Liputan6.com, Jakarta Dalam kehidupan sehari-hari, tradisi memberi uang kepada orang tua merupakan praktik yang umum dilakukan oleh anak-anak yang sudah mandiri secara finansial. Praktik memberi uang kepada orang tua ini dipandang sebagai salah satu bentuk bakti dan penghormatan kepada kedua orang tua yang telah membesarkan dan mendidik mereka hingga dewasa. Namun, tidak semua orang memahami dengan jelas bagaimana hukum memberi uang kepada orang tua dalam perspektif Islam.
Islam sebagai agama yang komprehensif telah mengatur berbagai aspek kehidupan manusia, termasuk mengenai kewajiban anak terhadap orang tuanya. Salah satu bentuk berbakti kepada orang tua adalah dengan memberi uang kepada orang tua sebagai bentuk dukungan finansial. Di tengah kesibukan dan berbagai tuntutan hidup, seringkali muncul pertanyaan apakah praktik ini merupakan kewajiban atau hanya sebatas anjuran dalam Islam.
Artikel ini akan membahas secara komprehensif mengenai hukum dan ketentuan dalam Islam terkait praktik memberi uang kepada orang tua. Pembahasan akan mencakup landasan hukum dari Al-Quran dan Hadits, pendapat para ulama, serta adab-adab yang perlu diperhatikan ketika memberikan bantuan finansial kepada kedua orang tua. Dengan pemahaman yang benar, diharapkan kita dapat menunaikan kewajiban kepada orang tua dengan baik sesuai dengan tuntunan agama.
Advertisement
Berikut penjelasan lengkapnya, yang telah Liputan6.com rangkum dari berbagai sumber pada Kamis (20/3).
Definisi dan Konsep Sedekah dalam Islam
Dalam Islam, sedekah merupakan salah satu amalan yang sangat dianjurkan karena memiliki banyak keutamaan. Sedekah menjadi salah satu amalan mulia yang dilakukan dengan tulus, memberikan sesuatu kepada orang lain tanpa mengharapkan imbalan. Istilah "sedekah" berasal dari bahasa Arab ash-shadaqah atau ash-shidq, yang bermakna kebenaran. Hal ini menunjukkan bahwa sedekah merupakan bentuk nyata dari keimanan seseorang kepada Allah SWT.
Sedekah tidak hanya terbatas pada pemberian kepada fakir miskin, tetapi juga dapat diberikan kepada keluarga terdekat, termasuk orang tua. Bahkan, Islam mengajarkan bahwa sebaik-baiknya sedekah adalah yang dimulai dari keluarga, kerabat, dan mereka yang betul-betul membutuhkan. Prinsip ini dijelaskan dalam Al-Quran surah Al-Baqarah ayat 215:
يَسْـَٔلُونَكَ مَاذَا يُنفِقُونَ ۖ قُلْ مَآ أَنفَقْتُم مِّنْ خَيْرٍ فَلِلْوَٰلِدَيْنِ وَٱلْأَقْرَبِينَ وَٱلْيَتَٰمَىٰ وَٱلْمَسَٰكِينِ وَٱبْنِ ٱلسَّبِيلِ ۗ وَمَا تَفْعَلُوا۟ مِنْ خَيْرٍ فَإِنَّ ٱللَّهَ بِهِۦ عَلِيمٌ
Yas-alūnaka māżā yunfiqūn, qul mā anfaqtum min khayrin falil-wālidayni wal-aqrabīna wal-yatāmā wal-masākīni wabnis-sabīl, wa mā taf'alū min khayrin fa-innallāha bihī 'alīm
Artinya: "Mereka bertanya tentang apa yang mereka nafkahkan. Jawablah: "Apa saja harta yang kamu nafkahkan hendaklah diberikan kepada ibu-bapak, kaum kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin dan orang-orang yang sedang dalam perjalanan". Dan apa saja kebaikan yang kamu buat, maka sesungguhnya Allah Maha Mengetahuinya."
