Liputan6.com, Jakarta Sholat Subuh adalah salah satu dari lima sholat fardhu yang wajib dilaksanakan oleh setiap muslim. Ibadah ini memiliki keutamaan yang sangat besar karena dilakukan pada waktu fajar, saat banyak orang masih tertidur. Pertanyaan seperti sholat Subuh berapa rakaat sering kali muncul, khususnya di kalangan umat Islam yang sedang mendalami ilmu fikih dan tata cara ibadah dengan benar sesuai tuntunan Rasulullah SAW.
Pemahaman tentang sholat Subuh berapa rakaat, waktu pelaksanaan, dan tata caranya menjadi bagian penting bagi umat Muslim. Dalam buku Fiqih Islam wa Adillatuhu karya Dr. Wahbah Az-Zuhaili, dijelaskan bahwa setiap sholat fardhu memiliki ketentuan tersendiri, baik dari sisi jumlah rakaat maupun waktu pelaksanaannya, termasuk sholat Subuh yang memiliki ciri khas tersendiri. Begitu pula dalam buku Panduan Shalat Lengkap karya Ust. H.A. Amirudin, Lc., dijelaskan bahwa mengenal struktur sholat Subuh secara benar akan membantu seorang muslim dalam menyempurnakan ibadahnya sejak awal hari.
Dengan memahami secara menyeluruh terkait sholat Subuh berapa rakaat, seorang muslim tidak hanya akan menjalankan kewajiban dengan tepat, tetapi juga mendapatkan keberkahan dari Allah SWT. Waktu Subuh adalah waktu yang penuh kemuliaan, dan sholat yang dilakukan di waktu ini menjadi pembuka hari yang penuh perlindungan dan rahmat.
Advertisement
Berikut ini Liputan6.com ulas selengkapnya, Senin (7/7/2025).
Sholat Subuh Berapa Rakaat
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5167236/original/025939700_1742345959-pexels-gabby-k-5996991.jpg)
Sholat Subuh merupakan salah satu dari lima sholat fardhu yang wajib dilaksanakan oleh setiap muslim. Ibadah ini dikerjakan pada waktu fajar. Secara bahasa, Subuh berarti fajar atau waktu pagi ketika langit mulai terang. Sementara secara istilah, sholat Subuh adalah sholat wajib yang dikerjakan sebanyak dua rakaat pada waktu fajar hingga terbitnya matahari. Sholat Subuh memiliki nilai spiritual yang tinggi karena dilaksanakan di awal hari, saat jiwa dan pikiran masih segar.
Waktu pelaksanaan sholat Subuh dimulai sejak terbitnya fajar hingga menjelang matahari terbit. Dalam buku Tanya Jawab Piss KTB (2015) oleh Tim Dakwah Pesantren, dijelaskan bahwa setelah Rasulullah SAW wafat, segala perkara yang diwajibkan tetap merujuk pada Al-Qur’an dan hadits yang sahih. Dari ketetapan tersebut, diketahui bahwa sholat Subuh adalah ibadah wajib yang terdiri dari dua rakaat. Apabila seseorang mengerjakannya melebihi dua rakaat, misalnya empat rakaat, maka hal tersebut tidak sesuai dengan tuntunan syariat dan termasuk dalam perbuatan bid’ah dlolalah.
Meskipun tidak ada dalil eksplisit yang secara langsung melarang sholat Subuh empat rakaat, namun tidak ditemukannya contoh dari Rasulullah SAW maupun para sahabat menunjukkan bahwa menambah rakaat dalam ibadah fardhu adalah bentuk penyimpangan dari ketetapan yang sudah sempurna. Namun, dalam salah satu haditsnya Nabi Muhammad SAW bersabda,
“shalatlah kalian sebagaimana melihat aku shalat”. (HR. al-Bukhari no. 605).
Advertisement
Tata Cara Sholat Subuh dari Niat Sampai Salam
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4350719/original/041627800_1678258524-pexels-michael-burrows-7129526.jpg)
1. Niat
tata cara sholat Subuh yang pertama adalah membaca niat sholat Subuh. Niat sholat subuh adalah sebagai berikut:
أُصَلِّي فَرْضَ الصُّبْحِ رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ أَدَاءً لِلَّهِ تَعَالَى
Latin: Ushalli fardhash shubhi rak'ataini mustaqbilal qiblati adaa-an lillaahi ta'aala
Artinya: “Saya niat sholat fardhu Shubuh dua rakaat menghadap kiblat karena Allah Ta'ala.”
