Liputan6.com, Jakarta Kegiatan menghias kue menjadi salah satu bentuk ekspresi seni dalam dunia kuliner. Ajang perlombaan di bulan kemerdekaan kerap memunculkan ide-ide segar yang menggabungkan unsur tradisi serta inovasi modern. Melalui cara menghias kue tradisional untuk lomba 17 Agustus, peserta dapat menuangkan imajinasi sambil tetap mempertahankan cita rasa khas Nusantara.
Mengikuti lomba menghias kue bukan sekadar soal memenangkan hadiah. Lebih dari itu, kegiatan ini menjadi wadah untuk memperkenalkan kekayaan kuliner daerah kepada generasi muda. Penerapan cara menghias kue tradisional untuk lomba 17 Agustus secara tepat, dapat menjadikan sajian tampil memukau sekaligus mencerminkan semangat nasionalisme.
Nuansa perayaan kemerdekaan akan terasa lebih semarak ketika kue tradisional tampil cantik di meja penjurian. Warna, bentuk dan susunan menjadi elemen penting untuk mencuri perhatian. Peserta yang menguasai cara menghias kue tradisional untuk lomba 17 Agustus berpeluang besar menonjol di antara kompetitor, sekaligus memberikan pengalaman visual yang mengesankan bagi penonton.
Advertisement
Penasaran seperti apa kriteria penilaian dan cara menghias kue tradisional untuk lomba 17 Agustus? Berikut penjelasan lebih lengkap yang Liputan6.com rangkum dari berbagai sumber pada Selasa (12/8/2025).
Memilih Kue Tradisional yang Tepat untuk Lomba 17 Agustus
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5312540/original/081810800_1754968185-WhatsApp_Image_2025-08-12_at_10.07.05_412065e7.jpg)
Peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia setiap tanggal 17 Agustus selalu diisi dengan berbagai kegiatan seru dan penuh semangat. Selain lomba panjat pinang, tarik tambang, atau balap karung, ada juga ajang yang tak kalah meriah, yaitu lomba menghias kue tradisional. Lomba ini biasanya menjadi favorit karena menggabungkan keterampilan, kreativitas, dan nilai budaya. Untuk memenangkan kompetisi ini, diperlukan teknik menghias yang tepat serta ide yang menarik, sehingga kue terlihat indah sekaligus tetap menggugah selera.
1. Memilih Jenis Kue Tradisional yang Paling Cocok untuk Dihias
Sebelum mulai proses dekorasi, langkah pertama yang tidak boleh diabaikan adalah menentukan jenis kue tradisional yang akan dijadikan media hias. Pemilihan ini penting karena setiap jenis kue memiliki karakteristik berbeda dari segi bentuk, warna, hingga tekstur. Untuk lomba 17 Agustus, beberapa kue tradisional yang kerap menjadi favorit antara lain kue lapis pelangi, klepon, kue putu, apem, serta nagasari. Kue lapis, misalnya, memiliki permukaan rata dan warna dasar yang indah sehingga mudah dipadukan dengan ornamen tambahan. Klepon, meskipun berbentuk bulat kecil, dapat ditata membentuk pola tertentu pada wadah saji sehingga menciptakan tampilan unik. Pilihlah kue yang memiliki permukaan cukup luas dan tekstur stabil agar dekorasi menempel dengan baik serta tahan lama selama penilaian.
2. Menentukan Konsep Dekorasi Bertema Kemerdekaan
Agar dekorasi terlihat menyatu dengan semangat Hari Kemerdekaan, penting untuk menetapkan konsep tema secara jelas sejak awal. Warna merah dan putih dapat dijadikan elemen utama sebagai simbol bendera Indonesia, kemudian dikombinasikan dengan aksen pendukung seperti bentuk bintang, peta Indonesia, atau angka “80” untuk memperingati HUT RI ke-80 pada tahun 2025. Kreativitas dapat dituangkan, misalnya dengan menaburkan kelapa parut yang sudah diberi pewarna merah pada sebagian permukaan kue sehingga membentuk motif bendera, atau menata kue menjadi angka sesuai tahun perayaan. Penentuan tema yang matang akan membuat tampilan kue lebih menarik dan sarat makna, sekaligus membedakannya dari dekorasi biasa.
3. Memastikan Bahan Dekorasi Aman Dikonsumsi
Dalam lomba menghias kue tradisional, aspek keamanan dan kelayakan konsumsi menjadi prioritas utama. Setiap elemen hias harus edible atau aman dimakan. Hindari penggunaan bahan non-makanan seperti cat atau glitter sintetis, karena selain berisiko terhadap kesehatan, juga dapat mengurangi nilai penilaian. Sebagai gantinya, manfaatkan pewarna makanan, sirup stroberi untuk memberikan nuansa merah alami, santan kental untuk menghasilkan warna putih bersih, atau daun pandan untuk sentuhan hijau segar. Bahan-bahan pelengkap seperti gula pasir, meses warna-warni, kacang tanah sangrai, dan potongan buah segar juga dapat dimanfaatkan untuk mempercantik tampilan tanpa mengubah cita rasa khas kue.