Ayat ini dengan jelas menunjukkan bahwa Allah SWT memerintahkan untuk mendahulukan orang tua dalam pemberian nafkah atau sedekah. Hal ini menegaskan kedudukan orang tua yang tinggi dalam Islam dan pentingnya berbakti kepada mereka, termasuk dalam bentuk bantuan finansial.
Dalam praktiknya, sedekah kepada orang tua dapat berupa pemberian uang, makanan, pakaian, atau kebutuhan lainnya yang dapat meringankan beban mereka. Sedekah ini tidak hanya bernilai materi tetapi juga mengandung nilai spiritual yang tinggi, sebagai bentuk penghormatan dan kasih sayang kepada orang yang telah berjasa dalam hidup kita.
Advertisement
Hukum Memberi Uang Pada Orang Tua: Wajib atau Sunnah?
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4496784/original/062756300_1688966622-parents-kid-first-school-day-back-view_1_.jpg)
Pembahasan mengenai hukum memberi uang kepada orang tua menjadi penting dalam konteks fikih Islam. Berdasarkan berbagai literatur, memberikan sedekah atau uang kepada orang tua sangat dianjurkan dalam Islam. Namun, sedekah kepada orang tua pada dasarnya bersifat tidak wajib secara mutlak, karena seorang anak harus mengutamakan kewajiban nafkah terhadap istri dan anak-anaknya terlebih dahulu.
Dalam buku "Sedekah Pengubah Nasib: Membuka Jalan Rezeki dengan Banyak Memberi" karya Aditya Akbar Hakim, disebutkan bahwa orang tua memiliki hak atas harta anaknya yang telah dewasa. Walaupun mereka tidak meminta, seorang anak sudah sepatutnya memiliki kesadaran untuk berbuat baik kepada orang tuanya, salah satunya dengan memberikan sedekah. Ini merupakan bentuk birrul walidain (berbakti kepada kedua orang tua) yang sangat dianjurkan dalam Islam.
Ustadz Syam dalam salah satu episode 'Dahulukan Ibu Dulu Atau Istri Dulu Ya' dalam program Islam Itu Indah di Trans TV menjelaskan bahwa setiap anak diwajibkan untuk berbakti kepada orang tua. Ketika telah mandiri secara finansial, seorang anak dianjurkan untuk berbagi rezeki dengan orang tuanya sebagai bentuk kasih sayang dan penghormatan. Namun, dengan catatan tidak boleh mengesampingkan kebutuhan keluarga yakni anak dan istri.
"Harus dua yang mendukung, ibunya dimuliakan dan istrinya mendukung suaminya memuliakan ibunya. Tapi bagaimana kalau misalkan ada suami justru malah ngutang, dibelakangkan hak istrinya? Mana yang lebih wajib? Lebih wajib dulu tanggung jawab kepada istri dan anak-anaknya," kata Ustadz Syam.
Menurut Husein Muhammad dalam bukunya "Fiqih Perempuan", nafkah atau nafaqah secara harfiah diartikan sebagai pengeluaran atau sesuatu yang dikeluarkan oleh seseorang untuk orang yang menjadi tanggung jawabnya, seperti suami kepada istrinya. Hal ini didasarkan pada firman Allah SWT dalam surah At-Talaq ayat 7:
لِيُنْفِقْ ذُوْ سَعَةٍ مِّنْ سَعَتِهٖۗ وَمَنْ قُدِرَ عَلَيْهِ رِزْقُهٗ فَلْيُنْفِقْ مِمَّآ اٰتٰىهُ اللّٰهُ ۗ لَا يُكَلِّفُ اللّٰهُ نَفْسًا اِلَّا مَآ اٰتٰىهَاۗ سَيَجْعَلُ اللّٰهُ بَعْدَ عُسْرٍ يُّسْرًا ࣖ
Liyunfiq żū sa'atim min sa'atih, wa man qudira 'alayhi rizquhū falyunfiq mimmā ātāhullāh, lā yukallifulāhu nafsan illā mā ātāhā, sayaj'alullāhu ba'da 'usriy yusrā
Artinya: "Hendaklah orang yang mempunyai keluasan memberi nafkah menurut kemampuannya, dan orang yang terbatas rezekinya, hendaklah memberi nafkah dari harta yang diberikan Allah kepadanya. Allah tidak membebani kepada seseorang melainkan (sesuai) dengan apa yang diberikan Allah kepadanya. Allah kelak akan memberikan kelapangan setelah kesempitan."
