Liputan6.com, Jakarta - Dalam menjalankan ibadah sunnah, mengetahui bacaan niat sholat dhuha 4 rakaat menjadi hal yang sangat penting bagi setiap muslim. Sholat dhuha merupakan salah satu bentuk shalat sunnah yang sangat dianjurkan dalam Islam, dan seperti halnya sholat lainnya, diawali dengan niat dalam hati.
Bacaan niat sholat dhuha yang umum digunakan adalah “Usholli sunnatan dhuha rak‘ataini lillaahi ta‘aalaa” (Aku niat melakukan sholat sunnah Dhuha dua rakaat karena Allah Ta’ala), melansir dari mirror.mui.or.id. Sementara itu niat sholat dhuha 4 rakaat bisa diganti dengan arba'a raka'aatin.
Bagi mereka yang ingin mendapatkan keberkahan di pagi hari, memahami bacaan niat sholat dhuha 4 rakaat beserta tata caranya menjadi langkah awal yang tidak boleh diabaikan. Sholat dhuha yang dilakukan dengan 4 rakaat ini memiliki nilai lebih dibandingkan dengan jumlah rakaat yang lebih sedikit, sebagaimana diriwayatkan dalam hadits dari Aisyah RA yang menyebutkan bahwa Rasulullah SAW sholat dhuha empat rakaat dan menambahnya menurut kehendak Allah.
Advertisement
Untuk memaksimalkan pahala dan keberkahan dari ibadah ini, kita perlu memperhatikan setiap detail mulai dari bacaan niat sholat dhuha 4 rakaat hingga waktu pelaksanaannya yang tepat. Dengan menjalankan sholat dhuha sesuai dengan tuntunan yang benar, kita dapat mengharapkan berbagai keutamaan yang dijanjikan, mulai dari kelancaran rezeki hingga pahala yang setara dengan ibadah haji dan umrah.
Lebih lengkapnya, berikut ini telah Liputan6.com rangkum dari berbagai sumber informasi seputar sholat dhuha, pada Selasa (10/6/2025).
Bacaan Niat dan Doa dalam Sholat Dhuha
Secara istilah, sholat dhuha didefinisikan sebagai shalat sunnah yang dilakukan pada waktu dhuha, yakni ketika matahari telah terbit setinggi dua tombak (sekitar pukul 07.00–11.00) hingga sebelum waktu dzuhur tiba, melansir dari jurnalfuda.iainkediri.ac.id. Sholat ini minimal terdiri dari dua rakaat, dan dapat ditambah sesuai kemampuan umumnya dua, empat, hingga delapan atau dua belas rakaat.
Niat sholat dhuha 4 rakaat dibaca dalam hati dengan lafaz:
أصَلَّى سُنَّةَ الضُّحَى اَرْبَعَ رَكَعَاتٍ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ آدَاءً لِلَّهِ تَعَالَى
"Usholli sunnata dhuhaa arba'a raka'aatin mustaqbilal qiblati adzaa'an lillaahi ta'aalaa"
Yang artinya: "Aku niat sholat sunat dhuha empat rakaat dengan menghadap kiblat karena Allah Ta'ala."
Setelah menyelesaikan sholat, dianjurkan untuk membaca doa khusus sholat dhuha. Doa ini berisi permohonan keberkahan, kemudahan rezeki, dan berbagai kebaikan lainnya. Membaca doa setelah sholat dhuha memiliki keutamaan tersendiri dan menjadi pelengkap kesempurnaan ibadah ini.
Sebagai bagian dari shalat sunnah, sholat dhuha memiliki keutamaan tersendiri, mendekatkan diri kepada Allah, dan menjadi sedekah untuk seluruh anggota tubuh. Melansir dari bsimaslahat.or.id bahwa dalam kitab-kitab fiqih dan hadits disebutkan keutamaannya seperti amalan sedekah, investasi akhirat, hingga dijanjikan pahala setara umrah.
