Liputan6.com, Jakarta - Setiap 13 Oktober, Hari Bahasa Inggris atau English Language Day menjadi momentum untuk mengenal lebih dekat bahasa yang digunakan dalam berbagai bidang, mulai dari pendidikan hingga komunikasi internasional. Peringatan ini berkaitan dengan peristiwa bersejarah pada 1362, ketika Parlemen Inggris dibuka dengan pidato berbahasa Inggris, menggantikan kebiasaan penggunaan bahasa Prancis dalam kesempatan tersebut. Peristiwa ini menjadi salah satu tonggak penting dalam perjalanan bahasa Inggris.
Momen ini juga bisa dimanfaatkan untuk mulai belajar bahasa Inggris dari nol, terutama bagi mereka yang selama ini merasa kesulitan memahami kosakata, menyusun kalimat, atau berbicara dengan percaya diri. Proses belajar tidak harus dimulai dengan menghafal banyak rumus tata bahasa. Dengan latihan yang teratur, materi yang sesuai kemampuan, dan kebiasaan menggunakan bahasa Inggris dalam aktivitas sehari-hari, pemula dapat membangun kemampuan secara bertahap.
Apa Itu Hari Bahasa Inggris (English Language Day)?
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9371340/original/056169000_1791784678-8216.jpg)
Hari Bahasa Inggris yang diperingati setiap 13 Oktober merupakan peringatan yang menyoroti sejarah, perkembangan, serta peran bahasa Inggris dalam komunikasi dan kehidupan masyarakat. Peringatan ini diperkenalkan oleh The English Project pada 13 Oktober 2009 untuk merayakan bahasa Inggris dan perkembangannya dari masa ke masa.
Tanggal tersebut berkaitan dengan peristiwa pada 13 Oktober 1362, ketika Parlemen Inggris dibuka dengan pidato dalam bahasa Inggris. Pada masa itu, bahasa Prancis masih memiliki peran penting dalam urusan pemerintahan dan hukum Inggris. Penggunaan bahasa Inggris dalam peristiwa tersebut menjadi salah satu penanda perubahan kedudukan bahasa dalam kehidupan resmi negara.
Dalam perkembangannya, bahasa Inggris menyebar ke berbagai belahan dunia dan digunakan dalam pendidikan, bisnis, ilmu pengetahuan, hiburan, serta komunikasi lintas negara. Hari Bahasa Inggris dapat menjadi kesempatan untuk mempelajari sejarah bahasa sekaligus membangun keterampilan baru yang bermanfaat dalam kehidupan sehari-hari.
Advertisement
Mengapa Penting Belajar Bahasa Inggris?
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4730769/original/099358700_1706668843-english-book-with-glasses-table.jpg)
Bahasa Inggris dapat membantu seseorang mengakses informasi dari berbagai negara, memahami materi pembelajaran, dan menikmati konten internasional tanpa selalu bergantung pada terjemahan. Kemampuan ini juga berguna ketika membaca petunjuk penggunaan perangkat, mengikuti kursus daring, atau mencari informasi yang belum tersedia dalam bahasa Indonesia.
Bagi pelajar dan mahasiswa, keterampilan bahasa Inggris dapat mendukung kegiatan akademik, seperti membaca buku, memahami materi kuliah, dan mempersiapkan diri menghadapi tes bahasa. Sementara itu, bagi pekerja, kemampuan ini dapat membantu dalam membaca dokumen profesional, berkomunikasi dengan rekan kerja dari negara lain, serta mempertimbangkan peluang karier yang membutuhkan bahasa Inggris.
Belajar dari nol memberi kesempatan untuk membangun fondasi secara bertahap. Pemula tidak perlu langsung menguasai seluruh tata bahasa atau berbicara dengan lancar. Mulailah dari kemampuan yang paling dibutuhkan, seperti memahami kosakata umum, memperkenalkan diri, mengajukan pertanyaan sederhana, dan menangkap makna percakapan pendek.
Cara Belajar Bahasa Inggris dari Nol untuk Pemula
Belajar bahasa Inggris tidak harus dimulai dengan menghafal seluruh rumus tata bahasa. Pemula justru dapat memulainya melalui kegiatan sederhana yang dekat dengan kehidupan sehari-hari, kemudian meningkatkan tingkat kesulitan sesuai perkembangan kemampuan.
