Liputan6.com, Jakarta - Cara cepat cek kualitas udara (ISPU) langsung dari HP kini menjadi kebiasaan penting bagi banyak orang di Indonesia, seiring polusi udara yang kian meningkat, terutama di kota-kota besar. Kabut tipis, aroma asap, dan langit yang tampak kelabu sering kali menjadi tanda bahwa udara di sekitar kita sedang tidak baik. Kabar baiknya, Anda tidak perlu alat khusus. Cukup dengan HP, informasi Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) dan Air Quality Index (AQI) bisa dilihat kapan saja.
Memantau kondisi udara sebelum beraktivitas membantu Anda memutuskan apakah perlu memakai masker, menunda olahraga di luar ruangan, atau menyalakan pembersih udara di rumah. Berikut cara cepat cek kualitas udara (ISP) langsung dari HP sebagaimana dilansir Liputan6.com dari berbagai sumber, Senin (12/10/2026).
Pantau Kualitas Udara dengan Aplikasi IQAir AirVisual
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4544191/original/066827400_1692476942-pexels-jimmy-liao-16114117.jpg)
Salah satu platform terkemuka untuk memantau kualitas udara adalah aplikasi IQAir AirVisual. Aplikasi ini dikenal sebagai yang terdepan di dunia dalam menyediakan informasi kualitas udara secara waktu nyata. Melansir laman resminya, aplikasi IQAir AirVisual membantu pengguna memantau pembaruan polusi udara baik di dalam maupun luar ruangan, lengkap dengan prakiraan kualitas udara.
IQAir mengintegrasikan data dari jaringan sensor berbasis darat terbesar di dunia, termasuk stasiun pemantauan pemerintah dan sensor tervalidasi milik IQAir sendiri. Jaringan ini mencakup lebih dari 500.000 lokasi di lebih dari 100 negara.
Indeks Kualitas Udara (AQI) merupakan sistem pelaporan harian yang menunjukkan tingkat kebersihan atau pencemaran udara, serta potensi risiko kesehatan yang mungkin timbul. AQI dihitung berdasarkan lima polutan utama yang sering mencemari udara, yakni partikel debu halus (PM2.5 dan PM10), ozon tingkat dasar, karbon monoksida, sulfur dioksida, dan nitrogen dioksida. Semakin tinggi skor AQI, semakin padat polutan di udara dan semakin besar pula risiko kesehatan yang mengintai.
Polutan PM2.5 menjadi perhatian utama dalam laporan kualitas udara karena ukurannya yang sangat kecil, yakni kurang dari atau sama dengan 2,5 mikrometer. Partikel ini sangat persisten dan tersebar luas, memungkinkan masuk jauh ke dalam paru-paru bahkan ke aliran darah. Hal ini dapat menyebabkan berbagai masalah kesehatan serius, termasuk gangguan pernapasan, penyakit jantung, dan risiko kanker paru-paru.
Ikuti urutan berikut di HP Anda:
-
Pasang, lalu jalankan aplikasi IQAir AirVisual.
-
Izinkan akses lokasi (GPS) saat diminta.
-
Tentukan lokasi yang ingin Anda awasi.
-
Baca angka AQI dan rincian polutan di layar.
-
Pakai juga fitur peta yang terdapat di bagian bawah aplikasi untuk melihat kondisi udara di daerah lain. Menu 'Ranking' juga bisa digunakan untuk melihat daftar peringkat perolehan skor kualitas udara di wilayah ibu kota dari berbagai negara.
Advertisement
Cek Kualitas Udara via Google Maps
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5342062/original/034026700_1757380129-Screenshot_2025-09-09_080739.jpg)
Selain aplikasi khusus, Google Maps juga telah melengkapi fiturnya dengan opsi “Air Quality” atau “Kualitas Udara”. Fitur ini memungkinkan pengguna untuk melihat informasi kualitas udara langsung pada peta di wilayah yang didukung. Pengguna dapat melacak kualitas udara di lokasi yang ingin dikunjungi atau di area tempat tinggal mereka.
-
Jalankan Google Maps di HP.
-
Tampilkan area yang ingin dicek di layar peta.
-
Tekan ikon Layers (Lapisan) di pojok kanan atas.
-
Pilih opsi Air Quality (Kualitas Udara).
-
Data kualitas udara akan tampil di wilayah yang tersedia.
Cek Kualitas Udara dari Situs BMKG
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4300408/original/066827700_1674523785-young-man-looking-his-phone-with-copy-space.jpg)
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) turut menyediakan layanan informasi kualitas udara bagi masyarakat Indonesia. Layanan ini mencakup peringatan dini kualitas udara ekstrem untuk wilayah Indonesia, yang diperbarui setiap hari pada pukul 08:00 WIB. Data yang disajikan memuat informasi PM2.5 AQI.
