Niat Sholat Ba'diyah Maghrib: Keutamaan, Tata Cara, dan Bacaan Lengkap

Pelajari niat sholat ba'diyah Maghrib lengkap dengan bacaan Arab, latin, artinya, keutamaan, dan tata caranya. Tingkatkan ibadah Anda dengan sholat sunnah yang dianjurkan ini!

Diterbitkan 14 Maret 2025, 13:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta Dalam ibadah sholat umat Islam, terdapat berbagai amalan sunnah yang dapat dilakukan untuk melengkapi sholat wajib lima waktu. Salah satu amalan sunnah yang sangat dianjurkan adalah sholat ba'diyah maghrib atau sholat sunnah yang dilakukan setelah menunaikan sholat fardhu maghrib. Memahami niat sholat ba'diyah maghrib dengan benar merupakan hal yang penting karena niat menjadi penentu diterima atau tidaknya suatu ibadah. Sholat sunnah ini termasuk dalam kategori sholat rawatib yang memiliki keutamaan dan pahala yang besar bagi yang mengerjakannya secara istiqomah.

Bagi umat Muslim yang ingin memperkaya amalan ibadahnya, mengetahui niat sholat ba'diyah maghrib dengan tepat adalah langkah awal yang harus dipahami. Sholat ba'diyah maghrib termasuk sunnah muakkad (sangat dianjurkan) menurut mazhab Syafi'i dan dilakukan sebanyak dua rakaat setelah menunaikan sholat fardhu maghrib. Rasulullah SAW sendiri secara rutin mengerjakan sholat sunnah ini sebagaimana diriwayatkan dalam berbagai hadits shahih. Dengan memahami dan mengamalkan niat sholat ba'diyah maghrib dengan benar, seorang muslim dapat memperoleh keberkahan dan kebaikan yang berlimpah.

Dalam artikel ini, kita akan membahas secara mendalam mengenai niat sholat ba'diyah maghrib beserta tata cara pelaksanaannya yang sesuai dengan tuntunan Rasulullah SAW. Pembahasan akan mencakup dalil-dalil yang mendasari pelaksanaan sholat sunnah ini, bacaan niat sholat ba'diyah maghrib yang benar, tata cara pelaksanaannya, serta keutamaan-keutamaan yang didapatkan bagi yang mengamalkannya. Dengan pemahaman yang komprehensif tentang niat sholat ba'diyah maghrib, diharapkan umat Muslim dapat melaksanakan ibadah ini dengan penuh keyakinan dan kekhusyukan, sehingga mendapatkan ridha Allah SWT.

Berikut rangkuman lengkapnya, yang telah Liputan6.com susun pada Jumat (14/3).

Pengertian dan Hukum Sholat Ba'diyah Maghrib

Sholat ba'diyah maghrib adalah sholat sunnah yang dikerjakan setelah menunaikan sholat fardhu maghrib. Istilah "ba'diyah" berasal dari bahasa Arab yang artinya "setelah", menunjukkan bahwa sholat ini dilakukan setelah sholat wajib maghrib. Sholat sunnah ini termasuk dalam kategori sholat rawatib, yaitu sholat sunnah yang mengiringi sholat fardhu lima waktu, baik sebelum maupun sesudahnya.

Dalam kitab Al-Fiqh 'ala al-madzahib al-khamsah karya Muhammad Jawad Mughniyah yang diterjemahkan oleh Masykur AB dkk, dijelaskan bahwa para ulama mazhab berbeda pendapat mengenai jumlah rakaat sholat rawatib yang disunnahkan. Namun, keempat mazhab sepakat memasukkan sholat sunnah ba'diyah maghrib sebagai salah satu sholat rawatib yang dianjurkan. Mazhab Syafi'i berpandangan bahwa total sholat sunnah rawatib berjumlah 11 rakaat (termasuk 1 rakaat witir), yang terdiri dari 2 rakaat sebelum subuh, 2 rakaat sebelum dzuhur dan 2 rakaat sesudah dzuhur, 2 rakaat setelah maghrib, dan 2 rakaat setelah sholat isya serta satu rakaat sholat witir.

