Liputan6.com, Jakarta - Anggrek menjadi salah satu tanaman hias yang banyak dipilih karena bentuk kelopaknya yang indah. Tanaman ini pun mudah tumbuh di banyak tempat, dan bernilai ekonomi tinggi. Sayangnya, anggrek sebenarnya membutuhkan perawatan tertentu dan salah-salah, bunganya tidak mekar sempurna atau malah mati.
Bagi pemula, merawat anggrek terkadang terasa sulit karena daunnya bisa menguning, akarnya membusuk, atau bunganya cepat layu. Kondisi tersebut bisa terjadi ketika kebutuhan air, cahaya, dan sirkulasi udara tidak terpenuhi dengan baik.
Oleh karena itu, Liputan6 akan membantu Anda memahami cara merawat anggrek, agar tanaman bisa tumbuh dengan baik. Simak selengkapnya, dihadirkan Liputan6, Kamis (15/10).
Advertisement
Pilih Media Tanam yang Sesuai untuk Anggrek
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4907971/original/041726700_1722591767-flower-3097458_1280.jpg)
Media tanam menjadi salah satu faktor penting dalam perawatan anggrek. Berbeda dari tanaman hias yang tumbuh di tanah biasa, banyak jenis anggrek, terutama anggrek epifit seperti Phalaenopsis, membutuhkan media yang mampu mengalirkan air dengan baik sekaligus menjaga sirkulasi udara di sekitar akar.
Pemilihan media tanam yang tepat membantu mencegah akar terlalu lama berada dalam kondisi basah. Akar anggrek yang sehat umumnya membutuhkan udara dan kelembapan yang cukup agar bisa menyerap air serta nutrisi untuk pertumbuhan tanaman.
Beberapa bahan yang bisa digunakan sebagai media tanam anggrek antara lain kulit pinus, arang kayu, dan sabut kelapa yang telah diolah. Pilih bahan sesuai jenis anggrek dan kondisi lingkungan agar media tidak terlalu padat atau mudah menahan air berlebihan.
Advertisement
Atur Penyiraman agar Akar Tidak Membusuk
Penyiraman menjadi bagian penting dalam cara merawat anggrek untuk pemula. Tanaman ini membutuhkan air untuk mendukung pertumbuhan daun dan bunga, tetapi penyiraman yang terlalu sering bisa membuat akar membusuk, terutama jika media tanam sulit mengering. Berikut langkah yang tepat:
- Frekuensi penyiraman sebaiknya disesuaikan dengan kondisi media, suhu, kelembapan udara, dan jenis anggrek.
- Media yang masih lembap biasanya belum membutuhkan tambahan air, sedangkan media yang mulai mengering bisa menjadi tanda bahwa tanaman perlu disiram.
- Sentuh atau periksa bagian dalam media untuk mengetahui apakah kondisinya masih lembap atau mulai mengering.
- Gunakan air secukupnya hingga media dan akar terlihat basah merata, lalu biarkan kelebihan air mengalir keluar dari pot.
- Pastikan pot memiliki lubang drainase agar air tidak terkumpul di bagian bawah.
- Siram pada pagi hari agar sisa air bisa mengering sebelum malam.
- Periksa kondisi tanaman secara berkala karena kebutuhan air bisa berubah mengikuti cuaca dan kondisi ruangan.
Letakkan Anggrek di Tempat dengan Cahaya yang Cukup
Cahaya matahari membantu anggrek melakukan fotosintesis untuk menghasilkan energi yang dibutuhkan dalam pertumbuhan. Meski demikian, kebutuhan cahaya setiap jenis anggrek berbeda sehingga penempatannya perlu disesuaikan dengan karakter tanaman.
Sebagian anggrek yang umum dipelihara di rumah, seperti anggrek bulan, tumbuh baik dengan cahaya terang tidak langsung. Paparan matahari yang terlalu kuat, terutama pada siang hari, bisa menyebabkan daun mengalami luka bakar atau berubah warna.
Untuk mendapatkan pencahayaan yang sesuai, anggrek bisa diletakkan di dekat jendela yang terang atau di teras beratap. Jika daun tampak menguning akibat paparan cahaya berlebihan atau pertumbuhannya melemah karena kekurangan cahaya, pindahkan tanaman secara bertahap ke lokasi yang lebih sesuai.
