Liputan6.com, Jakarta Belajar adalah proses penting dalam kehidupan setiap insan. Dalam Islam, kegiatan menuntut ilmu tidak hanya dipandang sebagai kewajiban, tetapi juga termasuk ibadah yang mendapatkan pahala besar. Sejak dini, umat Islam diajarkan untuk selalu menanamkan niat yang lurus dalam mencari ilmu, agar segala usaha yang dilakukan membawa keberkahan dunia dan akhirat.
Selain belajar dengan sungguh-sungguh, Islam juga mengajarkan pentingnya mengiringi usaha tersebut dengan doa. Salah satu doa yang sangat dianjurkan adalah doa setelah belajar. Doa ini menjadi bentuk penghambaan kepada Allah SWT, sekaligus sebagai permohonan agar ilmu yang diperoleh bermanfaat dan tidak hilang begitu saja dari ingatan.
Bahkan, dalam beberapa kitab zikir disebutkan bahwa membaca doa setelah belajar dapat membantu menguatkan hafalan, memberikan ketenangan hati, dan membuka jalan bagi ilmu yang berkah. Karenanya, tidak sedikit ulama dan guru yang mengajarkan murid-muridnya untuk senantiasa memanjatkan doa setelah proses menuntut ilmu selesai. Berikut ulasan Liputan6.com, Selasa (8/7/2025).
Advertisement
Bacaan Doa Setelah Belajar: Arab, Latin, dan Artinya
Mengutip buku Zikir Setelah Salat Fardu karya Mohamad Sihabudin & Ida Widaningsih (2022), berikut adalah beberapa bacaan doa setelah belajar yang dapat diamalkan oleh pelajar, santri, maupun siapa saja yang sedang menuntut ilmu.
1. Doa Setelah Hafalan
بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ، اَللّٰهُمَّ إِنِّي اسْتَوْدَعْتُكَ مَا قَرَأْتُهُ وَمَا حَفِظْتُهُ وَمَا فَهِمْتُهُ فَرُدَّهُ إِلَيَّ عِنْدَ حَاجَتِي إِلَيْهِ
Bismillaahir rohmaanir rohiim, allahumma innis tauda’tuka maa qoro’tuhu wa maa hafidzhtuhu wa maa fahimtuhu fardudhu ilayya ‘inda haajatii ilaih.
Artinya:
Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Ya Allah, sesungguhnya aku titipkan kepada-Mu apa yang aku telah baca, hafalkan, dan pahami. Maka kembalikanlah kepadaku bila sewaktu-waktu aku membutuhkannya.
2. Doa Memohon Ilmu yang Bermanfaat
اَللّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ عِلْمًا نَافِعًا وَرِزْقًا طَيِّبًا وَعَمَلاً مُتَقَبَّلاً
Allahumma inni as-aluka ‘ilman naafi’an wa rizqon thoyyiban wa ‘amalan mutaqobbalan.
Artinya:
Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kepada-Mu ilmu yang bermanfaat, rezeki yang baik, dan amal yang diterima.
3. Doa Tawakal Setelah Belajar
سُبْحَانَكَ اللّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ، أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ، أَسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوْبُ إِلَيْكَ
Subhaanaka allahumma wa bihamdika asyhadu allaa ilaaha illa anta astaghfiruka wa atuubu ilaika.
Artinya:
Maha Suci Engkau, Ya Allah. Aku bersaksi bahwa tidak ada Tuhan selain Engkau. Aku mohon ampun dan bertaubat kepada-Mu.
4. Doa Memohon Petunjuk Setelah Belajar
اَللّٰهُمَّ أَرِنَا الْحَقَّ حَقًّا وَارْزُقْنَا اتِّـبَاعَهُ، وَأَرِنَا الْبَاطِلَ بَاطِلاً وَارْزُقْنَا اجْتِنَابَهُ
Allahumma arinal haqqa haqqan warzuqnat tibaa’ahu. Wa arinal baathila baathilan warzuqnaj tina bahu.
Artinya:
Ya Allah, tunjukkanlah kepada kami kebenaran sebagai kebenaran agar kami bisa mengikutinya. Dan tunjukkanlah kepada kami kebatilan sebagai kebatilan agar kami dapat menjauhinya.
Advertisement
Anjuran Menuntut Ilmu dalam Islam
Islam menempatkan ilmu pada posisi yang sangat tinggi. Banyak dalil, baik dari Al-Qur’an maupun hadits, yang menganjurkan umat muslim untuk menuntut ilmu sepanjang hayat.