Mengenai hukumnya, para ulama menghukumi sholat ba'diyah maghrib sebagai sunnah muakkad, yang berarti sangat dianjurkan. Sunnah muakkad adalah amalan yang selalu atau hampir selalu dikerjakan oleh Rasulullah SAW dan sangat jarang ditinggalkan. Pengerjaan sholat sunnah ini secara rutin akan mendatangkan pahala yang besar, sebagaimana dijelaskan dalam hadits Rasulullah SAW:

مَنْ ثَابَرَ عَلَى ثِنْتَيْ عَشْرَةَ رَكْعَةً مِنْ السُّنَّةِ بَنَى اللَّهُ لَهُ بَيْتًا فِي الْجَنَّةِ أَرْبَعِ رَكَعَاتٍ قَبْلَ الظُّهْرِ وَرَكْعَتَيْنِ بَعْدَهَا وَرَكْعَتَيْنِ بَعْدَ الْمَغْرِبِ وَرَكْعَتَيْنِ بَعْدَ الْعِشَاءِ وَرَكْعَتَيْنِ قَبْلَ الْفَجْرِ

"Barangsiapa menjaga dalam mengerjakan sholat sunnah dua belas rakaat, maka Allah akan membangunkan rumah untuknya di surga, yaitu empat rakaat sebelum Zuhur, dua rakaat setelah Zuhur, dua rakaat setelah Maghrib, dua rakaat setelah Isya, dan dua rakaat sebelum Subuh." (HR Tirmidzi).

Hadits di atas dengan jelas menunjukkan keutamaan mengerjakan sholat rawatib, termasuk sholat ba'diyah maghrib. Balasan bagi orang yang konsisten mengerjakannya adalah dibangunkan sebuah rumah di surga oleh Allah SWT. Ini menunjukkan betapa besarnya nilai ibadah sunnah ini di sisi Allah SWT.

 

Dalil dan Landasan Sholat Ba'diyah Maghrib

Pelaksanaan sholat ba'diyah maghrib memiliki landasan yang kuat dari hadits-hadits Rasulullah SAW. Salah satu dalil yang mendasari pelaksanaan sholat sunnah ini adalah hadits yang diriwayatkan dalam kitab Sunan at-Tirmidzi, yang menjelaskan bahwa sholat sunnah rawatib terdiri dari 10 rakaat. Hadits ini dinilai shahih oleh Imam at-Tirmidzi:

حَدَّثَنَا الْحَسَنُ بْنُ عَلِيِّ الْحُلْوَانِي الْخَلَّالُ، قَالَ : حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّزَّاقِ، قَالَ : أَخْبَرَنَا مَعْمَرٌ، عَنْ أَيُّوبَ، عَنْ نَافِعٍ، عَنِ ابْنِ عُمَرَ، قَالَ: حَفِظْتُ عَنْ رَسُولِ اللَّهِ ﷺ عَشْرَ رَكَعَاتٍ كَانَ يُصَلِّيهَا بِاللَّيْلِ وَالنَّهَارِ : رَكْعَتَيْنِ قَبْلَ الظَّهْرِ، وَرَكْعَتَيْنِ بَعْدَهَا، وَرَكْعَتَيْنِ بَعْدَ الْمَغْرِبِ، وَرَكْعَتَيْنِ بَعْدَ الْعِشَاءِ الْآخِرَةِ. قَالَ: وَحَدَّثَتْنِي حَفْصَةُ أَنَّهُ كَانَ يُصَلِّي قَبْلَ الْفَجْرِ رَكْعَتَيْنِ. هَذَا حَدِيثٌ حَسَنٌ صَحِيحٌ.

Artinya: "Dari al-Hasan bin Ali al-Hulwani al-Khallal, dari Abdurrazzaq, dari Ma`mar, dari Ayyub, dari Nafi, dari Ibnu Umar, ia berkata, 'Saya hafal 10 rakaat sholat sunnah yang dilakukan Rasulullah SAW di malam hari dan di siang hari. Kesepuluh rakaat tersebut adalah 2 rakaat sebelum sholat Dzuhur dan 2 rakaat setelahnya, 2 rakaat setelah sholat Maghrib, 2 rakaat setelah sholat Isya dalam waktu sholat Isya yang terakhir.' Ibnu Umar berkata lagi, 'Dan Hafshah memberitahu saya bahwa Rasulullah SAW juga melakukan sholat 2 rakaat sebelum sholat Subuh.'"

