Sukses

8 Aktivitas Sehari-hari Bernilai Ibadah yang Dianjurkan Dilakukan pada Hari Jumat

Liputan6.com, Banyumas - ".... Sesungguhnya setiap perbuatan tergantung niatnya. Dan sesungguhnya setiap orang (akan dibalas) berdasarkan apa yang dia niatkan ... ," al-Hadist.

Petikan hadis sahih bisa menjadi dasar agar aktivitas sehari-hari kita bisa bernilai ibadah. Tentu saja, aktivitas yang bisa bernilai ibadah tersebut bukan lah yang dilarang agama.

Bahkan, aktivitas sehari-hari yang tampak sepele pun bisa bernilai ibadah. Misalnya, mandi, mencukur rambut, jenggot, bahkan mencukur bulu kemaluan. Ini Dilakukan sebelum melakukan sholat Jumat.

Hari Jumat adalah hari yang istimewa bagi umat Islam. Banyak aktivitas atau amalan khusus yang dianjurkan pada hari tersebut. Karena itulah, hari Jumat disebut dengan hari ibadah. 

Ada amalan-amalan sunah yang merupakan aktivitas sehari-hari yang bisa dilakukan bagi orang yang hendak melaksanakan sholat Jumat dan bernilai ibadah.

Mengutip nu.or.id, bersumber dari '8 Adab Umum Muslim di Hari Jumat', berikut ini adalah 8 amalan sunah yang bisa dilakukan sebelum sholat Jumat.

1. Mandi Jumat

Kesunahan mandi Jumat ini berdasarkan beberapa hadis, di antaranya hadis berikut:

مَنْ أَتَى الْجُمُعَةَ مِنَ الرِّجَالِ أَوِ النِّسَاءِ فَلْيَغْتَسِلْ وَمَنْ لَمْ يَأْتِهَا فَلَيْسَ عَلَيْهِ غُسْلٌ

“Barangsiapa dari laki-laki dan perempuan yang menghendaki Jumat, maka mandilah. Barangsiapa yang tidak berniat menghadiri Jumat, maka tidak ada anjuran mandi baginya” (HR Ibnu Khuzaimah dan Ibnu Hibban).  

Dari hadis tersebut, ulama merumuskan bahwa disunahkan melaksanakan mandi Jumat bagi orang yang berniat melaksanakan sholat Jumat, meskipun sholat Jumat tidak diwajibkan baginya.

Sehingga kesunahan mandi Jumat ini tidak hanya berlaku bagi laki-laki yang diwajibkan melakukan Jumat, namun juga berlaku bagi anak kecil, perempuan, hamba sahaya dan musafir yang berniat menghadiri sholat Jumat, meskipun mereka tidak diwajibkan melaksanakan shalat Jumat.

Mandi Jumat ini dilaksanakan sejak terbit fajar Shadiq sampai pelaksanaan Jumat. Lebih utama dilakukan menjelang keberangkatan menuju tempat shalat Jumat. Mandi Jumat ini sangat dianjurkan, sehingga meninggalkannya dihukumi makruh, sebab ulama masih berselisih mengenai hukum wajibnya.

 

Saksikan Video Pilihan Ini:

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

2 dari 3 halaman

Amalan Sunah di Hari Jumat

2. Segera Hadir Menuju Tempat Sholat Jumat

Sejak terbit fajar di pagi hari Jumat, dianjurkan untuk bergegas menuju tempat shalat Jumat. Seseorang yang lebih awal berangkat Jumatan mendapatkan pahala melebihi orang yang datang setelahnya.  

Anjuran ini berlaku untuk selain Imam. Adapun bagi Imam yang disunbahkan baginya adalah mengakhirkan hadir sampai waktu khutbah, karena mengikuti sunah Rasulullah.   

Anjuran ini berdasarkan sabda Nabi:

مَنْ اغْتَسَلَ يَوْمَ الْجُمُعَةِ غُسْلَ الْجَنَابَةِ ثُمَّ رَاحَ فِي السَّاعَةِ الْأُولَى فَكَأَنَّمَا قَرَّبَ بَدَنَةً ، وَمَنْ رَاحَ فِي السَّاعَةِ الثَّانِيَةِ فَكَأَنَّمَا قَرَّبَ بَقَرَةً وَمَنْ رَاحَ فِي السَّاعَةِ الثَّالِثَةِ فَكَأَنَّمَا قَرَّبَ كَبْشًا أَقْرَنَ ، وَمَنْ رَاحَ فِي السَّاعَةِ الرَّابِعَةِ فَكَأَنَّمَا قَرَّبَ دَجَاجَةً ، وَمَنْ رَاحَ فِي السَّاعَةِ الْخَامِسَةِ فَكَأَنَّمَا قَرَّبَ بَيْضَةً ، فَإِذَا خَرَجَ الْإِمَامُ حَضَرَتْ الْمَلَائِكَةُ يَسْتَمِعُونَ الذِّكْرَ    

