Liputan6.com, Jakarta - Berkebun di rumah kini semakin diminati, terutama di tengah keterbatasan lahan perkotaan. Metode hidroponik jadi solusi praktis, apalagi dengan memilih tanaman sayur yang cocok untuk hidroponik tanpa listrik, sehingga tetap bisa menanam meski sederhana dan hemat biaya. Salah satu inovasi yang populer adalah memanfaatkan galon bekas.
Metode ini menggunakan prinsip pasif seperti sistem sumbu (wick) atau Kratky, yang menyalurkan nutrisi tanpa pompa. Cocok untuk pemula karena perawatannya mudah dan tidak membutuhkan listrik.
Dengan sistem ini, Anda bisa menanam sayur dari barang bekas di rumah. Hasilnya tetap segar, praktis, dan ramah lingkungan meski tanpa teknologi rumit. Berikut daftar tanaman sayur yang cocok untuk hidroponik tanpa listrik, oleh Liputan6.com, Jumat (10/4/2026).
Advertisement
Sayuran Daun Favorit untuk Hidroponik Tanpa Listrik
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5542203/original/028991900_1774936396-unnamed-9.jpg)
Banyak jenis sayuran daun yang dapat tumbuh dengan baik menggunakan metode hidroponik tanpa listrik. Sayuran daun umum seperti selada, bayam, kangkung, dan pakcoy adalah yang paling mudah ditanam karena memiliki akar pendek, cepat tumbuh, dan tidak membutuhkan banyak nutrisi kompleks. Umumnya, sayuran daun ini dapat dipanen dalam waktu 25–45 hari setelah tanam.
1. Selada
Selada adalah salah satu tanaman paling populer dalam hidroponik karena tumbuh cepat dan tidak memerlukan perawatan rumit. Tanaman ini sangat ramah untuk pemula, tidak membutuhkan banyak nutrisi, dan relatif tahan terhadap hama. Selada dapat dipanen dalam waktu sekitar 30-45 hari, dengan varietas seperti selada romaine, selada merah, dan selada butterhead menjadi pilihan populer.
2. Bayam
Bayam juga termasuk tanaman hidroponik yang populer dan mudah ditanam, memiliki akar yang relatif kecil sehingga mudah beradaptasi dengan teknik hidroponik yang membatasi ruang akar. Bayam tumbuh subur dengan pH larutan nutrisi sekitar 6,0 hingga 7,0 dan masa panennya singkat, sekitar 20-30 hari.
3. Kangkung
Kangkung adalah tanaman lain yang mudah tumbuh di berbagai sistem hidroponik dan tahan terhadap kondisi lingkungan yang beragam, dengan masa panen biasanya hanya memakan waktu 15-25 hari.
4. Pakcoy
Selain itu, pakcoy adalah sayuran yang tumbuh stabil dan dapat dipanen dalam waktu 30 hingga 40 hari.
5. Sawi Hijau
Sawi hijau sangat cocok ditanam secara hidroponik karena tumbuh cepat, bisa dipanen dalam waktu 25 hingga 35 hari, dan perawatannya tidak rumit.
6. Seledri
Seledri sangat cocok untuk ditanam sebagai tanaman hidroponik, terutama menggunakan sistem sumbu.
7. Kailan dan kale
Kailan dan kale juga termasuk dalam daftar sayuran yang mudah ditanam secara hidroponik, menunjukkan adaptabilitasnya terhadap lingkungan tumbuh tanpa tanah.
Advertisement
Pilihan Tanaman Lain untuk Sistem Hidroponik Pasif
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5542204/original/052178200_1774936396-unnamed-11.jpg)
Tidak hanya sayuran daun, beberapa jenis tanaman lain juga dapat dibudidayakan menggunakan metode hidroponik tanpa listrik, meskipun mungkin memerlukan perhatian ekstra.
9. Kubis
Kubis adalah jenis sayuran lain yang dapat ditanam dengan teknik hidroponik, dengan pertumbuhan relatif cepat dan mampu beradaptasi dengan baik dalam media tanam seperti serat kelapa atau pasir. Kubis biasanya dapat dipanen dalam waktu 4-5 minggu setelah ditanam.
10. Paprika
Paprika dapat ditanam menggunakan metode hidroponik dengan sistem wick, dengan waktu panen sekitar 85-90 hari setelah tanam.
11. Tomat ceri
Tomat ceri juga dapat dikembangkan dengan metode hidroponik, namun membutuhkan perhatian ekstra, terutama paparan sinar matahari yang cukup. Tomat ceri dapat dipanen dalam waktu 8-14 minggu.
