Liputan6.com, Jakarta - Membeli produk dalam kemasan besar sering dianggap lebih hemat dibandingkan membeli kemasan kecil. Padahal, ukuran kemasan yang lebih besar tidak selalu menawarkan harga yang lebih murah jika dihitung berdasarkan jumlah atau berat produk yang diperoleh.
Salah satu cara untuk mengetahui pilihan yang lebih ekonomis adalah membandingkan harga per gram. Metode ini membantu konsumen menilai harga produk secara lebih adil, terutama ketika dua produk memiliki berat bersih atau harga jual yang berbeda. Dengan begitu, keputusan belanja tidak hanya didasarkan pada ukuran kemasan atau potongan harga yang tertera.
Berikut ulasan terkait cara membandingkan harga per gram agar tidak tertipu kemasan besar, dirangkum Liputan6.com dari berbagai sumber, Sabtu (10/10).
Advertisement
1. Periksa Harga dan Berat Bersih Produk
Langkah pertama untuk membandingkan harga per gram adalah memeriksa harga jual dan berat bersih atau netto pada kemasan. Berat bersih menunjukkan jumlah isi produk tanpa menghitung berat wadah atau kemasannya.
Pastikan informasi yang dibandingkan menggunakan satuan berat yang sama. Jika satu produk memiliki berat 250 gram dan produk lainnya 1 kilogram, ubah terlebih dahulu 1 kilogram menjadi 1.000 gram agar perhitungannya lebih mudah.
Misalnya, produk A dijual seharga Rp15.000 dengan berat bersih 250 gram, sedangkan produk B seharga Rp52.000 dengan berat bersih 1.000 gram. Meski produk B berisi lebih banyak, harga per gramnya perlu dihitung terlebih dahulu untuk mengetahui apakah pembelian tersebut benar-benar lebih hemat.
Advertisement
2. Gunakan Rumus Harga per Gram
Rumus untuk menghitung harga per gram cukup sederhana. Konsumen hanya perlu membagi harga produk dengan berat bersihnya.
Harga per gram = Harga produk ÷ Berat bersih dalam gram
Sebagai contoh, berikut perhitungan dari dua produk dengan ukuran berbeda:
- Produk A: Rp15.000 ÷ 250 gram = Rp60 per gram.
- Produk B: Rp52.000 ÷ 1.000 gram = Rp52 per gram.
Dari perhitungan tersebut, produk B memiliki harga per gram yang lebih rendah. Artinya, berdasarkan berat dan harga jualnya, produk B lebih ekonomis jika dibandingkan dengan produk A.
Perhitungan ini juga dapat diterapkan pada berbagai kebutuhan sehari-hari, seperti beras, gula, kopi, deterjen bubuk, makanan ringan, dan produk lain yang dijual berdasarkan berat.
3. Bandingkan Harga per Gram, Bukan Harga Total
Harga total yang lebih murah belum tentu berarti produk tersebut menawarkan nilai terbaik. Sebaliknya, produk dengan harga lebih tinggi bisa lebih ekonomis jika jumlah isinya jauh lebih banyak.
Karena itu, jangan langsung memilih produk hanya karena harganya terlihat lebih rendah. Bandingkan harga per gram dari beberapa pilihan untuk mengetahui produk mana yang memberikan isi lebih banyak dengan biaya yang relatif lebih kecil.
Sebagai contoh, produk A memiliki harga Rp60 per gram, sedangkan produk B Rp52 per gram. Selisihnya adalah Rp8 per gram. Jika dibandingkan pada jumlah yang sama, yaitu 1.000 gram, produk B lebih hemat Rp8.000 daripada produk A.
Advertisement
4. Perhatikan Harga per 100 Gram agar Lebih Mudah Dibandingkan
Harga per gram terkadang menghasilkan angka yang terlalu kecil sehingga sulit dibaca dengan cepat. Untuk mempermudah perbandingan, konsumen juga bisa menghitung harga per 100 gram.
Harga per 100 gram = (Harga produk ÷ Berat bersih) × 100
Misalnya, produk A seharga Rp15.000 dengan berat 250 gram memiliki harga Rp6.000 per 100 gram. Sementara itu, produk B seharga Rp52.000 dengan berat 1.000 gram memiliki harga Rp5.200 per 100 gram.
Dari hasil tersebut, produk B tetap lebih murah berdasarkan beratnya. Penggunaan satuan yang sama membuat perbandingan lebih mudah, terutama saat melihat label harga di toko atau informasi produk di platform belanja daring.
5. Pastikan Produk yang Dibandingkan Sejenis
Harga per gram membantu menunjukkan perbedaan biaya, tetapi bukan satu-satunya pertimbangan saat memilih produk. Pastikan produk yang dibandingkan memiliki fungsi dan karakteristik yang relatif serupa.
Sebagai contoh, kopi murni tidak bisa langsung dibandingkan dengan kopi campuran yang mengandung gula dan krimer hanya berdasarkan harga per gram. Begitu pula dengan deterjen yang memiliki formula berbeda atau makanan dengan komposisi yang tidak sama.
