12 Ide Usaha Ternak yang Tahan Krisis dan Stabil Permintaannya, Potensi Cuan Jangka Panjang

Ide usaha ternak yang tahan krisis dan stabil permintaannya, mulai dari unggas hingga serangga.

Diterbitkan 20 Februari 2026, 09:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Ide usaha ternak yang tahan krisis dan stabil permintaannya menjadi solusi di tengah kondisi ekonomi yang tidak pasti. Produk peternakan tetap dibutuhkan karena termasuk kebutuhan pokok harian masyarakat.

Permintaan daging dan telur cenderung konsisten sepanjang tahun. Karena itu, memilih ide usaha ternak yang tahan krisis dan stabil permintaannya dapat membantu menjaga pemasukan tetap berjalan.

Dengan pengelolaan yang tepat dan tentunya perencanaan yang matang, ide usaha ternak yang tahan krisis dan stabil permintaannya berpotensi memberikan keuntungan jangka panjang.

Berikut Liputan6.com merangkum dari berbagai sumber tentang ide usaha ternak yang tahan krisis dan stabil permintaannya, Jumat (20/2/2026).

1. Ternak Ayam Petelur

Ayam petelur merupakan pilihan usaha yang sangat stabil karena telur menjadi bahan pangan pokok harian. Konsumsinya merata di berbagai kalangan, mulai dari rumah tangga hingga industri makanan.

Permintaan yang tinggi membuat perputaran hasil panen berlangsung cepat setiap hari. Jika manajemen pakan dan kebersihan kandang terjaga, produktivitas ayam bisa optimal dan keuntungan lebih terukur.

2. Ternak Ayam Kampung

Ayam kampung memiliki nilai jual lebih tinggi karena dagingnya dianggap lebih sehat dan bercita rasa khas. Pasarnya luas, mulai dari pasar tradisional, restoran, hingga kebutuhan acara keluarga.

Selain itu, ayam kampung cenderung lebih tahan terhadap penyakit dibanding ayam ras tertentu. Dengan sistem pemeliharaan semi-umbaran, biaya operasional dapat ditekan tanpa mengurangi kualitas hasil.

3. Ternak Bebek Petelur

Bebek petelur dikenal produktif dan mampu menghasilkan ratusan butir telur setiap tahun. Telur bebek memiliki permintaan kuat, terutama untuk produksi telur asin dan berbagai olahan makanan.

Bebek juga memiliki daya tahan tubuh yang baik, sehingga risiko kerugian akibat penyakit lebih kecil. Masa produksi yang panjang membuat usaha ini cocok sebagai sumber pemasukan rutin.

4. Ternak Bebek Pedaging

Permintaan daging bebek cukup stabil, khususnya untuk kebutuhan usaha kuliner. Menu berbahan dasar bebek semakin populer di berbagai daerah.

Perawatannya relatif mudah dengan penyediaan pakan berkualitas dan kandang yang kering. Selain menghasilkan daging bernilai jual tinggi, limbahnya dapat dimanfaatkan sebagai pupuk organik yang bernilai tambah.

5. Budidaya Ikan Lele

Lele termasuk komoditas unggulan karena masa panennya singkat, sekitar 45–60 hari. Permintaannya tinggi untuk rumah makan, pedagang kaki lima, hingga pasar tradisional.

Budidayanya fleksibel dan bisa dilakukan di lahan terbatas menggunakan kolam terpal. Tingkat adaptasi lele terhadap lingkungan juga baik, sehingga cocok bagi pemula.

6. Budidaya Ikan Nila

Ikan nila memiliki harga pasar yang relatif stabil dan digemari sebagai sumber protein sehat. Daya tahan terhadap perubahan kualitas air cukup baik, sehingga risiko kegagalan bisa diminimalkan.

Masa panen sekitar 5–6 bulan dengan bobot yang optimal jika pemberian pakan teratur. Usaha ini dapat dikembangkan secara bertahap sesuai kapasitas produksi.