Hadits tersebut diriwayatkan oleh Imam at-Tirmidzi dan beliau menyatakan bahwa hadits ini hasan shahih, sebagaimana terdapat dalam kitab Irwaa'ul Ghaliil dan Shahih al-Bukhari. Hadits ini secara jelas menunjukkan bahwa Rasulullah SAW secara rutin mengerjakan sholat sunnah dua rakaat setelah sholat maghrib.

Hadits lain yang menunjukkan anjuran mengerjakan sholat ba'diyah maghrib adalah hadits yang diriwayatkan oleh Imam Tirmidzi yang telah disebutkan sebelumnya, dimana Rasulullah SAW menjanjikan rumah di surga bagi siapa saja yang menjaga konsistensi dalam mengerjakan sholat sunnah rawatib, termasuk di dalamnya sholat ba'diyah maghrib.

Dalam riwayat lain juga disebutkan bahwa Rasulullah SAW sangat menjaga sholat sunnah setelah maghrib ini. Beliau hampir tidak pernah meninggalkannya kecuali dalam kondisi yang sangat mendesak. Hal ini menunjukkan betapa pentingnya sholat sunnah ba'diyah maghrib dalam pandangan Rasulullah SAW.

Berdasarkan dalil-dalil di atas, para ulama dari berbagai mazhab sepakat bahwa sholat ba'diyah maghrib termasuk sholat sunnah yang sangat dianjurkan (muakkad). Mazhab Syafi'i secara khusus menekankan pentingnya mengerjakan sholat sunnah rawatib ini, termasuk sholat ba'diyah maghrib, sebagai pelengkap dan penyempurna sholat fardhu.

 

Niat dan Bacaan Sholat Ba'diyah Maghrib

Niat merupakan rukun pertama dan paling penting dalam pelaksanaan ibadah sholat, termasuk sholat ba'diyah maghrib. Dalam ajaran Islam, niat dilakukan dalam hati dan diucapkan bersamaan dengan takbiratul ihram. Untuk sholat ba'diyah maghrib, niat yang benar adalah sebagai berikut:

اُصَلِّيْ سُنَّةَ اْلْمَغْرِبِ رَكْعَتَيْنِ بَعْدِيَّةً لِلَّهِ تَعَالَى

Ushalli sunnatal Maghribi rak'ataini ba'diyatal lillahi ta'ala

Artinya: "Saya niat sholat sunnah ba'diyah Maghrib 2 rakaat karena Allah ta'ala."

Bacaan niat sholat sunnah ba'diyah Maghrib tersebut terdapat dalam buku Fasholatan Lengkap terbitan Dzikrussyahadah. Dalam buku Risalah Tuntunan Shalat Lengkap karya Drs. Moh Rifa'i, niat sholat ba'diyah maghrib juga disebutkan dengan redaksi yang sedikit berbeda, namun memiliki makna yang sama:

اُصَلِّى سُنَّةً الْمَغْرِبِ رَكْعَتَيْنِ بَعْدِيَّةً مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ ِللهِ تَعَالَى

Usholli sunnatal maghribi rok'ataini ba'diyah mustaqbilal qiblati lillahi ta'ala

Artinya: "Aku niat mengerjakan sholat sunnah sesudah Maghrib dua rakaat, menghadap kiblat karena Allah."

Dalam sholat ba'diyah maghrib, Rasulullah SAW memiliki kebiasaan membaca surat-surat tertentu. Berdasarkan riwayat yang ada, beliau biasa membaca surah Al-Kafirun pada rakaat pertama dan surah Al-Ikhlas pada rakaat kedua. Hal ini sebagaimana disebutkan dalam buku Shalat Sunnah: Hikmah dan Tuntunan Praktis karya Nasrul Umam S dkk. Membaca kedua surah ini dalam sholat ba'diyah maghrib merupakan sunnah yang dianjurkan, meskipun seseorang juga boleh membaca surah-surah lain dari Al-Quran.

