Liputan6.com, Jakarta Keberadaan ular di sekitar rumah sering kali menimbulkan rasa cemas bagi banyak orang. Hewan melata ini dikenal pandai beradaptasi, serta mampu bersembunyi di tempat yang sulit dijangkau. Banyak orang kemudian penasaran dan ingin tahu berapa lama ular bersarang hingga pergi, terutama ketika hewan tersebut muncul di area kebun, tumpukan barang, atau sudut rumah yang jarang tersentuh.
Tidak ada angka pasti untuk menjawab berapa lama ular bersarang hingga pergi, sebab semua bergantung pada kenyamanan tempat tersebut bagi ular itu sendiri. Semakin ideal kondisi sarang bagi kelangsungan hidupnya, semakin besar kemungkinan ular bertahan lebih lama sebelum akhirnya pindah ke habitat lain.
Saat musim hujan tiba, sarang mereka sering kali tergenang air, sehingga reptil ini terpaksa keluar mencari tempat baru yang lebih kering. Kondisi tersebut sering membuat manusia mendadak berhadapan langsung dengan ular di sekitar rumah. Pertanyaan berapa lama ular bersarang hingga pergi pun menjadi semakin relevan, terutama bagi masyarakat yang tinggal di daerah lembap atau berdekatan dengan lahan kosong.
Advertisement
Mengetahui pola aktivitas, waktu keluar sarang, serta alasan berpindah tempat dapat memberikan gambaran jelas mengenai berapa lama ular bersarang hingga pergi dalam kondisi tertentu. Berikut ulasan lengkap yang Liputan6.com rangkum dari berbagai sumber, Rabu (15/10/2025).Â
Penjelasan Lengkap Berapa Lama Ular Bersarang Hingga Pergi
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5360445/original/058362900_1758706604-unnamed__20_.jpg)
Ular termasuk hewan berdarah dingin yang aktif pada suhu moderat. Waktu paling umum bagi ular untuk beraktivitas adalah saat pagi hari, sore menjelang malam, atau sepanjang malam pada kondisi cuaca sejuk. Pada saat itulah mereka meninggalkan sarang untuk berburu mangsa atau menjelajahi area baru.
Durasi keberadaan ular di suatu area sangat bergantung pada keberhasilan mereka mendapatkan mangsa dan tingkat kenyamanan tempat tersebut. Jika tidak menemukan apa yang dibutuhkan, ular biasanya akan pergi dalam hitungan hari. Namun, pada lokasi yang ideal dan terlindung, mereka dapat bertahan hingga beberapa minggu bahkan berbulan-bulan.
Kehadiran ular di sekitar rumah juga kerap menimbulkan rasa khawatir bagi banyak orang. Hewan melata ini dikenal lihai bersembunyi dan dapat menetap di tempat yang dianggap aman. Namun, sebenarnya berapa lama ular akan bersarang di suatu lokasi sebelum akhirnya pergi?
Pertanyaan ini kerap muncul, terutama ketika masyarakat menemukan ular di kebun, gudang, atau area rumah yang jarang digunakan. Untuk memahami hal tersebut, perlu diketahui bahwa perilaku ular sangat bergantung pada kondisi lingkungan, sumber makanan, serta faktor keamanan di sekitar sarangnya.
Advertisement
Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Lama Ular Bersarang
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5365511/original/097351000_1759199164-Gemini_Generated_Image_lbkblulbkblulbkb.jpg)
Setiap jenis ular memiliki kebiasaan dan pola hidup yang berbeda, termasuk dalam hal lamanya mereka menetap di suatu tempat. Tidak ada batas waktu pasti mengenai berapa lama ular bersarang hingga pergi, sebab hal tersebut dipengaruhi oleh beragam faktor yang saling berkaitan. Beberapa di antaranya meliputi kondisi lingkungan, ketersediaan makanan, keamanan tempat, musim, serta perilaku alami ular itu sendiri.
