Liputan6.com, Jakarta Setiap tahun, malam menjelang 17 Agustus terasa berbeda. Suasana kampung menjadi lebih semarak, warga berkumpul dalam suasana penuh kekhidmatan dan kebersamaan. Inilah malam tirakatan, sebuah tradisi yang sudah mengakar dalam perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia. Bukan sekadar seremoni, malam tirakatan adalah perwujudan rasa syukur, penghormatan terhadap para pahlawan, dan refleksi terhadap nilai-nilai kebangsaan.
Sebagaimana diatur dalam Surat Menteri Sekretaris Negara RI Nomor B-20/M/S/TU.00.03/07/2025, peringatan HUT ke-80 Kemerdekaan RI tahun 2025 diharapkan tak hanya menjadi seremoni simbolik, tetapi juga melibatkan partisipasi aktif masyarakat dalam kegiatan yang membangkitkan kesadaran kolektif akan nilai-nilai luhur bangsa. Malam tirakatan menjadi salah satu bentuk nyata dari semangat itu, perayaan dengan ruh spiritual, sosial, dan budaya.
Di berbagai daerah, tradisi malam tirakatan dilaksanakan dengan berbagai bentuk. Kenduri, doa bersama, tahlilan, hingga pertunjukan budaya rakyat menjadi bagian tak terpisahkan. Malam tirakatan 17 Agustus bukan hanya memperingati hari kemerdekaan, tetapi juga memperkuat solidaritas sosial dan mempererat ikatan antarwarga di tengah keragaman budaya Indonesia. Berikut ulasan Liputan6.com, Kamis (7/8/2025).
Advertisement
Apa Itu Malam Tirakatan 17 Agustus?
Malam tirakatan adalah tradisi masyarakat Indonesia yang digelar pada malam 16 Agustus, menjelang peringatan HUT RI pada tanggal 17 Agustus. Dalam KBBI dijelaskan, secara etimologis “tirakat” berasal dari bahasa Arab ṭarīqah, yang berarti jalan atau cara hidup, dan dalam bahasa Jawa berarti menahan hawa nafsu atau melakukan pengasingan diri untuk tujuan spiritual. Dalam konteks malam tirakatan, makna ini diterjemahkan sebagai malam perenungan, doa, dan syukur atas kemerdekaan yang diraih bangsa Indonesia.
Menurut laman resmi Kampung KB BKKBN Grobogan, malam tirakatan merupakan ajang untuk merenungkan perjuangan para pahlawan, sekaligus momentum refleksi agar generasi sekarang mampu menjaga dan mengisi kemerdekaan dengan bijak. Di banyak desa, malam tirakatan dihadiri oleh warga dari berbagai kalangan, mulai dari anak-anak hingga sesepuh desa.
Advertisement
Sejarah dan Praktik Malam Tirakatan 17 Agustus
Tradisi malam tirakatan berakar dari masa pasca kemerdekaan. Dalam tesis berjudul Makna Tirakatan bagi Masyarakat Santri Yogyakarta (Zunly Nadia & Dr. Irwan Abdullah, 2006), disebutkan bahwa masyarakat Yogyakarta mulai melaksanakan malam tirakatan sebagai bentuk ekspresi rasa syukur atas kemerdekaan Indonesia. Di kawasan seperti Mlangi, malam tirakatan dilakukan dengan tahlilan dan sholawatan, mencerminkan kuatnya nilai-nilai religius dan budaya lokal.
Berbeda dari Kauman yang tidak melaksanakan tradisi ini karena perbedaan pandangan keagamaan, masyarakat Mlangi menjadikan malam tirakatan sebagai ruang spiritual dan sosial yang penting. Di sinilah terlihat bagaimana agama, budaya, dan modernitas saling berkelindan dalam tradisi ini.
Di Padukuhan Kamal dan Teguhan, Kalurahan Wunung, Gunungkidul, malam tirakatan dirayakan dengan sarasehan, kenduri, doa bersama, dan pertunjukan musik tradisional pekbung. Anak-anak, pemuda, hingga orang tua ikut serta dalam lomba-lomba rakyat seperti makan kerupuk, mewarnai, voli antar-RT, hingga lomba memasak. Pada akhirnya, seluruh kegiatan ditutup dengan pembagian hadiah dan penampilan budaya lokal, menciptakan suasana akrab dan penuh makna.
