Liputan6.com, Jakarta - Ada berbagai jenis ternak di rumah yang bisa dimanfaatkan untuk meningkatkan penghasilan tambahan tanpa harus resign pekerjaan utama. Keberhasilan ternak ini sangat bergantung pada pemilihan komoditas hewan dengan siklus perawatan sederhana dan waktu pemberian pakan yang fleksibel. Langkah tersebut memungkinkan rutinitas kerja tetap berjalan lancar sementara aset produktif berkembang secara mandiri.
Selain itu, memilih hewan ternak yang tepat tidak hanya meminimalkan risiko stres, tetapi juga menjamin nilai ekonomi yang tinggi meskipun dengan perawatan minimal. Liputan6.com telah merangkum beberapa rekomendasi hewan ternak yang paling sesuai untuk kebutuhan bisnis di rumah tanpa resign kerja.
1. Budidaya Ikan Lele
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5497066/original/040098400_1770615343-Ide_Usaha_Ternak_Lele_Modal_Rp300_Ribu_di_Rumah_dengan_Panen_Cepat_Model_Budidaya_Dalam_Ember.jpg)
Jenis ternak pertama yang bisa dicoba adalah ikan lele. Budidaya ikan lele di ember sangat praktis karena hanya memerlukan lahan sempit dan peralatan yang sederhana seperti ember besar. Pemberian pakan cukup dilakukan dua kali sehari, yaitu pada pagi hari sebelum berangkat kantor dan malam hari setelah pulang.Â
Selain menghasilkan ikan, bagian atas ember bisa ditanami sayuran kangkung sehingga memberikan keuntungan double dalam satu wadah. Jenis ternak lele juga memiliki daya tahan tubuh yang kuat dan tidak memerlukan perhatian khusus setiap jamnya.
2. Ternak Ayam PetelurÂ
Memelihara ayam petelur di area belakang rumah memberikan hasil yang stabil karena telur bisa dipanen setiap pagi secara rutin. Kandang sistem baterai sangat disarankan agar kebersihan terjaga dan proses pengambilan telur menjadi jauh lebih efisien.Â
Selain itu, kebutuhan pakan dan air minum dapat disiapkan dalam jumlah yang cukup untuk memenuhi kebutuhan ayam selama ditinggal bekerja. Usaha ternak ini sangat menguntungkan karena permintaan telur di pasar lokal cenderung selalu tinggi dan stabil.
3. Budidaya JangkrikÂ
Jangkrik merupakan pilihan ternak yang sangat minim perawatan dan tidak membutuhkan banyak ruang di dalam rumah. Ternak jangkrik ini bisa dijual sebagai pakan burung yang banyak dicari orang. Selain itu, wadah pemeliharaan cukup menggunakan kotak kayu atau kardus besar yang dilapisi tempat telur bekas sebagai media persembunyian.Â
Siklus panen jangkrik juga tergolong sangat cepat, biasanya hanya memakan waktu sekitar 1 bulan dari tahap awal hingga siap jual. Risiko kerugian juga relatif kecil karena pakan yang dibutuhkan sangat sederhana, seperti sayuran sisa atau konsentrat.
Advertisement
4. Ternak Burung Puyuh
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5505655/original/095597500_1771393086-proinsias-mac-an-bheatha-NbSBlGEp728-unsplash.jpg)
Burung puyuh memiliki ukuran tubuh yang kecil sehingga tidak membutuhkan area kandang yang luas atau biaya pembuatan yang mahal. Produksi telurnya sangat tinggi dan konsisten, bahkan seringkali lebih produktif dibandingkan dengan jenis unggas lainnya.Â
Perawatannya cukup mudah karena burung puyuh tidak memerlukan perhatian intensif sepanjang siang hari saat pemilik ternak sedang di luar atau bekerja di kantor. Hasil panen telur puyuh dapat dijual ke pedagang sayur atau pasar terdekat dengan harga yang cukup menjanjikan.