1. Pelajari Kosakata Bahasa Inggris yang Sering Digunakan
Langkah pertama adalah mengenal kosakata yang sering muncul dalam percakapan sehari-hari. Mulailah dari kata-kata yang berkaitan dengan keluarga, makanan, benda di rumah, aktivitas, waktu, dan pekerjaan.
Contohnya, eat berarti makan, drink berarti minum, sleep berarti tidur, dan work berarti bekerja. Kata-kata tersebut akan lebih mudah dipahami ketika digunakan dalam konteks kalimat, bukan hanya dihafalkan secara terpisah.
Buat target realistis, misalnya mempelajari lima sampai sepuluh kata baru setiap hari. Catat arti, cara pengucapan, dan contoh penggunaannya, lalu ulangi kosakata tersebut pada hari berikutnya agar lebih mudah diingat.
2. Kuasai Kalimat Dasar untuk Percakapan Sehari-hari
Setelah mengenal kosakata, mulailah menyusun kalimat sederhana untuk memperkenalkan diri, menyampaikan kebutuhan, atau menceritakan aktivitas harian. Latihan ini membantu pemula memahami bagaimana kata-kata dirangkai menjadi sebuah pesan yang utuh.
Berikut beberapa contoh kalimat dasar yang dapat dipelajari:
- My name is Anna. — Nama saya Anna.
- I am a student. — Saya seorang pelajar.
- I like coffee. — Saya suka kopi.
- I live in Jakarta. — Saya tinggal di Jakarta.
- I want to learn English. — Saya ingin belajar bahasa Inggris.
Latih pola kalimat tersebut dengan mengganti kata atau bagian kalimat sesuai kebutuhan. Misalnya, kalimat I like coffee dapat diubah menjadi I like tea atau I like music. Cara ini membuat proses belajar lebih praktis karena satu pola bisa digunakan untuk menyampaikan berbagai hal.
3. Pelajari Tata Bahasa secara Bertahap
Tata bahasa atau grammar membantu seseorang menyusun kalimat dengan lebih tepat. Namun, pemula tidak perlu mempelajari seluruh aturan sekaligus karena terlalu banyak materi dalam satu waktu dapat membuat proses belajar terasa rumit.
Mulailah dengan kata ganti orang, seperti I, you, we, they, he, dan she. Selanjutnya, pelajari penggunaan am, is, dan are, kemudian lanjutkan dengan kalimat positif, negatif, pertanyaan, serta bentuk waktu yang umum digunakan.
Sebagai contoh, I work every day berarti saya bekerja setiap hari, sedangkan I am working now berarti saya sedang bekerja sekarang. Memahami perbedaan melalui contoh konkret akan membantu pemula mengenali fungsi tata bahasa tanpa harus menghafal rumus secara terpisah.
4. Biasakan Mendengarkan Bahasa Inggris Setiap Hari
Kemampuan mendengarkan atau listening perlu dilatih sejak awal agar pemula terbiasa mengenali bunyi kata, intonasi, dan cara penutur menyampaikan kalimat. Seseorang mungkin sudah memahami arti sebuah kata ketika membacanya, tetapi belum tentu langsung mengenalinya saat mendengar percakapan.
Gunakan video pembelajaran untuk pemula, dialog pendek, podcast tingkat dasar, atau film dengan percakapan yang relatif mudah dipahami. Pilih materi yang sesuai kemampuan supaya latihan tidak berubah menjadi kegiatan menebak arti setiap kata.
Cobalah mendengarkan satu materi pendek beberapa kali. Pertama, tangkap makna umumnya. Kemudian, dengarkan kembali sambil membaca transkrip jika tersedia, lalu putar sekali lagi tanpa membaca teks. Pengulangan seperti ini membantu membangun hubungan antara bunyi, tulisan, dan makna.
5. Latih Pengucapan dengan Meniru Penutur Bahasa Inggris
Pengucapan atau pronunciation dapat dilatih melalui kebiasaan mendengarkan dan menirukan kalimat. Tujuan awalnya bukan mendapatkan aksen yang sama dengan penutur asli, melainkan mengucapkan kata dengan cukup jelas agar mudah dipahami orang lain.
Pilih kalimat pendek dari video atau rekaman pembelajaran. Dengarkan dengan saksama, perhatikan tekanan kata dan intonasinya, kemudian coba ucapkan kembali. Jika ada kata yang sulit, latih bagian tersebut beberapa kali sebelum mengulang seluruh kalimat.