“Barangsiapa yang mandi seperti mandi junub pada hari Jumat, kemudian pada waktu pertama ia berangkat Jumat, maka seakan ia berkurban unta badanah. Dan barangsiapa berangkat Jumat pada waktu kedua, seakan berkurban sapi. Dan barangsiapa berangkat Jumat pada waktu ketiga, seakan berkurban kambing yang bertanduk. Dan barangsiapa berangkat Jumat pada waktu keempat, seakan berkurban ayam. Dan barangsiapa berangkat Jumat pada waktu kelima, seakan berkurban telur. Saat imam keluar berkhutbah, malaikat hadir seraya mendengarkan khutbahnya” (HR  al-Bukhari dan Muslim).

3. Memakai Pakaian Putih 

Anjuran ini berdasarkan hadits Nabi: 

اِلْبَسُوْا مِنْ ثِيَابِكُمْ اَلْبَيَاضَ فَإِنَّهَا مِنْ خَيْرِ ثِيَابِكُمْ   

 “Pakailah dari pakaian kalian yang berwarna putih. Karena sesungguhnya pakaian putih termasuk pakaian terbaik bagi kalian” (HR  al-Tirmidzi).  

4. Membersihkan Badan

Pada hari Jumat, sunnah membersihkan badan dengan mencukur bulu kemaluan, mencabut bulu ketiak, menggunting kumis, memotong kuku, bersiwak dan menghilangkan bau badan. Beberapa hal tersebut disunnahkan karena mengikuti sunnah Nabi.  

5. Memakai Pewangi atau Parfum 

Tidak ada ketentuan khusus mengenai parfum yang dipakai saat Jumatan, namun lebih utama memakai minyak misik. Anjuran memakai minyak wangi ini berlaku untuk selain orang yang berpuasa, orang yang sedang ihram dan perempuan. 

 Adapun bagi orang yang berpuasa dan perempuan, dimakruhkan baginya memakai parfum. Sementara bagi orang yang tengah menjalankan ibadah ihram haji atau umrah, hukumnya haram. 

 

3 dari 3 halaman

Jumat Hari Ibadah

6. Berjalan Menuju Tempat Jumat dengan Tenang

Sikap tenang di sini adalah pelan-pelan dalam berjalan dan bergerak serta menjauhi hal-hal yang tidak bermanfaat. 

 Anjuran ini berdasarkan hadis Nabi:  

 مَنْ غَسَّلَ يَوْمَ الْجُمُعَةِ وَاغْتَسَلَ وَبَكَّرَ وَابْتَكَرَ وَمَشَى وَلَمْ يَرْكَبْ وَدَنَا مِنْ الْإِمَامِ فَاسْتَمَعَ وَلَمْ يَلْغُ كَانَ لَهُ بِكُلِّ خُطْوَةٍ عَمَلُ سَنَةٍ أَجْرُ صِيَامِهَا وَقِيَامِهَا   

 “Barangsiapa membasuh pakaian dan kepalanya, mandi, bergegas Jumatan, menemui awal khutbah, berjalan dan tidak menaiki kendaraan, dekat dengan Imam, mendengarkan khutbah dan tidak bermain-main, maka setiap langkahnya mendapat pahala berpuasa dan shalat selama satu tahun” (HR  al-Tirmidzi dan al-Hakim).  

 Ketujuh, membaca al-Quran atau berzikir. 

Anjuran ini dilakukan saat perjalanan menuju dan saat berada di tempat pelaksanaan Jumat. Ayat al-Qur’an yang utama dibaca adalah surat al-Kahfi. Adapun berzikir, yang lebih utama adalah membaca shalawat Nabi.   

8. Diam Saat Khutbah Berlangsung.  

 Saat khutbah berlangsung, hendaknya mendengarkan dengan seksama. Allah Swt berfirman:  

  وَإِذَا قُرِئَ الْقُرْآنُ فَاسْتَمِعُوا لَهُ وَأَنْصِتُوا لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُوْنَ  

 “Dan apabila dibacakan khutbah, maka dengarkanlah baik-baik, dan perhatikanlah dengan tenang agar kamu mendapat rahmat” (QS al-A’raf: 204).  

 Kata “al-Qur’an” dalam ayat tersebut ditafsirkan dengan khutbah. Kesunnahan diam saat berlangsungnya khutbah ini tidak tertentu untuk 40 Jamaah yang mengesahkan Jumat. Namun juga berlaku umum untuk seluruh jamaah Jumat yang hadir.

 Bagi jamaah Jumat yang mendengarkan khutbah, disunnahkan baginya untuk tidak berkata apa pun termasuk zikir. Sedangkan bagi jamaah yang tidak mendengarkan khutbah misalkan karena jauh, maka anjuran berdiam diri baginya adalah dengan tidak berbicara, namun baginya disunnahkan untuk berzikir.

Tim Rembulan

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS