13 Hewan Ternak yang Cocok Dipelihara IRT untuk Kebutuhan Konsumsi Sendiri

Hewan ternak yang cocok dipelihara IRT untuk kebutuhan konsumsi sendiri, mulai dari unggas hingga ikan.

Diterbitkan 09 Juni 2026, 10:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Hewan ternak yang cocok dipelihara IRT untuk kebutuhan konsumsi sendiri semakin diminati sebagai cara praktis untuk memenuhi kebutuhan pangan keluarga. Selain dapat menyediakan sumber protein segar, kegiatan beternak skala rumahan juga membantu mengurangi ketergantungan terhadap pasokan bahan makanan dari luar.

Memilih hewan ternak yang cocok dipelihara IRT untuk kebutuhan konsumsi sendiri tidak selalu membutuhkan lahan luas atau modal besar. Berbagai jenis unggas, ikan, hingga mamalia kecil dapat dibudidayakan di pekarangan rumah dengan perawatan yang relatif sederhana dan mudah dilakukan oleh pemula.

Dengan memelihara hewan ternak yang cocok dipelihara IRT untuk kebutuhan konsumsi sendiri, keluarga dapat memperoleh telur, daging, susu, maupun ikan segar kapan saja. Selain mendukung kemandirian pangan rumah tangga, hasil ternak yang berlebih juga berpotensi menjadi sumber penghasilan tambahan.

Berikut Liputan6.com merangkum dari berbagai sumber tentang hewan ternak yang cocok dipelihara IRT untuk kebutuhan konsumsi sendiri, Selasa (9/6/2026).

1. Ayam

Ayam menjadi salah satu ternak rumahan yang paling populer karena mudah dipelihara dan tidak membutuhkan lahan yang terlalu luas. Hewan ini dapat ditempatkan di kandang sederhana di pekarangan rumah dengan perawatan yang relatif mudah.

Selain menghasilkan telur untuk kebutuhan harian keluarga, ayam juga dapat dimanfaatkan sebagai sumber daging. Bahkan sekitar 10 ekor ayam sudah cukup untuk membantu memenuhi kebutuhan protein keluarga secara mandiri.

2. Bebek

Bebek cocok dipelihara oleh pemula karena memiliki daya tahan tubuh yang cukup baik dan perawatannya relatif sederhana. Seekor bebek mampu menghasilkan sekitar 200 hingga 300 butir telur per tahun, sehingga dapat menjadi sumber pangan yang berkelanjutan.

Selain telurnya yang kaya nutrisi, daging bebek juga banyak dikonsumsi masyarakat karena memiliki cita rasa yang khas. Bebek dapat dipelihara di halaman rumah dengan kandang yang tidak terlalu rumit.

3. Burung Puyuh

Bagi yang memiliki lahan terbatas, burung puyuh bisa menjadi pilihan yang tepat. Unggas berukuran kecil ini tidak membutuhkan kandang besar dan tidak menimbulkan suara yang terlalu mengganggu lingkungan sekitar.

Burung puyuh mulai bertelur pada usia sekitar delapan minggu sehingga hasilnya bisa dinikmati dalam waktu relatif cepat. Selain telurnya yang kaya protein, daging puyuh juga dapat dimanfaatkan untuk konsumsi ketika masa produksinya berakhir.

4. Entok

Entok dikenal sebagai unggas yang tangguh dan jarang terserang penyakit sehingga cocok dipelihara oleh ibu rumah tangga yang baru memulai usaha ternak.

Pakan yang dibutuhkan pun cukup sederhana karena dapat memanfaatkan sisa dapur, dedaunan, maupun bahan pakan alternatif lainnya.

Daging entok memiliki tekstur yang khas dan semakin banyak diminati untuk berbagai olahan masakan. Selain itu, biaya pemeliharaannya juga relatif lebih hemat dibanding beberapa jenis unggas lainnya.

5. Ikan Lele

Lele menjadi salah satu ikan yang paling mudah dibudidayakan di rumah karena dapat hidup dalam berbagai kondisi lingkungan. Pemeliharaannya dapat dilakukan menggunakan kolam terpal, bak plastik, hingga galon bekas yang dimodifikasi.

Lele juga memiliki pertumbuhan yang cepat dan tidak memerlukan lahan yang luas. Dengan perawatan yang baik, ikan ini dapat dipanen dalam waktu beberapa bulan sehingga cocok untuk memenuhi kebutuhan lauk keluarga.

6. Ikan Nila

Ikan nila terkenal karena pertumbuhannya yang cepat dan kemampuannya beradaptasi dengan berbagai kondisi air. Budidayanya dapat dilakukan di kolam terpal maupun bak beton berukuran kecil sehingga cocok untuk skala rumahan.

Selain mudah dipelihara, nila juga memiliki tingkat kelangsungan hidup yang cukup tinggi. Dagingnya yang gurih dan minim duri kecil membuat ikan ini menjadi salah satu favorit untuk konsumsi keluarga.

7. Ikan Gurame

Gurame memiliki tekstur daging yang lembut dan rasa yang lezat sehingga banyak disukai masyarakat. Meski membutuhkan waktu pemeliharaan yang lebih lama dibanding lele atau nila, ikan ini tetap cocok dibudidayakan dalam skala rumahan.

