Lebaran Idul Adha Jatuh pada Tanggal Berapa? Ini Prediksi dan Jadwal Liburnya

Cek prediksi kapan Lebaran Idul Adha jatuh pada tanggal berapa di tahun 2025. Pemerintah telah menetapkan jadwal libur nasional dan cuti bersama. Simak selengkapnya!

Diperbarui 22 Mei 2025, 14:44 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta Momen istimewa dalam kalender umat Islam selalu dinantikan, terutama ketika lebaran Idul Adha jatuh pada tanggal yang telah ditetapkan secara resmi. Perayaan ini bukan sekadar ritual keagamaan, tetapi juga momentum mempererat tali persaudaraan melalui kegiatan berbagi dan berkurban. Suasana penuh kehangatan pun mulai terasa sejak awal bulan Dzulhijjah, ketika masyarakat bersiap menyambut hari besar tersebut.

Penetapan kapan lebaran Idul Adha jatuh pada tanggal berapa, tertentu biasanya dilakukan berdasarkan hasil rukyatul hilal yang diumumkan oleh otoritas keagamaan. Informasi ini menjadi pedoman penting bagi umat Islam dalam menentukan waktu pelaksanaan salat ied, serta pemotongan hewan kurban. Dengan kepastian tersebut, berbagai persiapan mulai dilakukan, mulai dari urusan spiritual hingga logistik untuk menyambut hari suci ini dengan penuh semangat.

Ketika lebaran Idul Adha jatuh pada tanggal yang mendekati akhir pekan atau masa liburan, suasana perayaan semakin meriah karena banyak keluarga dapat berkumpul. Momen ini sering dimanfaatkan untuk melakukan perjalanan pulang kampung, menyambangi sanak saudara, serta menikmati sajian khas Idul Adha bersama. Kemeriahan yang tercipta menjadikan hari raya ini sebagai salah satu perayaan paling dinanti dalam setahun.

Lebaran Idul Adha jatuh pada tanggal? Simak informasi lengkap yang dirangkum dari berbagai sumber pada Kamis (22/5/2025).

Kapan Idul Adha 2025 Menurut Versi Pemerintah?

Berdasarkan informasi yang dikutip dari situs resmi Badan Amil Zakat Nasional (Baznas), Hari Raya Idul Adha setiap tahunnya dirayakan pada tanggal 10 Dzulhijjah dalam penanggalan Hijriah. Merujuk pada Kalender Hijriah Indonesia tahun 2025 yang dikeluarkan oleh Kementerian Agama, awal bulan Dzulhijjah 1446 H diperkirakan akan jatuh pada hari Rabu, 28 Mei 2025. Dengan demikian, Idul Adha tahun ini kemungkinan besar akan diperingati pada Jumat, 6 Juni 2025.

Perkiraan tersebut mengacu pada ketentuan yang tercantum dalam Surat Keputusan Bersama (SKB) Tiga Menteri mengenai Hari Libur Nasional dan Cuti Bersama tahun 2025. Meskipun demikian, penetapan resmi tanggal Idul Adha oleh pemerintah tetap menunggu hasil sidang isbat yang diselenggarakan oleh Kementerian Agama (Kemenag). Sidang tersebut dijadwalkan berlangsung pada Selasa, 27 Mei 2025, sehingga kepastian mengenai tanggal pelaksanaan Idul Adha baru akan diumumkan setelahnya.

Versi Nahdlatul Ulama (NU) tentang Penentuan Idul Adha 2025

Nahdlatul Ulama (NU) memiliki mekanisme tersendiri dalam menentukan waktu Idul Adha, yakni melalui metode rukyatul hilal, yaitu pengamatan langsung terhadap kemunculan bulan sabit muda untuk menentukan awal bulan Hijriah. Pengamatan ini dilakukan oleh Lembaga Falakiyah PBNU di berbagai titik strategis di Indonesia.