Ustadz Syam menjelaskan lebih lanjut, "Allah Subhanahu Wa Ta'ala mewajibkan laki-laki untuk menafkahi istri dan anak-anaknya. Kalau untuk ibunya wajib juga anak menafkahi ibunya, kalau anak itu berlebih dan berkecukupan. Saat ibunya enggak punya apa-apa, maka anak wajib menafkahi ibunya."
"Kewajiban seorang lelaki adalah kepada istri dan anak-anaknya. Ada nafaqah istri dan anak-anak, tapi kepada ibu ada bakti. Jadi dua hal yang tidak akan mungkin pernah bisa kita banding-bandingkan. Dia harus mendahulukan dulu kepada istri, kalau dia berlebihan barulah kepada ibundanya. Jadi kalau ibunda ini adalah bentuk bakti," tambahnya.
Jadi, dapat disimpulkan bahwa hukum memberi uang kepada orang tua dalam Islam adalah sunnah muakkadah (sangat dianjurkan), namun dapat menjadi wajib dalam kondisi tertentu, seperti ketika orang tua benar-benar membutuhkan bantuan dan anak memiliki kemampuan finansial yang cukup setelah memenuhi kewajibannya terhadap istri dan anak-anaknya.
Keutamaan Berbakti dan Memberi Kepada Orang Tua
Berbakti kepada kedua orang tua, termasuk memberi bantuan finansial, memiliki kedudukan yang sangat tinggi dalam Islam. Kedua orang tua telah berjasa besar dalam kehidupan kita, mulai dari mengandung, melahirkan, membesarkan, hingga mendidik dengan penuh kasih sayang. Oleh karena itu, Islam sangat menekankan pentingnya berbakti kepada mereka sebagai bentuk balas budi dan penghormatan.
Salah satu keutamaan berbakti kepada orang tua adalah mendapatkan ridha Allah SWT. Sebagaimana disebutkan dalam hadits yang diriwayatkan oleh Imam Tirmidzi:
رِضَا اَللَّهِ فِي رِضَا اَلْوَالِدَيْنِ, وَسَخَطُ اَللَّهِ فِي سَخَطِ اَلْوَالِدَيْنِ
Ridhallahi fi ridhal walidain wa sukhtullah fi shukhtil walidain
Artinya: "Ridho Allah SWT tergantung dari ridho kedua orang tua dan kemurkaan Allah SWT bergantung dari kemurkaan orang tua." (HR. Tirmidzi, Ibnu Hibban, Hakim)
Hadits ini dengan jelas menunjukkan betapa pentingnya mendapatkan keridhaan orang tua, karena keridhaan Allah SWT terkait erat dengan keridhaan kedua orang tua. Memberi uang atau sedekah kepada orang tua merupakan salah satu cara untuk mendapatkan keridhaan mereka, terutama jika mereka membutuhkan bantuan finansial.