Advertisement
Keutamaan dan Waktu Pelaksanaan Sholat Dhuha yang Tepat
Jurnal akademik seperti Manfaat Sholat Dhuha dalam Pembentukan Akhlakul Karimah yang ditulis Siti Nor Hayati menunjukkan bahwa praktik sholat dhuha mampu meningkatkan kesejahteraan spiritual dan moral, seperti ketenangan pikiran dan kedisiplinan .
Keutamaan sholat dhuha telah dijelaskan dalam berbagai hadits yang shahih. Abu Hurairah RA meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW bersabda:
"Barangsiapa yang menjaga sholat dhuha, akan diampuni dosa-dosanya meskipun sebanyak buih di lautan." (HR. Tirmidzi).
Hadits ini menunjukkan besarnya pahala yang dijanjikan bagi mereka yang istiqomah menjalankan sholat dhuha.
Dalam hadits lain, dari Nu'aim bin Hammar Al-Ghathafani RA, Rasulullah SAW bersabda bahwa Allah SWT berfirman:
"Wahai anak Adam, jangan tinggalkan empat rakaat sholat di awal siang (waktu dhuha) untukKu, niscaya Aku akan mencukupi kebutuhanmu di akhir siang." (HR. Abu Dawud).
Hadits ini secara khusus menyebutkan keutamaan sholat dhuha 4 rakaat dan janji Allah untuk mencukupi kebutuhan hambaNya.
Waktu pelaksanaan sholat dhuha dimulai sekitar 20 menit setelah matahari terbit. Hal ini didasarkan pada hadist Nabi yang diriwayatkan oleh 'Amr bin 'Abasah, dimana kita dianjurkan untuk menghindari waktu terbitnya matahari karena berkaitan dengan larangan sholat pada waktu tersebut. Meski bisa dilaksanakan sejak pagi, waktu yang paling utama untuk menunaikan sholat dhuha adalah ketika matahari mulai terik, mendekati seperempat siang. Ini sesuai dengan hadist tentang sholat awwabin yang menganjurkan pelaksanaan sholat dhuha saat cuaca mulai panas.
Adapun batas akhir pelaksanaan sholat dhuha adalah 15 menit sebelum masuk waktu Dhuhur. Rentang waktu yang cukup panjang ini memberikan fleksibilitas bagi setiap muslim untuk menyesuaikan pelaksanaan sholat dhuha dengan aktivitas mereka sehari-hari.
Perlu dipahami juga bahwa waktu ideal untuk melaksanakan sholat dhuha dimulai pada saat matahari naik kira-kira tujuh hasta (sekitar pukul 07.00 pagi) hingga hitungan 10–20 menit sebelum masuk waktu dzuhur, yaitu sekitar pukul 11.00 siang. Waktu utama yang dianjurkan berada pada pertengahan waktu dhuha, antara pukul 09.00–10.00, sebagaimana dilansir dari ruangguru.com dan jurnalfuda.iainkediri.ac.id. Pelaksanaan pada kisaran ini dipercaya memberi efek spiritual dan psikologis optimal.
Tata Cara Pelaksanaan Sholat Dhuha 4 Rakaat
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3194515/original/070338100_1596082535-muslim-woman-pray-hijab-praying-mat-indoors_73740-638__1_.jpg)
Sholat dhuha 4 rakaat merupakan ibadah sunnah yang dilaksanakan dalam dua tahap, di mana setiap tahapnya terdiri dari 2 rakaat. Pelaksanaannya memerlukan ketelitian dan pemahaman yang baik agar setiap gerakan dan bacaan dapat dilakukan dengan sempurna. Sebelum memulai sholat, pastikan telah berwudhu dan berada dalam keadaan suci. Berikut adalah panduan lengkap pelaksanaan sholat dhuha 4 rakaat:
Dua Rakaat Pertama
1. Berdiri menghadap kiblat dengan sempurna dan khusyuk. Kemudian niatkan dalam hati:
"Ushalli sunnatadh dhuhaa arba'a raka'aatin mustaqbilal qiblati adaa-an lillaahi ta'aala"
2. Setelah niat, lakukan takbiratul ihram dengan mengangkat kedua tangan sambil mengucapkan "Allahu Akbar". Letakkan kedua tangan di atas pusar, tangan kanan di atas tangan kiri.
