8 Tanaman yang Bisa Jadi Purifier Alami untuk Udara Rumah Lebih Segar

Tanaman yang bisa jadi purifier alami menjadi pilihan menarik bagi pencinta dekorasi rumah bernuansa hijau.

Liputan6.com, Jakarta - Memilih tanaman yang bisa jadi purifier alami dapat menjadi langkah menarik untuk menciptakan lingkungan hunian lebih nyaman. Lidah mertua, sirih gading, lili Paris, hingga peace lily menawarkan bentuk daun dan karakter pertumbuhan berbeda. Setiap jenis memiliki kebutuhan cahaya, air dan perawatan tersendiri, sehingga pemilihannya perlu disesuaikan kondisi rumah.

Selain memperhatikan penampilan, pemilik rumah perlu memahami potensi manfaat tanaman yang bisa jadi purifier alami secara realistis. Penelitian laboratorium menunjukkan beberapa tanaman mampu menyerap senyawa tertentu, seperti formaldehida dan benzena. Akan tetapi, kemampuan tersebut belum membuktikan bahwa tanaman pot bisa membersihkan udara rumah secara signifikan dalam penggunaan sehari-hari.

Menentukan tanaman yang bisa jadi purifier alami sebaiknya mempertimbangkan aspek perawatan, keamanan penghuni dan kondisi ruangan. Beberapa tanaman cocok untuk area bercahaya redup, sedangkan jenis lain membutuhkan pencahayaan lebih terang. Ventilasi memadai, pengurangan sumber polusi dan penggunaan penyaring udara bila diperlukan tetap menjadi langkah penting, untuk menjaga kualitas udara dalam ruangan.

Berikut ulasan lengkap yang Liputan6.com rangkum dari berbagai sumber, Jumat (23/10/2026).

1. Lidah Mertua (Dracaena trifasciata)

Lidah mertua merupakan salah satu tanaman hias yang populer untuk mempercantik interior rumah. Tanaman ini memiliki daun panjang, tegak, dan runcing dengan corak hijau serta garis kekuningan pada beberapa varietas. Bentuknya yang ramping membuat lidah mertua cocok diletakkan di ruang tamu, kamar tidur, ruang kerja, maupun sudut ruangan yang tidak terlalu luas.

Tanaman ini sering dikaitkan dengan kemampuan menyerap senyawa pencemar udara, seperti formaldehida dan benzena, berdasarkan sejumlah penelitian dalam kondisi laboratorium. Meski demikian, kemampuannya membersihkan udara di rumah dalam penggunaan sehari-hari masih terbatas. Lidah mertua lebih tepat dipilih sebagai tanaman dekoratif yang dapat melengkapi upaya menjaga kualitas udara di dalam ruangan.

Dari segi perawatan, lidah mertua tergolong mudah dipelihara karena mampu bertahan ketika penyiraman tidak terlalu sering. Letakkan tanaman di tempat dengan cahaya tidak langsung atau area yang cukup terang. Gunakan media tanam berpori dan pot berlubang agar air tidak menggenang. Perlu diperhatikan bahwa tanaman ini dapat menyebabkan gangguan pencernaan jika dikunyah atau tertelan oleh hewan peliharaan.

2. Sirih Gading (Epipremnum aureum)

Sirih gading menjadi pilihan menarik bagi pencinta tanaman hias karena memiliki daun berbentuk hati dengan perpaduan warna hijau dan kuning. Batangnya tumbuh menjuntai sehingga tanaman ini cocok ditempatkan dalam pot gantung, rak terbuka, atau wadah dekoratif di atas meja. Pertumbuhannya yang relatif cepat juga membuat sirih gading mudah dibentuk sesuai kebutuhan interior.

Sirih gading pernah diteliti dalam kaitannya dengan penyerapan beberapa senyawa organik volatil, termasuk formaldehida dan benzena. Temuan tersebut menjadi salah satu alasan tanaman ini sering disebut sebagai purifier alami. Namun, hasil penelitian laboratorium tidak berarti satu pot sirih gading dapat menggantikan fungsi ventilasi atau penyaring udara di rumah.

Perawatannya cukup praktis. Sirih gading dapat tumbuh baik di area bercahaya tidak langsung dan perlu disiram ketika permukaan media tanam mulai mengering. Hindari penyiraman berlebihan karena kondisi terlalu basah dapat memicu pembusukan akar. Tanaman ini sebaiknya diletakkan jauh dari jangkauan anak-anak dan hewan peliharaan sebab bagian tanamannya mengandung kristal kalsium oksalat yang dapat menyebabkan iritasi jika dikunyah atau tertelan.

3. Lili Paris (Chlorophytum comosum)

Lili Paris, yang juga dikenal sebagai spider plant, merupakan tanaman hias berdaun ramping dengan kombinasi warna hijau dan putih. Daunnya tumbuh melengkung membentuk rumpun yang terlihat segar dan rapi. Tanaman ini cocok untuk menghiasi meja kerja, ambang jendela, rak tanaman, maupun pot gantung yang memungkinkan daunnya menjuntai secara alami.