Perbedaan kualitas, komposisi, dan fungsi dapat memengaruhi nilai produk. Jadi, harga per gram sebaiknya digunakan bersama informasi lain pada label agar pilihan yang diambil tetap sesuai dengan kebutuhan.
Advertisement
6. Periksa Diskon dan Promosi Kemasan Besar
Label seperti hemat, ekonomis, atau isi lebih banyak bisa menarik perhatian saat berbelanja. Namun, konsumen sebaiknya tetap menghitung harga satuan untuk memastikan apakah penawaran tersebut benar-benar lebih murah.
Periksa juga harga akhir setelah diskon, bukan hanya harga sebelum potongan. Jika toko menawarkan dua kemasan dengan harga khusus, hitung total harga yang harus dibayar dan total berat bersih yang diperoleh.
Contohnya, sebuah produk berukuran 500 gram dijual seharga Rp30.000. Produk yang sama dalam kemasan 1.000 gram ditawarkan seharga Rp54.000. Harga per gram kemasan kecil adalah Rp60, sedangkan kemasan besar Rp54. Dalam kasus ini, kemasan besar memang lebih hemat berdasarkan beratnya.
Namun, jika harga kemasan besar sedang naik atau diskon kemasan kecil cukup besar, hasil perbandingannya bisa berubah. Oleh karena itu, hitung kembali harga satuan setiap kali menemukan penawaran berbeda.
7. Sesuaikan Ukuran Kemasan dengan Kebutuhan
Harga per gram yang lebih rendah tidak otomatis menjadikan kemasan besar sebagai pilihan terbaik untuk setiap orang. Produk yang dibeli dalam jumlah banyak bisa terbuang jika tidak habis digunakan sebelum kualitasnya menurun atau masa simpannya berakhir.
Pertimbangkan frekuensi pemakaian, jumlah anggota keluarga, kapasitas penyimpanan, dan tanggal kedaluwarsa produk. Untuk bahan makanan yang mudah rusak, misalnya, kemasan kecil mungkin lebih sesuai jika konsumsinya terbatas.
Selain itu, perhitungkan pula anggaran yang tersedia. Kemasan besar mungkin lebih murah per gram, tetapi membutuhkan pengeluaran awal lebih tinggi. Pilihan yang paling tepat adalah produk dengan harga satuan yang kompetitif, kualitas sesuai kebutuhan, dan jumlah yang realistis untuk digunakan.
Advertisement
Pertanyaan dan Jawaban Seputar Cara Membandingkan Harga per Gram agar Tidak Tertipu Kemasan Besar
1. Apa yang dimaksud dengan harga per gram?
Harga per gram adalah biaya yang harus dibayar untuk setiap gram produk. Nilai ini dihitung dengan membagi harga jual produk dengan berat bersihnya.
2. Bagaimana cara menghitung harga per gram?
Caranya, bagi harga produk dengan berat bersih dalam gram. Misalnya, produk seharga Rp20.000 dengan berat 500 gram memiliki harga Rp40 per gram.
3. Apakah kemasan besar selalu lebih hemat daripada kemasan kecil?
Tidak selalu. Kemasan besar lebih hemat jika harga per gramnya lebih rendah dibandingkan kemasan kecil yang sejenis. Karena itu, periksa harga dan berat bersih sebelum membeli.
4. Mengapa harga per gram penting saat berbelanja?
Harga per gram membantu konsumen membandingkan nilai produk dengan ukuran berbeda secara lebih objektif. Dengan cara ini, konsumen dapat mengetahui produk mana yang lebih ekonomis berdasarkan beratnya.
5. Apakah produk dengan harga per gram paling murah selalu menjadi pilihan terbaik?
Tidak selalu. Pertimbangkan juga kualitas, komposisi, masa simpan, kebutuhan, dan anggaran. Kemasan besar dengan harga per gram lebih rendah bisa kurang menguntungkan jika produknya tidak habis digunakan.
Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5272924/original/067898900_1751604930-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran__20_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5562930/original/087212000_1776842538-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-04-22T142049.188.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4403399/original/021681200_1682044577-cek_fakta_mesin_cuci.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9354245/original/038987000_1790044500-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-09-22T093245.164.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4728632/original/071373600_1706465868-aleksandrs-karevs-9PZePvYSM4U-unsplash.jpg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5447736/original/015145700_1765962219-Vertical_500x656_-_SIXtainability.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5582945/original/056926200_1778132999-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4192232/original/046280400_1665758549-IMG_20221014_193652.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4953473/original/059895800_1727324477-Screenshot__199_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3439060/original/027890100_1619331962-WhatsApp_Image_2021-04-25_at_08.18.15.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5501317/original/009183900_1770893383-Foto_Ilustrasi__1_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9364651/original/002458200_1791013905-A6_00020.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9363979/original/062618200_1790927438-WhatsApp_Image_2026-10-02_at_14.34.23.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9363541/original/082820800_1790873841-Foto_2.jpg.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9363423/original/047017100_1790859858-WhatsApp_Image_2026-10-01_at_6.58.42_PM__1_.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9362754/original/098924600_1790829492-WhatsApp_Image_2026-10-01_at_09.43.00__1_.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9362269/original/040098400_1790766180-795732a8-c861-4c22-8125-6fbfa58c0b6d.jpeg)