Advertisement
Jaga Kelembapan dan Sirkulasi Udara
Anggrek umumnya tumbuh baik di lingkungan dengan kelembapan yang cukup, tetapi kondisi tersebut perlu diimbangi dengan sirkulasi udara yang baik. Udara yang terlalu kering bisa membuat tanaman kehilangan kelembapan, sedangkan lingkungan yang terlalu lembap dan pengap dapat meningkatkan risiko penyakit pada daun maupun akar.
Pemula bisa menempatkan anggrek di lokasi yang memiliki aliran udara alami tanpa terkena angin kencang secara langsung. Jarak antarpot juga perlu diperhatikan agar daun tidak saling berhimpitan dan udara bisa bergerak di sekitar tanaman.
Jika udara di rumah cenderung kering, gunakan nampan berisi kerikil dan air di dekat tanaman dengan posisi dasar pot tetap berada di atas permukaan air. Cara ini bisa membantu meningkatkan kelembapan di sekitar tanaman, meskipun hasilnya bergantung pada kondisi ruangan. Hindari menyemprot daun secara berlebihan jika tanaman sulit mengering.
Berikan Pupuk dengan Takaran yang Tepat
Pupuk membantu memenuhi kebutuhan nutrisi anggrek selama masa pertumbuhan. Tanaman yang mendapatkan nutrisi sesuai kebutuhan bisa membentuk daun dan akar dengan baik, sedangkan kekurangan maupun kelebihan pupuk dapat mengganggu pertumbuhannya.
Gunakan pupuk khusus anggrek atau pupuk tanaman hias yang sesuai dengan jenis tanaman. Ikuti petunjuk pada kemasan dan gunakan takaran yang dianjurkan. Untuk anggrek yang ditanam dalam media kulit pinus atau arang, pemberian pupuk secara teratur dengan konsentrasi sesuai petunjuk bisa membantu memenuhi kebutuhan nutrisi.
Sebelum memberikan pupuk, pastikan tanaman berada dalam kondisi sehat dan media tanam tidak benar-benar kering jika petunjuk produk mengharuskan media dibasahi terlebih dahulu. Hindari memberikan pupuk terlalu pekat karena garam mineral dapat menumpuk dan merusak akar. Pemberian pupuk juga perlu disesuaikan dengan fase pertumbuhan serta kondisi tanaman.
Advertisement
Pangkas Bagian Tanaman yang Kering atau Rusak
Pemangkasan membantu menjaga kondisi anggrek tetap sehat dengan membuang bagian yang sudah mati atau mengalami kerusakan. Daun yang benar-benar kering, busuk, atau terserang penyakit perlu diperiksa agar masalahnya tidak menyebar ke bagian tanaman lain.
Berikut langkah memangkas anggrek dengan benar.
- Gunakan gunting tajam dan bersihkan sebelum memangkas agar risiko penularan penyakit bisa dikurangi.
- Cek bagian daun yang membusuk, menghitam, atau benar-benar kering sebelum melakukan pemangkasan.
- Pangkas jaringan yang mati atau rusak tanpa melukai akar dan batang utama yang masih sehat.
- Setelah bunga layu, periksa kondisi tangkainya. Pada beberapa jenis anggrek, tangkai yang mengering bisa dipangkas, sedangkan tangkai yang masih hijau perlu ditangani sesuai jenisnya.
- Singkirkan bagian tanaman yang dipangkas dan pantau kondisi anggrek setelah perawatan.
Periksa Akar dan Ganti Pot Saat Diperlukan
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9305081/original/042988900_1784784092-susan-jang-2sdQp26iRww-unsplash.jpg)
Akar bisa menjadi petunjuk untuk mengetahui kondisi kesehatan anggrek. Pada banyak anggrek epifit, akar yang sehat cenderung terasa kokoh, sedangkan akar yang membusuk bisa tampak cokelat kehitaman, lembek, dan mengeluarkan bau tidak sedap.
Penggantian pot tidak harus dilakukan terlalu sering. Anggrek bisa dipindahkan ketika media tanam mulai lapuk, akar membusuk, atau akar sudah memenuhi pot sehingga tanaman membutuhkan ruang dan media baru. Waktu penggantian juga sebaiknya disesuaikan dengan jenis anggrek dan kondisi pertumbuhannya.
Pilih pot yang memiliki lubang drainase dan ukuran yang sesuai dengan sistem perakaran. Gunakan media baru yang cocok untuk jenis anggrek, lalu buang akar yang benar-benar mati menggunakan alat bersih. Setelah dipindahkan, rawat tanaman dengan hati-hati dan sesuaikan penyiraman dengan kondisi akar serta media tanam yang baru.
