Liputan6.com, Jakarta - Cara budidaya ikan mujair di kolam tembok menjadi pilihan menarik bagi masyarakat yang ingin memanfaatkan lahan terbatas secara produktif. Kolam tembok dinilai lebih kuat, mudah dikontrol kebersihannya, serta cocok untuk pemeliharaan ikan air tawar secara intensif di lingkungan rumah.
Menerapkan cara budidaya ikan mujair di kolam tembok membutuhkan perencanaan yang tepat, mulai dari persiapan kolam, kualitas air, hingga pemilihan benih unggul. Dengan sistem yang terkelola baik, pertumbuhan ikan dapat berlangsung optimal dan risiko penyakit bisa diminimalkan.
Selain itu, cara budidaya ikan mujair di kolam tembok juga berpotensi memberikan keuntungan ekonomi karena perawatannya relatif sederhana. Dengan pakan teratur dan pengelolaan air yang stabil, hasil panen dapat maksimal serta mendukung usaha perikanan skala rumahan.
Advertisement
Berikut Liputan6.com merangkum dari berbagai sumber tentang cara budidaya ikan mujair di kolam tembok, Selasa (3/2/2026).
1. Persiapan Kolam Tembok yang Optimal
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5491335/original/094139000_1770092535-ikan_mujair__7_.jpg)
Langkah awal dalam budidaya ikan mujair di kolam tembok adalah menyiapkan kolam dengan benar. Kolam tembok memiliki keunggulan lebih awet, mudah dibersihkan, serta mampu menjaga kestabilan suhu air sehingga ikan tidak mudah stres. Untuk kolam pembibitan, ukuran ideal berkisar 50–100 meter persegi dengan kedalaman 30–50 cm, sedangkan kolam pembesaran membutuhkan kedalaman 40–60 cm dengan suhu air ideal 20–22°C dan dasar kolam berpasir.
Kolam tembok baru wajib dinetralkan karena masih mengandung sisa bahan kimia dari semen. Proses penetralan dapat dilakukan dengan merendam kolam selama beberapa bulan atau melalui pengolahan khusus agar aman bagi ikan. Selain itu, siapkan peralatan pendukung seperti jaring, hapa, ember, timbangan, hingga alat pengangkut ikan untuk menunjang kelancaran budidaya.
Advertisement
2. Pemilihan Indukan dan Benih Berkualitas
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5491336/original/022265700_1770092536-ikan_mujair__6_.jpg)
Keberhasilan budidaya sangat ditentukan oleh kualitas indukan dan benih. Pilih indukan sehat dengan bobot minimal 100 gram yang berasal dari petambak terpercaya. Indukan yang baik akan menghasilkan benih kuat, pertumbuhan cepat, dan tingkat kelangsungan hidup tinggi.
Penting pula membedakan indukan jantan dan betina untuk pemijahan. Jantan memiliki dua lubang urogenital dan warna sirip lebih cerah, sedangkan betina memiliki tiga lubang urogenital dengan warna tubuh lebih pucat. Kolam pemijahan ideal berukuran 3×4 meter dengan kedalaman 60 cm dan dasar berlumpur halus agar ikan mudah membuat sarang.
3. Proses Pemijahan dan Penebaran Benih
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5491337/original/051104900_1770092536-ikan_mujair__5_.jpg)
Pemijahan dilakukan dengan memasukkan indukan jantan dan betina ke kolam dengan perbandingan 3:2. Induk betina akan menyimpan telur di dalam mulut selama 3–5 hari hingga menetas. Setelah larva berumur sekitar dua minggu, benih dapat dipisahkan dari induknya agar mulai belajar mencari makan sendiri.
Penebaran benih sebaiknya dilakukan pada sore hari untuk menghindari stres akibat panas. Kepadatan ideal adalah maksimal 10 ekor per meter persegi agar pertumbuhan ikan tetap optimal dan tidak saling berebut pakan.
Advertisement
4. Strategi Pemberian Pakan yang Efektif
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5491338/original/078708700_1770092536-ikan_mujair__4_.jpg)
Pakan berperan besar dalam mempercepat pertumbuhan ikan mujair. Pakan alami seperti kangkung, lumut, cacing tanah, ulat sutra, dan eceng gondok dapat digunakan sebagai sumber nutrisi tambahan. Pakan alami ini membantu menekan biaya sekaligus menjaga kesehatan ikan.
Untuk hasil maksimal, kombinasikan dengan pakan buatan berupa pelet berkualitas sesuai ukuran ikan. Pemberian pakan dilakukan 2–3 kali sehari secukupnya. Hindari pemberian berlebihan karena sisa pakan dapat mencemari air dan memicu penyakit.
5. Manajemen Kualitas Air Kolam
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5491339/original/005826400_1770092537-ikan_mujair__3_.jpg)
Kualitas air merupakan faktor utama dalam budidaya ikan mujair di kolam tembok. Suhu ideal berkisar 25–30°C dengan pH dan kadar oksigen terlarut yang stabil. Amonia dan nitrit harus dijaga tetap rendah karena bersifat racun bagi ikan dan dapat menurunkan nafsu makan.
Pengelolaan air dilakukan dengan penggantian air secara berkala serta penambahan aerasi bila diperlukan. Pastikan kolam tidak tercemar limbah rumah tangga, pertanian, atau bahan kimia lain yang dapat membahayakan ikan.