Selain itu, sedekah kepada keluarga, termasuk orang tua, memiliki nilai pahala yang berlipat ganda. Sebagaimana disebutkan dalam sebuah riwayat, Abu Hurairah RA bertanya kepada Rasulullah SAW:
"Wahai Rasulullah, apakah sedekah yang paling utama?' Rasul menjawab, 'Sedekah orang sedikit harta. Utamakanlah orang yang menjadi tanggung jawabmu.'" (HR Ahmad dan Abu Dawud. Hadits shahih menurut Ibnu Khuzaimah, Ibnu Hibban, dan Al-Hakim)
Imam al-Ghazali dalam kitabnya "Mukasyafatul Qulub" menjelaskan bahwa sedekah kepada orang miskin nilainya satu sedekah. Sedangkan sedekah kepada keluarga mendapatkan dua nilai, yaitu pahala sedekah dan pahala menyambung hubungan keluarga (silaturahmi). Ini menunjukkan bahwa memberi sedekah kepada orang tua memiliki nilai yang lebih besar dibandingkan sedekah kepada orang lain.
Memberi uang kepada orang tua juga dapat menjadi sarana untuk mendapatkan keberkahan rezeki. Banyak kisah yang menunjukkan bahwa anak-anak yang berbakti kepada orang tuanya, termasuk dengan memberi bantuan finansial, mendapatkan kemudahan rezeki dan jalan kehidupan yang lapang. Hal ini karena doa orang tua untuk anaknya sangat mustajab di sisi Allah SWT.
Advertisement
Prioritas dalam Memberi Sedekah: Keluarga atau Orang Tua?
Dalam ajaran Islam, terdapat aturan dan prioritas yang jelas mengenai kepada siapa sebaiknya kita memberikan sedekah. Prinsip utama yang ditekankan adalah mendahulukan orang-orang terdekat sebelum memberikan kepada orang lain. Hal ini didasarkan pada berbagai dalil dan hadits yang menunjukkan keutamaan bersedekah kepada keluarga.
Sayyid Sabiq dalam kitab Fikih Sunnah Jilid 2 menjelaskan bahwa golongan yang paling berhak menerima sedekah adalah keluarga, kerabat, dan anak-anaknya. Ini menunjukkan bahwa Islam sangat memperhatikan kesejahteraan keluarga dan mengutamakan mereka dalam pemberian bantuan. Namun, perlu dipahami bahwa dalam konteks ini, terdapat hierarki kewajiban yang harus diperhatikan.
Dalam sebuah riwayat dari Abu Hurairah RA, Rasulullah SAW memberikan penjelasan yang sangat jelas mengenai prioritas dalam bersedekah:
'Sedekahlah kalian!' Seorang sahabat berkata, 'Ya Rasul, aku punya satu dinar?' Rasul menjawab, 'Sedekah kepada dirimu sendiri.' Ia berkata, 'Aku masih punya uang lagi?' 'Sedekah kepada anakmu,' jawab Rasul. Ia berkata, 'Aku masih punya uang?' Rasul menjawab, 'Sedekah kepada pelayanmu.' Ia berkata lagi, 'Aku masih punya uang lainnya?' Rasul menjawab, 'Kamu lebih tahu sedekah kepada siapa lagi.'" (HR Abu Dawud dan An-Nasai. Ini hadits shahih menurut Ibnu Hibban dan Al-Hakim)
Hadits ini memberikan gambaran yang jelas tentang prioritas dalam bersedekah. Pertama, seseorang harus memenuhi kebutuhan dirinya sendiri. Kedua, ia harus memenuhi kebutuhan anak-anaknya. Ketiga, ia harus memenuhi kebutuhan orang-orang yang menjadi tanggungannya. Baru setelah itu, ia dapat memberikan sedekah kepada orang lain, termasuk orang tuanya jika mereka tidak termasuk dalam tanggungannya.
Namun, perlu diingat bahwa dalam konteks birrul walidain (berbakti kepada kedua orang tua), memberi uang kepada orang tua tetap sangat dianjurkan sebagai bentuk penghormatan dan kasih sayang. Bahkan, dalam beberapa kondisi, seperti ketika orang tua berada dalam kesulitan finansial dan tidak memiliki sumber penghasilan lain, memberi nafkah kepada mereka dapat menjadi wajib bagi anak yang mampu.