Dalam beberapa penelitian terkontrol, lili Paris dikaji karena potensinya membantu mengurangi senyawa pencemar tertentu di udara. Meski begitu, efektivitas tanaman ini dalam memperbaiki kualitas udara pada ruangan berukuran normal belum terbukti cukup besar. Manfaat yang lebih mudah dirasakan adalah nilai dekoratifnya, kemudahan perawatan, dan kemampuannya menambah suasana hijau di dalam rumah.

Lili Paris menyukai cahaya terang tidak langsung, tetapi masih dapat beradaptasi dengan pencahayaan yang lebih rendah. Siram secara teratur tanpa membuat media tanam terus-menerus tergenang. Tanaman ini juga mudah diperbanyak melalui anakan yang tumbuh dari tanaman induk. Dibandingkan beberapa tanaman hias lainnya, lili Paris umumnya dianggap tidak beracun bagi kucing dan anjing, sehingga dapat menjadi pilihan bagi rumah yang memiliki hewan peliharaan.

4. Peace Lily (Spathiphyllum spp.)

Peace lily dikenal melalui bunga putihnya yang elegan dan daun hijau gelap yang mengilap. Penampilannya memberikan kesan bersih serta menenangkan, sehingga tanaman ini sering digunakan sebagai dekorasi ruang tamu, ruang kerja, atau area dekat jendela. Peace lily juga menyukai kondisi lingkungan yang tidak terlalu kering dan dapat tumbuh baik dengan pencahayaan tidak langsung.

Tanaman ini kerap disebut sebagai salah satu tanaman penyaring udara karena penelitian laboratorium menunjukkan potensi penyerapan senyawa tertentu, seperti benzena dan formaldehida. Walaupun demikian, kemampuan tersebut tidak boleh dianggap sebagai bukti bahwa peace lily dapat menghilangkan polutan secara signifikan di rumah. Untuk mengurangi pencemar udara, ventilasi yang baik dan pengendalian sumber polusi tetap menjadi langkah utama.

Dalam perawatannya, peace lily membutuhkan media tanam yang lembap tetapi tidak tergenang. Penyiraman dapat dilakukan saat permukaan tanah mulai mengering. Daunnya terkadang terlihat layu ketika kekurangan air, tetapi kondisi tersebut juga perlu diperiksa agar tidak tertukar dengan masalah akar. Hal penting yang harus diperhatikan adalah peace lily mengandung kristal kalsium oksalat yang dapat menyebabkan iritasi mulut dan gangguan pencernaan jika tertelan. Karena itu, tanaman ini sebaiknya dijauhkan dari anak-anak kecil dan hewan peliharaan.

5. Palem Bambu (Chamaedorea seifrizii)

Palem bambu memiliki batang ramping yang tumbuh berkelompok serta daun hijau menyerupai rumpun bambu. Tanaman ini memberikan nuansa tropis yang kuat dan cocok diletakkan di sudut ruang keluarga, dekat pintu masuk, atau ruangan berukuran cukup luas. Bentuknya yang rimbun juga membuat palem bambu menarik sebagai elemen dekorasi untuk rumah bergaya natural.

Palem bambu termasuk tanaman yang pernah dikaji dalam penelitian mengenai kemampuan tanaman hias menyerap senyawa pencemar tertentu. Akan tetapi, pengaruh satu atau beberapa pot terhadap konsentrasi polutan di rumah tidak dapat disamakan dengan hasil pengujian laboratorium. Oleh sebab itu, palem bambu sebaiknya dipilih terutama karena penampilannya yang menarik, sekaligus menjadi pelengkap lingkungan dalam ruangan yang nyaman.

Untuk menjaga pertumbuhannya, letakkan palem bambu di tempat bercahaya terang tidak langsung. Tanaman ini membutuhkan penyiraman yang cukup, terutama ketika media tanam mulai mengering, tetapi akar tidak boleh terendam air terlalu lama. Bersihkan debu yang menempel pada daun secara berkala agar permukaannya tetap bersih. 

6. Pakis Boston (Nephrolepis exaltata)

Pakis Boston merupakan tanaman hias dengan daun majemuk yang panjang, tipis, dan tumbuh melengkung. Susunan daunnya tampak rimbun sehingga cocok untuk pot gantung, rak tinggi, atau sudut ruangan yang ingin dibuat lebih asri. Tanaman ini juga sering digunakan untuk menghadirkan suasana taman tropis di dalam rumah.

Pakis Boston pernah diteliti dalam konteks kemampuan tanaman menyerap senyawa tertentu dari udara. Selain itu, tanaman berdaun lebat dapat melepaskan uap air melalui proses transpirasi, meskipun dampaknya terhadap kelembapan ruangan bergantung pada jumlah tanaman dan kondisi lingkungan. Tidak ada jaminan bahwa pakis Boston dalam jumlah sedikit mampu membersihkan udara secara nyata.

