7 Tanaman Hias yang Tumbuh Meski Tak Disiram Setiap Hari, Tahan Kering dan Mudah Dirawat

Tak sempat menyiram tanaman setiap hari? Kenali 7 tanaman hias yang tahan kering dan mudah dirawat, tetap cantik tanpa harus terus-menerus menyiramnya.

Liputan6.com, Jakarta - Memiliki tanaman hias di rumah bisa membuat halaman, teras, hingga sudut ruangan terasa lebih segar dan menarik. Namun, kesibukan sehari-hari sering membuat kegiatan menyiram tanaman terlewat. Akibatnya, tanaman yang membutuhkan banyak air berisiko layu, daunnya menguning, bahkan mati jika kekurangan air terlalu lama.

Kabar baiknya, ada sejumlah tanaman hias yang relatif tahan terhadap kondisi kering sehingga tidak perlu disiram setiap hari. Beberapa di antaranya mampu menyimpan air di daun atau batang, sedangkan tanaman lainnya memiliki karakter yang membuatnya lebih mudah beradaptasi ketika media tanam mulai mengering.

Meski begitu, bukan berarti tanaman-tanaman ini bisa dibiarkan tanpa air sama sekali. Penyiraman tetap diperlukan ketika media tanam sudah cukup kering dan tanaman membutuhkannya. Lantas apa saja tanaman hias yang tumbuh meski tak disiram setiap hari? Melansir dari berbagai sumber, Kamis (15/10/2026), simak ulasan informasinya berikut ini.

1. Lidah Mertua

Lidah mertua (Dracaena trifasciata, sebelumnya dikenal sebagai Sansevieria trifasciata) menjadi salah satu pilihan populer untuk menghiasi rumah. Daunnya tumbuh tegak dengan corak hijau, kuning, atau kombinasi keduanya, sehingga cocok ditempatkan di teras, ruang tamu, maupun sudut rumah yang membutuhkan sentuhan hijau.

Tanaman ini memiliki daun tebal yang membantu menyimpan air. Karakter tersebut membuat lidah mertua lebih tahan terhadap kondisi kering dibandingkan banyak tanaman hias berdaun tipis. Karena itu, pemilik rumah tidak perlu menyiramnya setiap hari selama media tanam belum mengering dan kondisi tanaman masih baik.

Perawatannya pun relatif sederhana. Gunakan pot berlubang agar air berlebih dapat mengalir keluar dan pilih media tanam yang porous. Hindari menyiram terlalu sering karena akar lidah mertua rentan membusuk apabila terus berada dalam media yang basah.

2. Tanaman Giok atau Jade Plant

Tanaman giok (Crassula ovata) dikenal dengan daun berdaging yang berbentuk oval dan tampak mengilap. Tanaman sukulen ini dapat tumbuh menyerupai semak kecil dengan batang yang semakin kokoh seiring pertambahan usia. Bentuknya menarik untuk mempercantik teras yang mendapat sinar matahari cukup atau area dekat jendela yang terang.

Daunnya mampu menyimpan air sehingga tanaman giok tidak membutuhkan penyiraman sesering tanaman hias biasa. Jika ditanam dalam pot dengan media yang cepat mengalirkan air, tanaman ini dapat bertahan ketika permukaan media mulai mengering.

Kunci merawat tanaman giok adalah memberi cahaya terang yang sesuai, menyediakan drainase baik, dan tidak terburu-buru menyiramnya. Tunggu hingga media tanam mengering sebelum menyiram kembali. Jika daun mulai keriput, periksa kondisi media dan akar terlebih dahulu, sebab daun yang bermasalah tidak selalu disebabkan oleh kekurangan air.

3. Kaktus

Kaktus merupakan pilihan yang layak dipertimbangkan bagi pemilik rumah yang menginginkan tanaman hias dengan kebutuhan air relatif rendah. Bentuknya sangat beragam, mulai dari kaktus bulat berukuran kecil hingga jenis yang tumbuh memanjang. Tanaman ini juga cocok dijadikan koleksi dalam pot untuk menghiasi teras atau ambang jendela yang cerah.

Sebagian besar kaktus menyimpan air dalam batangnya sehingga mampu menghadapi periode kering. Adaptasi ini membuatnya tidak memerlukan penyiraman setiap hari. Namun, kebutuhan air setiap jenis kaktus tetap berbeda, tergantung ukuran tanaman, media tanam, suhu, serta paparan sinar matahari.

Agar tumbuh baik, gunakan media khusus kaktus atau campuran yang porous dan pot berlubang. Siram media secara menyeluruh ketika sudah kering, kemudian biarkan kelebihan air keluar. Jangan membiarkan pot terendam air karena kelembapan berlebih dapat memicu pembusukan akar.

4. Lidah Buaya

Lidah buaya (Aloe vera) dikenal sebagai tanaman sukulen dengan daun tebal, memanjang, dan memiliki tepi bergerigi. Selain tampil menarik dalam pot, tanaman ini relatif mudah dirawat sehingga cocok bagi pemula yang ingin mulai mengoleksi tanaman hias.

Daunnya menyimpan air, membuat lidah buaya lebih mampu menghadapi kondisi kering daripada tanaman yang membutuhkan kelembapan stabil. Oleh sebab itu, penyiraman tidak harus dilakukan setiap hari. Media tanam yang terlalu basah justru dapat meningkatkan risiko akar membusuk.

Tempatkan lidah buaya di area yang memperoleh cahaya terang. Jika ingin memindahkannya ke lokasi dengan sinar matahari langsung, lakukan secara bertahap agar daun tidak mengalami stres akibat perubahan paparan cahaya yang mendadak. Gunakan media tanam berdrainase baik dan siram kembali ketika media sudah mengering.

