Cara Berongsong Kelengkeng agar Buah Mulus dan Berkualitas Tinggi

Ketahui cara berongsong kelengkeng yang tepat untuk melindungi buah dari hama dan cuaca ekstrem, serta meningkatkan kualitas panen secara signifikan.

Diterbitkan 23 Januari 2026, 21:20 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Menanam kelengkeng menjadi pilihan menarik bagi banyak petani karena buah ini memiliki nilai jual tinggi dan cita rasa manis yang digemari banyak orang. Selain faktor varietas dan pemupukan, kualitas buah sangat dipengaruhi oleh teknik perawatan menjelang panen. Salah satu teknik penting yang sering menentukan keberhasilan panen adalah proses pembungkusan atau berongsong buah.

berongsong kelengkeng bukan sekadar praktik tradisional, melainkan bagian dari manajemen budidaya modern yang terbukti mampu meningkatkan mutu buah. Dengan pembungkusan yang tepat, buah dapat terlindungi dari gangguan hama, cuaca ekstrem, serta kontaminasi jamur dan kotoran.

Liputan6.oom akan membahas cara berongsong kelengkeng secara lengkap dan praktis dengan mengacu pada literatur ilmiah, khususnya buku Longan Production in Asia terbitan FAO, serta diperkaya dengan praktik lapangan yang umum diterapkan petani di Asia, Jumat (23/1/2026).

Apa Itu Berongsong Buah Kelengkeng?

berongsong kelengkeng adalah teknik membungkus buah yang masih berada di pohon menggunakan bahan tertentu seperti kantong kertas atau plastik berlubang. Tujuannya adalah menciptakan lingkungan mikro yang lebih stabil bagi buah selama proses pembesaran hingga matang.

Dalam literatur hortikultura Asia, pembungkusan buah termasuk dalam praktik perlindungan pascapenyerbukan untuk menjaga kualitas visual dan internal buah. Teknik ini umum diterapkan pada komoditas buah bernilai tinggi, termasuk kelengkeng, leci, dan mangga.

Mengapa Buah Kelengkeng Perlu Diberongsong?

Menurut Longan Production in Asia, kualitas buah kelengkeng sangat dipengaruhi oleh faktor lingkungan selama fase pembesaran buah, terutama suhu, kelembapan, dan serangan organisme pengganggu . berongsong memberikan beberapa manfaat utama berikut:

  1. Perlindungan dari hama:Serangga seperti lalat buah dan ulat lebih sulit menyerang buah yang dibungkus.
  2. Mengurangi risiko jamur dan penyakit:Percikan air hujan yang membawa spora jamur dapat diminimalkan.
  3. Menjaga warna dan kulit buah:Paparan sinar matahari berlebihan dapat menyebabkan bercak kecokelatan pada kulit buah.
  4. Meningkatkan keseragaman ukuran dan kematangan:Lingkungan mikro yang stabil membantu buah matang lebih merata.

Waktu Terbaik Melakukan Berongsong Kelengkeng

Waktu merupakan kunci utama dalam cara berongsong kelengkeng. Berdasarkan praktik budidaya yang direkomendasikan di Asia Tenggara dan Tiongkok, pembungkusan dilakukan pada fase awal pembesaran buah.

Waktu ideal berongsong adalah:

  • 2–3 minggu setelah bunga mekar, atau
  • Saat buah berukuran sebesar kelereng kecil

Pada tahap ini, bunga telah melewati fase rontok alami dan buah mulai terbentuk dengan kuat. Jika pembungkusan dilakukan terlalu dini, proses penyerbukan dapat terganggu. Sebaliknya, jika terlalu lambat, risiko serangan hama sudah terlanjur tinggi.

Jenis Bahan berongsong yang Direkomendasikan

Pemilihan bahan pembungkus sangat memengaruhi keberhasilan berongsong. Beberapa bahan yang umum digunakan antara lain:

1. Kantong Kertas

  • Berwarna cokelat atau putih
  • Menyerap kelembapan
  • Cocok untuk daerah dengan intensitas hujan tinggi

2. Plastik Berlubang

  • Lebih tahan air
  • Lubang berfungsi sebagai sirkulasi udara
  • Perlu pengawasan agar tidak terlalu lembap

FAO menekankan pentingnya sirkulasi udara yang baik untuk mencegah pembusukan buah akibat kelembapan berlebih.

Langkah-langkah Cara Berongsong Kelengkeng yang Benar

Berikut tahapan praktis yang dapat diterapkan petani:

  1. Seleksi dompolan buah:Pilih dompolan yang sehat dan tidak terlalu padat.
  2. Lakukan penjarangan ringan:Buang buah kecil atau cacat agar nutrisi terfokus.
  3. Pasang berongsong secara longgar: Jangan menekan buah; sisakan ruang untuk pembesaran.
  4. Ikat bagian atas pembungkus:Pastikan tidak ada celah besar yang memungkinkan hama masuk.
  5. Periksa secara berkala:Cek kondisi buah setiap 1–2 minggu.

Teknik ini sejalan dengan prinsip pemeliharaan buah pada fase pengisian dan pematangan yang dijelaskan dalam bab panen dan pascapanen kelengkeng FAO .

Kesalahan Umum Saat berongsong Kelengkeng

Beberapa kesalahan yang sering terjadi antara lain:

  • Menggunakan plastik tanpa lubang
  • Membungkus buah terlalu rapat
  • Tidak melakukan pengecekan berkala
  • berongsong dilakukan saat buah sudah terlalu besar

Kesalahan ini dapat menyebabkan buah lembap, berjamur, atau pertumbuhannya terhambat.

Hubungan Berongsong dengan Kualitas Panen

Dalam Longan Production in Asia, disebutkan bahwa kualitas buah ekspor sangat bergantung pada kondisi kulit dan keseragaman ukuran (Wong, 2000). berongsong membantu petani menghasilkan buah dengan:

  • Kulit lebih mulus
  • Warna lebih cerah
  • Risiko cacat lebih rendah

Hal ini berdampak langsung pada nilai jual dan daya saing buah kelengkeng di pasar.

FAQ Seputar Menanam dan Merawat Kelengkeng

1. Apakah semua varietas kelengkeng perlu diberongsong?

Tidak wajib, tetapi sangat dianjurkan untuk varietas unggulan dan tujuan pasar premium.

2. Apakah berongsong bisa menggantikan pestisida?

Tidak sepenuhnya, namun dapat mengurangi intensitas penggunaan pestisida.

3. Berapa lama berongsong dilepas sebelum panen?

Biasanya tetap dipasang hingga panen kecuali ditemukan buah busuk.

4. Apakah berongsong efektif di musim hujan?

Sangat efektif jika menggunakan bahan tahan air dengan sirkulasi baik.

5. Apakah berongsong memengaruhi rasa buah?

Tidak mengurangi rasa, justru membantu kematangan lebih merata.

 

 

Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6