Liputan6.com, Jakarta Hujan merupakan salah satu bentuk rahmat dari Allah SWT yang sangat dinantikan kehadirannya. Air hujan menyuburkan tanaman, mengisi persediaan air tanah, dan menjadi tanda turunnya berkah dari langit. Namun, dalam kondisi tertentu seperti banjir, longsor, atau aktivitas yang terganggu karena hujan terus-menerus, umat Islam dianjurkan untuk memanjatkan doa kepada Allah agar hujan dihentikan sementara.
Menghadapi hujan deras, umat Islam tidak dilarang untuk meminta cuaca cerah selama tujuannya baik dan diniatkan karena ingin kembali menjalankan aktivitas tanpa hambatan. Doa berhenti hujan bukan berarti menolak nikmat Allah, tetapi memohon agar nikmat tersebut tidak berubah menjadi mudarat. Rasulullah SAW pun memberikan tuntunan kepada umatnya mengenai hal ini.
Dalam Islam, segala bentuk permohonan sebaiknya dipanjatkan kepada Allah SWT, termasuk ketika hujan lebat turun. Ada waktu-waktu tertentu yang disebut mustajab, atau dikabulkannya doa, salah satunya adalah saat hujan turun. Maka momen ini seharusnya tidak dilewatkan begitu saja oleh umat Muslim. Berikut ulasan Liputan6.com tentang doa berhenti hujan, Jumat (4/7/2025).
Advertisement
Hujan sebagai Waktu Mustajab untuk Berdoa
Hujan adalah simbol turunnya rahmat dan rezeki dari Allah SWT. Dalam buku Sukses Dunia Akhirat dengan Doa-Doa Harian karya Mahmud Asy-Syafrowi, disebutkan bahwa Imam Syafi'i dalam Al-Umm menyatakan bahwa seseorang yang mengatakan, “Hujan turun karena karunia Allah dan rahmat-Nya,” berarti ia telah mengakui kekuasaan Allah.
Rasulullah SAW menyebut hujan sebagai waktu terbaik untuk berdoa. Hadis riwayat Al-Hakim menyatakan:
ثنتان ما تردان : الدعاء عند النداء ، و تحت المطر
“Doa tidak tertolak pada dua waktu, yaitu ketika adzan berkumandang dan ketika hujan turun.” (HR Al-Hakim)
Dalam hadis lain disebutkan:
“Berdoalah pada waktu doa-doa diperkenankan Tuhan, yakni pada saat berjumpa dengan pasukan musuh, ketika akan melaksanakan salat, dan ketika turun hujan.” (HR Syafi’i)
Turunnya hujan adalah saat Allah membuka pintu langit bagi hamba-Nya yang ingin memohon. Maka dari itu, momen ini ideal digunakan untuk meminta ampun, rezeki, perlindungan, bahkan memohon agar hujan berhenti.
Advertisement
Doa Agar Hujan Berhenti: Bacaan Arab, Latin, dan Terjemahannya
Meskipun hujan adalah rahmat dari Allah SWT, terkadang turunnya hujan dengan intensitas tinggi secara terus-menerus dapat menyebabkan kerugian seperti banjir, longsor, bahkan bencana alam. Dalam kondisi seperti ini, umat Islam tidak dilarang untuk memanjatkan doa agar hujan berhenti, asalkan tetap memandang hujan sebagai nikmat yang tidak boleh dicela.
Dalam sejarah Islam, Rasulullah SAW sendiri pernah mengajarkan doa agar hujan dipindahkan ke tempat lain yang lebih bermanfaat. Hal ini terjadi ketika di masa beliau turun hujan sangat deras hingga menyebabkan akses jalan tertutup dan bahan makanan menjadi busuk. Dalam keadaan seperti ini, Nabi SAW memohon kepada Allah agar hujan tersebut tidak menyebabkan kerusakan, tetapi tetap membawa berkah.
Berikut ini adalah beberapa doa agar hujan berhenti yang diajarkan Rasulullah SAW,
1. Doa Agar Hujan Tidak Turun di Tempat yang Membahayakan (HR. Bukhari-Muslim)
Hadis ini berasal dari Anas bin Malik RA, yang menyaksikan langsung Rasulullah SAW berdoa ketika hujan turun terlalu deras. Disebutkan dalam Fikih Sunnah karya Sayyid Sabiq dan juga dalam Shahih Bukhari dan Shahih Muslim.