Gurame dapat dipelihara di kolam tanah, kolam beton, maupun kolam terpal. Selain menjadi sumber protein yang baik, harga jual gurame juga cenderung stabil sehingga memiliki nilai ekonomi yang menarik.

8. Belut

Belut merupakan komoditas yang memiliki prospek menjanjikan dan cukup mudah dibudidayakan. Hewan ini dapat dipelihara di kolam tanah, kolam terpal, drum bekas, maupun wadah sederhana lainnya yang tidak memerlukan banyak ruang.

Belut juga dikenal tahan terhadap berbagai kondisi lingkungan dan tidak membutuhkan perawatan yang rumit. Dengan masa panen yang relatif singkat, belut dapat menjadi alternatif sumber protein bagi keluarga.

9. Ikan Mas

Ikan mas termasuk ikan konsumsi yang populer di Indonesia karena rasanya yang lezat dan mudah diolah menjadi berbagai masakan. Budidayanya dapat dilakukan di kolam kecil di pekarangan rumah sehingga tidak membutuhkan lahan yang terlalu luas.

Selain mudah dipelihara, ikan mas juga memiliki pertumbuhan yang cukup baik jika kebutuhan pakannya terpenuhi. Kehadirannya dapat membantu menyediakan sumber protein segar untuk keluarga setiap saat.

10. Ikan Patin

Patin memiliki pertumbuhan yang cukup cepat dan dapat dipelihara di kolam terpal maupun kolam semen. Ikan ini dikenal memiliki daging yang lembut, gurih, dan minim duri sehingga banyak disukai berbagai kalangan.

Perawatannya juga relatif mudah karena patin mampu beradaptasi dengan baik pada budidaya skala rumahan. Hasil panennya dapat dimanfaatkan sebagai stok lauk sehat untuk kebutuhan sehari-hari.

11. Kelinci

Selain menggemaskan, kelinci juga dapat dimanfaatkan sebagai ternak pedaging yang bernilai gizi tinggi. Hewan ini tidak membutuhkan lahan luas dan dapat dipelihara dalam kandang sederhana di pekarangan rumah.

Kelinci juga berkembang biak dengan cepat sehingga populasinya dapat bertambah dalam waktu singkat. Daging kelinci dikenal memiliki kandungan protein tinggi serta kadar lemak dan kolesterol yang relatif rendah, sehingga cocok sebagai pilihan daging sehat.

12. Kambing

Kambing merupakan ternak yang mampu menghasilkan daging dan susu untuk kebutuhan keluarga. Perawatannya cukup mudah sehingga cocok bagi pemula yang ingin mencoba beternak di rumah.

Dengan kandang sederhana di pekarangan, kambing sudah dapat tumbuh dengan baik asalkan kebutuhan pakan dan kebersihannya terjaga.

Selain dagingnya yang banyak dikonsumsi, susu kambing juga dikenal memiliki kandungan nutrisi yang baik dan mudah dicerna.

13. Domba

Domba menjadi pilihan ternak lain yang cocok dipelihara di rumah karena relatif mudah dirawat dan tidak memerlukan teknologi budidaya yang rumit. Hewan ini menghasilkan daging berkualitas tinggi yang dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan konsumsi keluarga.

Selain itu, susu domba juga dikenal memiliki nilai gizi yang baik dan sering digunakan sebagai bahan berbagai produk olahan. Dengan manajemen pemeliharaan yang tepat, domba dapat menjadi sumber pangan sekaligus investasi jangka panjang bagi rumah tangga.

Pertanyaan Seputar Hewan Ternak yang Cocok Dipelihara IRT

Jenis hewan ternak apa saja yang cocok dipelihara IRT untuk konsumsi sendiri?

Ada 13 jenis hewan ternak yang direkomendasikan, meliputi ayam, bebek, burung puyuh, kelinci, ikan lele, ikan nila, ikan gurame, belut, kambing, entok, domba, ikan mas, dan ikan patin.

Apakah beternak hewan ini membutuhkan lahan yang luas?

Tidak, banyak dari hewan ternak ini cocok untuk skala rumahan dan tidak memerlukan lahan yang luas. Beberapa bahkan bisa dipelihara di area terbatas seperti pekarangan rumah, kolam terpal, bak beton, atau wadah bekas seperti ember dan galon.

Berapa modal awal yang dibutuhkan untuk memulai ternak skala rumahan?

Modal awal bervariasi, mulai dari sekitar Rp300.000 untuk puyuh atau lele, hingga Rp1,5 juta untuk ayam KUB.

Apa manfaat lain dari beternak skala rumahan selain memenuhi kebutuhan konsumsi?

Selain kemandirian pangan, beternak skala rumahan dapat memberikan aktivitas fisik ringan, stimulasi mental, fleksibilitas waktu, serta menjaga kesehatan fisik dan mental melalui pengurangan stres dan peningkatan kesejahteraan. Ada juga potensi untuk mendapatkan penghasilan tambahan.

Seberapa cepat hewan ternak ini bisa dipanen atau menghasilkan?

Waktu panen bervariasi. Burung puyuh mulai bertelur sekitar delapan minggu, ikan lele cepat panen, belut dapat dipanen dalam 3 hingga 5 bulan, kelinci pedaging sekitar 3,5 bulan, ikan gurame 4 hingga 6 bulan, dan kambing kecil siap panen dalam 6 hingga 12 bulan.

Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6