5. Euphorbia

Euphorbia hias memiliki bentuk yang unik, dengan batang tebal dan sejumlah varietas yang menghasilkan bunga berwarna mencolok. Tanaman ini dapat menjadi pilihan untuk mempercantik taman kering, teras yang cerah, atau area luar rumah yang membutuhkan tanaman dengan kebutuhan penyiraman relatif rendah.

Banyak jenis euphorbia menyimpan air pada batangnya sehingga dapat bertahan ketika media tanam mengering. Meski demikian, kelompok tanaman ini memiliki beragam spesies dengan karakter dan kebutuhan perawatan yang tidak sepenuhnya sama. Pilih jenis yang sesuai dengan kondisi cahaya dan ruang yang tersedia di rumah.

Euphorbia umumnya menyukai media tanam yang tidak menahan air terlalu lama. Pastikan pot memiliki lubang drainase dan jangan menyiramnya secara berlebihan. Perlu diperhatikan, getah euphorbia dapat menyebabkan iritasi kulit dan mata. Gunakan sarung tangan saat memangkas atau memindahkannya, serta jauhkan dari jangkauan anak-anak dan hewan peliharaan.

6. Bougenville

Bougenville atau bunga kertas menjadi favorit untuk menghiasi halaman karena memiliki warna mencolok, seperti merah muda, ungu, merah, dan putih. Tanaman ini dapat tumbuh sebagai semak maupun tanaman rambat yang diarahkan pada penyangga. Jika ingin memiliki halaman yang berwarna tanpa terlalu banyak pekerjaan, bougenville bisa menjadi pilihan menarik.

Setelah tumbuh mapan, bougenville relatif tahan terhadap kondisi kering. Tanaman ini juga cenderung berbunga lebih baik jika mendapat sinar matahari yang cukup. Namun, tanaman yang baru ditanam, tumbuh di pot kecil, atau menghadapi cuaca sangat panas tetap membutuhkan perhatian terhadap kebutuhan airnya.

Tanam bougenville di media yang memiliki drainase baik dan tempatkan di area yang mendapat banyak sinar matahari. Siram ketika media mulai mengering, terutama saat tanaman masih muda. Jangan sampai menganggap tanaman ini tidak membutuhkan air sama sekali hanya karena mampu bertahan pada periode kering.

7. Portulaca atau Bunga Pukul Sembilan

Portulaca, yang sering dikenal sebagai bunga pukul sembilan atau moss rose untuk jenis tertentu, memiliki daun berdaging dan bunga berwarna cerah. Warnanya beragam, mulai dari merah, merah muda, kuning, jingga, hingga putih. Tanaman ini cocok untuk mengisi pot dangkal, tepi taman, atau area halaman yang mendapat sinar matahari melimpah.

Daunnya yang tebal membantu menyimpan air sehingga portulaca relatif toleran terhadap kondisi kering setelah tumbuh dengan baik. Tanaman ini juga dapat tumbuh menjalar dan membuat permukaan pot tampak lebih penuh. Meski demikian, bibit baru dan tanaman dalam wadah kecil bisa lebih cepat kehilangan air ketika cuaca panas.

Agar tumbuh subur, letakkan portulaca di tempat yang cerah dan gunakan media tanam yang tidak mudah becek. Periksa kelembapan media secara berkala, kemudian siram saat diperlukan. Dengan cahaya yang memadai dan drainase baik, tanaman ini dapat menjadi pilihan untuk taman minim perawatan yang tetap berwarna.

Pertanyaan dan Jawaban Seputar Tanaman Hias yang Tumbuh Meski Tak Disiram Setiap Hari

1. Tanaman hias apa yang tidak perlu disiram setiap hari?

Lidah mertua, tanaman giok, kaktus, lidah buaya, beberapa jenis euphorbia, bougenville yang sudah mapan, dan portulaca relatif tahan terhadap kondisi kering. Meski demikian, semuanya tetap membutuhkan air sesuai kondisi pertumbuhannya.

2. Apakah tanaman tahan kering bisa dibiarkan tanpa air selama seminggu?

Sebagian tanaman tahan kering dapat melewati periode tersebut dalam kondisi tertentu, tetapi tidak ada jaminan untuk semua tanaman. Cuaca panas, pot kecil, paparan matahari langsung, dan media yang cepat kering dapat membuat tanaman membutuhkan air lebih cepat.

3. Bagaimana cara mengetahui tanaman perlu disiram?

Periksa kelembapan media tanam, bukan hanya kondisi permukaan. Beberapa tanaman sukulen lebih baik disiram setelah media mengering, sedangkan tanaman lain membutuhkan kelembapan yang lebih konsisten. Perhatikan pula perubahan daun dan kondisi akar.

4. Apakah tanaman tahan kering cocok ditanam di dalam rumah?

Sebagian cocok, misalnya lidah mertua dan tanaman giok, asalkan mendapat cahaya yang sesuai. Kaktus dan banyak jenis euphorbia umumnya membutuhkan cahaya lebih terang sehingga penempatannya perlu disesuaikan.

5. Mengapa tanaman tahan kering tetap layu meski jarang disiram?

Penyebabnya bisa berupa kekurangan air yang terlalu lama, akar membusuk akibat penyiraman berlebihan, cahaya yang tidak sesuai, atau kondisi media tanam yang buruk. Periksa kondisi tanaman secara menyeluruh sebelum menentukan tindakan perawatan.

Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6