2. Takbiratul Ihram
Setelah niat, lanjutkan dengan takbiratul ihram, yaitu mengangkat kedua tangan sejajar dengan telinga sambil mengucapkan:
اللَّهُ أَكْبَرُ
Latin: Allahu akbar
Artinya: “Allah Maha Besar”
Setelah takbiratul ihram, letakkan tangan kanan di atas tangan kiri dan bersedekaplah di dada. Pandangan mata diarahkan ke tempat sujud. Bersedekap adalah posisi yang menunjukkan kekhusyukan dan kerendahan hati di hadapan Allah SWT. Rasulullah SAW bersabda,
"Apabila seorang hamba berdiri untuk sholat, maka hendaklah ia bersedekap." (HR. Abu Dawud).
Bersedekap juga membantu kita untuk lebih fokus dan tidak mudah terganggu oleh hal-hal di sekitar.
3. Membaca Doa Iftitah
Setelah bersedekap, bacalah doa iftitah berikut ini:
اللهُ أَكْبَرُ كَبِيرًا وَالحَمدُ لِلَّهِ كَثِيرًا وَسُبْحَانَ اللَّهِ بُكْرَةً وَأَصِيلًا . إِنِّي وَجَّهْتُ وَجْهِيَ لِلَّذِي فَطَرَ السَّمَوَاتِ وَالْأَرْضَ حَنِيفًا مُسْلِمًا وَمَا أَنَا مِنَ الْمُشْرِكِينَ . إِنَّ صَلَاتِي وَنُسُكِي وَمَحْيَايَ وَمَمَاتِي لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ . لَا شَرِيكَ لَهُ وَبِذَلِكَ أُمِرْتُ وَأَنَا مِنَ الْمُسْلِمِينَ
Latin: Allaahu akbar kabiiraw-walhamdu lillaahi katsiiran, wa subhaanallaahi bukrataw-wa'ashiila. Innii wajjahtu wajhiya lilladzii fatharas-samaawaati wal ardha haniifam-muslimaw-wamaa anaa minal musyrikiin. Inna shalaatii wa nusukii wa mahyaaya wa mamaatii lillaahi rabbil 'aalamiin. Laa syariika lahu wa bidzaalika umirtu wa anaa minal muslimiin.
Artinya: “Allah Maha Besar dengan sebesar-besarnya. Segala puji bagi Allah dengan pujian yang banyak. Maha Suci Allah pada waktu pagi dan petang. Sesungguhnya aku menghadapkan wajahku kepada Dzat yang telah menciptakan langit dan bumi dengan segenap kepatuhan dan kepasrahan diri, dan aku bukanlah termasuk orang-orang yang menyekutukan-Nya. Sesungguhnya sholatku, ibadahku, hidupku dan matiku hanyalah kepunyaan Allah, Tuhan semesta alam, tidak ada sekutu bagi-Nya. Dan dengan yang demikian itulah aku diperintahkan dan aku adalah termasuk orang-orang yang berserah diri.”
4. Membaca Surat Al-Fatihah
Setelah doa iftitah, lanjutkan tata cara sholat Subuh dengan membaca surat Al-Fatihah.
بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ . الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ . الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ . مَالِكِ يَوْمِ الدِّينِ . إِيَّاكَ نَعْبُدُ وَإِيَّاكَ نَسْتَعِينُ . اهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيمَ . صِرَاطَ الَّذِينَ أَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ غَيْرِ الْمَغْضُوبِ عَلَيْهِمْ وَلَا الضَّالِّينَ .
Latin: Bismillahirrahmanirrahim. Alhamdulillahi rabbil 'alamin. Arrahmaanirrahiim. Maaliki yaumiddiin. Iyyaka na'budu wa iyyaaka nasta'iin. Ihdinashirathal mustaqiim. Shirathal ladziina an'amta 'alaihim. Ghairil maghduubi 'alaihim waladhdhaalliin.