اللَّهُمّ حَوَالَيْنَا وَلَا عَلَيْنَا، اللَّهُمَّ عَلَى الْآكَامِ وَالْجِبَالِ وَالظِّرَابِ وَبُطُونِ الْأَوْدِيَةِ وَمَنَابِتِ الشَّجَرِ
Allahumma haawalaina wa laa ‘alaina. Allahumma ‘alal aakami wal jibaali, wazh zhiroobi, wa buthunil awdiyati, wa manaabitisy syajar.
Artinya: "Ya Allah, turunkanlah hujan di sekitar kami, bukan yang untuk merusak kami. Ya Allah, turunkanlah hujan ke dataran tinggi, bukit-bukit kecil, lembah-lembah, dan tempat tumbuhnya pepohonan."
2. Doa Memohon Hujan yang Bermanfaat (HR Bukhari)
Doa ini dibaca ketika hujan baru mulai turun sebagai permohonan agar hujan tersebut membawa kebaikan, bukan mudarat.
اللَّهُمَّ صَيِّبًا نَافِعًا
Allahumma shoyyiban nafi’an.
Artinya: "Ya Allah, turunkanlah kepada kami hujan yang membawa manfaat."
3. Doa Setelah Hujan Reda (HR Bukhari, dari Zaid bin Khalid)
Dalam buku Doa dan Dzikir Sepanjang Tahun oleh Hamdan Hamedan, dijelaksan bahwa doa ini dibaca setelah hujan selesai sebagai bentuk syukur atas karunia hujan yang telah turun.
مُطِرْنَا بِفَضْلِ اللَّهِ وَرَحْمَتِهِ
Muthirna bi fadhlillahi wa rahmatih.
Artinya: "Kami diberi hujan karena karunia dan rahmat Allah."
4. Doa Perlindungan dari Bahaya Hujan (HR Abu Daud)
Dalam buku Berdoa oleh Agus Mustofa, diriwayatkan oleh Utsman bin Affan RA, Rasulullah mengajarkan doa untuk meminta perlindungan dari segala bentuk bahaya saat hujan.
بِسْمِ اللَّهِ الَّذِى لاَ يَضُرُّ مَعَ اسْمِهِ شَىْءٌ فِى الأَرْضِ وَلاَ فِى السَّمَاءِ وَهُوَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ
Bismillahilladzi la yadhurru ma’asmihi syai’un fil-ardi wala fis-sama’i wahuwas-sami’ul ‘alim.
Artinya: "Dengan menyebut nama Allah, yang dengan nama-Nya tidak ada sesuatu pun di bumi maupun di langit yang dapat membahayakan, dan Dia Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui."
5. Doa dari Al-Qur’an (Surah Hud: 44) - Kisah Nabi Nuh AS
Ketika Allah SWT menghentikan banjir besar pada masa Nabi Nuh AS, firman-Nya menjadi doa yang bisa diamalkan:
وَقِيلَ يَا أَرْضُ ابْلَعِي مَاءَكِ وَيَا سَمَاءُ أَقْلِعِي...
Waqila yaa ardhu ibla’i maaa’aki, wa yaa samaaa’u aqli’i...
Artinya: "Dan difirmankan: 'Hai bumi, telanlah airmu, dan hai langit, berhentilah (hujan)...'" (QS. Hud: 44)
6. Doa Ketika Angin dan Hujan Kencang (HR Muslim)
اَللّهُمَّ إِنِّيْ أَسْأَلُكَ خَيْرَهَا، وَخَيْرَ مَا فِيْهَا، وَخَيْرَ مَا أُرْسِلَتْ بِهِ، وَأَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّهَا، وَشَرِّ مَا فِيْهَا، وَشَرِّ مَا أُرْسِلَتْ بِهِ
Allahumma inni as’aluka khoirohaa, wa khoiro maa fiihaa, wa khoiro maa ursilat bih. Wa a’uudzubika min syarrihaa, wa syarri maa fiihaa, wa syarri maa ursilat bih.