Teknik ini juga dikenal sebagai shadowing, yaitu mengikuti ucapan penutur dengan jeda singkat atau hampir bersamaan. Sesekali, rekam suara sendiri untuk mengevaluasi pengucapan dan mengetahui bagian yang masih perlu diperbaiki.
6. Berlatih Berbicara meskipun Masih Banyak Kesalahan
Rasa takut salah sering membuat pemula menunda latihan berbicara. Padahal, kemampuan komunikasi tidak cukup dikembangkan hanya dengan membaca buku atau mengerjakan latihan tata bahasa.
Mulailah dengan berbicara sendiri selama satu hingga dua menit mengenai aktivitas harian. Ceritakan makanan yang dikonsumsi saat sarapan, kegiatan di tempat kerja, atau rencana akhir pekan menggunakan kalimat sederhana yang sudah dikuasai.
Setelah mulai terbiasa, cobalah berlatih bersama teman, bergabung dengan komunitas bahasa, atau menggunakan layanan percakapan. Jangan langsung menuntut diri untuk berbicara panjang tanpa kesalahan. Fokuslah pada kemampuan menyampaikan maksud, kemudian perbaiki kesalahan yang paling sering terjadi.
7. Manfaatkan Film, Lagu, dan Konten Berbahasa Inggris
Belajar melalui hiburan dapat membantu menjaga motivasi karena materi yang digunakan sesuai dengan minat pribadi. Film, lagu, video pendek, dan konten kreator berbahasa Inggris juga memberikan contoh penggunaan kata serta ekspresi dalam situasi yang beragam.
Pilih konten bertema hobi, olahraga, memasak, perjalanan, atau teknologi. Jika menyukai topiknya, pemula biasanya lebih mudah bertahan mengikuti materi meskipun belum memahami seluruh percakapan.
Gunakan subtitle secara bertahap. Pada awalnya, subtitle bahasa Indonesia dapat membantu memahami konteks. Setelah lebih terbiasa, beralihlah ke subtitle bahasa Inggris untuk menghubungkan bunyi dan tulisan. Potongan video yang pendek juga bisa diputar berulang kali untuk melatih pemahaman tanpa merasa kewalahan.
8. Gunakan Aplikasi dan Situs Belajar Bahasa Inggris
Aplikasi pembelajaran dapat membantu pemula berlatih secara terstruktur melalui latihan kosakata, tata bahasa, mendengarkan, dan pengucapan. Sebagian layanan juga menyediakan latihan percakapan atau materi yang disesuaikan dengan tingkat kemampuan.
Pilih aplikasi berdasarkan kebutuhan utama. Jika masih kesulitan memahami kata-kata dasar, utamakan latihan kosakata. Jika ingin meningkatkan pemahaman percakapan, cari materi audio yang dilengkapi transkrip. Sementara itu, latihan berbicara lebih sesuai bagi mereka yang ingin meningkatkan kepercayaan diri dalam berkomunikasi.
Tidak perlu mengunduh banyak aplikasi sekaligus. Gunakan satu aplikasi utama secara konsisten, kemudian terapkan materi yang dipelajari melalui tulisan atau percakapan nyata. Dengan begitu, waktu belajar tidak habis hanya untuk berpindah dari satu platform ke platform lainnya.
9. Biasakan Berpikir Sederhana dalam Bahasa Inggris
Kebiasaan menerjemahkan setiap kata dari bahasa Indonesia dapat memperlambat proses berbicara. Untuk menguranginya, pemula dapat mulai menghubungkan benda, tindakan, dan situasi sehari-hari dengan kalimat bahasa Inggris yang sederhana.
Ketika melihat buku, misalnya, cobalah berpikir This is a book. Saat merasa lapar, gunakan kalimat I am hungry. Ketika hendak berangkat kerja, pikirkan I am going to work.
Latihan tersebut tidak harus dilakukan sepanjang hari. Pilih beberapa aktivitas rutin dan gunakan bahasa Inggris untuk menggambarkannya. Jika belum mengetahui suatu kata, catat dan cari artinya setelah latihan. Kebiasaan ini membantu memperkaya kosakata sekaligus melatih penyusunan kalimat secara langsung.
10. Evaluasi Perkembangan Belajar secara Berkala
Belajar secara rutin perlu disertai evaluasi agar pemula mengetahui kemampuan yang sudah berkembang dan materi yang masih sulit dipahami. Evaluasi tidak harus berupa tes formal karena latihan sederhana pun dapat digunakan untuk mengukur perkembangan.