Menurut surat edaran Menteri Sekretaris Negara, malam tirakatan juga dapat dimaknai sebagai implementasi dari tema HUT RI ke-80 tahun 2025, yaitu “Bersatu Berdaulat, Rakyat Sejahtera, Indonesia Maju”. Tema ini menekankan pentingnya persatuan dan partisipasi aktif masyarakat dalam pembangunan dan pelestarian nilai-nilai kebangsaan. Malam tirakatan menjadi bentuk konkret dari semangat ini.
FAQ Seputar Perayaan 17 Agustus
1. Apa perbedaan antara malam tirakatan dan upacara 17 Agustus?
Malam tirakatan digelar pada malam hari sebelum 17 Agustus dan berisi kegiatan spiritual dan sosial seperti doa bersama, kenduri, dan tahlilan. Sedangkan upacara 17 Agustus adalah seremoni resmi yang dilakukan pagi harinya untuk memperingati detik-detik proklamasi.
2. Apakah malam tirakatan hanya dilakukan di daerah pedesaan?
Tidak. Tradisi malam tirakatan juga digelar di kota-kota besar, walaupun bentuknya bisa berbeda. Di perkotaan, tirakatan bisa berbentuk diskusi kebangsaan, refleksi bersama, hingga konser budaya.
3. Apakah malam tirakatan memiliki dasar hukum atau anjuran pemerintah?
Ya. Dalam surat Menteri Sekretaris Negara RI tahun 2025 disebutkan bahwa perayaan kemerdekaan harus melibatkan partisipasi masyarakat melalui kegiatan yang menguatkan solidaritas sosial dan nilai kebangsaan, termasuk malam tirakatan.
4. Apakah semua agama dan budaya di Indonesia merayakan malam tirakatan?
Tidak semua. Pelaksanaan tirakatan sangat tergantung pada tradisi lokal, latar belakang budaya, dan pandangan keagamaan masyarakat setempat. Namun, esensi perenungan dan kebersamaan menjadi nilai universal.
5. Apakah malam tirakatan masih relevan di era modern saat ini?
Sangat relevan. Di tengah derasnya arus individualisme dan digitalisasi, malam tirakatan menjadi ruang kebersamaan yang mempererat tali silaturahmi serta memperkuat kesadaran sejarah dan nasionalisme.
Sumber Rujukan:
- Surat Menteri Sekretaris Negara RI Nomor B-20/M/S/TU.00.03/07/2025. Tema dan Partisipasi HUT Ke-80 RI.
- Nadia, Zunly & Abdullah, Irwan. (2006). Makna Tirakatan bagi masyarakat Santri Yogyakarta: Studi atas Tradisi Malam Tirakatan dalam rangka memperingati HUT RI. Tesis S2 UGM.
- Desawunung.gunungkidulkab.go.id. Malam Tirakatan di Padukuhan Teguhan dan Kamal.
- Kampungkb.bkkbn.go.id. Malam Tirakatan memperingati Hari Kemerdekaan RI ke-79 di Tarub, Grobogan.
- KBBI Kemendikbud. Tirakat (https://kbbi.kemdikbud.go.id)
Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3267613/original/079814300_1602679710-Kejahatan_Siber.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8471519/original/070085400_1782374653-Tugas__40_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8519902/original/067689300_1782446978-Tugas__41_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8262299/original/014349800_1781777647-Tugas__37_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/3235896/original/046311000_1777366243-pp.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5295026/original/048715400_1753427899-ChatGPT_Image_Jul_25__2025__02_17_55_PM.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3536409/original/083402800_1628577130-proklamasi-bung-karno-130816c.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/1812277/original/052062800_1684314288-Beach_life.jpg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1541481/original/029951000_1489915850-2022-World-Cup-006.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8584006/original/084196900_1782546499-AP26178201151443.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8583299/original/047451600_1782545178-AP26178061252747.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8526854/original/004442800_1782457565-Hong_Myung-bo.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8384804/original/025311600_1782263854-kroasia.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8581680/original/086573300_1782542126-AP26178050808259.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8208033/original/056349800_1781066890-063_2280813255.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8293308/original/041888100_1782155517-AP26173640031261.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8322380/original/064889600_1782191323-063_2282870058.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8578726/original/087210500_1782537285-063_2283517405.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8578725/original/075292300_1782537284-063_2283517529.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8513111/original/058658300_1782436597-063_2283345627.jpg)