12. Timun
Timun dapat menjadi salah satu jenis tanaman hidroponik yang dapat dibudidayakan, namun membutuhkan perhatian ekstra untuk mendapatkan hasil panen yang bagus. Pastikan hidroponik timun mendapatkan paparan sinar matahari yang baik.
13. Cabai
Cabai juga bisa ditanam dengan menerapkan metode hidroponik.
Tips Memulai Hidroponik Tanpa Listrik untuk Pemula
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5542205/original/077761200_1774936396-unnamed-10.jpg)
Untuk pemula, sistem hidroponik tanpa listrik sangat direkomendasikan karena kesederhanaannya. Pastikan sumbu menyerap air dengan baik, berikan nutrisi AB mix yang mengandung unsur hara lengkap, dan pastikan tanaman mendapatkan cahaya matahari yang cukup.
Jika tanaman layu, kemungkinan disebabkan oleh sumbu yang tidak menyerap air dengan baik, kekurangan nutrisi, atau kurang cahaya matahari.
Memilih jenis sayuran yang sesuai dengan kondisi lingkungan dan tingkat pengalaman Anda akan membantu memastikan keberhasilan dalam bercocok tanam hidroponik di rumah. Dengan persiapan alat yang tepat hingga perawatan rutin, Anda dapat menikmati hasil panen sayuran segar secara praktis dan ramah lingkungan di rumah.
Advertisement
FAQ
Apa itu sistem hidroponik tanpa listrik?
Sistem hidroponik tanpa listrik adalah metode budidaya tanaman tanpa tanah yang mengandalkan sistem pasif, seperti sistem sumbu atau sistem Kratky, yang tidak memerlukan pompa atau listrik untuk mengalirkan nutrisi.
Tanaman sayur apa saja yang cocok untuk hidroponik tanpa listrik?
Sayuran daun seperti selada, bayam, kangkung, pakcoy, sawi hijau, seledri, kailan, dan kale sangat cocok. Beberapa tanaman lain seperti kubis, paprika, tomat ceri, timun, dan cabai juga dapat dibudidayakan.
Berapa lama waktu panen rata-rata untuk tanaman hidroponik tanpa listrik?
Waktu panen bervariasi tergantung jenis tanaman, namun sayuran daun umumnya dapat dipanen dalam 15-45 hari. Tanaman seperti paprika dan tomat ceri membutuhkan waktu lebih lama, sekitar 8-14 minggu.
Mengapa tanaman hidroponik bisa layu?
Tanaman hidroponik bisa layu karena sumbu tidak menyerap air dengan baik, kekurangan nutrisi, atau kurangnya paparan cahaya matahari yang cukup.
Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4866719/original/017032400_1718697583-Pajak1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5497481/original/095565600_1770631238-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-02-09T163415.626.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9292785/original/068110200_1783657736-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-07-10T112807.834.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9292724/original/032902100_1783654519-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-07-10T102917.054.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5542201/original/077950500_1774936395-unnamed-8.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9110984/original/061131000_1783049682-lamine.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264053/original/051807800_1782069676-Spain_s_Lamine_Yamal.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9293456/original/054507100_1783717417-000_B9W36UY.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9293465/original/017817900_1783718956-063_2285562554.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9293455/original/048931800_1783717383-000_B9W36VN.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9110960/original/024723100_1783047145-sp7.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9289078/original/032461700_1783391107-bel11.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9291435/original/001786200_1783562166-argentina.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9292618/original/088093700_1783634462-000_B9T74UT.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264044/original/048184800_1782061399-063_2282635876.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8261560/original/020942400_1781744954-AP26168812020257.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9289370/original/055592900_1783402351-belgia.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5548794/original/034609600_1775551467-unnamed.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5431607/original/044430000_1764742945-Sistem_Hidroponik_Wick_Sederhana.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5552359/original/032154600_1775807769-Gemini_Generated_Image_g6e6nig6e6nig6e6.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5539571/original/014931800_1774605116-Syawalan_di_lingkungan_RT.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5552322/original/005316200_1775806921-tanaman_cov.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5552598/original/027779600_1775814887-Model_Celana_7_per_9_Wanita_Terbaru_6.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5552494/original/084469700_1775810517-Gemini_Generated_Image_y4kwany4kwany4kw.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5552298/original/094397100_1775805934-unnamed__8_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5449723/original/039403000_1766112570-Advertorial-Aplikasi_Alpha_Inv_Des25-01.jpg)