Setiap akhir minggu, cobalah menulis paragraf pendek tentang diri sendiri, merekam percakapan sederhana, atau mendengarkan kembali materi yang sebelumnya terasa sulit. Bandingkan hasilnya dengan latihan terdahulu untuk melihat perubahan dalam pemahaman dan kelancaran.
Catat kesalahan yang sering terjadi, seperti keliru menggunakan am dan is, salah menyusun kalimat, atau kesulitan mengucapkan kata tertentu. Jadikan catatan tersebut sebagai panduan untuk menentukan materi latihan berikutnya, sehingga proses belajar menjadi lebih terarah.
Advertisement
Jadwal Belajar Bahasa Inggris dari Nol Selama 30 Menit Sehari
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4731153/original/073204800_1706689047-english-book-resting-table-working-space.jpg)
Pemula tidak harus menyediakan waktu berjam-jam untuk belajar setiap hari. Sesi singkat yang dilakukan secara teratur dapat membantu membangun kebiasaan sekaligus memberikan kesempatan untuk mengulang materi.
Berikut contoh jadwal belajar selama 30 menit yang bisa diterapkan di rumah.
| Durasi | Aktivitas | Tujuan |
|---|---|---|
| 5 menit | Mengulang kosakata sebelumnya | Memperkuat ingatan |
| 10 menit | Mempelajari kosakata atau pola kalimat baru | Membangun kemampuan dasar |
| 5 menit | Mendengarkan audio atau video pendek | Melatih pemahaman |
| 5 menit | Berbicara atau menirukan kalimat | Melatih pengucapan |
| 5 menit | Menulis kalimat sederhana | Menguji pemahaman |
Jadwal tersebut dapat disesuaikan dengan kebutuhan. Jika kesulitan memahami percakapan, misalnya, tambahkan waktu mendengarkan dan kurangi sementara bagian latihan lainnya. Hal terpenting adalah tetap memiliki waktu untuk menggunakan materi secara aktif, bukan sekadar membacanya.
Target Belajar Bahasa Inggris dalam 4 Minggu
Agar lebih terarah, materi belajar dapat dibagi menjadi empat tahap mingguan. Pembagian ini membantu pemula berfokus pada keterampilan tertentu sebelum menggabungkan semuanya.
- Minggu pertama: pelajari sapaan, kosakata sehari-hari, kata ganti orang, serta cara memperkenalkan diri.
- Minggu kedua: latih penyusunan kalimat sederhana, penggunaan to be, serta bentuk kalimat positif, negatif, dan pertanyaan.
- Minggu ketiga: tingkatkan latihan mendengarkan dan berbicara melalui dialog pendek, deskripsi aktivitas sehari-hari, dan pengulangan pengucapan.
- Minggu keempat: gabungkan keterampilan yang telah dipelajari dengan menulis paragraf pendek, memperkenalkan diri selama satu hingga dua menit, dan memahami percakapan sederhana.
Target empat minggu tersebut merupakan panduan untuk membangun kebiasaan, bukan jaminan langsung fasih berbahasa Inggris. Perkembangan setiap orang berbeda, bergantung pada intensitas latihan, pengalaman sebelumnya, tingkat kesulitan materi, dan kesempatan menggunakan bahasa Inggris.
Kesalahan yang Sebaiknya Dihindari saat Belajar Bahasa Inggris
Semangat belajar perlu diimbangi dengan metode yang sesuai. Ada beberapa kebiasaan yang sebaiknya dihindari agar pemula tidak mudah kehilangan motivasi atau menghabiskan waktu tanpa perkembangan yang jelas.
- Menghafal terlalu banyak kosakata sekaligus. Pelajari kata dalam jumlah yang realistis, kemudian gunakan dalam kalimat agar maknanya lebih mudah diingat.
- Menunggu grammar sempurna sebelum berbicara. Mulailah menggunakan kalimat sederhana sejak awal dan perbaiki kesalahan secara bertahap.
- Hanya belajar ketika sedang termotivasi. Jadwal singkat yang realistis lebih mudah dipertahankan daripada sesi panjang yang jarang dilakukan.
- Menerjemahkan kata demi kata. Pahami makna berdasarkan konteks karena susunan kalimat bahasa Inggris tidak selalu sama dengan bahasa Indonesia.