Nabi Muhammad SAW bersabda,
“Mencari ilmu adalah kewajiban bagi setiap muslim.” (HR Ibnu Majah)
Dalam Syarah Hadits Keutamaan Menuntut Ilmu oleh Prima Ibnu Firdaus al-Mirluny, Rasulullah SAW juga menjelaskan bahwa orang yang menuntut ilmu akan dimudahkan jalannya menuju surga,
“Siapa yang menempuh jalan untuk mencari ilmu, maka Allah akan mudahkan baginya jalan menuju surga.” (HR Muslim)
Bahkan menuntut ilmu disamakan dengan berjihad di jalan Allah,
“Barang siapa yang keluar untuk menuntut ilmu, maka ia berada di jalan Allah hingga ia pulang.” (HR Tirmidzi)
Lebih dari itu, ilmu juga termasuk amal jariyah yang terus mengalir pahalanya meski seseorang telah wafat,
“Jika seorang manusia mati, maka terputuslah darinya semua amalnya kecuali dari tiga hal: sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat, atau anak shalih yang mendoakannya.” (HR Muslim no. 1631)
Adab Belajar dalam Islam
Dalam Islam, ilmu dipandang sebagai cahaya dan kemuliaan. Namun, ilmu tidak hanya didapat melalui usaha intelektual semata, melainkan juga melalui proses spiritual yang dibarengi dengan adab atau etika. Para ulama klasik dan kontemporer senantiasa menekankan pentingnya adab sebelum ilmu. Bahkan Imam Malik pernah berkata, "Pelajarilah adab sebelum engkau mempelajari ilmu." Ini menunjukkan bahwa dalam Islam, cara seseorang menuntut ilmu, sikapnya terhadap guru, dan akhlaknya selama proses belajar, sama pentingnya dengan isi pelajaran itu sendiri.
1. Meluruskan Niat: Ilmu untuk Mencari Ridha Allah
Niat merupakan fondasi dari setiap amal perbuatan. Dalam konteks belajar, seorang muslim dituntut untuk meluruskan niatnya hanya untuk mencari rida Allah SWT, bukan untuk pamer, meraih ketenaran, atau keuntungan duniawi semata. Seperti yang dijelaskan dalam Buku Teks Pendidikan Agama Islam karya Furqon Syarief Hidayatulloh, niat yang benar menentukan kualitas dan keberkahan dari ilmu yang diperoleh.
Hal ini sesuai dengan hadits Rasulullah SAW, "Barangsiapa yang mempelajari ilmu yang dengannya dapat memperoleh keridhoan Allah SWT, (tetapi) ia tidak mempelajarinya kecuali untuk mendapatkan kesenangan duniawi, maka ia tidak akan mendapatkan harumnya surga di hari kiamat nanti." (HR Abu Daud)
Niat yang ikhlas tidak hanya membuka pintu pahala, tetapi juga membuat proses belajar terasa lebih ringan dan menyenangkan.
2. Ihsan: Belajar dengan Usaha Terbaik
Ihsan dalam menuntut ilmu berarti memberikan usaha maksimal, sungguh-sungguh, dan totalitas dalam belajar. Tidak cukup hanya duduk di kelas atau membaca buku, tapi juga mencurahkan perhatian, waktu, dan tenaga untuk benar-benar memahami dan mengamalkan ilmu.
Rasulullah SAW bersabda,"Sesungguhnya Allah SWT telah menetapkan ihsan dalam segala hal..." (HR Tirmidzi)
Artinya, belajar pun harus dilakukan dengan kesungguhan dan standar terbaik. Ini sejalan dengan pepatah Arab yang mengatakan, "Barangsiapa yang bersungguh-sungguh, maka ia akan berhasil (man jadda wajada)."
Seorang pelajar muslim harus menjadikan dirinya sebagai pribadi yang tidak mudah menyerah dan terus mengevaluasi usahanya agar kualitas ilmunya meningkat dari waktu ke waktu.
3. Tawakal: Menyerahkan Hasil kepada Allah SWT
Setelah bersungguh-sungguh dalam menuntut ilmu, seorang muslim dianjurkan untuk bertawakal, yaitu menyerahkan hasilnya kepada Allah SWT. Tawakal bukan berarti pasrah tanpa usaha, melainkan bentuk keimanan bahwa hasil akhir berada di tangan Allah, apa pun usaha yang telah dilakukan.
Syekh Shahhat bin Mahmud Ash Shawi menjelaskan bahwa tawakal artinya percaya sepenuhnya kepada Allah. Maka, jika seorang pelajar telah berusaha maksimal tapi belum mendapatkan hasil sesuai harapan, ia tidak boleh putus asa. Karena dalam Islam, setiap usaha akan tetap mendapat balasan, walau hasilnya tidak selalu seperti yang kita rencanakan.
Dengan tawakal, pelajar akan terhindar dari sikap sombong saat berhasil dan tidak berputus asa saat gagal.
4. Meninggalkan Dosa: Ilmu Tidak Akan Menyatu dengan Maksiat
Ilmu adalah cahaya Allah, dan cahaya ini tidak akan menyatu dengan hati yang kotor oleh dosa. Inilah sebabnya menjaga diri dari perbuatan maksiat menjadi syarat penting dalam proses belajar. Imam Syafi’i pernah berkata,
"Aku mengadukan kepada guruku, Waqi’, tentang buruknya hafalanku, lalu ia menasihatiku agar meninggalkan maksiat. Beliau berkata, 'Ilmu adalah cahaya, dan cahaya Allah tidak diberikan kepada pelaku maksiat.'”
Maka, pelajar muslim harus menjaga lisan, penglihatan, pendengaran, dan semua anggota tubuh dari hal-hal yang dilarang syariat. Ilmu yang berkah hanya bisa masuk ke dalam hati yang bersih.
