Melani Demokrat: Sedih Nggak Masuk 3 Besar

Anggota Dewan Pembina Partai Demokrat Melani Leimena Suharli mengungkapkan rasa sedih karena partainya tak bisa jadi juara.

Diterbitkan 11 April 2014, 13:31 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta Anggota Dewan Pembina Partai Demokrat Melani Leimena Suharli mengungkapkan rasa sedih karena partainya tak bisa tembus 3 besar. Kesedihannya tambah mendalam karena partainya juga tak bisa mengusung capres.

"Kita sedih juga ya nggak masuk 3 besar. Dari survei-survei quick count, Demokrat 5 besar. Apapun nanti lihat hasilnya, tapi sudah tentu harus koalisi," jelas Melani di Gedung DPR, Jakarta, Jumat (11/4/2014).

Kesulitan untuk mengusung capres karena perolehan suara yang di bawah ambang pencalonan presiden juga membuat asa dari Konvensi Partai Demokrat menurun. Bila sebelumnya konvensi untuk menentukan capres kini turun satu tingkat, menjadi cawapres.

"Konvensi kan bukan saja menentukan capres nantinya, bisa juga cawapres, melihat perolehan di Demokrat tidak bisa mengusung capres sendiri, tentunya koalisi itu cair," terang Wakil Ketua MPR itu.

Melani juga menyampaikan Partai Demokrat siap dengan segala situasi. Bila tak memungkinkan untuk berkoalisi, maka partai pimpinan SBY itu siap jadi oposisi. "Bisa koalisi, bisa oposisi," tandas Melani.

Konvensi Capres Distop?

Perolehan suara Partai Demokrat dalam quick count atau hitung cepat Pileg 2014 kemarin, tak lebih dari 10%. Maka itu, Wakil Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat Marzuki Alie mengusulkan agar sebaiknya Konvensi Capres Partai Demokrat segera dihentikan.

"Demokrat tidak cukup untuk mengusung sendiri atau berkoalisi bargaining power (daya tawar) yang kuat. Makanya sebaiknya ini tidak dilanjutkan," ujar Marzuki di Galeri Cafe, Jakarta, Kamis 10 April lalu.

Meski sudah pesimis dengan konvensi, Marzuki menilai pemilihan capres dengan cara itu perlu dilakukan pada masa mendatang. Sebab, konvensi menunjukkan yang terpilih adalah pemimpin yang diinginkan rakyat. "Konvensi ini pembelajaran yang luar biasa. Ke depan konvensi ini harus tetap dilanjutkan."

"Siapapun pemimpin partai, supaya ada kesempatan bagi anak bangsa yang memiliki kapasitas dan kemampuan menjadi calon presiden. Jadi tidak terbatasi dari ketua umum saja. Menurut saya ini sudah sangat baik," sambung pria yang juga menjadi peserta Konvensi Demokrat itu.

Marzuki juga menyarankan agar peserta konvensi ditawarkan ke partai lain. "Ini saran saya sebagai Wakil Ketua Majelis Tinggi Demokrat dan peserta konvensi," ucap Marzuki.

(Shinta Sinaga)

Â