Pengamat: Jangan Cuma Saling Sindir, Pakai Data dan Fakta

Emrus Sihombing mengatakan, dengan buka-bukaan data, masyarakat bisa menentukan pilihan tanpa tertutupi oleh pencitraan.

Diterbitkan 31 Maret 2014, 13:14 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Pertarungan para bakal calon presiden pada Pilpres 2014 semakin memanas. Saling sindir menjadi hal yang tidak terelakkan.

Pakar komunikasi politik dari Universitas Pelita Harapan (UPH) Emrus Sihombing menilai, hal tersebut sangatlah wajar di setiap pemilu. Namun, saling sindir antar kandidat capres seharusnya berdasarkan data dan fakta.

"Saya pikir para politisi kita harusnya sudah bisa bersikap dewasa, jangan cuma saling sindirnya saja, tapi angkatlah fakta," kata Emrus Sihombing di Hotel Gran Melia, Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, Senin (31/3/2014).

Emrus mengatakan, penggunaan data dan fakta ketika menyindir akan memberikan pendidikan politik kepada masyarakat. Walaupun, tensi politik akan lebih memanas.

"Yang terjadi sekarang adalah saling sindir tapi tidak memaparkan data. Yang boleh itu mereka saling serang tapi berdasarkan data dan fakta, justru itu campaigne positif. Bukan justru black campaigne," ujarnya.

Dia mengatakan, dengan buka-bukaan data, masyarakat bisa menentukan pilihan tanpa tertutupi oleh pencitraan. "Justru saya sarankan, mereka saling buka data dan fakta. Nah dengan begitu justru rakyat yang tertolong, jadi tidak dibohongi," tandas Emrus.

Ketua Umum Partai Hanura Wiranto sempat menyindir pejabat yang menjadi ketua umum partai. Menurutnya dengan mengurusi partai, seorang pejabat tak akan fokus. Sindiran juga dilayangkan politisi PKS Fahri Hamzah kepada Jokowi dan partai yang mengusungnya menjadi presiden, PDIP.

Baca juga:

Kampanye di Bandung, SBY Beberkan 7 Prestasi Demokrat di Jabar

Sekjen PDIP Akui Telah Bertemu 10 Partai, Cari Cawapres Jokowi?

Jokowi Nyapres, Nara Demokrat: Jangan Sampai Tuhan Murka!