Artinya: “Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang. Segala puji bagi Allah, Tuhan seluruh alam, Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang, Pemilik hari pembalasan. Hanya kepada Engkaulah kami menyembah dan hanya kepada Engkaulah kami mohon pertolongan. Tunjukilah kami jalan yang lurus, (yaitu) jalan orang-orang yang telah Engkau beri nikmat kepadanya; bukan (jalan) mereka yang dimurkai, dan bukan (pula jalan) mereka yang sesat.”
5. Membaca Surat Pendek
Setelah Al-Fatihah, disunnahkan untuk membaca surat pendek dari Al-Qur’an. Pada rakaat pertama, kita bisa membaca surat yang lebih panjang dibandingkan rakaat kedua. Contohnya membaca surat Al-Kafirun pada rakaat pertama dan surat Al-Ikhlas pada rakaat kedua. Membaca surat setelah Al-Fatihah menambah pahala dan kekhusyukan dalam sholat. Rasulullah SAW bersabda,
"Sholat yang tidak dibacakan di dalamnya Ummul Quran (Al-Fatihah) adalah sholat yang kurang, yang kurang, yang kurang, tidak sempurna." (HR. Muslim)
6. Rukuk
Setelah membaca surat pendek, lakukan rukuk dengan mengangkat kedua tangan sambil mengucapkan takbir "Allahu Akbar." Letakkan kedua tangan di atas lutut dan ratakan punggung. Pandangan mata diarahkan ke tempat sujud. Bacaan rukuk adalah:
سُبْحَانَ رَبِّيَ الْعَظِيمِ
Latin: Subhaana rabbiyal 'adziim
Artinya: “Maha Suci Tuhanku Yang Maha Agung”
Ulangi bacaan tersebut sebanyak 3 kali atau lebih.
7. I'tidal
Setelah rukuk, tata cara sholat Subuh adalah I’tidal, bangkitlah untuk berdiri tegak (i'tidal) sambil mengucapkan:
سَمِعَ اللَّهُ لِمَنْ حَمِدَهُ
Latin: Sami'allahu liman hamidah
Artinya: “Allah mendengar orang yang memuji-Nya”
Kemudian dilanjutkan dengan membaca:
رَبَّنَا وَلَكَ الْحَمْدُ مِلْءَ السَّمَوَاتِ وَمِلْءَ الْأَرْضِ وَمِلْءَ مَا شِئْتَ مِنْ شَيْءٍ بَعْدُ
Latin: Rabbanaa wa lakal hamdu mil-us samaawaati wa mil-ul ardhi wa mil-u maa syi'ta min syai-in ba'du
Artinya: “Ya Tuhan kami, bagi-Mu segala puji, sepenuh langit dan bumi dan sepenuh apa yang Engkau kehendaki sesudah itu.”
8. Sujud
Setelah i'tidal, lakukan sujud dengan meletakkan kedua tangan, dahi, hidung, kedua lutut, dan kedua kaki di atas lantai. Saat sujud, ucapkan takbir "Allahu Akbar". Bacaan sujud adalah:
سُبْحَانَ رَبِّيَ الْأَعْلَى
Latin: Subhaana rabbiyal a'laa
Artinya: “Maha Suci Tuhanku Yang Maha Tinggi.”
Ulangi bacaan tersebut sebanyak 3 kali atau lebih.
9. Duduk di Antara Dua Sujud
Setelah sujud pertama, tata cara sholat Subuh duduklah dengan tenang untuk duduk di antara dua sujud. Bacaan yang dibaca saat duduk di antara dua sujud adalah:
رَبِّ اغْفِرْ لِي وَارْحَمْنِي وَاجْبُرْنِي وَارْفَعْنِي وَارْزُقْنِي وَاهْدِنِي وَعَافِنِي وَاعْفُ عَنِّي
Latin: Rabbighfirlii warhamnii wajburnii warfa'nii warzuqnii wahdinii wa 'aafinii wa'fu 'annii
Artinya: “Ya Allah, ampunilah aku, belas kasihanilah aku, cukupkanlah aku, angkatlah derajatku, berilah rezeki kepadaku, berilah aku petunjuk, berilah kesehatan kepadaku dan maafkanlah aku.”
10. Sujud Kedua
Lakukan sujud kedua seperti sujud pertama. Bacaan dan tata caranya sama dengan sujud sebelumnya.
