Tanggal Berapa Maulid Nabi 2025? Jadwal Resmi dan Ragam Tradisinya di Indonesia

Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW merupakan salah satu hari besar yang dinantikan oleh umat Islam di seluruh dunia, termasuk Indonesia.

Diterbitkan 27 Agustus 2025, 14:30 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta Banyak umat Islam di Indonesia menantikan datangnya bulan Rabiul Awal, sebab pada bulan inilah peristiwa kelahiran Nabi Muhammad SAW diperingati secara khidmat. Tak sedikit masyarakat mulai mencari informasi tanggal berapa maulid nabi 2025, karena penetapannya sangat berpengaruh terhadap jadwal kegiatan keagamaan, pengajian akbar, hingga perayaan tradisional di berbagai daerah. 

Dalam konteks nasional, pemerintah telah menetapkan hari-hari penting keagamaan melalui keputusan resmi bersama beberapa kementerian. Oleh sebab itu, pertanyaan tanggal berapa maulid nabi 2025 semakin ramai dibicarakan menjelang datangnya bulan September. Penetapan waktu tersebut biasanya akan dijadikan pedoman masyarakat untuk mengatur agenda, baik untuk kegiatan ibadah maupun rencana berlibur bersama keluarga. 

Di sisi lain, organisasi keagamaan memiliki metode masing-masing dalam menentukan perhitungan kalender hijriah. Inilah yang menjadikan pembahasan tanggal berapa maulid nabi 2025 semakin menarik, sebab bisa saja ada perbedaan satu hari antara hasil perhitungan lembaga berbeda. Meski demikian, masyarakat tetap menghormati keputusan yang berlaku di lingkungannya, karena perbedaan tersebut tidak mengurangi makna ibadah maupun kemeriahan peringatan.

Berikut ini kejelasan informasi terkait tanggal berapa maulid nabi 2025 yang Liputan6.com rangkum dari berbagai sumber, Rabu (27/8/2025). 

Tanggal Berapa Maulid Nabi 2025? Ini Jadwal Resminya

Dalam kalender nasional tahun 2025, pemerintah melalui Surat Keputusan Bersama (SKB) Tiga Menteri telah merilis daftar resmi mengenai hari libur dan cuti bersama. Dari keputusan tersebut diketahui bahwa peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, atau hari kelahiran Nabi, akan diperingati pada Jumat, 5 September 2025.

Penetapan tanggal tersebut otomatis masuk ke dalam daftar libur nasional sehingga masyarakat Indonesia dapat meluangkan waktu untuk melakukan berbagai kegiatan keagamaan, mengikuti majelis ilmu, memperingati sejarah perjuangan Rasulullah, hingga berkumpul bersama keluarga di rumah.

Selain penetapan pemerintah, Nahdlatul Ulama (NU) melalui lembaga khusus yang mengurusi ilmu falak, yaitu Lembaga Falakiyah PBNU, juga telah menetapkan tanggal yang sama. Berdasarkan hasil pengamatan posisi hilal dan penerapan metode rukyat-hisab, organisasi ini menetapkan bahwa 12 Rabiul Awal 1447 Hijriah bertepatan dengan 5 September 2025. Keputusan tersebut dinyatakan sah melalui mekanisme internal NU dan diumumkan secara resmi, setelah melalui perhitungan astronomis yang terukur serta dapat dipertanggungjawabkan.

Namun, terdapat sedikit perbedaan jika merujuk pada keputusan Muhammadiyah. Organisasi Islam besar ini menggunakan Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT) sebagai dasar penentuan waktu ibadah. Menurut metode perhitungan mereka, awal bulan Rabiul Awal jatuh pada 24 Agustus 2025.

Oleh sebab itu, Maulid Nabi menurut versi Muhammadiyah akan diperingati sehari lebih cepat, tepatnya pada Kamis, 4 September 2025. Walaupun berbeda sehari dari penetapan pemerintah maupun NU, keputusan tersebut tetap dianggap valid karena didasarkan pada sistem kalender yang konsisten digunakan Muhammadiyah di seluruh dunia.