Advertisement
Kenali Tanda Anggrek Tidak Sehat Sejak Awal
Memantau perubahan pada daun, akar, dan bunga membantu pemula mengetahui masalah sebelum kondisi tanaman semakin parah. Daun yang menguning, akar lembek, pertumbuhan terhambat, atau munculnya bercak pada daun bisa menjadi tanda bahwa kondisi perawatan perlu diperiksa kembali.
Jika daun menguning, periksa apakah tanaman mendapatkan cahaya berlebihan atau mengalami masalah pada akar. Apabila akar membusuk, evaluasi frekuensi penyiraman dan kemampuan media mengalirkan air. Sementara itu, daun yang tampak keriput bisa berkaitan dengan kekurangan air, tetapi kerusakan akar juga dapat membuat tanaman kesulitan menyerap air.
Bunga anggrek yang layu setelah masa berbunga berakhir merupakan hal yang wajar dan tidak selalu menandakan tanaman akan mati. Pertahankan perawatan yang sesuai, amati pertumbuhan daun dan akar baru, serta hindari mengubah banyak hal sekaligus tanpa mengetahui penyebab masalahnya. Dengan pemeriksaan rutin dan perawatan yang konsisten, anggrek memiliki peluang lebih besar untuk tetap sehat dan kembali berbunga.
Pertanyaan dan Jawaban Seputar Cara Merawat Anggrek
1. Berapa kali anggrek harus disiram dalam seminggu?
Anggrek tidak memiliki jadwal penyiraman yang sama untuk semua kondisi. Periksa kelembapan media, jenis anggrek, dan cuaca sebelum menyiram. Pastikan kelebihan air bisa mengalir keluar dari pot.
2. Apakah anggrek boleh terkena sinar matahari langsung?
Sebagian besar anggrek yang umum dipelihara di rumah lebih cocok mendapatkan cahaya terang tidak langsung. Paparan matahari yang terlalu kuat dapat merusak daun, terutama saat siang hari.
3. Mengapa daun anggrek menguning?
Daun anggrek bisa menguning karena penuaan alami, paparan cahaya berlebihan, penyiraman yang tidak sesuai, atau gangguan akar. Periksa kondisi tanaman secara menyeluruh untuk mengetahui penyebabnya.
4. Apa pupuk yang cocok untuk anggrek?
Pupuk khusus anggrek atau pupuk tanaman hias yang sesuai bisa digunakan dengan mengikuti petunjuk pada kemasan. Hindari penggunaan pupuk berlebihan karena dapat merusak akar.
5. Bagaimana cara agar anggrek kembali berbunga?
Berikan cahaya yang sesuai, atur penyiraman, penuhi kebutuhan nutrisi, dan jaga sirkulasi udara. Waktu berbunga juga dipengaruhi jenis anggrek, umur tanaman, dan kondisi pertumbuhannya.
Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9374250/original/004232300_1792041603-HOAX__35_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9374273/original/056682000_1792043129-cek_fakta_-_kejaksaan.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3033050/original/073846700_1580099128-20200127--Melihat-Tes-SKD-CPNS-di-Jakarta-2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4057548/original/020107600_1655630991-daftar_makanan_berbahaya.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4769720/original/016707600_1710229575-Ilustrasi_bunga_anggrek_Phalaenopsis.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5447736/original/015145700_1765962219-Vertical_500x656_-_SIXtainability.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9373598/original/035832400_1791969676-Mesin_Pencacah_Sampah_3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9372965/original/088403400_1791939609-WhatsApp_Image_2026-10-13_at_2.07.21_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9355267/original/005978200_1790095519-Menagg.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9371001/original/004173100_1791721798-WhatsApp_Image_2026-10-11_at_6.54.17_AM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5582945/original/056926200_1778132999-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4192232/original/046280400_1665758549-IMG_20221014_193652.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4953473/original/059895800_1727324477-Screenshot__199_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3439060/original/027890100_1619331962-WhatsApp_Image_2021-04-25_at_08.18.15.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5501317/original/009183900_1770893383-Foto_Ilustrasi__1_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9364651/original/002458200_1791013905-A6_00020.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5511791/original/067335500_1771918054-unnamed__83_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5488438/original/080651400_1769750700-unnamed__34_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9374358/original/044630600_1792047786-1a16eadb-84dd-49d3-9166-561f413fb165.jpg)