11. Berdiri untuk Rakaat Kedua
Setelah sujud kedua pada rakaat pertama, tata cara sholat Subuh selanjutnya adalah bangkitlah untuk berdiri melaksanakan rakaat kedua. Lakukan hal yang sama seperti pada rakaat pertama, dimulai dengan membaca Al-Fatihah, surat pendek, rukuk, i'tidal, sujud, dan duduk di antara dua sujud.
12. Qunut (Khusus untuk Sholat Subuh)
Pada rakaat kedua sholat subuh, setelah rukuk, disunnahkan untuk membaca qunut. Bacaan qunut adalah sebagai berikut:
اَللّهُمَّ اهْدِنِىْ فِيْمَنْ هَدَيْتَ وَعَافِنِى فِيْمَنْ عَافَيْتَ وَتَوَلَّنِىْ فِيْمَنْ تَوَلَّيْتَ وَبَارِكْ لِىْ فِيْمَا اَعْطَيْتَ وَقِنِيْ شَرَّمَا قَضَيْتَ فَاِ نَّكَ تَقْضِىْ وَلاَ يُقْضَى عَلَيْكَ وَاِ نَّهُ لاَ يَذِلُّ مَنْ وَالَيْتَ وَلاَ يَعِزُّ مَنْ عَادَيْتَ تَبَارَكْتَ رَبَّنَا وَتَعَالَيْتَ فَلَكَ الْحَمْدُ عَلَى مَا قَضَيْتَ وَاَسْتَغْفِرُكَ وَاَتُوْبُ اِلَيْكَ وَصَلَّى اللهُ عَلَى سَيِّدَنَا مُحَمَّدٍ النَّبِيِّ اْلاُمِّيِّ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ
Latin: Allaahummahdini fii man hadait, wa 'aafinii fii man 'aafait, wa tawallaniii fii man tawallait, wa baarik lii fii maa a'thait, wa qinii syarrama qadhait, fa innaka taqdhii wa laa yuqdhaa 'alaik, wa innahuu laa yadzillu man waalait, wa laa ya'izzu man 'aadait, tabaarakta rabbanaa wa ta'aalait, falakal hamdu 'alaa maa qadhait, wa astaghfiruka wa atuubu ilaik, wa shallallahu 'alaa sayyidinaa muhammadin nabiyyil ummiyyi wa 'alaa aalihi wa shahbihi wa sallam.
Artinya: “Ya Allah, berilah aku petunjuk sebagaimana mereka yang telah Engkau beri petunjuk, berilah aku kesehatan sebagaimana mereka yang telah Engkau beri kesehatan, pimpinlah aku bersama orang-orang yang telah Engkau pimpin, berkahilah apa yang telah Engkau berikan kepadaku, lindungilah aku dari keburukan yang telah Engkau tetapkan. Sesungguhnya Engkau yang memberi keputusan dan tidak ada yang dapat memberi keputusan atas Engkau. Sesungguhnya tidak akan hina orang yang telah Engkau pimpin. Maha Suci Engkau wahai Tuhan kami dan Maha Tinggi. Bagi-Mu segala pujian atas apa yang telah Engkau putuskan. Aku memohon ampun kepada-Mu dan bertobat kepada-Mu. Semoga shalawat dan salam senantiasa dilimpahkan kepada junjungan kami Nabi Muhammad, keluarga, dan sahabatnya.”
13. Tasyahud Akhir
Setelah sujud kedua pada rakaat terakhir, duduklah untuk tasyahud akhir dengan posisi iftirasy, yaitu telapak kaki kiri diduduki dan telapak kaki kanan berdiri dengan jari-jari menghadap kiblat. Bacaan tasyahud akhir adalah:
التَّحِيَّاتُ الْمُبَارَكَاتُ الصَّلَوَاتُ الطَّيِّبَاتُ لِلَّهِ السَّلاَمُ عَلَيْكَ أَيُّهَا النَّبِىُّ وَرَحْمَةُ اللَّهِ وَبَرَكَاتُهُ السَّلاَمُ عَلَيْنَا وَعَلَى عِبَادِ اللَّهِ الصَّالِحِينَ أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ
وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَامُحَمَّدٍمُحَمَّدًا رَسُولُ اللَّهِاَ . للَّهُمَّ صَلِّ عَلىَسَـيَّدِنَا مُحَمَّدٍ
كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمِ وَعَلَى اَلِ سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمِ. وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى اَلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كََمَا بَارَكْتَ عَلَى سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمِ وَعَلَى اَلِ سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمِ فِى الْعَالَمِيْنَ إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ.
