Bismillahi Tawakkaltu Alallah La Haula Wala Quwwata Illa Billahil Aliyil Adzim Arab dan Artinya

Tujuan membaca doa bismillahi tawakkaltu alallah la haula wala quwwata illa billahil aliyil adzim saat bepergian adalah memohon perlindungan dan pertolongan Allah SWT.

Diperbarui 11 Juni 2025, 15:52 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Di antara bacaan doa yang sering diamalkan sebelum keluar rumah, salah satu yang paling dikenal dan dianjurkan oleh Rasulullah SAW adalah bismillāhi tawakkaltu ʿalallāh, lā ḥaula wa lā quwwata illā billāhil ʿaliyyil ʿaẓīm. Ucapan ini menjadi bentuk pengakuan hamba atas kelemahan dirinya dan penyerahan penuh kepada kehendak Allah SWT. Dalam bahasa Arab, doa bismillāhi tawakkaltu ʿalallāh, lā ḥaula wa lā quwwata illā billāhil ʿaliyyil ʿaẓīm menunjukkan kerendahan hati, tawakal, dan pengakuan bahwa hanya Allah sumber kekuatan sejati. Tak heran jika banyak umat Islam mencarinya dengan kata kunci bismillahi tawakkaltu alallah la haula wala quwwata illa billahil aliyil adzim Arab dan artinya, karena ingin memahami makna dan keutamaan doa ini secara utuh.

Dalam kitab Riyadhus Shalihin karya Imam Abu Zakaria Muhyiddin an-Nawawi, disebutkan bahwa barang siapa membaca doa ini saat keluar rumah, maka ia akan dilindungi dari gangguan setan, dicukupkan kebutuhannya, dan dipandu dalam urusannya. Hadis tentang keutamaan bacaan ini diriwayatkan oleh Abu Dawud dan Tirmidzi, yang menunjukkan bahwa Rasulullah SAW sendiri menganjurkannya sebagai dzikir praktis yang penuh makna. Doa ini tidak hanya menjadi bentuk dzikir lisan, tetapi juga dzikir hati yang menumbuhkan rasa aman dan percaya diri karena merasa dilindungi oleh Allah SWT.

Sementara itu, dalam buku Al-Adzkar karya Imam An-Nawawi, dijelaskan bahwa bacaan ini termasuk dzikir pagi yang sangat dianjurkan, karena mencakup tiga nilai utama, yakni menyebut nama Allah (Bismillah), berserah diri kepada-Nya (tawakkal), dan mengakui kelemahan diri (la haula wa la quwwata illa billah). Ketiga unsur ini menjadi fondasi spiritual seorang Muslim dalam menjalani aktivitas harian dengan niat yang lurus, hati yang tenang, dan harapan yang utuh hanya kepada Allah. Oleh karena itu, memahami bismillahi tawakkaltu alallah la haula wala quwwata illa billahil aliyil adzim Arab dan artinya sangat penting agar tidak hanya dibaca secara lisan, tapi juga diamalkan dengan kesadaran penuh dalam kehidupan.

Berikut ini Liputan6.com ulas selengkapnya, Rabu (11/6/2025).

Arti Bismillahi Tawakkaltu Alallah La Haula Wala Quwwata Illa Billahil Aliyil Adzim

Sebagai informasi, bacaan doa bismillahi tawakkaltu alallah la haula wala quwwata illa billahil aliyil adzim merupakan doa ketika hendak keluar rumah. Doa ini dipanjatkan agar Allah SWT selalu memberikan perlindungan dan keselamatan kepada umatnya yang akan bepergian. Berikut ini arti dari bismillahi tawakkaltu alallah la haula wala quwwata illa billahil aliyil adzim, yakni:

بِسْمِ اللَّهِ، تَوَكَّلْتُ عَلَى اللَّهِ، لاَ حَوْلَ وَلاَ قُوَّةَ إِلاَّ بِاللَّهِ

Arab Latin: Bismillaahi tawakkaltu 'alallaah, laa haula wa laa quwwata illaa billahil aliyil adzim.

Artinya: "Dengan nama Allah, aku bertawakal kepada Allah, tiada daya dan kekuatan kecuali dengan pertolongan Allah."

Membaca doa bepergian bismillahi tawakkaltu adalah salah satu amalan yang diajarkan oleh agama Islam. Dalam kitab Al-Adzkar An-Nawawi oleh Imam Abi Zakariya Muhyiddin Yahya Al-Nawawi, dijelaskan bahwa tujuan membaca doa bepergian bismillahi tawakkaltu adalah agar mendapatkan perlindungan dan bantuan dari Allah SWT ketika melakukan perjalanan.

