Liputan6.com, Jakarta - Tips jitu menagih hutang sering kali menjadi topik sensitif, apalagi jika dilakukan kepada saudara sendiri di momen silaturahmi Lebaran. Di satu sisi, kita ingin menjaga hubungan keluarga tetap harmonis. Di sisi lain, ada kewajiban finansial yang belum diselesaikan dan cukup mengganggu arus kas pribadi. Lebaran identik dengan suasana hangat, maaf-maafan, dan mempererat tali persaudaraan. Namun justru karena suasananya penuh kebersamaan, banyak orang merasa canggung untuk membahas soal utang dan akhirnya memilih diam, meski dana tersebut sebenarnya sangat dibutuhkan.
Padahal, menagih utang bukanlah tindakan yang salah. Selama dilakukan dengan cara yang baik, sopan, dan penuh empati, urusan keuangan tetap bisa diselesaikan tanpa merusak hubungan keluarga. Kuncinya ada pada strategi, waktu, dan komunikasi yang tepat agar pembicaraan tetap nyaman bagi kedua belah pihak.
Hal ini juga sejalan dengan pandangan Sayoga Prasetyo, CFP® dari PINA yang menjelaskan bahwa menagih utang membutuhkan strategi dan etika agar tidak menimbulkan konflik berkepanjangan. Dalam konteks keluarga, tantangannya tentu lebih kompleks karena melibatkan faktor emosional dan hubungan jangka panjang. Karena itu, pendekatan yang digunakan tidak bisa disamakan dengan penagihan formal. Berikut panduan lengkap dari Liputan6.com yang bisa Anda terapkan, Sabtu (28/2/2026).
Advertisement
1. Pilih Waktu yang Tepat, Jangan di Tengah Keramaian
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4640029/original/024357700_1699412539-muslim-family-having-ramadan-feast_1_.jpg)
Momen silaturahmi Lebaran biasanya ramai dan penuh anggota keluarga. Hindari menyinggung soal utang di hadapan orang banyak karena bisa membuat saudara merasa dipermalukan.
Masih merujuk pada PINA.id, menentukan waktu yang tepat adalah langkah awal yang krusial. Cari momen yang lebih privat, misalnya setelah acara makan bersama atau ketika sedang berbincang santai berdua. Pastikan suasana tenang dan tidak terburu-buru.
Dengan memilih waktu yang tepat, peluang pembicaraan berjalan lancar akan jauh lebih besar.
2. Gunakan Bahasa Halus dan Penuh Empati
Salah satu kesalahan terbesar saat menagih utang adalah menggunakan nada menyudutkan. Hindari kalimat seperti:
- “Kamu kok belum bayar-bayar?”
- “Saya sudah capek nunggu.”
Sebagai gantinya, gunakan pendekatan yang lebih empatik. Contoh:
“Maaf ya, aku ingin mengingatkan soal pinjaman kemarin. Kira-kira ada rencana pembayaran dalam waktu dekat?”
Pendekatan ini sejalan dengan saran dari PINA bahwa penggunaan kata-kata santun dapat meningkatkan kemungkinan utang dibayar tanpa menimbulkan konflik.
Dalam praktik tips jitu menagih hutang, nada bicara jauh lebih menentukan dibanding isi pesannya.
Advertisement
3. Datang dengan Data dan Persiapan
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5398590/original/060646300_1761890459-Hutang_Piutang.jpg)
Berdasarkan panduan dari Cooper & Cooper Law Offices tentang debt collection calls, persiapan adalah kunci. Sebelum berbicara, pastikan Anda mengingat dengan jelas:
- Jumlah pinjaman
- Tanggal peminjaman
- Kesepakatan awal (jika ada)
- Bukti transfer atau chat
Persiapan ini penting bukan untuk menyerang, melainkan untuk menghindari kesalahpahaman. Saat Anda berbicara dengan tenang dan terstruktur, kesan profesional akan muncul meski konteksnya keluarga.
4. Tetap Jaga Kendali Pembicaraan
Saat membahas utang, sering kali percakapan bisa melebar ke hal lain. Misalnya, saudara mulai menceritakan banyak kesulitan atau mengalihkan topik.
Menurut Cooper & Cooper, penting untuk tetap mengendalikan arah pembicaraan tanpa terkesan memaksa. Dengarkan dengan empati, namun arahkan kembali pada solusi.
Contoh:
“Aku paham kondisimu lagi berat. Kira-kira kalau dicicil sebagian dulu bulan ini, apakah memungkinkan?”
Dengan begitu, pembicaraan tetap produktif dan fokus pada penyelesaian.
5. Tentukan Tenggat Waktu yang Realistis
Kesalahan lain adalah menagih tanpa kejelasan waktu. Padahal, menurut PINA, penentuan tenggat waktu membantu kedua belah pihak memiliki kesepahaman.
Jangan hanya berkata, “Ya sudah nanti saja.”Lebih baik spesifik:
- “Bagaimana kalau tanggal 15 bulan depan?”
- “Bisa dicicil dua kali dalam dua bulan?”
Tenggat yang jelas menghindarkan situasi menggantung yang justru merusak hubungan.
6. Gunakan WhatsApp sebagai Follow-Up, Bukan Serangan
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4300408/original/066827700_1674523785-young-man-looking-his-phone-with-copy-space.jpg)
Jika setelah Lebaran belum ada realisasi, Anda bisa melakukan follow-up lewat WhatsApp. Namun ingat beberapa prinsip penting:
- Gunakan nomor yang sudah dikenal.