Arab Latin: Attahiyyaatul mubaarakaatush sholawaatuth thayyibaatu lillaah. Assalaamu 'alaika ayyuhan nabiyyu wa rahmatullahi wabarakaatuh. Assalaaamu'alainaa wa 'alaa 'ibaadillaahish shaalihiin.
Asyhadu allaa ilaaha illallah wa asyhadu anna Muhammadar rasuulullah. Allahumma shalli 'alaa sayyidinaa Muhammad. Kamaa shallaita 'alaa sayyidina Ibraahima wa 'alaa aali sayiidinaa Ibraahim.
Wabaarik 'alaa sayyidina Muhammad wa'alaa aali sayyidina muhammad. Kamaa baarakta 'alaa sayyidinaa Ibraahim fil'aala miina innaka hamiidun majiid.
Artinya: "Segala kehormatan, keberkahan, kebahagiaan dan kebaikan bagi Allah. Salam, rahmat dan berkah-Nya kupanjatkan kepadamu wahai Nabi (Muhammad). Salam (keselamatan) semoga tetap untuk kami seluruh hamba yang saleh-saleh.
Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan melainkan Allah. Dan aku bersaksi bahwa Nabi Muhammad adalah utusan Allah. Ya Allah! Limpahilah rahmat kapada Nabi Muhammad. Sebagimana pernah Engkau beri rahmat kepada Nabi Ibrahim dan keluarganya.
Dan limpahilah berkah atas Nabi Muhammad beserta para keluarganya. Sebagaimana Engkau memberi berkah kepada Nabi Ibrahim dan keluarganya. Di seluruh alam semesta Engkaulah yang terpuji dan Maha mulia".
14. Salam
Terakhir, tata cara sholat Subuh tutup sholat dengan mengucapkan salam sambil menoleh ke kanan dan ke kiri. Berikut bacaannya:
السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ
Latin: Assalaamu 'alaikum wa rahmatullaah
Artinya: “Semoga keselamatan dan rahmat Allah dilimpahkan kepadamu.”
Dengan mengucapkan salam, kita mendoakan keselamatan dan rahmat Allah SWT bagi sesama muslim. Salam juga menjadi tanda bahwa sholat telah selesai dilaksanakan.
QnA Seputar Sholat Subuh Berapa Rakaat
Q: Sholat Subuh itu berapa rakaat menurut ajaran Islam?
A: Sholat Subuh terdiri dari dua rakaat fardhu, sesuai dengan yang ditetapkan oleh Allah SWT dalam Al-Qur’an dan dipraktikkan oleh Rasulullah SAW. Hal ini telah menjadi ijma’ (kesepakatan) para ulama dan tidak pernah berbeda sejak zaman Nabi hingga sekarang.
Q: Apakah ada tambahan rakaat sebelum atau sesudah sholat Subuh?
A: Ya, sebelum sholat Subuh terdapat dua rakaat sunnah (qabliyah Subuh) yang sangat dianjurkan. Rasulullah SAW bersabda, “Dua rakaat fajar (sunnah Subuh) lebih baik daripada dunia dan seisinya.” (HR. Muslim)
Q: Apakah boleh sholat Subuh dikerjakan lebih dari dua rakaat fardhu?
A: Tidak boleh. Sholat fardhu Subuh hanya dua rakaat, dan menambah rakaat dalam ibadah wajib adalah perbuatan yang menyelisihi sunnah dan tergolong bid’ah. Dalam buku Tanya Jawab Piss KTB oleh Tim Dakwah Pesantren (2015), disebutkan bahwa sholat Subuh 4 rakaat bertentangan dengan ketetapan syariat meskipun tidak ada larangan eksplisit dalam hadits, karena perbuatan ibadah harus mengikuti contoh Nabi SAW.
Q: Bagaimana jika seseorang tidak tahu dan sholat Subuh empat rakaat?
A: Jika dilakukan karena tidak tahu, maka wajib diberi penjelasan. Namun jika dilakukan dengan sengaja dan terus-menerus setelah tahu ketentuannya, maka ibadah tersebut tidak sah dan termasuk amalan bid’ah. Ia wajib bertobat dan kembali kepada sunnah Rasulullah SAW.
Q: Kapan waktu pelaksanaan sholat Subuh dimulai dan berakhir?