"Engkau harus senantiasa bertaqwa kepada Allah SWT dan bertakbir setiap kali ada jalan naik." (HR. Tirmidzi)

Dalam doa bepergian bismillahi tawakkaltu, seseorang mengakui kekuasaan Allah dan menyerahkan diri sepenuhnya kepada-Nya dengan harapan mendapatkan perlindungan dan petunjuk-Nya. Maka, dengan membaca doa ini, seseorang diyakini akan dijauhkan dari setan dan diberikan keamanan selama perjalanan.

Dari Anas bin Malik, Nabi Muhammad SAW bersabda:

Jika seseorang keluar rumah, lalu dia mengucapkan Bismillaahi tawakkaltu 'alallaah, maka dikatakan ketika itu: “Engkau akan diberi petunjuk, dicukupkan dan dijaga.” Setan pun akan menyingkir darinya. Setan yang lain akan mengatakan: “Bagaimana mungkin engkau bisa mengganggu seseorang yang telah mendapatkan petunjuk, kecukupan dan penjagaan?!” (HR. Abu Daud no. 5094 dan Tirmidzi no. 3426)

Tidak hanya itu, membaca doa bepergian bismillahi tawakkaltu juga diyakini dapat membantu seseorang dijauhkan dari kejahatan ketika keluar dari rumah. Dalam kehidupan sehari-hari, seringkali kita tidak tahu apa yang akan terjadi di luar rumah dan apa saja yang akan kita temui di jalan.

Maka, dengan membaca doa bepergian bismillahi tawakkaltu sebelum keluar rumah, seseorang meminta perlindungan dari Allah dan meyakinkan diri bahwa segala sesuatunya berada di tangan-Nya.

Doa Keluar Rumah dan Artinya

Selain bacaan doa bismillahi tawakkaltu alallah la haula wala quwwata illa billahil aliyil adzim Arab di atas, terdapat pula doa keluar rumah yang bisa anda panjatkan:

بِسْمِ اللَّهِ تَوَكَّلْتُ عَلَى اللَّهِ ، اللَّهُمَّ إِنِّيْ أَعُوْذُ بِكَ أَنْ أَضِلَّ أَوْ أُضَلَّ، أَوْ أَزِلَّ أَوْ أُزَلَّ، أَوْ أَظْلِمَ أَوْ أُظْلَمَ، أَوْ أَجْهَلَ أَوْ يُجْهَلَ عَليَّ

Arab Latin: Bismillahi tawakkaltu 'alallahi, allahumma inni a'udzu bika an adlilla au udlalla, au azilla au uzalla, au adhlima au udhlama, au ajhala au yujhala 'alayya.

Artinya: “Dengan nama Allah, aku bertawakal kepada Allah. Ya Allah, aku berlindung dari berbuat sesat atau disesatkan, dari tergelincir atau digelincirkan, dari buat zalim atau dizalimi, dari kebodohan atau dibodohi.”

Selain doa bepergian bismillahi tawakkaltu singkat yang sudah dijelaskan sebelumnya, masih mengutip dari sumber kitab yang sama juga bisa membaca bepergian bismillahi tawakkaltu panjang tersebut.

“Dengan menyebut asma Allah aku bertawakal kepada Allah. Ya Allah, seseungguhnya aku berlindung kepada-Mu agar aku jangan sesat atau disesatkan, agar jangan tergelincir atau dijatuhkan, agar jangan berbuat aniaya atau teraniaya, dan agar jangan terjerumus ke dalam kebodohan atau dijerumuskan ke dalam kebodohan.” (HR. Abu Daud dan Tirmidzi)

Dalam doa bepergian bismillahi tawakkaltu panjang tersebut, seseorang memohon kepada Allah untuk dijauhkan dari kesesatan, dijauhkan dari kecelakaan, dan dijauhkan dari kezaliman. Membaca doa ini, seseorang diyakini akan mendapatkan perlindungan dan bantuan dari Allah SWT.

Selain itu, membaca doa bepergian bismillahi tawakkaltu panjang ini juga diyakini dapat membantu seseorang untuk tidak dibodohi. Dalam kehidupan sehari-hari, seringkali dituntut harus berinteraksi dengan orang-orang yang tidak dikenal dan mungkin memiliki niat yang kurang baik.

Maka dengan membaca doa ini sebelum melakukan perjalanan, seseorang memohon perlindungan dari Allah agar terhindar dari tipu daya dan kebohongan yang akan mengancam di perjalanan.

