Tanggapi Survei Polcom, Timses Prabowo-Jokowi Adu Argumen

Jokowi masih unggul dengan 46,4%, sedangkan Prabowo 43,3%.

Diterbitkan 24 Juni 2014, 18:27 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Political Communication (Polcom) Institute memaparkan hasil survei terkait elektabilitas Prabowo Subianto-Hatta Rajasa dan Joko Widodo-Jusuf Kalla jelang Pilpres 9 Juli 2014. Hasilnya, Jokowi masih unggul dengan 46,4%, sedangkan Prabowo 43,3%.

Survei itu dilakukan dari 16 hingga 20 Juni 2014 di 33 Provinsi. Menggunakan metode multi stage random sampling dengan melibatkan 1.200 responden dengan tingkat kepercayaan 95% dan margin of error sebesar 3,1%.

Menanggapi hal itu, tim sukses pasangan Jokowi-JK, Arif Budimanta optimistis bila hari ini dilakukan Pemilihan Presiden, pasangan Jokowi-JK sudah dipastikan menjadi pemenang. "Kalau hari ini Pilpres, sudah dipastikan Jokowi-JK akan menang," kata Arif di Gren Alia Cikini, Jakarta Pusat, Selasa (24/6/2014).

Hasil survei ini, jelasnya, menunjukkan pemilih di Indonesia sudah semakin jelas menentukan pilihannya kepada sosok yang mampu berdialog langsung dengan masyarakat. Kemampuan pemilih sudah semakin sempurna.

"Dari lapangan yang kita ukur saat ini, ketika Pak Jokowi berkeliling. Semangat masyarakat berdialog sangat jelas untuk mengikuti dijalan. Model campaign Jokowi itu seperti itu. Kita mencari Presiden yang dipilih oleh rakyat, maka kami menggaggap kematangan pemilih sudah semakin sempurna," katanya.

Namun timses Prabowo-Hatta, Priyo Budi Santoso juga membalas ucapan dari Arif Budimanta. "Sayangnya pemilu tidak hari ini, pemilu masih 2 minggu ini Ada hal yang membuat elektabilitas Prabowo-Hatta semakin hari semakin naik. Sementara Jokowi-JK stuck dan bahkan turun. Kalau melihat dulu perbedaan mengaga 15% dan sekarang tinggal 3,1% itu setelah debat," sahut Priyo yang diikuti tepuk tangan para tamu undangan.

Menurutnya, Prabowo telah memperlihatkan kualitasnya dalam 3 debat capres yang telah diselenggarakan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU).

"Debat pertama seimbang, kedua Prabowo gemilang. Debat ketiga tampil gemilang menguasi masalah ada aura kepempinan aura rayat. Dan bobot prabowo nampak sekali sebuah pemimpin dari sebuah negara besar. Bukan Kota atau Kabupaten atau Provinsi. Mungkin ini yang menyebabkan meroket," lanjut Wakil Ketua DPR itu.