Urutan Doa Ziarah Kubur, Panduan Lengkap Berdasarkan Fikih dan Adab dalam Islam

Ziarah kubur adalah salah satu tradisi dalam Islam. Berikut panduan lengkap doa ziarah kubur, termasuk bacaan Arab, Latin, arti, dan tata cara yang dianjurkan.

Diterbitkan 01 Juli 2025, 04:10 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta Kematian adalah kepastian yang tak dapat dielakkan. Setiap manusia, cepat atau lambat, akan menuju akhir kehidupan di dunia ini. Allah Ta'ala berfirman dalam Al-Qur'an: "Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati..." (QS. Ali 'Imran: 185). Mengingat kematian adalah salah satu cara untuk memperbaiki kualitas hidup dan memperbanyak amal saleh. Salah satu ibadah yang dianjurkan untuk mengingat kematian adalah ziarah kubur.

Buku Fikih Madrasah Tsanawiyah Kelas IX karya H. Ahmad Ahyar dan Ahmad Najibullah, menjelaskan kata ziarah berasal dari bahasa Arab yang berarti mendatangi atau mengunjungi. Ziarah menjadi salah satu amalan sunnah yang dicontohkan oleh Nabi SAW.

Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam pernah bersabda: "Dahulu aku melarang kalian untuk berziarah kubur, sekarang berziarahlah karena ziarah dapat melembutkan hati, membuat air mata menetes, dan mengingatkan akhirat..." (HR. Hakim). Namun, agar amalan ini bernilai ibadah, ia harus dilakukan sesuai dengan tuntunan syari'at.

Liputan6.com akan membahas doa ziarah kubur serta menjelaskan adab-adab ziarah kubur menurut pandangan para ulama. Senin (30/6/2025).

Urutan Doa Ziarah Kubur

1. Mengucapkan salam kepada ahli kubur

السَّلامُ على أهْلِ الدّيارِ مِنَ المُؤْمنينَ وَالمُسْلمينَ وَيَرْحَمُ اللَّهُ المُسْتَقْدِمِينَ مِنْكُمْ وَمِنَّا وَالمُسْتأخِرِين وَإنَّا إنْ شاءَ اللَّه بِكُمْ لاحِقُونَ

Assalâmu 'alâ ahlid diyâr minal mu'minîna wal muslimîn wa yarhamullâhul-mustaqdimîn minkum wa minnâ wal musta'khirîn, wa innâ insyâ-Allâhu bikum lâhiqûn

Artinya: Assalamu'alaikum, hai para mukmin dan muslim yang bersemayam dalam kubur. Semoga Allah melimpahkan rahmat kepada mereka yang telah mendahului dan yang akan menyusul kalian dan (yang telah mendahului dan akan menyusul) kami. Sesungguhnya kami insya allah akan menyusul kalian.

Ada juga bacaan versi panjang dari buku Doa dan Zikir Sepanjang Tahun karya H. Hamdan Hamedan.

السَّلَامُ عَلَيْكُمْ يَا حَضْرَةَ الْمَرْحُوْمِ ... وَيَا أَهْلَ الدِّيَارِ مِنَ الْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ وَالْمُسْلِمِينَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَإِنَّا إِنْ شَاءَ اللَّهُ بِكُمْ لَاحِقُوْنَ وَأَنْتُمْ لَنَا فَرَطٌ وَنَحْنُ لَكُمْ تَبَعُ نَسْأَلُ اللَّهَ الْعَافِيَةَ لَنَا وَلَكُمْ اللَّهُمَّ رَبَّ الْأَرْوَاحِ الْفَانِيَةِ وَالْأَجْسَامِ الْبَالِيَةِ وَالْعِظَامِ النَّخِرَةِ الَّتِي خَرَجَتْ مِنَ الدُّنْيَا وَهِيَ بِكَ مُؤْمِنَةٌ أَدْخِلْ عَلَيْهَا رُوْحًا مِنْكَ وَسَلَامًا مِنَّا لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ يُحْيِي وَيُمِيتُ وَهُوَ حَيُّ لَايَمُوْتُ بِيَدِكَ الْخَيْرُ إِنَّكَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ.

Assalamu 'alaikum yaa hadratal marhum... wa yaa ahlad diyaari minal mu'miniina wal mu'minaati wal muslimiina wal muslimaati wa innaa insyaa Allahu bikum laahiquuna wa antum lanaa farathun wa nahnu lakum taba'un. Nas'alullahal 'afiyata lanaa wa lakum. Allaahumma rabbal arwaahil faaniyati wal ajsaamil baaliyati wal 'izhaamin nakhiratil-latii kharajat minad dunyaa wa hiya bika mu'minatun adkhil 'alaihaa ruuhan minka wa salaaman minnaa laa ilaaha illallaahu wahdahu laa syariika- lah, lahul mulku wa lahul hamdu yuhyii wa yumiitu wa huwahayyun laa yamuutu bi-yadikal khair, innaka 'alaa kulli syai-in qadiir.