3. Bacalah doa iftitah dengan lengkap dan khusyuk. Setelah itu, bacalah surat Al-Fatihah dengan tartil.
4. Setelah membaca Al-Fatihah, lanjutkan dengan membaca surat Ad-Dhuha.
5. Selesai membaca surat, lakukan rukuk dengan membungkukkan badan. Bacalah tasbih rukuk "Subhaana rabbiyal 'azhiimi wabihamdih" sebanyak tiga kali.
6. Bangkit dari rukuk (i'tidal) dengan mengucapkan "Sami'allaahu liman hamidah". Ketika berdiri tegak, bacalah "Rabbanaa lakal hamdu".
7. Turun untuk sujud pertama dengan membaca "Allahu Akbar". Dalam sujud, bacalah "Subhaana rabbiyal a'laa wabihamdih" tiga kali.
8. Bangkit dari sujud untuk duduk di antara dua sujud sambil membaca "Allahu Akbar". Bacalah doa duduk di antara dua sujud.
9. Lakukan sujud kedua seperti sujud pertama dengan bacaan yang sama.
10. Bangkit untuk rakaat kedua sambil membaca "Allahu Akbar". Lakukan gerakan dan bacaan yang sama seperti rakaat pertama, namun tanpa membaca doa iftitah.
11. Setelah sujud kedua pada rakaat kedua, duduklah untuk tasyahud awal. Bacalah doa tasyahud dengan lengkap.
12. Akhiri dua rakaat pertama dengan salam ke kanan dan ke kiri.
Dua Rakaat Kedua
1. Berdiri kembali untuk memulai rakaat ketiga. Tidak perlu membaca niat lagi.
2. Mulailah dengan takbiratul ihram dan bacaan Al-Fatihah.
3. Setelah Al-Fatihah, bacalah surat Asy-Syams.
4. Lakukan gerakan rukuk, i'tidal, dan sujud seperti pada rakaat sebelumnya dengan bacaan yang sama.
5. Pada rakaat keempat, ulangi gerakan seperti rakaat ketiga.
6. Setelah sujud kedua pada rakaat keempat, duduklah untuk tasyahud akhir.
7. Bacalah doa tasyahud akhir dengan lengkap, termasuk shalawat kepada Nabi Muhammad SAW.
8. Akhiri sholat dengan salam ke kanan dan ke kiri.
Advertisement
Doa Setelah Sholat Dhuha
Setelah menyelesaikan rangkaian sholat dhuha 4 rakaat, dianjurkan untuk membaca doa khusus sholat dhuha. Doa ini memiliki kedudukan yang istimewa karena berisi permohonan keberkahan rezeki dan kemudahan dalam segala urusan. Berikut adalah bacaan doa setelah sholat dhuha secara lengkap:
اَللّٰهُمَّ اِنَّ الضُّحَآءَ ضُحَآؤُكَ، وَالْبَهَآءَ بَهَآؤُكَ، وَالْجَمَالَ جَمَالُكَ، وَالْقُوَّةَ قُوَّتُكَ، وَالْقُدْرَةَ قُدْرَتُكَ، وَالْعِصْمَةَ عِصْمَتُكَ
اَللّٰهُمَّ اِنْ كَانَ رِزْقِى فِى السَّمَآءِ فَاَنْزِلْهُ، وَاِنْ كَانَ فِى اْلاَرْضِ فَاَخْرِجْهُ، وَاِنْ كَانَ مُعَسَّرًا فَيَسِّرْهُ، وَاِنْ كَانَ حَرَامًا فَطَهِّرْهُ، وَاِنْ كَانَ بَعِيْدًا فَقَرِّبْهُ
بِحَقِّ ضُحَآئِكَ وَبَهَآئِكَ وَجَمَالِكَ وَقُوَّتِكَ وَقُدْرَتِكَ، آتِنِىْ مَآ اَتَيْتَ عِبَادَكَ الصَّالِحِيْنَ
Allāhumma innadh-dhuhāa dhuhāuka, wal-bahāa bahāuka, wal-jamāla jamāluka, wal-quwwata quwwatuka, wal-qudrata qudratuka, wal-'işmata 'işmatuka