5. Budidaya Kelinci Hias atau Pedaging
Jenis ternak yang terakhir adalah kelinci. Kelinci dikenal sebagai hewan yang sangat cepat berkembang biak sehingga populasi ternak bisa bertambah dalam waktu singkat. Pemberian pakan berupa pelet atau rumput kering dapat dilakukan dengan waktu yang fleksibel sesuai jadwal luang pemilik rumah.Â
Kandang yang bersih dan sirkulasi udara yang baik sudah cukup untuk menjaga kesehatan kelinci tanpa perlu pengawasan terus-menerus. Selain menjual dagingnya, kelinci hias juga memiliki pasar tersendiri bagi para pecinta hewan peliharaan yang harganya cukup tinggi.
Pertanyaan Umum tentang Topik
1. Jenis ternak apa yang paling minim risiko untuk pemula yang sibuk?
Ikan lele dan jangkrik adalah pilihan terbaik karena keduanya memiliki daya tahan tubuh yang sangat kuat terhadap perubahan cuaca. Proses perawatannya tidak menuntut kehadiran pemilik sepanjang waktu, sehingga risiko kematian akibat ditinggal bekerja sangat minim.
2. Bagaimana cara mengatur waktu pemberian pakan agar tidak telat?
Pemberian pakan bisa dilakukan dengan pola dua kali sehari, yaitu pada pagi hari sebelum jam kantor dan malam hari setelah sampai di rumah. Untuk hasil lebih maksimal dan praktis, tersedia alat automatic feeder yang bisa diatur jadwalnya melalui ponsel atau pengaturan manual.
3. Apakah bau kandang tidak akan mengganggu tetangga sekitar?
Masalah bau dapat diatasi dengan penggunaan probiotik pada air kolam atau alas kandang kering seperti sekam padi yang dicampur kapur khusus. Pembersihan rutin seminggu sekali dan pemilihan pakan berkualitas tinggi juga sangat efektif mengurangi aroma tidak sedap di area pemukiman.
4. Berapa modal awal rata-rata yang dibutuhkan untuk skala rumahan?
Modal awal sangat terjangkau dan biasanya berkisar antara Rp500.000 - Rp2.000.000 tergantung pada jenis hewan yang dipilih. Biaya tersebut umumnya sudah mencakup pembuatan kandang sederhana, bibit unggul, serta stok pakan untuk satu bulan pertama.
5. Di mana bisa menjual hasil ternak jika waktu pemasaran terbatas?
Penjualan bisa dilakukan melalui sistem setoran ke pengepul di pasar tradisional atau menawarkan langsung ke tetangga dan grup komunitas di media sosial. Strategi lain adalah bekerja sama dengan warung makan terdekat yang membutuhkan pasokan rutin sehingga tidak perlu mencari pembeli setiap hari.
Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5488956/original/064020100_1769771942-pppk_bgn_-_klaim.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5497973/original/089166700_1770695732-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-02-10T105228.255.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5550896/original/089873500_1775711382-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-04-09T120454.556.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5411187/original/066520500_1763004762-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2025-11-13T103028.882.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5497863/original/093400500_1770692715-Ternak_ayam_petelur__Gemini_AI_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9294142/original/044493100_1783813777-000_B9XJ4PC.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9294135/original/020195900_1783811688-000_B9XJ6UW.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8296460/original/082795500_1782159766-Argentina_s_Lionel_Messi.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9290384/original/064848900_1783478396-Argentina_s_Lionel_Messi_celebrates.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8916640/original/046732400_1782951883-inggris.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9288050/original/077739700_1783289115-000_B9BX7KA-Haaland.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9292116/original/017292800_1783585765-inggris.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8262483/original/075097700_1781805987-Argentina_s_Lionel_Messi.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9294050/original/092768700_1783778017-AP26170519899759.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5535733/original/082596800_1774102967-BTS.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8260364/original/000638100_1781588460-spanyol_2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9293528/original/019700700_1783732096-spa11.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9290410/original/028797800_1783480247-Gemini_Generated_Image_razpgtrazpgtrazp.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8258681/original/020989400_1781401152-17859304121363832934.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8067830/original/010791000_1780912569-kolam_lele.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8039105/original/019591800_1780881236-14836773146139845770.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/6829616/original/085030100_1779618357-15675584599501259033.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7600083/original/048638500_1780383664-Ilustrasi_panen_lele.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7590578/original/067406700_1780372905-15582572677338542504.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7526358/original/024145200_1780299738-Cara_Membesarkan_Lele_di_Bak_Plastik.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5463927/original/048198000_1767674093-ilustrasi_lele_di_ember.jpg)