Sebagaimana dijelaskan oleh Ustadz Syam, "Kalau untuk ibunya wajib juga anak menafkahi ibunya, kalau anak itu berlebih dan berkecukupan. Saat ibunya enggak punya apa-apa, maka anak wajib menafkahi ibunya."
Dengan demikian, dalam memberi sedekah, seorang Muslim harus memperhatikan prioritas dan kebutuhan masing-masing pihak. Jika istri dan anak-anak sudah tercukupi kebutuhannya, maka sangat dianjurkan untuk memberikan bantuan kepada orang tua sebagai bentuk berbakti kepada mereka. Namun, jika kebutuhan istri dan anak-anak belum terpenuhi, maka memenuhi kebutuhan mereka menjadi prioritas, karena itu merupakan kewajiban yang harus ditunaikan.
Adab dan Etika dalam Memberi Uang kepada Orang Tua
Selain memahami hukum dan prioritas dalam memberi uang kepada orang tua, penting juga untuk memperhatikan adab dan etika dalam melakukannya. Adab yang baik akan membuat sedekah yang diberikan menjadi lebih bermakna dan membawa keberkahan, baik bagi pemberi maupun penerima. Berikut beberapa adab yang perlu diperhatikan ketika memberi uang kepada orang tua:
1. Mengawali dengan Basmallah
Setiap perbuatan baik dianjurkan untuk dimulai dengan membaca Bismillah, termasuk saat bersedekah kepada orang tua. Menyebut nama Allah SWT sebelum bersedekah dapat membawa keberkahan dan kebaikan dalam amalan tersebut. Ini adalah bentuk pengakuan bahwa semua rezeki berasal dari Allah SWT dan kita hanyalah perantara dalam menyalurkannya.
2. Menanamkan Niat yang Ikhlas
Niat yang ikhlas merupakan kunci diterimanya sebuah amal. Ketika memberi uang kepada orang tua, pastikan niat dalam hati benar-benar tulus dan hanya mengharapkan ridha Allah SWT. Hindari niat bersedekah karena ingin mendapatkan pujian, pengakuan, atau imbalan duniawi lainnya. Allah SWT berfirman dalam Al-Quran surah Al-Baqarah ayat 272:
وَمَا تُنْفِقُوْا مِنْ خَيْرٍ فَلِاَنْفُسِكُمْۗ وَمَا تُنْفِقُوْنَ اِلَّا ابْتِغَاۤءَ وَجْهِ اللّٰهِ ۗ
Wa mā tunfiqū min khayrin fali-anfusikum, wa mā tunfiqūna illabtigā'a wajhillāh
Artinya: "Dan apa saja harta yang baik yang kamu infakkan, maka pahalanya untuk dirimu sendiri. Dan janganlah kamu berinfak melainkan untuk mencari keridhaan Allah."
3. Menggunakan Harta yang Baik dan Halal
Sedekah yang diberikan kepada orang tua harus berasal dari harta yang halal dan diperoleh dengan cara yang baik. Sedekah yang dilakukan dengan harta yang berkualitas akan mendatangkan pahala yang besar. Sebagaimana sabda Rasulullah SAW:
"Tidaklah seseorang bersedekah dengan harta yang baik dan Allah SWT tidak akan menerima kecuali yang baik-baik, melainkan Allah SWT akan mengambil dengan tangan kanan-Nya. Jika itu berupa sebutir kurma, niscaya ia akan tumbuh di telapak tangan Allah SWT hingga menjadi lebih besar daripada gunung. Sebagaimana seseorang di antara kamu menyemai benihnya atau memelihara unta." (HR Nasa'i)
4. Memberikan dengan Cara yang Baik
Cara memberikan uang kepada orang tua juga perlu diperhatikan. Berikan dengan penuh hormat dan kasih sayang, bukan dengan sikap yang menunjukkan keengganan atau keterpaksaan. Hindari kata-kata atau sikap yang dapat menyakiti hati mereka, seperti mengungkit-ungkit pemberian tersebut atau menunjukkan keberatan.