Adanya perbedaan tanggal dalam memperingati Maulid Nabi 2025 antara pemerintah, NU, dan Muhammadiyah menunjukkan keragaman metode dalam menentukan awal bulan Hijriah. Meski begitu, hal ini tidak menimbulkan perpecahan, justru memperlihatkan dinamika pemikiran dalam tradisi Islam di Indonesia. Umat Islam dapat mengikuti ketetapan organisasi atau otoritas yang diyakini, tanpa mengurangi makna dan nilai spiritual dari perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW.

Ragam Tradisi Maulid Nabi di Indonesia

Peringatan kelahiran Nabi Muhammad SAW di Indonesia bukan hanya sekadar momen spiritual untuk meneguhkan keimanan dan memperdalam cinta kepada junjungan umat Islam, melainkan telah menyatu erat dengan corak budaya lokal masyarakat di berbagai daerah. Setiap kawasan memiliki corak perayaan yang unik, sarat makna simbolis, sekaligus mengandung nilai kebersamaan sosial. Beberapa diantaranya: 

1. Grebeg Maulud – Yogyakarta dan Surakarta (Solo)

Di Daerah Istimewa Yogyakarta maupun Kota Surakarta, peringatan Maulid Nabi lebih dikenal dengan nama Grebeg Maulud. Tradisi ini merupakan atraksi budaya yang ditunggu-tunggu masyarakat setiap tahunnya. Salah satu ciri khasnya adalah prosesi gunungan, yaitu aneka hasil bumi seperti sayuran, buah-buahan, serta jajanan tradisional yang disusun menyerupai bentuk gunung besar.

Gunungan kemudian diarak menuju masjid agung sebagai simbol persembahan. Setelah prosesi selesai, masyarakat berbondong-bondong memperebutkan isi gunungan tersebut. Kepercayaan lokal menyebutkan bahwa siapa saja yang berhasil mendapatkan sebagian dari isi gunungan diyakini akan memperoleh berkah. Tradisi Grebeg Maulud tidak hanya memperlihatkan nuansa keagamaan, tetapi juga mencerminkan semangat kebersamaan dan penghargaan terhadap rezeki alam.

2. Endog-endogan – Banyuwangi

Berbeda dengan Yogyakarta dan Solo, masyarakat Banyuwangi di Jawa Timur memiliki tradisi yang dikenal sebagai Endog-endogan. Dalam perayaan ini, telur dihias dengan cantik kemudian ditancapkan pada batang pisang atau bambu, lalu dibawa dalam prosesi arak-arakan keliling desa. Telur dianggap sebagai simbol kehidupan, kesuburan, sekaligus lambang harapan akan masa depan yang baik.

Seusai pawai, telur-telur tersebut dibagikan kepada warga setempat sebagai bentuk sedekah dan ungkapan syukur kepada Allah. Tradisi Endog-endogan bukan sekadar ritual, melainkan sebuah warisan budaya yang sarat filosofi sekaligus mempererat hubungan sosial di tengah masyarakat Banyuwangi.

3. Weh-wehan – Kendal

Di Kabupaten Kendal, Jawa Tengah, terdapat tradisi khas bernama Weh-wehan. Pada peringatan Maulid Nabi, masyarakat saling berbagi makanan, hasil bumi, maupun olahan khas daerah kepada tetangga dan kerabat. Tradisi ini menekankan nilai kebersamaan, kepedulian sosial, serta memperkuat ikatan persaudaraan di tengah warga.

Lebih dari itu, Weh-wehan dipandang sebagai perwujudan nyata dari ajaran Rasulullah SAW tentang pentingnya berbagi rezeki dan membantu sesama umat. Praktik sederhana ini menunjukkan bahwa Maulid Nabi tidak hanya dihayati melalui ibadah ritual, tetapi juga diwujudkan dalam aksi sosial yang membawa manfaat langsung bagi lingkungan sekitar.

4. Tradisi Umum di Nusantara

Selain kekhasan budaya di daerah-daerah tertentu, umat Islam di berbagai wilayah Indonesia juga memiliki bentuk perayaan yang lebih seragam. Biasanya acara diisi dengan pengajian, pembacaan sirah Nabawiyah, lantunan shalawat, serta majelis ilmu yang menghadirkan para ulama maupun penceramah. Melalui forum tersebut, umat dapat kembali meneladani kehidupan Rasulullah, baik dalam hal akhlak mulia, keteguhan iman, maupun kepemimpinan beliau.

