Contoh Susunan Acara Lomba 17 Agustus Tingkat RT, Semarakkan Peringatan Kemerdekaan

Simak contoh lengkap susunan acara lomba 17 Agustus tingkat RT untuk perayaan Hari Kemerdekaan RI, mulai dari upacara hingga panggung hiburan yang meriah dan penuh makna.

Diterbitkan 05 Agustus 2025, 13:20 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia yang diperingati setiap tanggal 17 Agustus menjadi momentum penting bagi seluruh rakyat Indonesia. Kemeriahan perayaan ini tidak hanya terasa di pusat pemerintahan atau kota besar, tetapi juga hingga ke tingkat Rukun Tetangga (RT). Menurut amanat Menteri Sekretaris Negara dalam surat edaran Nomor B-20/M/S/TU.00.03/07/2025, masyarakat diajak untuk aktif menyemarakkan HUT ke-80 RI tahun 2025 dengan kegiatan yang melibatkan partisipasi aktif dan memperkuat nilai kebangsaan.

Selain pemasangan dekorasi dan pengibaran bendera Merah Putih, penyelenggaraan lomba menjadi salah satu tradisi yang tak terpisahkan dari peringatan kemerdekaan. Tradisi ini sudah berlangsung sejak tahun 1950-an, dan menjadi simbol kegembiraan rakyat dalam merayakan kemerdekaan dengan cara sederhana namun penuh makna (Fatiharifah, 100 Tradisi Unik di Indonesia, 2017). 

Berdasarkan Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2009 tentang Bendera, Bahasa, dan Lambang Negara serta Lagu Kebangsaan, pelibatan masyarakat dalam menyemarakkan Hari Nasional merupakan bentuk penghormatan terhadap simbol negara. Berikut contoh susunan acara lomba 17 Agustus tingkat RT dari Liputan6.com, Selasa (5/8/2025).

Contoh Susunan Acara Lomba 17 Agustus Tingkat RT

Agar perayaan berjalan lancar, diperlukan susunan acara yang tersusun rapi dan menyeluruh. Berikut contoh susunan acara lomba 17 Agustus yang dapat diterapkan di lingkungan RT, terutama bila acara dilakukan dalam satu hari penuh:

Berikut adalah susunan acara lomba 17 Agustus RT (1 Hari Penuh) yang ditulis tanpa tabel:

📍 Lokasi: Lapangan RT / Balai Warga📅 Tanggal: 17 Agustus 2025

  1. Pukul 07.00 – 08.00 WIB: Acara dimulai dengan Upacara Bendera dan Pembukaan Acara, yang meliputi pengibaran bendera Merah Putih, menyanyikan lagu Indonesia Raya, serta pembacaan Teks Pancasila. Acara ini dipandu oleh MC dan dipimpin langsung oleh Ketua RT.
  2. Pukul 08.00 – 08.30 WIB: Dilanjutkan dengan Sambutan dari Ketua RT, termasuk pemberian apresiasi dan penghargaan kepada panitia pelaksana serta pihak-pihak yang telah membantu menyukseskan acara, termasuk sponsor lokal.
  3. Pukul 08.30 – 09.30 WIB: Sesi berikutnya adalah Pentas Seni dan Tarian Daerah yang menampilkan bakat-bakat warga setempat. Kegiatan ini dipandu oleh Karang Taruna, dan menampilkan tarian tradisional, nyanyian perjuangan, serta hiburan ringan lainnya.
  4. Pukul 09.30 – 10.00 WIB: Lomba Makan Kerupuk dimulai. Peserta dari berbagai usia akan berpartisipasi dalam lomba yang digemari ini. Penanggung jawab lomba adalah Ibu-Ibu PKK.
  5. Pukul 10.00 – 10.30 WIB: Acara dilanjutkan dengan Lomba Balap Karung, dipandu oleh Karang Taruna. Anak-anak dan orang dewasa biasanya antusias dalam lomba yang penuh tawa ini.
  6. Pukul 10.30 – 11.00 WIB: Lomba Tarik Tambang diadakan, yang melibatkan bapak-bapak RT dalam adu kekuatan dan kekompakan tim. Lomba ini sangat menarik perhatian penonton.
  7. Pukul 11.00 – 12.00 WIB: Waktu istirahat. Seluruh warga menikmati Makan Siang Bersama yang disiapkan oleh Ibu-Ibu PKK di Balai Warga atau sekitar lokasi lomba.
  8. Pukul 12.00 – 13.00 WIB: Setelah istirahat, acara dilanjutkan dengan Lomba Paku dalam Botol, yang menguji ketepatan dan konsentrasi peserta. Panitia lomba bertugas penuh dalam kegiatan ini.
  9. Pukul 13.00 – 14.00 WIB: Lomba Balap Kelereng Anak-anak digelar dan menjadi salah satu favorit anak-anak usia sekolah dasar. Lomba ini kembali dipandu oleh Ibu PKK.
  10. Pukul 14.00 – 15.00 WIB: Warga remaja mengikuti Lomba Joget Balon, yang berlangsung dengan penuh tawa dan kerja sama. Remaja RT menjadi koordinator kegiatan ini.
  11. Pukul 15.00 – 16.00 WIB: Dilanjutkan dengan Lomba Merias Wajah Pasangan, di mana peserta terdiri dari pasangan orang tua dan anak atau pasangan suami istri. Karang Taruna menjadi penanggung jawab kegiatan ini.
  12. Pukul 16.00 – 17.00 WIB: Acara puncak lomba yaitu Panjat Pinang, yang melibatkan kelompok-kelompok peserta untuk memperebutkan hadiah yang digantung di atas batang pinang licin. Tim Khusus Panjat Pinang bertugas sebagai penyelenggara dan pengawas.
  13. Pukul 17.00 – 18.00 WIB: Sebagai penutup acara, dilakukan Pembagian Hadiah kepada para pemenang lomba, diselingi dengan ucapan penutup dari Ketua RT dan MC. Momen ini juga menjadi ajang ramah tamah antarwarga sebagai bentuk kebersamaan dan rasa syukur atas peringatan Hari Kemerdekaan RI.