7. Ternak Kambing

Kambing memiliki pasar kuat sepanjang tahun, terutama menjelang Idul Adha. Selain itu, daging kambing banyak digunakan untuk berbagai acara dan konsumsi harian.

Pakan berupa hijauan relatif mudah diperoleh, sehingga biaya operasional dapat dikendalikan. Dengan sistem penggemukan yang tepat, nilai jual kambing dapat meningkat signifikan.

8. Ternak Domba

Domba menjadi alternatif usaha yang menjanjikan dengan pasar serupa kambing. Permintaan meningkat pada momen tertentu seperti kurban dan acara keagamaan.

Pertumbuhan domba cukup cepat jika asupan nutrisi terpenuhi. Sistem pemeliharaan dapat disesuaikan dengan kondisi lahan dan modal yang tersedia.

9. Ternak Burung Puyuh

Burung puyuh memiliki siklus produksi telur yang cepat, bahkan mulai bertelur pada usia sekitar 35 hari. Telurnya diminati untuk konsumsi rumah tangga dan industri makanan.

Skala usaha fleksibel dan tidak membutuhkan lahan luas. Dengan manajemen kandang yang baik, tingkat produksi bisa konsisten setiap hari.

10. Ternak Kelinci Pedaging

Kelinci pedaging mulai populer sebagai alternatif protein rendah lemak dan tinggi gizi. Permintaan meningkat di daerah wisata dan restoran tertentu.

Kelinci memiliki siklus reproduksi cepat serta masa panen sekitar 3–4 bulan. Perawatannya relatif mudah dan tidak memerlukan biaya besar.

11. Budidaya Jangkrik

Jangkrik memiliki pasar stabil sebagai pakan burung dan reptil. Siklus panennya singkat sehingga perputaran modal lebih cepat.

Budidayanya dapat dilakukan di ruang terbatas dengan peralatan sederhana. Modal awal relatif kecil, namun potensi keuntungannya cukup menarik jika pemasaran berjalan lancar.

12. Budidaya Maggot BSF, Cacing Sutra, dan Kroto

Budidaya serangga dan pakan alami semakin diminati karena mendukung konsep ramah lingkungan. Maggot BSF mampu mengurai limbah organik sekaligus menjadi pakan bernutrisi tinggi.

Cacing sutra dan kroto memiliki permintaan stabil di kalangan pembudidaya ikan dan penghobi burung. Selain menghasilkan keuntungan, usaha ini juga memberikan manfaat ekologis.

Q & A Seputar Topik

Apa saja ide usaha ternak yang tahan krisis dan stabil permintaannya?

Ide usaha ternak yang tahan krisis dan stabil permintaannya meliputi ayam petelur, ayam kampung, bebek petelur, ikan lele, ikan nila, kambing/domba, burung puyuh, kelinci pedaging, jangkrik, cacing sutra, kroto, dan maggot BSF.

Mengapa usaha ternak ayam petelur dianggap tahan krisis?

Usaha ternak ayam petelur tahan krisis karena telur ayam merupakan bahan pangan pokok yang dikonsumsi setiap hari oleh berbagai lapisan masyarakat, sehingga permintaan pasar sangat luas dan konsisten di seluruh wilayah Indonesia.

Bagaimana budidaya maggot BSF dapat berkontribusi pada lingkungan?

Budidaya maggot BSF dapat berkontribusi pada lingkungan karena maggot dapat diberi pakan dari limbah organik seperti sisa makanan atau sayuran busuk, membantu mengurangi sampah organik sekaligus menghasilkan pakan bernutrisi untuk hewan.

Berapa lama masa panen untuk budidaya ikan lele?

Masa panen untuk budidaya ikan lele cukup singkat, sekitar 50 hari, memungkinkan perputaran modal yang cepat bagi para peternak.

Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6