BMKG mengklasifikasikan konsentrasi PM2.5 ke dalam beberapa kategori untuk memudahkan pemahaman publik. Kualitas udara dianggap “Baik” jika konsentrasinya 0-15,5 µg/m³, “Sedang” pada 15,6-55,4 µg/m³, dan “Tidak Sehat” jika berada di angka 55,5-150,4 µg/m³. Sementara itu, kondisi “Sangat Tidak Sehat” terjadi pada 150,5-250,4 µg/m³, dan kategori “Berbahaya” ditetapkan untuk konsentrasi di atas 250,5 µg/m³.
-
Kunjungi situs kualitas udara BMKG.
-
Cari atau pilih kota yang ingin dipantau.
-
Cermati angka konsentrasi PM2.5.
-
Baca kategori kualitas udara yang tertera.
Advertisement
Pertanyaan dan Jawaban Seputar Cara Cepat Cek Kualitas Udara (ISPU) Langsung dari HP
1. Apa itu AQI?
AQI (Air Quality Index) adalah indeks yang menunjukkan indikasi polusi udara di suatu tempat, menggambarkan seberapa bersih atau tercemarnya udara serta potensi efek kesehatan yang mungkin timbul.
2. Apa saja polutan utama yang diukur dalam kualitas udara?
Polutan utama yang diukur meliputi partikel debu halus (PM2.5 dan PM10), ozon tingkat dasar, karbon monoksida, sulfur dioksida, dan nitrogen dioksida.
3. Mengapa PM2.5 berbahaya?
PM2.5 berbahaya karena ukurannya yang sangat kecil memungkinkan partikel ini masuk jauh ke dalam paru-paru bahkan ke aliran darah, menyebabkan gangguan pernapasan, penyakit jantung, dan risiko kanker paru-paru.
4. Apakah Google Maps bisa menunjukkan kualitas udara di semua wilayah?
Google Maps menunjukkan informasi kualitas udara di wilayah yang didukung, dan data dapat berasal dari stasiun pemantauan maupun model kualitas udara.
5. Bagaimana cara mengetahui kualitas udara di Indonesia melalui situs resmi pemerintah?
Anda dapat mengecek kualitas udara melalui situs resmi BMKG (iklim.bmkg.go.id/kualitas-udara) dengan memilih kota yang ingin dipantau dan melihat nilai konsentrasi PM2.5 serta kategorinya.
Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9371204/original/095998100_1791775708-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-10-12T102632.397.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9296249/original/006576900_1784009127-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-07-14T124739.847.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2844337/original/009156800_1562219838-20190704-Ma_ruf-Amin-Temui-Jusuf-Kalla-ANGGA-2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5341096/original/044527500_1757304695-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran__63_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4566404/original/068008200_1694056115-gregor-vand-ZCje6tk0_nE-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5447736/original/015145700_1765962219-Vertical_500x656_-_SIXtainability.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9371001/original/004173100_1791721798-WhatsApp_Image_2026-10-11_at_6.54.17_AM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5582945/original/056926200_1778132999-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4192232/original/046280400_1665758549-IMG_20221014_193652.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4953473/original/059895800_1727324477-Screenshot__199_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3439060/original/027890100_1619331962-WhatsApp_Image_2021-04-25_at_08.18.15.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5501317/original/009183900_1770893383-Foto_Ilustrasi__1_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9364651/original/002458200_1791013905-A6_00020.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9363979/original/062618200_1790927438-WhatsApp_Image_2026-10-02_at_14.34.23.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9363541/original/082820800_1790873841-Foto_2.jpg.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9363423/original/047017100_1790859858-WhatsApp_Image_2026-10-01_at_6.58.42_PM__1_.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9362754/original/098924600_1790829492-WhatsApp_Image_2026-10-01_at_09.43.00__1_.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9371250/original/017000400_1791779487-ab433997-6916-499b-be28-0342b51bb9e1__1_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9321015/original/052454100_1786423967-Kedung_Sepur_SMT.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4913929/original/024874100_1723218996-pexels-nonik-yench-3589897-5887779.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4696229/original/095929800_1703303448-krl_solo_jogja.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9346092/original/000869600_1789109832-freestocks-mw6Onwg4frY-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5535037/original/021141300_1773909964-naman_hias_pagar1a.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9371227/original/004556500_1791777806-6cFVFSZMERkyaFZ4VxHXn3FB8Ol.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4940763/original/078857600_1725937260-Ilustrasi_ngobrol__bicara__komunikasi__menyapa.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5567032/original/071294700_1777263559-BYD_Atto_1_2026__3_.jpg)