4. Menyusun Kue Secara Artistik dan Kreatif
Alih-alih hanya menyajikan kue secara datar di piring, coba eksplorasi teknik penyusunan kreatif untuk memberikan efek tiga dimensi. Kue putu, misalnya, dapat disusun bertingkat layaknya menara kecil, sedangkan klepon bisa dirangkai membentuk lingkaran menyerupai lambang Garuda. Pemilihan alas saji juga berperan penting, seperti menggunakan anyaman bambu atau daun pisang untuk menegaskan nuansa tradisional yang selaras dengan tema lomba. Penyusunan yang rapi, simetris, dan memiliki komposisi warna seimbang akan memberikan kesan profesional sekaligus memikat perhatian juri sejak pandangan pertama.
5. Memberikan Sentuhan Akhir yang Menawan
Tahap terakhir adalah memberikan detail penutup atau finishing touch agar tampilan kue menjadi sempurna. Sentuhan ini dapat berupa taburan kelapa parut halus untuk menciptakan tekstur lembut, siraman saus gula merah untuk efek kilau alami, atau penempatan bendera mini di puncak susunan kue sebagai simbol perayaan kemerdekaan. Pemilihan hiasan akhir sebaiknya memperhatikan keselarasan warna, proporsi, dan rasa. Meskipun tujuannya mempercantik tampilan, pastikan ornamen tambahan tidak mengganggu cita rasa asli kue tradisional tersebut. Sentuhan sederhana namun tepat dapat membuat hasil akhir terlihat lebih hidup, berkesan, dan tak terlupakan.
Advertisement
Inspirasi Desain dan Tema Merah Putih untuk Kue Lomba
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5312541/original/096968400_1754968185-WhatsApp_Image_2025-08-12_at_10.07.05_b6cb9ee7.jpg)
Tema utama untuk lomba menghias kue 17 Agustus tentu saja adalah semangat kemerdekaan Indonesia, di mana bisa direpresentasikan melalui warna Merah Putih. Penggunaan warna bendera Indonesia ini dapat diaplikasikan dalam berbagai bentuk, mulai dari lapisan kue, hiasan, hingga topping. Misalnya, kue lapis dapat dibuat dengan lapisan merah dan putih secara bergantian, atau kue talam dengan lapisan bawah merah dan lapisan atas putih alami dari santan.
Berikut ini beberapa contoh desain dan temanya:
1. Motif Bendera Indonesia
Buat kue tradisional seperti kue lapis atau bolu kukus dalam dua lapisan warna merah dan putih. Pastikan pewarna yang digunakan berasal dari bahan alami seperti jus buah naga merah untuk warna merah, dan santan kelapa untuk warna putih. Susunan warna rapi akan memberi kesan sederhana namun sarat makna kemerdekaan.
2. Ornamen Pita dan Bunga Edible
Hiasi permukaan kue onde-onde, klepon, atau kue talam menggunakan pita fondant merah putih serta bunga kecil dari buttercream. Paduan hiasan ini tidak hanya menambah estetika tetapi juga membuat kue tampak lebih meriah, cocok untuk memeriahkan momen peringatan kemerdekaan.
3. Tema Monumen Nasional atau Pahlawan
Bentuk kue menjadi miniatur Monas atau wajah pahlawan nasional dengan teknik cetakan dan ukiran gula fondant. Sentuhan warna merah putih dapat diaplikasikan pada alas kue atau detail hiasan, sehingga pesan nasionalisme terasa kuat.
4. Kombinasi Pola Batik dan Merah Putih
Kreasikan kue tradisional seperti kue lapis legit atau kue talam dengan pola batik pada lapisan merah putihnya. Gunakan cetakan motif atau teknik lukis menggunakan saus gula alami untuk menambah kesan artistik. Desain ini memberi perpaduan budaya dan patriotisme dalam satu sajian.
5. Tema Balon dan Kembang Api
Untuk kue bolu atau brownies, buat dekorasi buttercream merah putih berbentuk balon dan kembang api di permukaannya. Desain ini menciptakan suasana perayaan meriah yang identik dengan HUT RI.
Kriteria Penilaian untuk Lomba Menghias Kue
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5312542/original/013341200_1754968186-WhatsApp_Image_2025-08-12_at_10.07.06_d508b8ee.jpg)
Berikut adalah kriteria penilaian dan tips juri yang umumnya digunakan dalam lomba menghias kue, khususnya untuk peringatan 17 Agustus:
Kreativitas serta Orisinalitas Desain
Salah satu aspek terpenting dalam penilaian lomba menghias kue adalah kemampuan peserta menampilkan ide yang segar, unik, serta berbeda dari yang lain. Juri biasanya memberikan poin tambahan pada kue yang tidak hanya indah secara visual, tetapi juga memiliki konsep cerita atau filosofi di balik hiasannya. Misalnya, menampilkan elemen kemerdekaan melalui bentuk bendera, pahlawan nasional, atau lambang garuda yang diolah secara artistik.