Hal yang perlu diperhatikan saat merawat pakis Boston adalah kebutuhan kelembapannya. Tanaman ini menyukai media tanam yang relatif lembap dan cahaya tidak langsung. Jika udara terlalu kering, ujung daunnya dapat berubah kecokelatan. Penyiraman perlu dilakukan secara teratur sesuai kondisi media, sementara drainase yang baik tetap diperlukan agar akar tidak membusuk. 

7. Aglaonema (Aglaonema spp.)

Aglaonema atau sri rezeki menjadi salah satu tanaman hias favorit karena memiliki banyak variasi warna daun. Beberapa varietas menampilkan perpaduan hijau dan perak, sementara varietas lainnya memiliki corak merah muda atau merah yang mencolok. Keunikan tersebut membuat aglaonema cocok dijadikan dekorasi meja, rak tanaman, maupun sudut ruang tamu yang mendapat cahaya tidak langsung.

Seperti sejumlah tanaman hias berdaun lebar lainnya, aglaonema kerap dikaitkan dengan potensi penyerapan senyawa pencemar berdasarkan penelitian terkontrol. Namun, belum ada dasar yang cukup kuat untuk menyatakan bahwa tanaman ini dapat berfungsi sebagai pengganti alat penyaring udara. Nilai utamanya untuk penggunaan rumah tangga terletak pada keindahan daun dan kemampuannya tumbuh di lingkungan dengan pencahayaan tidak langsung.

Aglaonema relatif mudah dirawat selama kebutuhan dasarnya terpenuhi. Gunakan media tanam yang gembur, hindari genangan air, dan letakkan tanaman di tempat yang terlindung dari sinar matahari langsung berlebihan. Daunnya dapat dibersihkan menggunakan kain lembut untuk menghilangkan debu. Perlu diingat bahwa aglaonema mengandung kristal kalsium oksalat yang dapat menyebabkan iritasi jika bagian tanaman dikunyah atau tertelan, sehingga perlu dijauhkan dari anak-anak dan hewan peliharaan.

8. Karet Kebo (Ficus elastica)

Karet kebo merupakan tanaman hias berdaun lebar, tebal, dan mengilap. Daunnya umumnya berwarna hijau tua, meskipun beberapa varietas memiliki corak kemerahan atau kombinasi warna lainnya. Pertumbuhannya yang tegak membuat tanaman ini cocok dijadikan titik fokus dekorasi di ruang keluarga, dekat jendela, atau area kerja yang memiliki ruang cukup.

Permukaan daun yang lebar membuat karet kebo menarik untuk ditanam di dalam ruangan. Tanaman ini juga pernah dikaji dalam penelitian mengenai interaksi tanaman dengan beberapa polutan udara. Namun, manfaat tersebut tidak sebaiknya dilebih-lebihkan karena kemampuan penyerapan di laboratorium belum tentu memberikan dampak besar pada udara rumah sehari-hari.

Karet kebo menyukai cahaya terang tidak langsung dan penyiraman ketika bagian atas media tanam mulai mengering. Hindari memindahkan tanaman terlalu sering dari satu kondisi pencahayaan ke kondisi yang sangat berbeda. Daunnya dapat dibersihkan secara berkala agar tidak tertutup debu. Getah karet kebo dapat mengiritasi kulit dan bagian tanamannya tidak aman jika tertelan, sehingga penempatannya perlu diperhatikan apabila terdapat anak kecil atau hewan peliharaan di rumah.

Pertanyaan Seputar Tanaman yang Bisa Jadi Purifier Alami

Apa saja tanaman yang bisa jadi purifier alami untuk rumah?

Beberapa pilihan populer meliputi lidah mertua, sirih gading, lili Paris, peace lily, palem bambu, pakis Boston, aglaonema, karet kebo, palem kuning, dan dracaena.

Apakah tanaman hias benar-benar dapat membersihkan udara?

Sejumlah tanaman menunjukkan kemampuan menyerap senyawa pencemar dalam penelitian laboratorium. Akan tetapi, efeknya di rumah biasa cenderung terbatas.

Tanaman apa paling mudah dirawat bagi pemula?

Lidah mertua dan sirih gading dapat menjadi pilihan bagi pemula. Keduanya relatif mudah dirawat dan mampu beradaptasi pada kondisi pencahayaan berbeda.

Apakah tanaman purifier alami cocok diletakkan di kamar tidur?

Boleh. Tanaman hias dapat ditempatkan di kamar tidur selama kebutuhan cahaya dan perawatannya terpenuhi. Meski demikian, jangan mengandalkan tanaman sebagai pengganti ventilasi untuk menjaga udara tetap bersih.

Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6