- Memilih materi yang terlalu sulit. Mulailah dari materi yang dapat dipahami sebagian besar, kemudian tingkatkan kesulitannya setelah dasar mulai dikuasai.
- Hanya belajar secara pasif. Membaca dan menonton perlu diimbangi dengan menulis, berbicara, dan mencoba menyusun kalimat sendiri.
- Membandingkan perkembangan dengan orang lain. Setiap orang memiliki pengalaman dan waktu belajar yang berbeda. Evaluasi kemajuan berdasarkan kemampuan diri sendiri dari waktu ke waktu.
Advertisement
Pertanyaan dan Jawaban Seputar Hari Bahasa Inggris (English Language Day)
1. Kapan Hari Bahasa Inggris diperingati?
Hari Bahasa Inggris atau English Language Day yang dirayakan pada 13 Oktober berkaitan dengan peristiwa pembukaan Parlemen Inggris menggunakan pidato berbahasa Inggris pada 1362.
2. Apakah belajar bahasa Inggris bisa dimulai dari nol tanpa kursus?
Bisa. Pemula dapat belajar secara mandiri melalui buku, video pembelajaran, aplikasi, dan latihan percakapan, sedangkan kursus dapat menjadi pilihan tambahan untuk mendapatkan bimbingan terstruktur.
3. Apa yang harus dipelajari pertama kali saat belajar bahasa Inggris?
Mulailah dengan kosakata sehari-hari, sapaan, kata ganti orang, kalimat dasar, dan cara memperkenalkan diri. Setelah itu, lanjutkan dengan latihan mendengarkan, berbicara, membaca, menulis, dan tata bahasa.
4. Berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk bisa bahasa Inggris?
Waktunya bergantung pada target kemampuan dan intensitas latihan. Memahami percakapan sederhana membutuhkan tingkat latihan yang berbeda dibandingkan berbicara lancar dalam berbagai situasi.
5. Bagaimana cara belajar bahasa Inggris agar tidak mudah bosan?
Pilih materi sesuai minat, seperti film, musik, permainan, atau video tentang hobi. Variasikan latihan dan gunakan target kecil agar belajar terasa lebih menyenangkan serta perkembangan lebih mudah diamati.
Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9371326/original/098310100_1791783590-cek_fakta_bonus_timnas.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9371262/original/060653500_1791780398-Your_paragraph_text__3_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9371204/original/095998100_1791775708-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-10-12T102632.397.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9296249/original/006576900_1784009127-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-07-14T124739.847.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9371339/original/049188000_1791784416-0c72d148-0a31-4608-8ac7-b4fbc37671f4.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5447736/original/015145700_1765962219-Vertical_500x656_-_SIXtainability.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9371001/original/004173100_1791721798-WhatsApp_Image_2026-10-11_at_6.54.17_AM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5582945/original/056926200_1778132999-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4192232/original/046280400_1665758549-IMG_20221014_193652.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4953473/original/059895800_1727324477-Screenshot__199_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3439060/original/027890100_1619331962-WhatsApp_Image_2021-04-25_at_08.18.15.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5501317/original/009183900_1770893383-Foto_Ilustrasi__1_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9364651/original/002458200_1791013905-A6_00020.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9363979/original/062618200_1790927438-WhatsApp_Image_2026-10-02_at_14.34.23.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9363541/original/082820800_1790873841-Foto_2.jpg.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9363423/original/047017100_1790859858-WhatsApp_Image_2026-10-01_at_6.58.42_PM__1_.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9362754/original/098924600_1790829492-WhatsApp_Image_2026-10-01_at_09.43.00__1_.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9371351/original/055846500_1791785334-0e394300-e21d-4f2f-aa74-8798d289b2bc.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5545332/original/045931400_1775182460-1fa2ab9d-1298-431e-a800-726df6e54877.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9321737/original/060703300_1786501343-Kereta_Api_Pandanwangi.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9321825/original/071104600_1786505831-pal6.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4458178/original/050647500_1686209005-earthquake-g477b52052_640.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9371267/original/032931700_1791780833-717522fa-7ff2-414c-b47d-bbd466b5a004.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4566404/original/068008200_1694056115-gregor-vand-ZCje6tk0_nE-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9321015/original/052454100_1786423967-Kedung_Sepur_SMT.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4696229/original/095929800_1703303448-krl_solo_jogja.jpeg)