1. Ketersediaan Sumber Makanan
Salah satu alasan utama ular memilih suatu tempat untuk bersarang adalah keberadaan mangsa di sekitarnya. Daerah yang banyak dihuni tikus, katak, burung kecil, atau hewan pengerat lainnya akan menarik ular untuk menetap lebih lama. Jika sumber makanan tersebut melimpah dan mudah didapat, ular tidak memiliki alasan untuk segera berpindah tempat. Sebaliknya, ketika mangsa mulai langka, ular akan meninggalkan sarangnya dan menjelajah wilayah baru yang lebih menjanjikan secara makanan.
2. Keamanan dan Kenyamanan Lingkungan
Tingkat keamanan suatu lokasi juga menjadi faktor penentu penting. Ular sangat sensitif terhadap gangguan, baik dari manusia maupun hewan lain. Tempat yang tenang, lembap, dan terlindung dari ancaman predator akan membuat ular merasa aman untuk menetap lebih lama. Kondisi seperti tumpukan kayu, celah di tembok, atau semak lebat sering kali menjadi pilihan ideal karena memberikan rasa perlindungan alami. Begitu tempat tersebut mulai sering terganggu, ular akan segera mencari lokasi baru yang lebih tenang.
3. Kondisi Cuaca dan Musim
Cuaca juga memengaruhi berapa lama ular bersarang hingga pergi. Saat musim hujan, banyak sarang ular tergenang air, sehingga memaksa mereka keluar untuk mencari area yang lebih kering dan hangat. Sementara itu, pada musim kemarau, ular lebih sering berdiam di tempat lembap agar suhu tubuh tetap stabil. Faktor suhu lingkungan ini sangat penting bagi reptil berdarah dingin seperti ular, sebab mereka bergantung pada kondisi sekitar untuk mengatur panas tubuhnya.
4. Tahap Reproduksi atau Masa Bertelur
Ular betina yang sedang dalam masa bertelur biasanya menetap lebih lama di satu tempat. Mereka akan mencari lokasi aman, lembap, dan tersembunyi untuk meletakkan telur serta menjaganya hingga menetas. Selama periode ini, pergerakan ular menjadi lebih terbatas, dan mereka cenderung mempertahankan sarang tersebut dari ancaman luar. Setelah anak-anaknya menetas, barulah ular betina akan meninggalkan tempat itu untuk mencari habitat baru.
5. Struktur Sarang dan Ketersediaan Ruang
Bentuk fisik serta ukuran tempat persembunyian turut menentukan lamanya ular bersarang. Celah sempit, rongga tanah, tumpukan batu, atau ruang di bawah rumah bisa menjadi lokasi favorit. Jika tempat tersebut terasa luas, kering, dan memiliki ventilasi alami, ular bisa tinggal dalam jangka waktu lama. Sebaliknya, ruang sempit dan panas membuat ular cepat berpindah karena tidak sesuai dengan kebutuhan fisiologisnya.
6. Aktivitas Manusia di Sekitar Area
Kehadiran manusia sering kali memaksa ular untuk segera pergi. Aktivitas seperti membakar sampah, menggali tanah, atau membersihkan area semak dapat mengganggu rasa aman ular. Getaran dari langkah kaki, suara bising, atau cahaya terang membuat ular merasa terancam. Oleh karena itu, di wilayah permukiman yang sering dibersihkan secara rutin, ular cenderung tidak bersarang lama dan akan segera mencari tempat persembunyian lain yang lebih tenang.
Â
Tanda-Tanda Ular Masih Bersarang di Sekitar Rumah
- Salah satu tanda paling umum dari keberadaan ular ialah ditemukannya kulit ular yang sudah terlepas. Proses pergantian kulit atau shedding ini dilakukan secara berkala untuk mendukung pertumbuhan tubuh mereka. Kulit tersebut biasanya ditemukan di area lembap seperti gudang, saluran air, atau tumpukan barang. Jika kamu menemukan kulit ular di sekitar rumah, besar kemungkinan ular tersebut masih berada di area tersebut atau belum jauh dari sana.