Setelah membaca surah Al-Fatihah dan surah tambahan pada masing-masing rakaat, selanjutnya melakukan gerakan sholat seperti biasa mulai dari rukuk, sujud, hingga salam. Tidak ada perbedaan dalam tata cara pelaksanaan sholat ba'diyah maghrib dengan sholat sunnah lainnya, kecuali pada niatnya yang spesifik menyebutkan "ba'diyatal maghrib" atau "sunnah sesudah maghrib."

 

Tata Cara Pelaksanaan Sholat Ba'diyah Maghrib

Pelaksanaan sholat ba'diyah maghrib tidak jauh berbeda dengan tata cara sholat sunnah pada umumnya. Perbedaan utama terletak pada niatnya yang spesifik menyebutkan bahwa sholat tersebut adalah sholat sunnah setelah maghrib. Berikut adalah tata cara lengkap pelaksanaan sholat ba'diyah maghrib:

Waktu Pelaksanaan: Sholat ba'diyah maghrib dilakukan setelah menunaikan sholat fardhu maghrib. Diutamakan untuk mengerjakan sholat sunnah ini di tempat yang berbeda dengan tempat sholat fardhu, atau setidaknya bergeser sedikit dari tempat mendirikan sholat fardhu. Hal ini berdasarkan anjuran Rasulullah SAW yang sering mengerjakan sholat sunnah rawatib di rumahnya.

1. Niat: Sebelum memulai sholat, niatkan dalam hati untuk melaksanakan sholat sunnah ba'diyah maghrib sebanyak dua rakaat. Niat dilakukan bersamaan dengan takbiratul ihram dengan membaca:

اُصَلِّيْ سُنَّةَ اْلْمَغْرِبِ رَكْعَتَيْنِ بَعْدِيَّةً لِلَّهِ تَعَالَى

Ushalli sunnatal Maghribi rak'ataini ba'diyatal lillahi ta'ala

Artinya: "Saya niat sholat sunnah ba'diyah Maghrib 2 rakaat karena Allah ta'ala."

2. Takbiratul Ihram: Angkat kedua tangan setinggi bahu atau telinga dengan telapak tangan menghadap kiblat, lalu ucapkan "Allahu Akbar".

3. Sedekap: Letakkan tangan kanan di atas tangan kiri dan letakkan keduanya di atas dada.

4. Bacaan Iftitah: Membaca doa iftitah seperti pada sholat fardhu.

5. Membaca Ta'awudz dan Basmalah: Sebelum membaca Al-Fatihah, dianjurkan untuk membaca ta'awudz (a'udzu billahi minasy syaithanir rajim) dan basmalah (bismillahir rahmanir rahim).

6. Membaca Surah Al-Fatihah: Bacalah surah Al-Fatihah dengan tartil dan benar.

7. Membaca Surah Tambahan: Pada rakaat pertama, disunnahkan untuk membaca surah Al-Kafirun setelah Al-Fatihah. Surah Al-Kafirun berbunyi:

قُلْ يَا أَيُّهَا الْكَافِرُونَ ﴿١﴾ لَا أَعْبُدُ مَا تَعْبُدُونَ ﴿٢﴾ وَلَا أَنْتُمْ عَابِدُونَ مَا أَعْبُدُ ﴿٣﴾ وَلَا أَنَا عَابِدٌ مَا عَبَدْتُمْ ﴿٤﴾ وَلَا أَنْتُمْ عَابِدُونَ مَا أَعْبُدُ ﴿٥﴾ لَكُمْ دِينُكُمْ وَلِيَ دِينِ ﴿٦﴾

"Qul yaa-ayyuhal kaafiruun. Laa a'budu maa ta'buduun. Wa laa antum 'aabiduuna maa a'bud. Wa laa ana 'aabidun maa 'abadtum. Wa laa antum 'aabiduuna maa a'bud. Lakum diinukum wa liya diin."