Kerapian, Presisi, dan Ketelitian
Detail Kue yang tampak rapi akan memberi kesan bahwa pembuatnya memiliki keterampilan serta ketelitian tinggi. Setiap garis, lekukan, dan hiasan harus disusun dengan presisi agar hasil akhir terlihat profesional. Tidak hanya bentuk besar, detail kecil seperti bunga mini, pola geometris, atau motif tradisional juga akan menjadi perhatian juri. Kue yang berantakan atau tidak simetris biasanya akan kehilangan poin berharga.
Kesesuaian Tema Perlombaan
Dalam lomba bertema 17 Agustus, kesesuaian desain kue dengan nuansa kemerdekaan menjadi hal krusial. Warna merah dan putih sering menjadi pilihan utama, tetapi peserta juga dapat menambahkan elemen khas Indonesia, seperti motif batik, bentuk peta nusantara, atau simbol budaya daerah. Kesesuaian tema akan menunjukkan bahwa peserta benar-benar memahami inti acara dan mampu menuangkannya ke dalam karya kuliner.
Penguasaan Teknik Menghias
Penilaian ini mencakup sejauh mana peserta mampu menguasai berbagai teknik menghias, mulai dari penggunaan buttercream dan royal icing hingga pembentukan fondant atau sugar art. Peserta yang mampu menggabungkan beberapa teknik secara harmonis dan menampilkannya secara presisi biasanya mendapatkan nilai tinggi. Selain itu, eksekusi teknik sulit dengan hasil sempurna juga menjadi daya tarik tersendiri di mata juri.
Harmoni Warna dan Daya Tarik Visual
Kombinasi warna yang selaras dapat membuat kue tampak lebih hidup dan memikat. Dalam lomba bertema kemerdekaan, dominasi warna merah dan putih sebaiknya diimbangi dengan sentuhan warna netral atau alami agar tidak terlihat terlalu monoton. Warna yang terlalu tajam atau pudar dapat mengurangi nilai estetika, sehingga pemilihan bahan pewarna juga menjadi pertimbangan penting.
Kebersihan, Keamanan, dan Kelayakan Konsumsi
Selain tampilan, juri juga menilai kebersihan kue serta bahan-bahan yang digunakan. Kue harus dibuat di lingkungan yang higienis dan seluruh hiasan sebaiknya aman untuk dikonsumsi. Meski ada dekorasi non-edible sebagai pelengkap, pastikan bagian tersebut tidak mencemari bagian kue yang akan dimakan.
Advertisement
FAQ Seputar Topik
1. Mengapa lomba menghias kue tradisional sering diadakan saat 17 Agustus?
Karena lomba ini tidak hanya menampilkan kreativitas, tetapi juga melestarikan kuliner khas Indonesia dalam suasana kemerdekaan.
2. Apa kue tradisional yang paling sering digunakan dalam lomba 17 Agustus?
Beberapa yang populer antara lain kue lapis, klepon, apem, putu ayu, dan nagasari karena bentuknya mudah dihias.
3. Bagaimana memilih warna yang sesuai untuk menghias kue tradisional saat lomba kemerdekaan?
Gunakan kombinasi merah dan putih sebagai warna utama, lalu tambahkan warna alami seperti hijau daun pandan atau cokelat gula merah untuk variasi.
4. Apakah hiasan kue untuk lomba harus bisa dimakan?
Idealnya iya, karena selain indah dilihat, kue harus aman dikonsumsi dan tidak menggunakan bahan berbahaya.
5. Bagaimana cara menghias kue tradisional untuk lomba 17 Agustus agar terlihat modern?
Kombinasikan teknik hiasan tradisional dengan elemen dekorasi kekinian, seperti cetakan motif, topping buah segar, atau siraman glaze.
Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5463779/original/049305200_1767670885-Screenshot_2026-01-06_103951.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4919749/original/034086800_1723781524-000_36EC7XK.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2892802/original/045596000_1566805482-20190826-Jokowi-sebut-kaltim-jadi-ibu-kota-baru-ANGGA-8.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8208033/original/056349800_1781066890-063_2280813255.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/3051581/original/016118100_1677134088-161278196_728489364509279_1743616452774133653_n.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5312539/original/065499600_1754968185-WhatsApp_Image_2025-08-12_at_10.07.08_bb61044c.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/1812235/original/087792300_1550019778-1709255D-BDFF-4E25-B45D-78CC996796BF.jpeg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8525155/original/017274300_1782455154-AP26176798846634.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8668326/original/051794500_1782703035-AP26179791541483.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8259121/original/085743200_1781464083-063_2281573951.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5540213/original/078998400_1774689981-AP26086742238879.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5241643/original/000306500_1749004088-AP25154539148672.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8258799/original/021874200_1781411244-brasil.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8513256/original/026711200_1782437004-AP26176799194484.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8658507/original/009732800_1782681457-000_B8LH2L7.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8512971/original/012018800_1782436430-000_B8CY2VE.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8623031/original/006534100_1782616032-063_2283182531.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8660431/original/044103500_1782685503-Canada_s_Stephen_Eustaquio.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8659951/original/005175900_1782684619-000_B8LH2KW.jpg)