7 Penyebab Ikan Mas Sering 'Megap-megap' di Permukaan Air dan Solusinya

Kenali 7 penyebab utama ikan mas sering 'megap-megap' di permukaan air, mulai dari kekurangan oksigen hingga kualitas air yang buruk, serta solusi tepat untuk menjaga kesehatan ikan kesayangan Anda.

Diterbitkan 29 Januari 2026, 08:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Ikan mas merupakan salah satu jenis ikan hias populer yang banyak dipelihara karena keindahan dan perilakunya yang menarik. Namun, tidak jarang pemilik ikan mas mendapati peliharaannya sering 'megap-megap' atau terengah-engah di permukaan air.

Perilaku 'megap-megap' ini adalah tanda bahwa ikan sedang berusaha mencari oksigen tambahan karena pasokan di dalam air tidak mencukupi. Jika dibiarkan tanpa penanganan, kondisi ini dapat menyebabkan stres berkepanjangan, penyakit, bahkan kematian pada ikan mas.

Ada setidaknya tujuh penyebab umum mengapa ikan mas sering menunjukkan perilaku 'megap-megap' di permukaan air. Berikut Liputan6 memberikan ulasan lengkapnya untuk Anda, Kamis (29/1/2026).

1. Kekurangan Oksigen Terlarut

Salah satu alasan paling umum mengapa ikan mas sering 'megap-megap' di permukaan adalah karena kekurangan oksigen terlarut di dalam air, sebuah kondisi yang dikenal sebagai hipoksia. Ketika kadar oksigen di bawah 4 bagian per juta (ppm), ikan akan secara insting berenang ke permukaan untuk mencari udara.

Kekurangan oksigen ini dapat dipicu oleh beberapa faktor, termasuk sistem aerasi yang tidak memadai dalam akuarium atau kolam. Selain itu, jumlah ikan yang terlalu banyak dalam satu wadah atau suhu air yang terlalu tinggi juga bisa mengurangi ketersediaan oksigen secara drastis.

Untuk mengatasi masalah ini, penambahan aerator atau pompa udara sangat dianjurkan untuk meningkatkan sirkulasi dan suplai oksigen ke dalam air. Penting juga untuk menjaga kebersihan akuarium atau kolam secara teratur dan memastikan sirkulasi air berjalan baik.

2. Kualitas Air Buruk

Kualitas air yang buruk merupakan penyebab signifikan lainnya yang membuat ikan mas 'megap-megap' di permukaan. Air yang terkontaminasi oleh senyawa beracun seperti amonia, nitrit, atau nitrat yang berlebihan dapat menjadi sangat berbahaya bagi ikan.

Amonia dan nitrit, khususnya, dapat menyebabkan insang ikan menghasilkan lendir ekstra sebagai mekanisme pertahanan diri. Lendir berlebihan ini justru menghambat fungsi insang, membuat ikan kesulitan menyerap oksigen dari air.

Jika kualitas air memburuk, tindakan cepat diperlukan, seperti mengganti sebagian air (sekitar 50%) dengan air bersih dan berkualitas baik. Pemasangan sistem filtrasi yang efektif juga sangat direkomendasikan untuk mencegah penumpukan kotoran dan menjaga parameter air tetap optimal.

3. Suhu Air Terlalu Tinggi

Suhu air memegang peranan penting terhadap konsentrasi oksigen terlarut dalam akuarium atau kolam. Air dengan suhu yang lebih hangat cenderung memiliki kapasitas menampung oksigen terlarut yang lebih rendah dibandingkan air yang lebih dingin. Kisaran suhu ideal untuk ikan mas hias umumnya berada di sekitar 24-28 derajat Celcius.

Suhu air yang terlalu tinggi tidak hanya mengurangi ketersediaan oksigen, tetapi juga secara bersamaan meningkatkan laju metabolisme ikan. Peningkatan metabolisme ini berarti ikan membutuhkan lebih banyak oksigen untuk berfungsi, sementara pasokan oksigen yang tersedia justru berkurang.

Untuk menghindari suhu air yang berlebihan, pastikan akuarium atau kolam tidak terpapar sinar matahari langsung. Penggunaan alat pendingin air atau chiller dapat menjadi solusi efektif, terutama saat musim panas, untuk menjaga suhu tetap stabil.

4. Kepadatan Ikan Berlebihan

Kepadatan ikan yang terlalu tinggi dalam satu akuarium atau kolam adalah penyebab serius lain yang dapat membuat ikan mas 'megap-megap'. Terlalu banyak ikan dalam ruang terbatas akan menyebabkan konsumsi oksigen yang sangat cepat dan produksi limbah organik yang berlebihan.

Kondisi padat tebar yang ekstrem juga dapat memicu tingkat stres yang tinggi pada ikan, serta membatasi ruang gerak mereka. Hal ini pada akhirnya dapat memengaruhi pertumbuhan, kekebalan tubuh, dan kelangsungan hidup ikan.

