Liputan6.com, Jakarta Dalam kehidupan seorang Muslim, doa adalah senjata utama untuk menghadapi berbagai ujian dan cobaan. Ia menjadi jembatan spiritual yang menghubungkan hamba dengan Rabb-nya, tempat curahan harapan dan kesedihan yang tak terucap. Salah satu doa yang menggambarkan kekuatan, perlindungan, dan keagungan Allah adalah Doa Al Jabbar atau surat Al Jabbar.
Nama “Al Jabbar” adalah salah satu dari Asmaul Husna, nama-nama indah Allah yang mengandung sifat-sifat agung dan tak tertandingi. Saat seorang Muslim mengamalkan doa yang mengandung nama ini, ia sejatinya sedang menyerahkan seluruh luka, amarah, dan ketidakberdayaannya kepada Yang Maha Kuasa.
Lalu, apa sebenarnya makna di balik surat Al Jabbar? Bagaimana bacaan dan keutamaannya menurut para ahli? Berikut ulasan Liputan6.com, Jumat (4/7/2025).
Advertisement
Apa Itu Surat Al Jabbar?
Al Jabbar adalah salah satu dari 99 Asmaul Husna yang berarti "Yang Maha Kuasa" atau "Yang Maha Memaksa". Menurut Ustaz Arifin Idham dalam bukunya Kumpulan Khotbah Jumat Terlengkap (2020), makna dari Al Jabbar menunjukkan bahwa segala sesuatu yang terjadi di alam semesta ini adalah karena kehendak dan izin Allah. Bahkan, seandainya Allah berkehendak menghancurkan bumi seketika, maka tidak ada yang mampu mencegah-Nya.
Nama ini mencerminkan sifat keagungan dan kekuasaan mutlak Allah. Dalam konteks doa, menyebut nama Al Jabbar berarti memohon perlindungan, kekuatan, dan keadilan dari Zat Yang Maha Perkasa. Sebagaimana dikutip dari buku Manfaat Dahsyat Dzikir Asmaul Husna oleh Syaifurrahman El Fati, menyebut "Ya Jabbar" dalam doa atau zikir mampu memberikan ketenangan batin dan meneguhkan hati yang gundah.
Advertisement
Urutan Doa Al Jabbar: Bacaan Arab, Latin, dan Terjemahannya
Doa Al Jabbar terbagi ke dalam tiga bentuk, yang masing-masing bersumber dari ayat Al-Qur’an, hadits, serta zikir Asmaul Husna.
1. Doa Al Jabbar dari Al-Qur’an (Surah Al-Hasyr Ayat 23)
هُوَ اللّٰهُ الَّذِيْ لَآ اِلٰهَ اِلَّا هُوَ ۚ اَلْمَلِكُ الْقُدُّوْسُ السَّلٰمُ الْمُؤْمِنُ الْمُهَيْمِنُ الْعَزِيْزُ الْجَبَّارُ الْمُتَكَبِّرُۗ سُبْحٰنَ اللّٰهِ عَمَّا يُشْرِكُوْنَ
Huwallāhul-lażī lā ilāha illā huw(a),
al-malikul-quddūsus-salāmul-mu'minul-muhaiminul-‘azīzul-jabbārul-mutakabbir(u),
subḥānallāhi ‘ammā yusyrikūn(a).
Artinya: “Dialah Allah yang tidak ada Tuhan selain Dia. Dia adalah Raja, Yang Maha Suci, Yang Maha Sejahtera, Yang Maha Memberi Keamanan, Yang Maha Memelihara, Yang Maha Perkasa, Yang Maha Kuasa (Al Jabbar), dan Yang Maha Megah. Maha Suci Allah dari apa yang mereka persekutukan.”
2. Zikir Al Jabbar dari Asmaul Husna
يَا جَبَّارُ مُتَكَبِّرُ
Ya Jabbar Mutakabbir
Artinya: "Wahai Yang Maha Perkasa serta memiliki segala kebesaran."
Zikir ini sangat baik diamalkan setiap hari, terutama saat hati sedang rapuh karena kesedihan atau kemarahan. Zikir ini mengingatkan bahwa hanya Allah yang memiliki kekuasaan mutlak dan bahwa tak ada masalah yang lebih besar dari kekuasaan-Nya.
3. Doa Al Jabbar dari Hadits (HR. Bukhari dari Sa’id Al-Khudriy)
تَكُونُ الأَرْضُ يَوْمَ القِيَامَةِ خُبْزَةً وَاحِدَةً يَتَكَفَّؤُهَا الجَبَّارُ بِيَدِهِ كَمَا يَكْفَأُ أَحَدُكُمْ خُبْزَتَهُ فِى السَّفَرِ نُزُلًا لِأَهْلِ الجَنَّةِ
Takūnu al-arḍu yawma al-qiyāmati khubzah wāḥidah yatakaffauhu al-jabbāru biyadihi kamā yakfa’u aḥadukum khubzatahu fī as-safari nuzulan li’ahli al-jannah.