Keutamaan Membaca Doa Keluar Rumah

1. Mendapat Perlindungan dari Gangguan Setan

Keutamaan pertama dari membaca doa keluar rumah adalah perlindungan dari godaan dan bisikan setan. Dalam hadis riwayat Abu Dawud dan Tirmidzi, Rasulullah ﷺ bersabda:

“Apabila seseorang keluar dari rumahnya lalu membaca: ‘Bismillāhi tawakkaltu ʿalallāh, lā ḥaula wa lā quwwata illā billāh’, maka dikatakan kepadanya: ‘Engkau telah diberi petunjuk, dicukupkan, dan dilindungi’, lalu setan menjauh darinya.”

Dengan membaca doa ini, seorang Muslim tidak hanya melibatkan Allah dalam setiap langkahnya, tapi juga menjaga dirinya dari pengaruh buruk yang tidak terlihat.

Keutamaan berikutnya adalah menguatkan sikap tawakal, yaitu berserah diri sepenuhnya kepada Allah dalam segala urusan. Ucapan “tawakkaltu ʿalallāh” merupakan pernyataan bahwa segala usaha yang kita lakukan tetap membutuhkan izin dan pertolongan-Nya. Doa ini membantu membangun kepercayaan diri dan ketenangan hati dalam menghadapi tantangan di luar rumah, karena hati telah dilandasi dengan iman dan pasrah kepada kehendak Allah.

3. Dicukupkan Kebutuhannya oleh Allah

Dalam lanjutan hadis yang sama, disebutkan bahwa orang yang membaca doa ini akan dicukupkan kebutuhannya (kufiya). Ini menunjukkan bahwa dengan berserah diri kepada Allah sebelum melangkah, maka Allah akan membantu memenuhi apa pun yang dibutuhkan selama kita berusaha. Doa ini menjadi bentuk permohonan tidak hanya keselamatan, tapi juga keberkahan dalam rezeki, waktu, dan aktivitas.

4. Menjadi Pengingat Tujuan Hidup

Membaca doa keluar rumah bukan hanya sekadar rutinitas, tetapi pengingat bahwa aktivitas duniawi yang akan kita jalani harus tetap dalam koridor ridha Allah. Dengan menyebut nama-Nya, kita menyadari bahwa segala urusan dunia harus berorientasi pada nilai-nilai kebaikan dan keberkahan. Ini menjadikan aktivitas harian seperti bekerja, belajar, atau berdagang, memiliki dimensi ibadah.

5. Menghindari Sikap Sombong dan Lupa Diri

Dengan membaca “lā ḥaula wa lā quwwata illā billāh”, kita mengakui bahwa tidak ada daya dan kekuatan kecuali dari Allah. Ucapan ini menjaga kita dari merasa hebat atas diri sendiri. Doa ini melatih keikhlasan, menyadarkan bahwa hasil tidak sepenuhnya bergantung pada usaha semata, melainkan juga pada kehendak dan pertolongan Allah.

QnA yang Sering Dipertanyakan tentang Doa Keluar Rumah

Q: Dari mana asal doa keluar rumah ini?

A: Doa ini berasal dari hadis Nabi Muhammad SAW yang diriwayatkan oleh Abu Dawud dan Tirmidzi. Rasulullah SAW mengajarkan bacaan ini kepada umatnya sebagai bentuk perlindungan dan tawakal kepada Allah saat hendak memulai aktivitas di luar rumah.

Q: Kapan waktu terbaik membaca doa keluar rumah?

A: Doa ini dibaca tepat sebelum melangkah keluar dari pintu rumah. Bisa juga dibaca saat berada di kendaraan atau sesaat sebelum meninggalkan tempat tinggal dengan niat menjalankan aktivitas.

Q: Apakah doa ini wajib dibaca setiap hari?

A: Tidak wajib, tetapi sangat dianjurkan (sunnah) karena merupakan amalan yang diajarkan langsung oleh Rasulullah SAW. Membacanya merupakan bagian dari adab dalam Islam dan termasuk bentuk perlindungan diri secara spiritual.

Q: Apakah boleh membaca doa ini dalam hati?

A: Boleh. Namun, lebih utama jika dibaca dengan suara pelan agar lidah ikut mengucap dan hati lebih khusyuk. Jika tidak memungkinkan, membaca dalam hati pun tetap diperbolehkan.

Q: Apakah doa ini boleh dibaca dalam bahasa Indonesia saja?

A: Boleh bagi yang belum mampu menghafal bahasa Arab, asalkan memahami dan meyakini maknanya. Namun, sebaiknya juga belajar membaca dalam bahasa Arab agar sesuai dengan lafaz yang diajarkan Rasulullah SAW.