A: Waktu sholat Subuh dimulai dari terbitnya fajar shadiq hingga sebelum terbit matahari. Jika matahari sudah terbit, maka waktu Subuh telah habis dan sholatnya dianggap qadha jika belum dikerjakan.
Q: Apakah sholat Subuh termasuk sholat yang paling utama?
A: Ya. Sholat Subuh termasuk sholat yang sangat utama. Dalam banyak hadits, Rasulullah SAW menjelaskan bahwa malaikat menyaksikan sholat Subuh dan bahwa siapa pun yang menjaga sholat Subuh akan mendapat perlindungan dari Allah SWT pada hari kiamat.
Q: Apakah boleh hanya melaksanakan dua rakaat sunnah Subuh tanpa yang fardhu?
A: Tidak boleh. Dua rakaat sunnah Subuh hanyalah pelengkap. Yang wajib dikerjakan adalah dua rakaat fardhu Subuh. Meninggalkannya tanpa uzur adalah dosa besar.
Q: Apakah boleh menjama’ sholat Subuh dengan sholat lainnya?
A: Tidak boleh. Sholat Subuh tidak bisa dijama’ dengan sholat lainnya dalam kondisi normal. Ia berdiri sendiri dengan waktunya yang khusus dan terbatas.
Q: Bagaimana hukum orang yang sengaja meninggalkan sholat Subuh?
A: Meninggalkan sholat Subuh dengan sengaja tanpa alasan syar’i merupakan dosa besar. Bahkan dalam sebagian pendapat ulama, orang yang meninggalkan sholat fardhu secara sadar dapat dikategorikan keluar dari Islam (kafir), jika ia menolak kewajibannya.
Q: Bagaimana cara membedakan antara sholat sunnah dan fardhu Subuh?
A: Sholat sunnah Subuh (2 rakaat) dikerjakan sebelum adzan kedua selesai atau sebelum iqamah, dan sering dilakukan di rumah atau tempat yang tidak mencolok. Sedangkan dua rakaat fardhu Subuh dikerjakan berjamaah di masjid setelah iqamah dan wajib diutamakan.
Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8520488/original/002175600_1782447973-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-06-26T112427.080.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8261577/original/041528400_1781746737-WhatsApp_Image_2026-06-18_at_07.45.19.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5164799/original/043621100_1742183216-dbe96acd3b3529457b7c0146890290a1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8471519/original/070085400_1782374653-Tugas__40_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/2378469/original/055253400_1737413276-IMGE9883.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3132299/original/086350000_1589863856-Muslim_Woman_Pray_On_Hijab_Praying_On_Mat_Indoors.jpg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/1812235/original/087792300_1550019778-1709255D-BDFF-4E25-B45D-78CC996796BF.jpeg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8524757/original/078321100_1782454482-AP26176835585287.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8524143/original/085744300_1782453577-Yuto_Nagatomo.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8520782/original/001156700_1782448403-turki.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5378177/original/005816700_1760215354-Spain_s_Mikel_Oyarzabal.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8257100/original/080406300_1781208059-selebrasi_julian_quinones_meksiko_afrika_selatan_ap_eduardo_verdugo.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8520243/original/086003700_1782447581-063_2283364709.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8519978/original/083186800_1782447080-063_2283364620.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264064/original/002049400_1782077143-kevin.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8513569/original/057945500_1782437405-063_2283345869.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8513111/original/058658300_1782436597-063_2283345627.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8259465/original/002024800_1781501908-Manuel_Neuer.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8516358/original/046339900_1782441794-pepe.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5519665/original/044511200_1772592972-unnamed__44_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4769102/original/014075000_1710171937-20240311-Taraweh_Pertama_di_Istiqlal-ANG_1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5408327/original/086578800_1762770478-Ceramah.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4368169/original/069389400_1679530201-Salat_Tarawih_Pertama_di_Hagia_Sophia_mosque-AP__8_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5326255/original/074223700_1756094319-pexels-mahmut-33108520.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4368604/original/007079000_1679547739-20230323-Sholat-Tarawih-Ramadhan-Masjid-Raya-Baiturrahman-Banda-Aceh-AFP-4.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3360466/original/061604200_1611722074-the-dancing-rain-N1xBagwnR1E-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4737864/original/087768800_1707368307-fotor-ai-20240208115418.jpg)