Artinya: "Semoga keselamatan bagimu, keharibaan almarhum, dan keharibaan seluruh penghuni rumah-rumah (kuburan-kuburan) dari golongan orang laki-laki dan perempuan yang beriman dan golongan laki-laki dan perempuan yang beragama Islam. Sesungguhnya kami-jika Allah berkehendak akan bertemu kalian. Kalian mendahului kami, dan kami akan menyusul kalian, kami memohon kesehatan kepada Allah untuk kami dan kalian. Wahai Pemilik roh-roh yang hancur, dan jasad-jasad yang remuk, serta tulang-belulang yang tergerogoti yang keluar meninggalkan dunia dalam keadaan beriman kepada-Mu. Berikanlah mereka ketenangan dan berikanlah kami keselamatan. Tiada Tuhan selain Allah semata, tiada sekutu bagi-Nya, semua kerajaan dan puji-pujian milik-Nya, Dia Maha Menghidupkan dan Mematikan, segala kebaikan berada dalam kekuasaan-Nya, karena sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu." (HR. Al-Sunan Al-Kubra dan An-Nasa'i)

2. Membaca Surat Al-Fatihah

3. Membaca Surat Al-Baqarah ayat 1-5

4. Membaca Ayat Kursi (QS. Al-Baqarah: 255)

5. Membaca Surat Al-Baqarah ayat 284-286

Adab Ziarah Kubur dalam Islam Menurut Para Ulama

Menurut buku Buku Pintar 50 Adab Islam karya Arfiani, berikut adalah beberapa adab dalam berziarah menurut Islam:

  1. Mengikhlaskan niat untuk mengingat kematian dan akhirat: Ziarah bukan untuk mencari berkah dari mayit atau melakukan ritual tertentu yang menyimpang dari syariat.
  2. Tidak melakukan safar khusus untuk ziarah kubur: Berdasarkan hadits Nabi, perjalanan ibadah hanya disyariatkan ke tiga masjid. (HR. Bukhari dan Muslim)
  3. Mengucapkan salam saat memasuki area pemakaman: Sebagaimana dicontohkan oleh Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam. (HR. Muslim)
  4. Tidak memakai alas kaki di atas tanah kuburan: Berdasarkan hadits Rasulullah yang menegur seseorang karena memakai sandal saat melintasi pekuburan. (HR. Abu Dawud)
  5. Tidak duduk atau menginjak kuburan: Duduk di atas kubur dilarang keras. (HR. Muslim)
  6. Mendoakan penghuni kubur: Terutama jika mayit adalah seorang muslim. (QS. Al-Hasyr: 10)
  7. Mengangkat tangan saat berdoa tetapi tidak menghadap langsung ke arah kuburan: Menghadap kiblat lebih utama. (Lihat penjelasan dalam Majmu’ Fatawa Ibn Baz)
  8. Tidak mengucapkan ucapan-ucapan yang bathil (al-hujr): Seperti berbicara pada mayit, meminta pertolongan kepadanya, dsb. (HR. Ahmad)
  9. Menangis diperbolehkan, meratap dilarang: Menangis yang wajar seperti Nabi saat menziarahi kubur ibunya diperbolehkan, tapi tidak dengan histeris. (HR. Bukhari)
  10. Tidak mengkhususkan waktu-waktu tertentu untuk ziarah: Misalnya hanya saat lebaran, karena tidak ada dalil khusus tentang waktu. (Lihat Al-Mughni karya Ibnu Qudamah)
  11. Tidak menabur bunga atau meletakkan sesajen di atas kubur: Hal ini termasuk bid'ah yang tidak disyariatkan. (Lihat Kitab Tauhid oleh Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab)

FAQ Seputar Ziarah Kubur dalam Islam

1. Apakah wanita boleh berziarah kubur? 

Ya, menurut sebagian besar ulama wanita diperbolehkan ziarah kubur selama tidak sering-sering dan menjaga adab. (Lihat Syarh Shahih Muslim oleh An-Nawawi)

2. Apakah ada doa khusus yang harus dibaca saat ziarah kubur?

Ya, terdapat doa-doa yang diajarkan Rasulullah seperti salam kepada ahli kubur dan doa permohonan rahmat. (HR. Muslim)

3. Apakah boleh ziarah kubur untuk mayit non-Muslim?

Boleh menziarahi namun tidak boleh mendoakan atau memintakan ampunan bagi mereka. (HR. Muslim)

4. Bolehkah berdoa langsung menghadap ke kuburan?

Tidak disunnahkan. Saat berdoa, lebih utama menghadap kiblat. (Lihat Fatawa al-Lajnah ad-Da'imah)

5. Apakah boleh melakukan ziarah kubur pada waktu-waktu tertentu seperti menjelang Ramadhan atau Idul Fitri?

Tidak ada dalil khusus, maka tidak dianjurkan mengkhususkan waktu tertentu kecuali untuk memudahkan keluarga berkumpul. (Lihat Majmu'ah Rasail Ibni Taimiyah)