Artinya: "Ya Allah, aku memohon kepada-Mu kebaikan angin ini, dan kebaikan yang ada di dalamnya, serta kebaikan yang dikirim bersamanya. Aku berlindung kepada-Mu dari keburukan angin ini, keburukan yang ada di dalamnya, dan keburukan yang dikirim bersamanya."
7. Doa Menghindari Murka Allah Saat Petir (HR At-Tirmidzi)
اللَّهُمَّ لاَ تَقْتُلْنَا بِغَضَبِكَ، وَلاَ تُهْلِكْنَا بِعَذَابِكَ، وَعَافِنَا قَبْلَ ذَلِكَ
Allahumma la taqtulna bi-ghadabika, wa la tuhlikna bi-‘adzabika, wa ‘afina qabla dzalik.
Artinya: "Ya Allah, jangan bunuh kami dengan murka-Mu, dan jangan binasakan kami dengan azab-Mu, dan selamatkan kami sebelum itu."
FAQ Seputar Hujan dalam Islam
1. Apakah hujan selalu membawa berkah menurut Islam?
Ya, secara umum hujan adalah rahmat dari Allah SWT. Namun, ketika berlebihan hingga menyebabkan bencana, umat Islam diperbolehkan untuk berdoa agar hujan dihentikan sementara.
2. Apakah boleh mengeluh saat turun hujan?
Tidak dianjurkan. Sebaliknya, ketika tidak nyaman dengan hujan, sebaiknya membaca istighfar dan memohon kepada Allah. Mengeluh bisa menjadi bentuk kurang bersyukur.
3. Bagaimana hukum menyewa pawang hujan dalam Islam?
Islam melarang meyakini pawang hujan sebagai pengendali cuaca. Namun, jika pawang hujan adalah seorang yang mendoakan kepada Allah agar hujan tidak turun, maka hal ini diperbolehkan.
4. Mengapa hujan disebut waktu mustajab berdoa?
Karena hujan merupakan tanda turunnya rahmat Allah, dan dalam banyak hadis disebutkan bahwa doa saat hujan termasuk waktu yang tidak tertolak.
5. Apa yang sebaiknya dilakukan saat hujan deras turun terus-menerus?
Berdoa kepada Allah agar hujan berhenti, menjaga keselamatan diri, serta membantu orang lain yang terdampak hujan atau bencana. Hal ini merupakan bentuk kepedulian sosial yang juga sangat dianjurkan dalam Islam.
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5226996/original/003118400_1747799527-Putin.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8528276/original/060137100_1782459682-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-06-26T143742.924.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8259258/original/056986600_1781493541-3549582318816429688.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/3235896/original/046311000_1777366243-pp.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4636080/original/091633200_1699156253-Ilustrasi_hujan.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3422244/original/091053300_1617783755-079120000_1577866352-20200101-Ciliwung-Meluap_-Banjir-Rendam-Kawasan-Rawajati-6.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/1812277/original/052062800_1684314288-Beach_life.jpg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8389795/original/062452300_1782269925-inggris.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5476731/original/083749300_1768796381-000_936R8YN.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8309678/original/024525200_1782176074-AP26174009363435-Prancis.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8263769/original/046217200_1782009540-Jeremy_Doku.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8258188/original/054428500_1781325475-AP26164102653511.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264097/original/098152700_1782090739-AP26172582885325.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4891677/original/000043600_1721008752-10_AP24196756280349.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8504143/original/019730100_1782424741-jerman.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8260740/original/033303400_1781654609-063_2281951293.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8380798/original/058541300_1782259430-Didier_Deschamps.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/934935/original/034536700_1437647124-AP_173328494831.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264147/original/086220300_1782096373-063_2282523599.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5429927/original/018407700_1764648000-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2025-12-02T105923.268.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8262299/original/014349800_1781777647-Tugas__37_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1999224/original/001682600_1521122778-Tanggul-3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4936759/original/084695800_1725472469-IMG_20240905_005417.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3011480/original/007074200_1578019581-pesingg.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8257697/original/005824500_1781252126-Untitled.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3259821/original/094514600_1602033684-felix-mittermeier-L4-16dmZ-1c-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7438136/original/047766900_1780214462-Ombak_Bali.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7112187/original/094210600_1779896040-Banjir_Pesisir.jpeg)