Susunan ini dapat dimodifikasi sesuai kebutuhan, jumlah peserta, dan sumber daya yang tersedia di lingkungan RT masing-masing.

 

Ragam Lomba 17 Agustus dan Makna di Baliknya

Lomba 17 Agustus tidak hanya menyenangkan, tetapi juga sarat makna dan sejarah. Seperti dikutip dari laman resmi BBPPMPV Bispar Kemdikbud, berbagai perlombaan tersebut memiliki nilai filosofis yang menggambarkan semangat juang dan kebersamaan bangsa Indonesia.

  1. Balap Karung: Melambangkan perjuangan hidup dan keteguhan. Meski harus terjatuh, peserta akan bangkit dan terus melaju, seperti halnya rakyat Indonesia dalam meraih kemerdekaan.
  2. Makan Kerupuk: Simbol kesederhanaan di masa penjajahan dan pengingat bahwa makanan rakyat bisa menjadi simbol kesetaraan. Tangan diikat menggambarkan keterbatasan masa lalu.
  3. Tarik Tambang: Lambang kekompakan dan kerja sama. Tim yang kuat bukan hanya soal tenaga, tapi juga strategi dan gotong royong.
  4. Paku dalam Botol: Melatih ketenangan, kesabaran, dan ketepatan. Tiga hal penting dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
  5. Joget Balon: Mengasah kekompakan pasangan dan kerja sama antarindividu. Keceriaan lomba ini juga menumbuhkan keakraban antartetangga.
  6. Panjat Pinang: Penuh filosofi perjuangan. Batang pinang yang licin menggambarkan tantangan kemerdekaan. Kerja tim untuk mencapai puncak adalah simbol gotong royong yang kuat.
  7. Lomba Merias Wajah Pasangan: Lucu dan menghibur, namun juga menumbuhkan saling percaya dan kekompakan antar pasangan atau keluarga.
  8. Lomba Bakiak: Meningkatkan kekompakan tim dan keseimbangan dalam gerak. Cocok untuk melatih koordinasi.

Dengan berbagai lomba ini, perayaan HUT RI menjadi sarana efektif dalam menanamkan nilai nasionalisme dan rasa cinta tanah air, tanpa meninggalkan unsur hiburan.

FAQ Seputar Lomba 17 Agustus

1. Apakah lomba 17 Agustus wajib diadakan oleh RT?

Tidak wajib, tetapi sangat dianjurkan oleh pemerintah untuk menyemarakkan HUT RI dengan kegiatan yang melibatkan warga seperti lomba dan dekorasi lingkungan.

2. Kapan waktu yang tepat untuk mulai menyusun acara lomba?

Idealnya, panitia RT sudah mulai menyusun rencana acara 2–3 minggu sebelum tanggal 17 Agustus agar pelaksanaan lebih terstruktur.

3. Apa saja perlengkapan wajib dalam lomba 17 Agustus?

Tergantung jenis lomba, tetapi umumnya meliputi kerupuk, karung goni, tali tambang, botol dan paku, balon, serta hadiah menarik.

4. Siapa yang sebaiknya menjadi panitia lomba RT?

Karang Taruna, ibu-ibu PKK, remaja masjid, dan tokoh masyarakat sangat tepat dilibatkan sebagai panitia untuk meningkatkan rasa kebersamaan.

5. Apa manfaat utama dari lomba 17 Agustus?

Selain memperingati kemerdekaan, lomba ini membangun semangat kebersamaan, mempererat hubungan antarwarga, dan menjadi sarana edukasi nilai perjuangan.

Sumber Rujukan:

  • Menteri Sekretaris Negara RI. Surat Edaran Nomor B-20/M/S/TU.00.03/07/2025 tentang Penyampaian Tema, Logo, dan Partisipasi Menyemarakkan HUT RI ke-80 Tahun 2025.
  • Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 24 Tahun 2009 tentang Bendera, Bahasa, dan Lambang Negara serta Lagu Kebangsaan.
  • Fatiharifah. 100 Tradisi Unik di Indonesia. Genta Group Production, 2017.

 

Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6