Advertisement
6. Pencegahan Penyakit dan Panen Ikan Mujair
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5491340/original/035600700_1770092537-ikan_mujair.jpg)
Pencegahan penyakit dilakukan dengan menjaga kebersihan kolam, kepadatan ikan yang ideal, kualitas pakan, serta lingkungan yang tenang. Tanda ikan sakit antara lain warna tubuh berubah, muncul bercak putih, gerakan tidak normal, dan nafsu makan menurun. Jika gejala muncul, segera lakukan penanganan dini atau konsultasi dengan ahli perikanan.
Ikan mujair umumnya siap dipanen setelah 4–5 bulan pemeliharaan. Bobot panen berkisar 150–500 gram per ekor, tergantung manajemen pakan dan kualitas air. Panen yang tepat waktu akan menghasilkan ikan berkualitas baik dan keuntungan maksimal.
Manfaat dan Risiko Konsumsi Ikan Mujair
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5491341/original/063108500_1770092537-ikan_mujair__8_.jpg)
Manfaat Konsumsi Ikan Mujair
1. Sumber protein tinggi
Ikan mujair mengandung sekitar 23 gram protein per ekor, setara dengan ikan salmon atau tuna. Protein ini berperan penting sebagai sumber energi, menjaga berat badan ideal, serta membantu pembentukan dan pemeliharaan massa otot.
2. Menjaga kesehatan tulang dan otot
Kandungan protein dalam ikan mujair membantu memperkuat tulang, mendukung regenerasi sel, dan menjaga fungsi otot tetap optimal.
3. Kaya selenium
Ikan mujair mampu memenuhi hingga 78% kebutuhan selenium harian. Mineral ini berfungsi meningkatkan sistem imun, menjaga kesehatan kelenjar tiroid, berperan sebagai antioksidan, serta membantu menurunkan risiko penyakit jantung dan kanker.
4. Rendah kalori dan lemak
Dibandingkan banyak sumber protein hewani lain, ikan mujair relatif rendah kalori, lemak, dan kandungan merkuri sehingga cukup aman dikonsumsi secara rutin dalam porsi wajar.
Risiko Konsumsi Ikan Mujair
1. Kandungan omega-6 yang tinggi
Ikan mujair mengandung omega-6 dalam jumlah cukup tinggi. Jika dikonsumsi berlebihan, lemak ini dapat memicu peradangan, penumpukan plak di pembuluh darah, serta meningkatkan risiko penyakit jantung dan stroke.
2. Risiko kontaminasi bakteri dan parasit
Kebiasaan ikan mujair yang dapat memakan kotorannya sendiri atau kotoran hewan lain berpotensi menyebabkan kontaminasi bakteri, kuman, dan parasit, seperti Salmonella typhi penyebab tipes.
3. Penggunaan obat-obatan berlebih dalam budidaya
Pada beberapa kasus, peternak menggunakan obat atau bahan kimia tanpa standar yang tepat, sehingga residunya dapat membahayakan kesehatan konsumen jika ikan tidak diolah dengan baik.
4. Paparan zat kimia dari lingkungan tercemar
Ikan mujair yang dibudidayakan di perairan tercemar berisiko mengandung zat berbahaya yang dapat berdampak buruk bagi tubuh manusia.
Q & A Seputar Topik
Berapa ukuran kolam tembok yang ideal untuk budidaya ikan mujair?
Untuk kolam pembibitan, luasnya sekitar 50-100 meter persegi dengan kedalaman 30-50 cm. Sedangkan untuk kolam pembesaran, kedalaman idealnya sekitar 40-60 cm.
Bagaimana cara membedakan indukan ikan mujair jantan dan betina?
Indukan jantan memiliki dua lubang urogenital, ujung sirip kemerahan terang, dan perut lebih gelap. Indukan betina memiliki tiga lubang urogenital, ujung sirip kemerahan pucat, dan perut putih.
Apa saja jenis pakan yang cocok untuk ikan mujair?
Ikan mujair menyukai pakan alami seperti kangkung, cacing tanah, lumut, ulat sutra, dan eceng gondok. Pakan buatan berupa pelet juga dapat diberikan untuk mempercepat pertumbuhan.
Kapan waktu yang tepat untuk memanen ikan mujair?
Masa panen ikan mujair umumnya membutuhkan waktu sekitar 4-5 bulan setelah penebaran benih, dengan bobot ikan mencapai 150-500 gram per ekor.
Apa manfaat dan potensi bahaya mengonsumsi ikan mujair?
Ikan mujair kaya protein dan selenium, namun memiliki kandungan omega-6 yang tinggi dan berisiko terkontaminasi bakteri atau zat kimia jika lingkungan budidaya tidak higienis.
Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8672103/original/092674300_1782711428-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-06-29T123620.816.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8810983/original/080616100_1782907341-cek_fakta_-_bibit_ayam_dan_ikan.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4529326/original/039044100_1691417008-IMG_4489.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9318452/original/095120500_1786096948-Screenshot_2026-08-07_170145.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5491334/original/062858900_1770092535-ikan_mujair__2_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5444566/original/076011800_1765781538-Cuci_Berulang_di_Air_Mengalir__Fokus_pada_Rongga_Perut.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/6467201/original/096242900_1779329273-budidaya_ikan_mujair.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5558270/original/089153800_1776411092-unnamed__4_.jpg)