5. Merahasiakan Sedekah
Sebaiknya, sedekah dilakukan secara diam-diam, termasuk ketika memberi uang kepada orang tua. Hal ini untuk menjaga keikhlasan dan tidak merusak nilai pahala dari sedekah tersebut. Mengungkit atau membicarakan sedekah yang telah diberikan dapat merusak niat dan mengurangi keutamaannya. Allah SWT berfirman dalam Al-Quran surah Al-Baqarah ayat 271:
اِنْ تُبْدُوا الصَّدَقٰتِ فَنِعِمَّا هِيَۗ وَاِنْ تُخْفُوْهَا وَتُؤْتُوْهَا الْفُقَرَاۤءَ فَهُوَ خَيْرٌ لَّكُمْۗ
In tubdū ash-shadaqāti fani'immā hiya, wa in tukhfūhā wa tu'tūhal-fuqarā'a fahuwa khayrul lakum
Artinya: "Jika kamu menampakkan sedekah-sedekahmu, maka itu baik. Dan jika kamu menyembunyikannya dan memberikannya kepada orang-orang fakir, maka itu lebih baik bagimu."
Dengan memperhatikan adab-adab tersebut, diharapkan sedekah yang diberikan kepada orang tua dapat menjadi amal yang bernilai tinggi di sisi Allah SWT dan membawa keberkahan dalam kehidupan. Selain itu, hal ini juga akan memperkuat hubungan antara anak dan orang tua, serta menjadi bentuk penghormatan dan kasih sayang yang tulus.
Dengan pemahaman yang baik tentang hukum dan etika dalam memberi uang kepada orang tua, diharapkan kita dapat menunaikan kewajiban dan tanggung jawab kita dengan baik, sesuai dengan tuntunan agama. Semoga Allah SWT memberi kita kemampuan untuk berbakti kepada kedua orang tua kita dengan sebaik-baiknya.
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8968722/original/090452400_1782980277-cek_fakta_-_tenaga_pendamping_masyarakat.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5562012/original/067915900_1776772441-Cek_fakta_Anies_baswedan.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8810983/original/080616100_1782907341-cek_fakta_-_bibit_ayam_dan_ikan.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2559129/original/026504800_1546249540-vietnam.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5153857/original/021007300_1741324419-1741320432026_ucapan-lebaran-untuk-orang-tua-pacar.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8776148/original/089087200_1782856721-France_s_Kylian_Mbappe__left__celebrates_with_his_teammate_ousmane_dembele.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8776140/original/038104800_1782846348-063_2284057834.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8711662/original/096717100_1782792792-korsel_3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8864051/original/078185200_1782929110-063_2284211401.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8933715/original/054098500_1782962062-AP26183008148565.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8929510/original/065051700_1782959692-bos7.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8920532/original/092816500_1782954338-AP26183030266108.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8262489/original/072589900_1781818934-Switzerland_s_Johan_Manzambi.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8888290/original/030850900_1782938816-Senegal_s_Habib_Diarra__21__scores_their_first_goal_against_Belgium_goalkeeper_Thibaut_Courtois.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8898171/original/047299800_1782942914-Belgium_s_Romelu_Lukaku_senegal.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8896227/original/086707700_1782942096-Belgium_s_Romelu_Lukaku.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8782402/original/009814100_1782885154-belanda.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3211716/original/096234700_1597721039-PERSIB.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5530841/original/070179400_1773490364-IMG-20260314-WA0013.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5530035/original/091338600_1773389779-Xiaomi_15T.webp)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5528074/original/023473200_1773231468-Oppo.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5523729/original/007771400_1772858257-BeautyPlus-OBJECT-REMOVER-1772857832895.jpg.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5523116/original/053244000_1772790949-Ngabuburit.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5521354/original/041352500_1772687405-cropped-ff96715a-821c-440a-9864-5b982c217a10.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5519547/original/044244500_1772581423-WhatsApp_Image_2026-03-03_at_23.34.50.jpeg)