Hingga kini, NU belum mengeluarkan pengumuman resmi mengenai tanggal pasti pelaksanaan Idul Adha 1446 H. Namun, jika merujuk pada prediksi yang sama dengan pemerintah dan Muhammadiyah, besar kemungkinan NU juga akan menetapkan Hari Raya Idul Adha jatuh pada Jumat, 6 Juni 2025.

Tanggal pasti Idul Adha menurut NU akan ditentukan berdasarkan hasil rukyatul hilal yang dilaksanakan pada akhir bulan Zulkaidah. Bagi masyarakat yang mengikuti keputusan NU, disarankan untuk menunggu pengumuman resmi dari PBNU terkait hal ini.

Tanggal Idul Adha 2025 Menurut Muhammadiyah

Menurut informasi yang dimuat dalam situs resmi Universitas Muhammadiyah Makassar, Pimpinan Pusat Muhammadiyah telah menetapkan bahwa Hari Raya Idul Adha 1446 Hijriah akan dilaksanakan pada hari Jumat, 6 Juni 2025. Penetapan ini merujuk pada Maklumat Nomor 1/MLM/I.0/E/2025 tentang hasil hisab untuk bulan Ramadan, Syawal, dan Dzulhijjah 1446 H.

Muhammadiyah menggunakan metode hisab hakiki wujudul hilal, yakni perhitungan astronomis untuk menentukan awal bulan Hijriah berdasarkan posisi geometris antara bumi, bulan, dan matahari. Dengan sistem ini, Muhammadiyah mampu menetapkan tanggal-tanggal penting dalam kalender Islam secara lebih awal dan terukur.

Berdasarkan perhitungan tersebut, 1 Dzulhijjah 1446 H jatuh pada hari Rabu, 28 Mei 2025. Maka dari itu, Hari Raya Idul Adha versi Muhammadiyah dipastikan jatuh pada Jumat, 6 Juni 2025.

Jadwal Libur Nasional dan Cuti Bersama Idul Adha 2025

Merujuk pada Surat Keputusan Bersama (SKB) Tiga Menteri yang terdiri dari SKB Nomor 1017 Tahun 2004, Nomor 2 Tahun 2024, dan Nomor 2 Tahun 2024 (revisi atau salinan dari edisi tahun yang sama), pemerintah telah menetapkan bahwa peringatan Hari Raya Idul Adha 1446 Hijriah akan disertai dengan libur nasional dan cuti bersama yang berlangsung selama dua hari.

Rincian jadwalnya adalah sebagai berikut:

  • Jumat, 6 Juni 2025: Hari libur nasional dalam rangka Idul Adha 1446 Hijriah.
  • Senin, 9 Juni 2025: Hari cuti bersama yang ditetapkan untuk mendukung perayaan Idul Adha.

Karena dua hari libur tersebut berdekatan dengan akhir pekan, maka total masa libur yang dapat dinikmati oleh masyarakat menjadi empat hari berturut-turut. Berikut susunan lengkap hari libur Idul Adha tahun 2025:

  • Jumat, 6 Juni 2025: Libur nasional Idul Adha.
  • Sabtu, 7 Juni 2025: Libur akhir pekan reguler.
  • Minggu, 8 Juni 2025: Libur akhir pekan.
  • Senin, 9 Juni 2025: Hari cuti bersama Idul Adha.

Dengan demikian, masyarakat berkesempatan untuk menikmati masa liburan panjang selama empat hari tanpa jeda. Momentum ini bisa dimanfaatkan untuk beristirahat, berkumpul bersama keluarga, pulang kampung, ataupun melakukan aktivitas ibadah dan sosial lainnya yang berkaitan dengan perayaan Idul Adha.

Namun, penting untuk diingat bahwa kebijakan cuti bersama bersifat fleksibel dan dapat mengalami perubahan sewaktu-waktu sesuai arahan dan keputusan terbaru dari pemerintah pusat. Oleh karena itu, masyarakat dihimbau agar selalu memantau pengumuman resmi dari pemerintah guna mendapatkan informasi terbaru dan akurat terkait jadwal hari libur dan cuti bersama nasional.