- Permukaan tanah, debu, atau pasir sering kali memperlihatkan bekas gerakan melata yang khas. Pola bergelombang atau garis halus yang terbentuk menunjukkan bahwa seekor ular baru saja melintas atau sering melewati jalur itu. Jejak seperti ini biasanya terlihat jelas di area yang jarang dibersihkan, misalnya di belakang rumah, kebun, atau sela-sela perabot besar. Meskipun tidak selalu berarti ular bersarang di situ, jejak berulang bisa menjadi indikasi kuat adanya aktivitas ular di sekitar rumah.
- Peningkatan populasi hewan pengerat atau amfibi di sekitar rumah juga bisa menjadi pertanda tidak langsung bahwa ular sedang berada di area tersebut. Ular tertarik pada tempat yang memiliki sumber makanan melimpah, terutama tikus, katak, dan burung kecil. Jika kamu mulai sering mendengar suara mencicit di malam hari atau melihat tikus berlarian, sebaiknya waspada karena predator alami mereka mungkin sedang bersembunyi tidak jauh dari sana.
- Beberapa jenis ular, terutama ular besar seperti sanca atau kobra, mengeluarkan aroma khas yang cukup menyengat. Bau ini sering kali menyerupai campuran antara amis dan anyir tanah lembap. Jika aroma tersebut muncul terus-menerus di area tertentu, seperti di bawah lantai, gudang, atau sela tembok, kemungkinan besar ada ular yang menetap di sana. Bau akan lebih terasa saat ular sedang stres, lapar, atau baru saja mengganti kulit.
- Kotoran ular memiliki ciri khusus yang membedakannya dari hewan lain. Bentuknya memanjang seperti silinder, berwarna gelap, dan kadang terdapat serpihan tulang atau bulu dari mangsa yang telah dicerna. Biasanya ditemukan di sudut ruangan yang jarang terjamah atau di sekitar area lembap. Menemukan kotoran semacam ini sebaiknya segera direspons dengan langkah pembersihan dan pemeriksaan area sekitar.
- Ular termasuk hewan yang aktif pada malam hari. Jika kamu mendengar suara desisan pelan dari arah tumpukan barang, saluran air, atau kebun, jangan abaikan. Suara tersebut bisa menjadi tanda keberadaan ular yang merasa terganggu. Biasanya, ular akan mendesis untuk memperingatkan ancaman di sekitarnya. Pastikan tidak mendekati sumber suara dan segera periksa menggunakan alat bantu seperti senter dari jarak aman.
Advertisement
Cara Mencegah Ular Bersarang di Sekitar Rumah
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5281449/original/091039100_1752387232-1.jpg)
Ular sering kali mencari tempat yang tenang, lembap, dan gelap untuk dijadikan sarang. Area seperti tumpukan kayu, semak tinggi, atau saluran air yang jarang dibersihkan dapat menjadi lokasi favorit reptil ini. Oleh sebab itu, penting bagi penghuni rumah untuk mengetahui langkah-langkah pencegahan agar area tempat tinggal tetap aman dan bebas dari kehadiran ular. Menjaga kebersihan lingkungan menjadi kunci utama agar ular tidak tertarik untuk mendekat atau membuat sarang di sekitar rumah.
Langkah awal yang bisa dilakukan adalah menjaga halaman tetap rapi dan terawat. Rumput yang dibiarkan tumbuh tinggi serta semak-semak yang lebat sering menjadi tempat persembunyian ideal bagi ular maupun mangsanya, seperti tikus dan katak. Pemangkasan tanaman secara rutin serta pembersihan area sekitar pagar dan taman sangat efektif untuk mengurangi risiko ular bersarang. Pastikan juga tidak ada tumpukan batu, pot, atau barang bekas di sudut halaman, sebab area tertutup semacam itu dapat menjadi tempat persembunyian yang nyaman bagi ular.