- Kirim pesan singkat dan jelas.
- Jangan spam setiap hari.
- Beri jeda waktu yang wajar.
Contoh pesan:
“Halo, sekadar mengingatkan kembali soal kesepakatan pembayaran kemarin. Apakah minggu ini bisa direalisasikan?”
Pendekatan berkala namun tidak berlebihan menunjukkan keseriusan tanpa membuat hubungan tegang.
7. Hindari Menagih di Media Sosial
Sebesar apa pun rasa kesal Anda, jangan pernah menagih utang di media sosial. Selain berisiko merusak hubungan keluarga, tindakan ini juga bisa melanggar hukum.
Berdasarkan Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik serta perubahannya dalam Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016, penyebaran informasi yang mengandung penghinaan atau pencemaran nama baik dapat dikenai sanksi pidana.
Artinya, menagih secara terbuka dengan unsur mempermalukan bisa berujung masalah hukum. Jadi tetaplah elegan dan profesional.
Advertisement
8. Siapkan Opsi Jalan Tengah
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4067636/original/074626700_1656498986-Keuangan_Keluarga.jpg)
Dalam beberapa kasus, saudara memang sedang mengalami kesulitan finansial. Jika demikian, Anda bisa menawarkan solusi seperti:
- Cicilan bertahap
- Penggantian dalam bentuk barang
- Kompensasi jasa
Pendekatan ini menunjukkan bahwa Anda ingin solusi, bukan sekadar menekan.
9. Evaluasi untuk Masa Depan
Setelah masalah selesai, jadikan ini pelajaran. Jika ingin meminjamkan uang lagi di masa depan:
- Buat kesepakatan tertulis sederhana.
- Tentukan jatuh tempo jelas.
- Sesuaikan jumlah dengan kemampuan Anda untuk “rela jika tidak kembali”.
Hubungan keluarga tetap prioritas, tetapi kesehatan finansial pribadi juga harus dijaga.
FAQ Seputar Menagih Hutang
1. Apakah menagih hutang saat Lebaran itu tidak sopan?
Tidak, selama dilakukan secara privat dan dengan bahasa yang santun. Kuncinya adalah waktu dan cara penyampaian.
2. Bagaimana jika saudara marah saat ditagih?
Tetap tenang dan jangan terpancing emosi. Tegaskan bahwa tujuan Anda hanya ingin menyelesaikan kewajiban bersama.
3. Apakah boleh menagih lewat media sosial?
Tidak disarankan. Selain merusak hubungan, berpotensi melanggar UU ITE jika mengandung unsur penghinaan.
4. Berapa kali sebaiknya melakukan follow-up?
Cukup berkala, misalnya seminggu atau sebulan sekali, tergantung kesepakatan. Jangan terlalu sering agar tidak dianggap mengganggu.
5. Bagaimana jika tetap tidak dibayar?
Pertimbangkan mediasi keluarga terlebih dahulu. Jika nominal besar, konsultasikan ke penasihat hukum untuk mengetahui opsi legal.
Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5164799/original/043621100_1742183216-dbe96acd3b3529457b7c0146890290a1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8471519/original/070085400_1782374653-Tugas__40_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8475678/original/062240100_1782386179-cek_fakta_bansos_PKH_-_2026.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8471521/original/041151500_1782374656-Tugas__40_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/3235896/original/046311000_1777366243-pp.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4063213/original/012569800_1656066731-bady-abbas-67GC0YaeGQc-unsplash.jpg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/1812235/original/087792300_1550019778-1709255D-BDFF-4E25-B45D-78CC996796BF.jpeg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8258200/original/037838200_1781326433-000_B6XQ9ZM.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8258839/original/015610100_1781416618-IMG-20260614-WA0022.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8513884/original/037538000_1782437861-AP26176736605560.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8513056/original/032314400_1782436532-jepang.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8513256/original/026711200_1782437004-AP26176799194484.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8513569/original/057945500_1782437405-063_2283345869.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8512971/original/012018800_1782436430-000_B8CY2VE.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8260100/original/015804900_1781568479-000_B7869A8.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264054/original/059677500_1782070488-Spain_s_Mikel_Oyarzabal_celebrates_with_teammate_Lamine_Yamal.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8263848/original/006023700_1782021745-000_B7RA6WF.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8263734/original/051420000_1781976439-063_2282511619.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8505254/original/095572100_1782426499-063_2283328466.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4403008/original/008750000_1681991372-20230420-Pemantauan-Hilal-Iqbal-7.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4794498/original/094041800_1712230691-20240404-Harga_Bahan_Pangan_Naik-ANG_1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5454884/original/058290100_1766579884-Menhub_Dudy_Purwagandhi-24_Desember_2025.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1736918/original/048236900_1507776245-planning-hero-720x240.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5551639/original/014519400_1775732129-Pedagang_di_Pasar_Senen-9_April_2026c.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5551053/original/097487400_1775716833-Arus.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4392354/original/038664200_1681288233-mufid-majnun-P4ONXslEkxM-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5550174/original/051288700_1775639953-Operasi_Ketupat_Lantas.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4731495/original/035974000_1706712915-fotor-ai-20240131214746.jpg)