Tidak jarang pula perayaan Maulid dilengkapi dengan kegiatan sosial, misalnya santunan untuk anak yatim, fakir miskin, atau kegiatan gotong royong membersihkan lingkungan dan rumah ibadah. Aktivitas ini semakin memperkuat makna Maulid sebagai momentum pengingat sekaligus pengikat hubungan sosial-keagamaan di tengah masyarakat.

 

Keutamaan Merayakan Maulid Nabi

Merayakan Maulid Nabi memiliki berbagai keutamaan bagi umat Islam. Peringatan ini menjadi sarana bagi umat Islam untuk mengekspresikan rasa syukur atas kelahiran Nabi Muhammad SAW.

1. Menjadi Teman Rasulullah di Surga

Membelanjakan satu dirham untuk kegiatan pembacaan Maulid Nabi diyakini dapat menjadikan seseorang teman Rasulullah di surga. Sayyidina Abu Bakar radhiyallahu 'anhu berkata, "Barangsiapa membelanjakan satu dirham (uang emas) untuk mengadakan pembacaan Maulid Nabi Muhammad, maka ia akan menjadi temanku di surga".

2. Mendapat Pahala Setara Perang Badar dan Hunain

Membelanjakan satu dirham untuk pembacaan Maulid dianggap setara dengan ikut serta dalam perang Badar dan Hunain. Sayyidina Utsman bin Affan radhiyallahu 'anhu menyatakan, "Barangsiapa membelanjakan satu dirham (uang mas) untuk mengadakan pembacaan Maulid Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, maka seakan-akan ia ikut-serta menyaksikan perang Badar dan Hunain".

3. Masuk Surga Tanpa Hisab

Orang yang ikut mengagungkan Maulid Nabi dan menjadi penyebab terlaksananya pembacaan Maulid diyakini akan dimasukkan ke surga tanpa hisab. Sayyidina Ali radhiyallahu 'anhu berkata, "Barangsiapa mengagungkan Maulid Nabi shalallallahu 'alaihi wasallam, dan ia menjadi sebab dilaksanakannya pembacaan Maulid Nabi, maka tidaklah ia keluar dari dunia melainkan dengan keimanan dan akan dimasukkan ke dalam surga".

4. Menghidupkan Nilai-nilai Islam dalam Kehidupan

Peringatan Maulid Nabi membantu umat Islam meneladani akhlak Rasulullah dan menghidupkan ajaran Islam dalam kehidupan sehari-hari. Sayyidina Umar bin Khattab radhiyallahu 'anhu berkata, "Barangsiapa yang mengagungkan kelahiran Nabi Muhammad SAW, maka sungguh dia telah menghidupkan Islam".

FAQ Seputar Topik

Kapan Maulid Nabi 2025 dirayakan menurut pemerintah?

Maulid Nabi Muhammad SAW pada tahun 2025 ditetapkan oleh pemerintah jatuh pada Jumat, 5 September 2025.

Bagaimana penetapan NU terkait tanggal Maulid Nabi 2025?

NU melalui Lembaga Falakiyah PBNU menetapkan 12 Rabiul Awal 1447 H jatuh pada 5 September 2025, sesuai hasil rukyat dan hisab yang dilakukan secara resmi.

Jika libur nasional ditetapkan 5 September 2025, bagaimana umat Muhammadiyah merayakan Maulid Nabi sehari sebelumnya?

Umat Muhammadiyah tetap memperingati pada 4 September 2025, namun tetap bisa memanfaatkan hari libur nasional keesokan harinya untuk beraktivitas keagamaan maupun kebersamaan keluarga.

Apa makna utama peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW?

Maulid Nabi adalah momen untuk mengenang sejarah, meneladani akhlak, dan meningkatkan rasa cinta kepada Nabi Muhammad SAW.

Apa saja tradisi unik Maulid Nabi di Indonesia?

Tradisi unik meliputi Grebeg Maulud di Yogyakarta, Endog-endogan di Banyuwangi, dan Weh-wehan di Kendal.

Amalan apa yang dianjurkan saat Maulid Nabi?

Amalan utama adalah memperbanyak shalawat Nabi, tadabbur Al-Quran, dan melakukan kegiatan sosial.

Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6