8. Rukuk: Angkat kedua tangan seperti takbiratul ihram sambil mengucapkan "Allahu Akbar", lalu membungkukkan badan dengan punggung sejajar horizontal, kedua tangan memegang lutut, dan membaca:

سُبْحَانَ رَبِّيَ الْعَظِيْمِ وَبِحَمْدِهِ

"Subhaana rabbiyal 'azhiimi wa bihamdih" (3 kali)

9. I'tidal: Bangkit dari rukuk sambil mengangkat kedua tangan seperti takbiratul ihram dan mengucapkan:

سَمِعَ اللهُ لِمَنْ حَمِدَهُ، رَبَّنَا وَلَكَ الْحَمْدُ

"Sami'allaahu liman hamidah, rabbanaa wa lakal hamd"

10. Sujud: Turun untuk sujud sambil mengucapkan "Allahu Akbar". Letakkan dahi, hidung, kedua telapak tangan, kedua lutut, dan jari-jari kaki menyentuh lantai. Dalam sujud, bacalah:

سُبْحَانَ رَبِّيَ الْأَعْلَى وَبِحَمْدِهِ

"Subhaana rabbiyal a'laa wa bihamdih" (3 kali)

11. Duduk antara Dua Sujud: Bangkit dari sujud sambil mengucapkan "Allahu Akbar", lalu duduk dengan tenang sambil membaca:

رَبِّ اغْفِرْ لِي وَارْحَمْنِي وَاجْبُرْنِي وَارْفَعْنِي وَارْزُقْنِي وَاهْدِنِي وَعَافِنِي وَاعْفُ عَنِّي

"Rabbighfirlii warhamnii wajburnii warfa'nii warzuqnii wahdinii wa 'aafinii wa'fu 'annii"

12. Sujud Kedua: Sujud kembali sambil mengucapkan "Allahu Akbar" dan membaca tasbih yang sama seperti pada sujud pertama.

13. Rakaat Kedua: Bangkit dari sujud untuk melanjutkan rakaat kedua sambil mengucapkan "Allahu Akbar". Pada rakaat kedua, lakukan hal yang sama seperti rakaat pertama, namun setelah Al-Fatihah, disunnahkan untuk membaca surah Al-Ikhlas:

قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ ﴿١﴾ اللَّهُ الصَّمَدُ ﴿٢﴾ لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُولَدْ ﴿٣﴾ وَلَمْ يَكُنْ لَهُ كُفُوًا أَحَدٌ ﴿٤﴾

"Qul huwallahu ahad. Allahush shamad. Lam yalid wa lam yuulad. Wa lam yakul lahuu kufuwan ahad."

14. Tasyahud Akhir: Setelah sujud kedua pada rakaat kedua, duduk untuk tasyahud akhir. Bacalah tasyahud sebagaimana dalam sholat fardhu:

التَّحِيَّاتُ لِلَّهِ وَالصَّلَوَاتُ وَالطَّيِّبَاتُ، السَّلاَمُ عَلَيْكَ أَيُّهَا النَّبِيُّ وَرَحْمَةُ اللَّهِ وَبَرَكَاتُهُ، السَّلاَمُ عَلَيْنَا وَعَلَى عِبَادِ اللَّهِ الصَّالِحِينَ، أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ، اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ، وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ، فِي الْعَالَمِينَ إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ

"Attahiyyaatu lillaahi wash sholawaatu wath thoyyibaatu, assalaamu 'alaika ayyuhan nabiyyu wa rohmatullohi wa barokaatuh, assalaamu 'alainaa wa 'alaa 'ibaadillaahish shoolihiin. Asyhadu alla ilaaha illallohu wa asyhadu anna muhammadan 'abduhu wa rosuuluh. Alloohumma sholli 'alaa muhammad wa 'alaa aali muhammad, kamaa shollaita 'alaa ibroohiima wa 'alaa aali ibroohiim. Wa baarik 'alaa muhammad wa 'alaa aali muhammad, kamaa baarokta 'alaa ibroohiima wa 'alaa aali ibroohiim. Fil 'aalamiina innaka hamiidun majiid."

