Harga Daging Sapi 1 Kg Awal Mei 2025, Berbeda di Tiap Wilayah

Harga daging sapi per kilogram di Indonesia pada awal Mei 2025 sangat bervariasi, mulai dari Rp 114.000 hingga Rp 168.000, tergantung lokasi dan faktor lainnya.

Diterbitkan 02 Mei 2025, 10:40 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta Memasuki awal Mei 2025, fluktuasi harga daging sapi di Indonesia masih menjadi perhatian masyarakat, terutama menjelang momen penting seperti Hari Raya Iduladha yang akan datang bulan depan. Harga daging sapi 1 Kg di berbagai daerah menunjukkan perbedaan yang cukup mencolok, mencerminkan kompleksitas distribusi pangan, biaya logistik, serta faktor permintaan dan penawaran lokal. Sebagian wilayah mengalami penurunan harga, sementara daerah lain justru menunjukkan tren kenaikan.

Pola perbedaan harga daging sapi 1 Kg ini bukanlah hal baru dalam perekonomian Indonesia, mengingat kondisi geografis negara kepulauan yang besar turut memengaruhi rantai pasok. Wilayah dengan akses lebih mudah terhadap sentra peternakan dan distribusi cenderung memiliki harga daging yang lebih terjangkau. Sebaliknya, daerah terpencil atau yang bergantung pada pasokan dari luar sering mengalami lonjakan harga yang lebih tinggi. 

Selain itu, musim panen ternak dan kebijakan pemerintah daerah juga berkontribusi terhadap fluktuasi harga. Berikut ulasan lebih lanjut tentang harga daging sapi 1 Kg awal Mei 2025 yang Liputan6.com rangkum dari laman panelharga.badanpangan.go.id, Jumat (2/5/2025)

Harga Daging Sapi Tertinggi: Kalimantan dan Papua Mendominasi

Berdasarkan data per 1 dan 2 Mei 2025, Kalimantan Utara mencatat harga tertinggi dengan Rp 168.000/kg yang konsisten selama hampir sepekan sebelum akhirnya turun ke Rp 160.000/kg pada 2 Mei. Wilayah ini masih bergantung pada distribusi antarpulau dan pasokan dari luar, sehingga wajar jika harga cenderung tinggi. Demikian pula, Papua Tengah juga mengalami kenaikan signifikan dari Rp 161.000 menjadi Rp 166.000/kg, memperlihatkan lonjakan harga di wilayah timur Indonesia.

Kalimantan Timur juga menunjukkan tren naik, dengan harga melonjak dari Rp 154.211 menjadi Rp 161.250/kg pada 2 Mei. Sementara itu, Kepulauan Riau yang berada di jalur perdagangan aktif juga menyentuh angka Rp 160.000/kg pada 1 Mei, meskipun menurun ke Rp 151.667 pada hari berikutnya.

Wilayah dengan Harga Sedang: Pulau Jawa dan Beberapa Provinsi Sumatera

Pulau Jawa, sebagai pusat populasi dan konsumsi nasional, menunjukkan harga yang relatif stabil dan tidak terlalu tinggi. Di DKI Jakarta, harga daging sapi tercatat Rp 133.000/kg pada 1 Mei dan naik menjadi Rp 135.714/kg pada 2 Mei. Jawa Barat mencatat harga Rp 133.966 dan naik menjadi Rp 135.161, sementara Jawa Tengah relatif stabil di kisaran Rp 131.000-an. Jawa Timur bahkan tergolong rendah, hanya Rp 118.981 dan menurun ke Rp 118.000/kg.

Beberapa provinsi di Sumatera, seperti Sumatera Barat, Sumatera Selatan, dan Riau, mencatat harga antara Rp 133.000 hingga Rp 145.000. Riau mengalami penurunan ringan dari Rp 145.526 ke Rp 144.286, menunjukkan stabilitas permintaan dan pasokan yang baik. Di Sumatera Utara, harga menurun dari Rp 130.109 menjadi Rp 126.654/kg.

Harga Terendah: Wilayah Timur dan Bali

Beberapa wilayah mencatat harga daging sapi yang lebih rendah dibandingkan provinsi lain. Nusa Tenggara Timur (NTT) mencatat harga hanya Rp 113.516/kg pada 1 Mei dan naik tipis ke Rp 115.385/kg. Rendahnya harga di NTT kemungkinan besar disebabkan oleh ketersediaan ternak lokal dan permintaan yang tidak terlalu tinggi. Maluku juga mengalami penurunan drastis dari Rp 123.357 menjadi Rp 114.000/kg pada 2 Mei.

Di Bali, harga daging sapi berada pada kisaran Rp 118.750 dan menurun ke Rp 118.333/kg. Pulau wisata ini cenderung memiliki konsumsi daging sapi yang relatif stabil, sehingga fluktuasi tidak terlalu ekstrem. Jawa Timur, dengan industri peternakan yang besar, juga termasuk daerah dengan harga daging yang kompetitif, hanya Rp 118.000/kg pada 2 Mei.

Tren Menurun di Beberapa Daerah

Menariknya, beberapa provinsi mengalami tren penurunan harga yang cukup mencolok. Aceh, misalnya, mengalami penurunan signifikan dari Rp 152.368 pada 26 April menjadi hanya Rp 147.000 pada 2 Mei. Penurunan serupa juga terjadi di Gorontalo yang turun dari Rp 136.176 ke Rp 130.000. Hal ini menunjukkan adanya kelonggaran pasokan atau menurunnya permintaan sementara.

Papua Barat, meski tidak mencatat data pada 2 Mei, menunjukkan konsistensi harga di kisaran Rp 123.333 selama hampir sepekan. Sementara di Sulawesi Barat, harga daging sapi menurun dari Rp 129.500 menjadi Rp 125.000/kg, mencerminkan penyesuaian pasar lokal.

Tantangan Distribusi dan Harapan Stabilitas

Harga daging sapi di awal Mei 2025 memperlihatkan betapa beragamnya kondisi pasar antardaerah di Indonesia. Perbedaan harga hingga puluhan ribu rupiah per kilogram mencerminkan tantangan logistik, distribusi, dan ketergantungan terhadap sumber daya lokal. Wilayah dengan produksi ternak tinggi cenderung menikmati harga lebih terjangkau, sementara daerah dengan pasokan terbatas harus menghadapi harga tinggi.

 

 

Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6