Artinya: "Pada Hari Kiamat nanti, bumi ini bagaikan sepotong roti yang diperlakukan oleh Allah Al-Jabbar dengan tangan-Nya sebagaimana salah seorang di antara kalian memperlakukan rotinya ketika sedang dalam perjalanan, sebagai hidangan bagi para penghuni surga." (HR. Bukhari)
Keutamaan Mengamalkan Doa dan Zikir Al Jabbar
Mengamalkan doa Al Jabbar bukan hanya sebagai bentuk ibadah lisan, melainkan juga sebagai penyembuh hati yang sedang terluka. Menurut buku Melawan Stroke dan Penyakit Jantung: Keampuhan Dzikir Harian karya Rizem Aizid, menyebut "Ya Jabbar" secara rutin dipercaya mampu memberikan kekuatan spiritual dan menjaga ketenangan batin.
Beberapa keutamaan mengamalkan doa atau zikir Al Jabbar antara lain:
- Menenangkan hati yang sedang terluka atau marah. Cocok diamalkan ketika sedang mengalami sakit hati karena pengkhianatan, kehilangan, atau kekecewaan mendalam.
- Mendekatkan diri kepada Allah yang Maha Kuasa. Menyadari bahwa hanya kepada Allah tempat bersandar.
- Menumbuhkan rasa tawakal dan ikhlas. Dengan menyebut nama Al Jabbar, seorang Muslim belajar bahwa tidak semua hal bisa dikendalikan kecuali oleh-Nya.
- Menjadi pelindung dari niat buruk dan musuh. Nama Al Jabbar mengandung kekuatan perlindungan ilahi yang tidak dapat ditandingi oleh apapun.
- Memberi kekuatan spiritual untuk bangkit dari kesedihan. Terutama jika diamalkan setiap pagi dan sore hari sebanyak 237 kali, sebagaimana disebutkan dalam berbagai literatur zikir.
Advertisement
FAQ Seputar Doa Al Jabbar
1. Apakah Doa Al Jabbar hanya dibaca saat sakit hati?
Tidak. Meskipun dikenal sebagai penyejuk hati yang sedang terluka, doa ini bisa diamalkan dalam kondisi apapun sebagai bentuk dzikir dan penguatan iman.
2. Bolehkah doa ini dibaca oleh siapa saja, termasuk anak-anak?
Boleh. Asal dibimbing dan dipahami maknanya, doa ini baik diamalkan oleh siapa pun, termasuk anak-anak.
3. Kapan waktu terbaik membaca doa Al Jabbar?
Waktu terbaik adalah pagi dan sore hari, namun bisa juga dibaca kapan pun saat hati merasa gelisah.
4. Apakah cukup membaca "Ya Jabbar" saja untuk mendapatkan keutamaannya?
Ya. Berdasarkan buku Keutamaan Dzikir dan Doa Asmaul Husna, dzikir ini bisa berdampak besar jika dibaca dengan penuh keyakinan dan penghayatan.
5. Apakah membaca doa ini harus disertai ritual khusus?
Tidak perlu. Cukup dengan hati yang khusyuk, niat yang ikhlas, dan tempat yang bersih, doa ini dapat dibaca kapan saja dan di mana saja.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264387/original/067811000_1782109347-PLN_-_cek_fakta_lip6.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264115/original/018567300_1782092996-Tugas__39_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8258254/original/075445200_1781330306-Tugas__34_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8263843/original/065734300_1782021578-Tugas__38_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/3235896/original/046311000_1777366243-pp.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/913300/original/010019800_1435571614-zikir-tesbih.jpg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/1812256/original/019737900_1776314232-pexels-beyzaa-yurtkuran-279977530-17071110.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264381/original/045958100_1782109190-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3985606/original/007135300_1649144512-000_9YF9E8.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264311/original/009112200_1782106678-AP26173041080733.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264299/original/095323600_1782105973-AP26172695358194.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8257116/original/079220400_1781213800-000_B6TP7D2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264149/original/054877000_1782096496-063_2282689905-Timnas_Mesir.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264181/original/054321300_1782097612-063_2282690679.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8260382/original/054470700_1781590662-063_2281748273.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264068/original/012778200_1782078495-000_B7TT4GU.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264053/original/051807800_1782069676-Spain_s_Lamine_Yamal.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264045/original/061909400_1782061462-063_2282633998.jpg)