaca sambil beraktivitas?

A: Ya, dzikir sore bisa dibaca sambil melakukan aktivitas ringan seperti duduk, berjalan, atau dalam perjalanan, selama tetap menjaga kekhusyukan dan adab kepada Allah. Namun, sebaiknya dilakukan dalam keadaan tenang agar lebih fokus dan penuh kesadaran.

Q: Apa bedanya dzikir pagi dan dzikir sore?

A: Perbedaannya terletak pada waktu dan sebagian lafaznya. Dzikir pagi dibaca setelah subuh hingga matahari terbit, sedangkan dzikir sore dibaca setelah asar hingga menjelang maghrib. Keduanya mengandung bacaan perlindungan, pujian kepada Allah, dan doa-doa harian, namun disesuaikan dengan kondisi waktu pagi dan petang.