Allāhumma in kāna rizqī fis-samā`i fa anzilhu, wa in kāna fil-ardhi fa akhrijhu, wa in kāna mu'assaran fa yassirhu, wa in kāna harāman fa thahhirhu, wa in kāna ba'īdan fa qarribhu
Bi haqqi dhuhāika wa bahāika wa jamālika wa quwwatika wa qudratika, ātinī mā ataita 'ibādakaş-şālihīn
Artinya:
"Ya Allah, sesungguhnya waktu dhuha ini adalah waktu dhuha-Mu, keagungan adalah keagungan-Mu, keindahan adalah keindahan-Mu, kekuatan adalah kekuatan-Mu, kekuasaan adalah kekuasaan-Mu, dan perlindungan adalah perlindungan-Mu"
"Ya Allah, jika rezekiku berada di langit maka turunkanlah, jika berada di bumi maka keluarkanlah, jika sukar mudahkanlah, jika haram sucikanlah, jika jauh dekatkanlah"
"Dengan kebenaran waktu dhuha-Mu, keagungan-Mu, keindahan-Mu, kekuatan-Mu, dan kekuasaan-Mu, berikanlah kepadaku apa yang telah Engkau berikan kepada hamba-hamba-Mu yang shaleh"
Sholat dhuha membawa berbagai keutamaan dan hikmah dalam kehidupan seorang muslim. Dari segi spiritual, ia menjadi sarana penghapusan dosa dan pembuka pintu surga. Dalam aspek sosial, sholat dhuha bernilai sedekah bagi setiap ruas tulang dalam tubuh. Dari segi kesehatan, pelaksanaan sholat di pagi hari membantu mengaktifkan tubuh dan menyegarkan pikiran untuk menghadapi aktivitas sehari-hari.
Membiasakan sholat dhuha juga melatih kedisiplinan dan manajemen waktu yang baik. Dengan bangun pagi dan memulai hari dengan ibadah, seseorang akan lebih siap menghadapi tantangan harian dengan ketenangan hati dan pikiran yang jernih. Semua keutamaan ini menunjukkan betapa pentingnya menjaga konsistensi dalam menjalankan sunnah sholat dhuha.
Tips Konsisten Sholat Dhuha
Sholat dhuha adalah ibadah sunnah muakkadah, ini sunnah yang sangat dianjurkan dalam Islam. Dalam buku Referensi Kesejahteraan Psikologis dengan Sholat Dhuha, sholat dhuha disebut sebagai “ladang pahala tambahan” yang mampu meningkatkan kesejahteraan psikologis serta ketenangan jiwa jika dilaksanakan secara rutin. Berbagai jurnal tentang implementasi sholat dhuha di lingkungan sekolah juga menunjukkan bahwa praktik ini efektif dalam membentuk karakter positif seperti disiplin dan tanggung jawab.
Namun, banyak orang mengalami kesulitan konsistensi dalam menjalankan sholat dhuha karena terkendala rutinitas pagi atau rasa malas. Maka, diperlukan strategi agar kebiasaan ini bisa dipertahankan dalam jangka panjang, baik dari segi kesiapan diri, manajemen waktu, maupun dukungan lingkungan yang mendukung ibadah sunnah ini.
10 Tips Konsisten Sholat Dhuha:
- Tetapkan niat yang kuat – Selalu ingat tujuan spiritual dan manfaatnya.