Selain menjaga kebersihan halaman, menutup celah atau lubang di sekitar rumah juga menjadi langkah penting. Ular dapat masuk melalui celah kecil di dinding, ventilasi, atau pipa air. Oleh karena itu, periksa bagian bawah pintu, saluran pembuangan, dan lubang-lubang di sekitar fondasi rumah. Gunakan kawat kasa halus atau penutup logam untuk menutup semua akses potensial. Hal ini membantu mencegah ular masuk tanpa disadari ke dalam area rumah.
Langkah terakhir adalah menerapkan kebiasaan waspada di lingkungan rumah. Biasakan untuk menyalakan lampu di area luar pada malam hari agar mudah melihat pergerakan hewan liar. Jika menemukan tanda-tanda keberadaan ular, seperti kulit ular yang terkelupas atau jejak melingkar di tanah, segera hubungi petugas pemadam kebakaran atau pihak berwenang untuk penanganan yang aman. Dengan perawatan lingkungan yang rutin dan langkah pencegahan yang tepat, rumah akan tetap aman serta terbebas dari risiko ular bersarang.
FAQ Seputar Topik
Berapa lama waktu yang dibutuhkan telur ular untuk menetas?
Umumnya, telur ular membutuhkan waktu sekitar 45 hingga 80 hari untuk menetas, namun durasi ini bisa bervariasi tergantung spesies dan faktor lingkungan.
Apakah semua ular bertelur?
Tidak semua. Mayoritas ular ovipar (bertelur), tetapi ada juga yang ovovivipar (telur menetas di dalam tubuh induk) dan vivipar (melahirkan anak hidup).
Apakah induk ular merawat sarangnya?
Kebanyakan ular tidak merawat telurnya setelah diletakkan, namun ada pengecualian seperti ular piton yang mengerami dan king kobra yang menjaga sarangnya.
Faktor apa saja yang memengaruhi durasi ular bersarang?
Durasi bersarang dipengaruhi oleh spesies ular, suhu lingkungan, kelembapan, dan ketersediaan pakan.
Â
Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8327596/original/000770900_1782197299-cek_fakta_-_dishub_lowongan.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5471300/original/019987800_1768283249-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-01-13T124627.766.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5481724/original/069742900_1769143528-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-01-23T110013.385.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3267613/original/079814300_1602679710-Kejahatan_Siber.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/3051581/original/016118100_1677134088-161278196_728489364509279_1743616452774133653_n.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5371764/original/062687700_1759720015-lubang_ular1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/1812235/original/087792300_1550019778-1709255D-BDFF-4E25-B45D-78CC996796BF.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8261718/original/051731600_1781755469-IMG-20260618-WA0022.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8261448/original/088941000_1781704030-000_B7CB6XU.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8327170/original/046346200_1782196768-AP26174048235003.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8312896/original/014782800_1782180155-000_B7XU3U2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8262481/original/011971700_1781803398-Croatia_s_Luka_Modric.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8322381/original/046006400_1782191324-063_2282870144.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8322380/original/064889600_1782191323-063_2282870058.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8296460/original/082795500_1782159766-Argentina_s_Lionel_Messi.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8258680/original/053706900_1781401116-Folarin_Balogun.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8293308/original/041888100_1782155517-AP26173640031261.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8317670/original/089667300_1782185621-AP26174019661970.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8260107/original/053673600_1781571207-Preskon_Prancis-3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5546131/original/095844000_1775275389-rumah_sederhana2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5332864/original/002871300_1756539230-Gemini_Generated_Image_cwn2recwn2recwn2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7681739/original/074268400_1780477365-12356285505590446374.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5569223/original/036885800_1777434201-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5454679/original/022501600_1766567800-Gemini_Generated_Image_y1auu6y1auu6y1au_2.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5659852/original/066347900_1778295008-antibisa.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5425623/original/093500300_1764232614-kobra__2_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5537131/original/023216700_1774412013-2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5454683/original/075097200_1766567801-Gemini_Generated_Image_uolslkuolslkuols.png)