Solusi utama untuk masalah ini adalah dengan mengurangi jumlah ikan agar sesuai dengan kapasitas akuarium atau kolam yang tersedia. Sebelum membeli ikan, pertimbangkan dengan cermat ukuran akuarium dan ukuran dewasa ikan yang akan dipelihara.

5. Serangan Penyakit

Penyakit yang secara spesifik menyerang insang atau sistem pernapasan ikan akan membuat mereka kesulitan bernapas, sehingga mereka terpaksa mencari oksigen di permukaan. Contohnya adalah infeksi bakteri seperti Aeromonas punctata, yang dapat membuat ikan terlihat kusam, lemah, dan terengah-engah.

Parasit yang menyerang insang juga dapat mengganggu fungsi pernapasan ikan secara signifikan, membuat mereka bereaksi seolah-olah air kekurangan oksigen. Gejala lain yang mungkin menyertai ikan yang sakit meliputi kesulitan berenang, lesu, adanya bintik putih, jamur, atau lendir berlebih pada insang.

Jika dicurigai ikan mas sakit, langkah pertama adalah segera mengidentifikasi jenis penyakitnya untuk memberikan pengobatan yang tepat. Isolasi ikan yang sakit ke wadah terpisah dan pembersihan menyeluruh akuarium atau kolam juga dapat membantu mencegah penyebaran penyakit ke ikan lain.

6. Kerusakan Sistem Filtrasi

Sistem filtrasi yang berfungsi optimal sangat krusial untuk menjaga kualitas air dan aerasi yang baik di dalam akuarium atau kolam. Pompa akuarium tidak hanya berfungsi menyedot kotoran, tetapi juga berperan penting dalam proses oksigenisasi air.

Malfungsi filter dapat disebabkan oleh berbagai faktor, seperti kurangnya perawatan rutin, kerusakan pada kipas putaran pompa, atau penumpukan kotoran yang menyumbat di dalam filter. Ketika pompa filter mati atau tidak bekerja efektif, kualitas air akan memburuk dengan cepat.

Pemilik ikan mas harus rutin membersihkan filter dan memeriksa semua komponennya untuk memastikan semuanya berfungsi optimal. Jika ditemukan kerusakan pada filter, segera perbaiki atau ganti dengan yang baru.

7. Berlebihan Memberi Pakan

Pemberian pakan yang berlebihan atau overfeeding adalah masalah umum yang seringkali tidak disadari dapat menyebabkan ikan mas 'megap-megap'. Sisa makanan yang tidak termakan akan mengendap di dasar akuarium atau kolam dan mengalami proses pembusukan.

Selain mengonsumsi oksigen, pembusukan sisa pakan juga menghasilkan amonia, zat yang sangat beracun bagi ikan. Tingginya kadar amonia dapat meracuni ikan dan mengganggu fungsi insang mereka, sehingga ikan kesulitan bernapas. Overfeeding juga dapat menyebabkan masalah kesehatan internal pada ikan, seperti gangguan pencernaan atau obesitas.

Untuk menghindari masalah ini, berikan pakan secukupnya, yaitu sejumlah yang dapat dihabiskan ikan dalam waktu sekitar 3-5 menit. Jika ada sisa makanan yang tidak termakan, segera bersihkan dari akuarium atau kolam.

People Also Ask

1. Mengapa ikan mas sering 'megap-megap' di permukaan air?

Jawaban: Ikan mas 'megap-megap' di permukaan air seringkali disebabkan oleh kekurangan oksigen terlarut, kualitas air yang buruk, suhu air terlalu tinggi, kepadatan ikan berlebihan, penyakit, kerusakan filter, atau pemberian pakan yang berlebihan.

2. Bagaimana cara mengatasi kekurangan oksigen di akuarium ikan mas?

Jawaban: Untuk mengatasi kekurangan oksigen, Anda dapat menambahkan aerator atau pompa udara, memastikan sirkulasi air yang baik, menjaga kebersihan akuarium, dan menghindari kepadatan ikan yang berlebihan.

3. Apa dampak kualitas air yang buruk terhadap ikan mas?

Jawaban: Kualitas air yang buruk, terutama dengan kadar amonia, nitrit, atau nitrat tinggi, dapat meracuni ikan, merusak insang, dan menyebabkan kesulitan bernapas, bahkan kematian.

4. Berapa suhu air ideal untuk ikan mas hias?

Jawaban: Suhu air ideal untuk ikan mas hias adalah sekitar 24-28 derajat Celcius. Suhu yang terlalu tinggi dapat mengurangi oksigen terlarut dan meningkatkan metabolisme ikan.

5. Bagaimana cara mencegah pemberian pakan berlebihan pada ikan mas?

Jawaban: Berikan pakan secukupnya, yaitu sejumlah yang dapat dihabiskan ikan dalam 3-5 menit. Segera bersihkan sisa makanan yang tidak termakan untuk mencegah pembusukan dan penurunan kualitas air.

Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6