5. Taat kepada Allah SWT dan Rasul-Nya
Seorang pelajar yang taat kepada Allah dan Rasul-Nya akan senantiasa berada dalam bimbingan dan perlindungan-Nya. Ketaatan itu mencakup menjalankan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya, termasuk selama proses menuntut ilmu. Pelajar yang taat tidak hanya rajin dalam belajar, tetapi juga menjaga ibadahnya, seperti salat tepat waktu, berzikir, dan membaca Al-Qur’an.
Dengan demikian, ilmu yang ia dapatkan tidak menjadi kebanggaan semu, tapi benar-benar membimbingnya menjadi manusia yang bermanfaat bagi sesama dan mendapat rida Allah SWT.
6. Menghormati Guru: Kunci Keberkahan Ilmu
Salah satu adab yang sangat ditekankan dalam Islam adalah menghormati guru. Guru adalah sosok yang menyampaikan ilmu dan berperan besar dalam membentuk karakter seseorang. Maka, menghormati guru termasuk bagian dari menghormati ilmu itu sendiri.
Rasulullah SAW bersabda, "Belajarlah kamu semua, dan mengajarlah kamu semua, dan hormatilah guru-gurumu serta berlaku baiklah terhadap orang yang mengajarkanmu." (HR Thabrani)
Menghormati guru tidak hanya dengan ucapan, tetapi juga dengan sikap sopan, tidak memotong pembicaraan, tidak mempermalukannya, serta selalu mendoakannya. Sikap ini akan membawa keberkahan dalam ilmu yang dipelajari.
7. Tawadhu (Rendah Hati)
Pelajar yang tawadhu adalah mereka yang tidak sombong atas ilmu yang dimiliki dan tetap menghormati orang lain, meskipun ilmunya lebih tinggi. Dalam hadits disebutkan, "Belajarlah kalian ilmu untuk ketentraman dan ketenangan serta rendah hatilah pada orang yang kamu belajar darinya." (HR Thabrani)
Tawadhu akan menjaga hati dari kesombongan, menjadikan ilmu sebagai sarana ibadah, bukan ajang pamer kehebatan. Bahkan, tawadhu akan membuat seseorang lebih mudah menerima ilmu dari siapa pun.
Advertisement
FAQ Seputar Belajar
1. Mengapa harus membaca doa setelah belajar?
Doa setelah belajar bertujuan agar ilmu yang telah dipelajari tidak mudah hilang dan mendapatkan keberkahan serta manfaat.
2. Apakah menuntut ilmu wajib dalam Islam?
Ya. Dalam hadits Nabi SAW disebutkan bahwa mencari ilmu adalah kewajiban bagi setiap muslim (HR Ibnu Majah).
3. Apakah semua jenis ilmu dianjurkan dalam Islam?
Islam menganjurkan ilmu yang bermanfaat, baik ilmu agama maupun ilmu duniawi yang mendatangkan kebaikan.
4. Apa yang harus dilakukan agar ilmu tidak mudah hilang?
Selain mengulang pelajaran, menjaga niat, menjauhi maksiat, dan membaca doa setelah belajar bisa membantu memperkuat hafalan.
5. Apakah menghormati guru termasuk bagian dari adab menuntut ilmu?
Ya. Menghormati guru sangat ditekankan dalam Islam karena guru adalah perantara penyampai ilmu.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5495483/original/029586100_1770372285-sherly_tjoanda_klaim_giveaway.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5567468/original/050020200_1777282004-cek_fakta_alsintan.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4536545/original/069114500_1691974925-cek_fakta_satir_ronaldo.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9299087/original/053914000_1784192454-cek_fakta_-_Sherly_Tjoanda.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3298749/original/033346800_1605608517-pexels-photo-4019758__1_.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5516473/original/017053500_1772306812-Untitled.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9297046/original/098584500_1784067058-Spain_s_Mikel_Oyarzabal__left__celebrates.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9298306/original/004606900_1784166640-tuchel.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9298637/original/010650700_1784178420-INGGRIS_2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5519344/original/095709500_1772548220-inggris.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9287272/original/017051900_1783206951-pra1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9299397/original/073517100_1784250863-000_B6Z433V.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9290280/original/032335300_1783446810-063_2285091355.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9299067/original/052484900_1784191879-lamine.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264053/original/051807800_1782069676-Spain_s_Lamine_Yamal.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9298224/original/042744300_1784155877-Argentina_s_Lionel_Messi.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4887995/original/062540200_1720596126-AP24190447290414.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5571224/original/046244000_1777611094-Bunga_Bekasi.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5108936/original/038146000_1737780538-Untitled.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5525602/original/003097400_1773046669-unnamed__54_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5533838/original/065283400_1773785899-unnamed__99_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5526361/original/041002800_1773118370-unnamed__33_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5532738/original/060749200_1773671102-Inara_Rusli_0.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5501801/original/034251400_1770956928-unnamed__13_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5527031/original/096301600_1773160324-IMG-20260310-WA0057.jpg)