Persiapan Menyambut Idul Adha 2025

1. Menyusun Niat dan Meningkatkan Ibadah

Persiapan paling mendasar dalam menyambut Idul Adha adalah memperkuat niat dan meningkatkan kualitas ibadah. Banyak umat Islam memanfaatkan momen ini untuk memperbanyak amalan sunnah seperti puasa Arafah yang dilakukan sehari sebelum Idul Adha, serta memperbanyak zikir, doa, dan sedekah. Ini menjadi langkah awal untuk menyambut hari raya dengan hati yang bersih dan penuh keikhlasan.

2. Merencanakan Kurban: Hewan, Anggaran, dan Niat

Puncak dari Idul Adha adalah pelaksanaan ibadah kurban. Oleh karena itu, persiapan dalam hal ini meliputi:

  • Memilih jenis hewan kurban, seperti kambing, sapi, atau domba yang sehat dan memenuhi syarat syariat.
  • Menentukan anggaran yang sesuai dengan kemampuan ekonomi masing-masing. Beberapa orang juga memilih untuk ikut dalam program kurban kolektif melalui lembaga-lembaga zakat dan sosial.
  • Menyempurnakan niat, karena kurban bukan hanya tentang menyembelih hewan, melainkan tentang ketaatan kepada Allah SWT.

3. Kebersihan Lingkungan dan Tempat Ibadah

Menyambut Idul Adha juga identik dengan kegiatan gotong royong membersihkan masjid, mushala, atau lapangan yang akan dijadikan lokasi salat Id. Banyak komunitas RT/RW hingga remaja masjid bekerja sama untuk memastikan lingkungan sekitar rapi, bersih, dan nyaman untuk pelaksanaan salat berjamaah serta penyembelihan hewan kurban.

4. Koordinasi Panitia Kurban dan Pengurus Masjid

Beberapa pekan sebelum hari H, biasanya pengurus masjid mulai membentuk panitia kurban. Tugas panitia cukup kompleks, mulai dari mengumpulkan data pekurban, mengelola penerimaan hewan, mendata penerima daging, hingga mengatur jalannya proses penyembelihan dan distribusi. Koordinasi yang baik sangat penting agar pelaksanaan kurban berjalan lancar, tertib, dan sesuai ketentuan agama maupun protokol kesehatan.

5. Edukasi dan Sosialisasi Makna Kurban

Selain kegiatan fisik, persiapan menyambut Idul Adha juga diisi dengan ceramah, kajian, atau diskusi mengenai makna dan filosofi kurban. Kegiatan ini bertujuan untuk menanamkan kesadaran bahwa berkurban bukan sekadar ritual tahunan, tetapi bentuk ketaatan, empati, dan keikhlasan dalam berbagi kepada sesama, terutama mereka yang kurang mampu.

6. Menyiapkan Diri untuk Salat Id

Salat Idul Adha merupakan bagian penting dalam perayaan ini. Masyarakat biasanya mulai menyiapkan pakaian terbaik, perlengkapan ibadah, serta transportasi menuju lokasi salat berjamaah. Banyak juga yang memanfaatkan momen ini untuk bermaaf-maafan dengan keluarga, tetangga, dan sahabat.

7. Tradisi dan Kebersamaan Keluarga

Idul Adha juga membawa semangat kebersamaan di tengah keluarga. Beberapa keluarga merencanakan kegiatan masak bersama daging kurban, bersilaturahmi, atau bahkan melakukan perjalanan ke kampung halaman untuk merayakan hari raya bersama orang tua. Tradisi ini memperkuat nilai kekeluargaan dan mempererat hubungan antar anggota keluarga.

8. Menjaga Kesehatan dan Kebersihan

Mengingat penyembelihan hewan kurban melibatkan proses yang cukup intens, masyarakat juga dihimbau untuk menjaga kebersihan dan kesehatan. Pemotongan dilakukan di tempat yang layak, alat-alat disterilkan, dan daging didistribusikan dengan kemasan yang higienis. Kesehatan panitia dan warga sekitar juga menjadi perhatian utama dalam pelaksanaan kurban tahun ini.