15. Salam: Akhiri sholat dengan salam, menoleh ke kanan dan ke kiri sambil mengucapkan:

السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللَّهِ

"Assalaamu'alaikum wa rahmatullaah"

Dengan demikian, selesailah pelaksanaan sholat ba'diyah maghrib sebanyak dua rakaat. Perlu diingat bahwa sholat sunnah ini tidak didahului dengan azan maupun iqamah, karena merupakan sholat sunnah yang mengikuti sholat fardhu.

Keutamaan dan Hikmah Sholat Ba'diyah Maghrib

Sholat ba'diyah maghrib memiliki berbagai keutamaan dan hikmah yang dapat diperoleh bagi muslim yang mengamalkannya. Berikut adalah beberapa keutamaan dan hikmah dari pelaksanaan sholat ba'diyah maghrib:

  • Mendapatkan Rumah di Surga: Sebagaimana disebutkan dalam hadits Rasulullah SAW yang diriwayatkan oleh Imam Tirmidzi, siapa saja yang konsisten mengerjakan sholat sunnah rawatib, termasuk sholat ba'diyah maghrib, akan dibangunkan sebuah rumah di surga. Ini merupakan keutamaan yang sangat besar dan menunjukkan betapa tingginya nilai sholat sunnah ini di sisi Allah SWT.
  • Menyempurnakan Sholat Fardhu: Sholat sunnah rawatib, termasuk ba'diyah maghrib, berfungsi untuk menyempurnakan kekurangan yang mungkin terjadi dalam sholat fardhu. Jika sholat fardhu seseorang terdapat kekurangan, baik dalam aspek kekhusyukan maupun pelaksanaan rukunnya, maka sholat sunnah rawatib dapat menutupi kekurangan tersebut.
  • Menambah Kedekatan dengan Allah SWT: Dengan melaksanakan sholat sunnah ba'diyah maghrib, seorang muslim menunjukkan kesukarelaan dan kecintaannya dalam beribadah kepada Allah SWT. Ini akan menambah kedekatan dengan Allah SWT dan memperkuat hubungan spiritual dengan-Nya.
  • Meraih Cinta Allah SWT: Dalam hadits qudsi, Allah SWT berfirman bahwa hamba-Nya yang selalu mendekatkan diri dengan amalan-amalan sunnah akan dicintai oleh-Nya. Sholat ba'diyah maghrib merupakan salah satu amalan sunnah yang dapat membawa seorang hamba mendapatkan cinta Allah SWT.
  • Menambah Pahala dan Kebaikan: Setiap gerakan dan bacaan dalam sholat akan dihitung sebagai pahala dan kebaikan. Dengan melaksanakan sholat ba'diyah maghrib, seorang muslim mendapatkan tambahan pahala dan kebaikan yang akan menjadi bekal di akhirat kelak.
  • Memanfaatkan Waktu Mustajab: Waktu antara maghrib dan isya merupakan salah satu waktu yang mustajab (dikabulkan) untuk berdoa. Dengan melaksanakan sholat ba'diyah maghrib, seorang muslim memanfaatkan waktu yang berharga ini untuk beribadah dan mendekatkan diri kepada Allah SWT.
  • Menjauhkan dari Sifat Munafik: Orang munafik cenderung malas beribadah, terutama dalam sholat. Mereka hanya mengerjakan sholat fardhu dengan terburu-buru dan tidak mengerjakan sholat sunnah. Dengan konsisten mengerjakan sholat sunnah ba'diyah maghrib, seorang muslim menjauhkan dirinya dari sifat-sifat munafik.
  • Meneladani Sunnah Rasulullah SAW: Rasulullah SAW secara rutin mengerjakan sholat ba'diyah maghrib sebagaimana disebutkan dalam berbagai hadits. Dengan mengerjakan sholat sunnah ini, seorang muslim telah meneladani sunnah Rasulullah SAW dan menunjukkan kecintaan kepada beliau.

Mempelajari niat sholat ba'diyah Maghrib, keutamaannya, dan tata caranya sangat penting bagi setiap muslim. Dengan memahami dan mengamalkan sholat sunnah ini, kita dapat mendekatkan diri kepada Allah SWT dan mendapatkan pahala yang berlimpah. Semoga artikel ini bermanfaat dan dapat meningkatkan kualitas ibadah kita.

Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6