- Alarm dan pengingat pagi – Set alarm dengan label “Sholat Dhuha”.
- Siapkan perlengkapan sholat – Sejadah dan mukena siap di ruang tamu.
- Gabungkan dengan dzikir pagi – Setelah bangun/tahajud, lanjutkan dengan dhuha.
- Ajak teman atau keluarga – Sholat berjamaah meningkatkan motivasi.
- Gunakan jadwal harian – Cantumkan waktu dhuha di to-do list Anda.
- Fokus pada kebiasaan kecil – Mulailah dengan dua rakaat tiap kali.
- Tingkatkan perlahan – Tambah menjadi empat atau enam rakaat seiring waktu.
- Evaluasi diri – Catat konsistensi dan kemajuan tiap minggu.
- Hargai kemajuan kecil – Beri diri reward kecil, seperti sarapan sehat setelah sholat.
Advertisement
Q&A Seputar Sholat Dhuha 4 Rakaat
Apa bacaan niat sholat dhuha 4 rakaat?
“Usholli sunnatadh dhuhaa arba‘a raka‘aatin mustaqbilal qiblati adaa’an lillaahi ta‘aalaa.”
Apakah niat dibaca keras atau hanya dalam hati?
Dianjurkan diucapkan dalam hati bersamaan takbiratul ihram; jika lupa tidak membatalkan sholat.
Apa bedanya niat 2 rakaat dan 4 rakaat?
Hanya pada jumlah rakaat di niat, yakni disebut “arba‘a raka‘aatin” (empat rak’aat).
Apakah boleh niat jika ingin sholat berjamaah?
Boleh; hanya pengucapan niatnya disesuaikan jumlah rakaatnya, misal “arba‘a raka‘aatin”. Meski berjamaah namun pahala sholat berjamaah tidak didapatkan.
Kapan waktu terbaik membaca niat ini?
Sebelum takbiratul ihram, setelah memastikan waktu dhuha (sekitar 07.00–11.00) .
Apakah sholat tetap sah meski niat terlambat dibaca?
Ya, sholat sah meski niat lupa di awal; niat dalam hati lebih utama.
Bolehkah merubah niat untuk lebih dari 4 rakaat?
Boleh; cukup ganti jumlah rakaatnya dalam niat (misal: “sitt raka‘aatin” untuk 6 rakaat).
Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8262299/original/014349800_1781777647-Tugas__37_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5226996/original/003118400_1747799527-Putin.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8528276/original/060137100_1782459682-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-06-26T143742.924.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/1919772/original/078451300_1618831223-IMG-20210310-WA0034.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4990655/original/018003600_1730716747-tata-cara-sholat-tahajud-agar-keinginan-terkabul.jpg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/3051584/original/034158100_1776315691-3972.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/1812277/original/052062800_1684314288-Beach_life.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/1812256/original/019737900_1776314232-pexels-beyzaa-yurtkuran-279977530-17071110.jpg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8261509/original/095684300_1781725548-RD_Kongo_s_Yoane_Wissa.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8574835/original/057277000_1782531340-AP26177858339524.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8560483/original/094482200_1782508278-000_B8GH2KY.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8263769/original/046217200_1782009540-Jeremy_Doku.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264183/original/033782000_1782097869-063_2282689980-Timnas_Mesir_vs_Selandia_Baru.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8571890/original/029692900_1782526551-000_B8H338Y.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8571665/original/074668100_1782526250-063_2283504461.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8560764/original/057361200_1782508647-000_B8GJ8DG.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8362045/original/070572100_1782237587-AP26174619862047.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264053/original/051807800_1782069676-Spain_s_Lamine_Yamal.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264303/original/054619900_1782106281-AP26172737361128.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8260726/original/045162900_1781650279-Mohammad_Mohebi.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4152643/original/015542800_1662712922-doa-setelah-sholat-dhuha-latin-lengkap-dengan-terjemahnya.jpg)