Liputan6.com, Jakarta - Umat Muslim yang ingin meningkatkan kualitas ibadahnya perlu mengetahui sholat dhuha jam berapa waktu pelaksanaannya yang tepat. Pemahaman tentang waktu sholat dhuha penting karena ibadah ini memiliki keutamaan besar, termasuk dicukupkannya kebutuhan sehari-hari oleh Allah SWT.
Sholat dhuha jam berapa dimulainya secara umum adalah ketika matahari mulai naik setinggi tombak, sekitar pukul 07:00 pagi, dan berakhir menjelang waktu Dzuhur.
Advertisement
Mengetahui sholat dhuha jam berapa sampai jam berapa waktunya memungkinkan umat Islam untuk merencanakan ibadah ini di tengah kesibukan sehari-hari. Sholat dhuha jam berapa saja bisa dilakukan tergantung pada kondisi dan kesempatan masing-masing individu, namun ada waktu-waktu yang dianggap lebih utama.
Pemahaman tentang sholat dhuha jam berapa dan berapa rakaat yang dilaksanakan juga penting untuk memaksimalkan pahala dan manfaat dari ibadah sunnah ini.
Waktu pelaksanaan sholat dhuha memiliki fleksibilitas, namun tetap ada batasan dan waktu-waktu yang dianjurkan. Melansir dari buku "Penuntun Mengerjakan Shalat Dhuha" karya Huriyah Huwaida, waktu yang paling utama untuk sholat dhuha adalah ketika matahari sudah terasa panas, atau sekitar seperempat waktu siang.
Pengetahuan tentang waktu sholat dhuha ini membantu umat Islam untuk bisa konsisten dalam menjalankan ibadah sunnah yang bermanfaat ini. Berikut Liputan6.com ulas lengkapnya, Sabtu (7/6/2025).
Sholat Dhuha Jam Berapa?
Sholat dhuha merupakan salah satu ibadah sunnah yang sangat dianjurkan dalam Islam. Banyak umat Muslim yang bertanya-tanya, sholat dhuha jam berapa tepatnya bisa dilaksanakan. Melansir dari buku "Penuntun Mengerjakan Shalat Dhuha" karya Huriyah Huwaida, waktu sholat dhuha dimulai ketika matahari naik sepenggalahan, atau setinggi satu tombak bayangan.
Dalam praktiknya, ini berarti sholat dhuha bisa dimulai sekitar pukul 07:00 pagi, ketika matahari sudah cukup tinggi di langit.
Waktu pelaksanaan sholat dhuha memiliki rentang yang cukup panjang, memberikan fleksibilitas bagi umat Muslim untuk menyesuaikan dengan aktivitas sehari-hari mereka. Sholat dhuha jam berapa sampai jam berapa? Umumnya, waktu sholat dhuha berlangsung hingga menjelang waktu Dzuhur.
Beberapa ulama berpendapat bahwa waktu sholat dhuha berakhir sekitar pukul 11:00 siang, namun ada juga yang mengatakan bahwa waktu sholat dhuha bisa dilaksanakan hingga sekitar 10-15 menit sebelum masuknya waktu Dzuhur.
Waktu Terbaiknya
Meskipun memiliki rentang waktu yang cukup panjang, ada waktu-waktu tertentu yang dianggap lebih utama untuk melaksanakan sholat dhuha. Melansir dari hadits yang diriwayatkan oleh Imam Muslim, Rasulullah SAW bersabda bahwa waktu yang paling utama untuk sholat dhuha adalah ketika anak-anak unta mulai merasakan panasnya pasir karena terik matahari.
صَلَاةُ الأوَّابِينَ إِذَا رَمِضَتِ الْفِصَالُ
"Salat Awwabin (Duha) adalah ketika anak unta merasakan panasnya matahari." (HR. Muslim no. 748)
Ini menunjukkan bahwa waktu yang paling baik untuk sholat dhuha adalah ketika matahari sudah cukup tinggi dan mulai terasa panas, biasanya sekitar pukul 09:00 atau 10:00 pagi.
Perlu diingat bahwa fleksibilitas waktu sholat dhuha ini adalah rahmat dari Allah SWT, memungkinkan umat Muslim untuk tetap bisa melaksanakan ibadah sunnah ini di tengah kesibukan sehari-hari. Bagi mereka yang bekerja di kantor atau memiliki jadwal yang padat di pagi hari, sholat dhuha bisa dilaksanakan sebelum berangkat kerja, atau memanfaatkan waktu istirahat di pagi hari.
Melansir dari penjelasan Syaikh Ibnu 'Utsaimin dalam Syarh Al-Arba'in an Nawawiyah, waktu sholat dhuha berakhir ketika matahari tergelincir atau memasuki waktu Dzuhur. Ini biasanya terjadi sekitar 5-10 menit sebelum waktu zawal (saat matahari tepat berada di atas kepala).
Advertisement
Rincian Waktu Sholat Dhuha
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3449235/original/059554400_1620241444-000_99C2KT.jpg)
Awal waktu: Pukul 07:00 pagi
Sholat dhuha bisa dimulai ketika matahari sudah naik setinggi tombak, sekitar 15-20 menit setelah matahari terbit.
Waktu utama: Pukul 09:00 - 10:00 pagi
Berdasarkan hadits, waktu paling utama adalah ketika matahari mulai terasa panas, biasanya sekitar seperempat waktu siang.
Batas akhir: Pukul 11:30 - 11:45 siang
Waktu sholat dhuha berakhir sekitar 5-10 menit sebelum waktu Dzuhur masuk.
Waktu yang fleksibel: Pukul 07:00 - 11:30
Selama masih dalam rentang waktu ini, sholat dhuha tetap bisa dilaksanakan sesuai dengan kesempatan masing-masing individu.
Waktu yang dihindari: Setelah pukul 11:45 siang
Menjelang masuknya waktu Dzuhur, sebaiknya tidak lagi melaksanakan sholat dhuha untuk menghindari kerancuan dengan waktu sholat wajib.
Sholat Dhuha Berapa Rakaat?
Sholat dhuha merupakan ibadah sunnah yang memiliki fleksibilitas dalam jumlah rakaatnya. Melansir dari buku "Super Lengkap Shalat Sunah" karya Ubaidurrahim El-Hamdy, sholat dhuha minimal dilakukan sebanyak 2 rakaat.
Namun, umat Muslim diperbolehkan dan bahkan dianjurkan untuk menambah jumlah rakaat sesuai dengan kemampuan dan kesempatan yang dimiliki. Jumlah rakaat sholat dhuha yang paling umum dilakukan adalah 2, 4, atau 8 rakaat.
Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Imam Muslim, disebutkan bahwa Rasulullah SAW pernah melaksanakan sholat dhuha sebanyak 4 rakaat dan menambahnya sesuai kehendak Allah. Ini menunjukkan bahwa tidak ada batasan maksimal untuk jumlah rakaat sholat dhuha.
Beberapa ulama bahkan menyebutkan bahwa sholat dhuha bisa dilakukan hingga 12 rakaat. Semakin banyak jumlah rakaat yang dilakukan, semakin besar pula pahala yang didapatkan.
Penting untuk diingat bahwa dalam melaksanakan sholat dhuha, kualitas lebih utama daripada kuantitas. Melansir dari buku "Dahsyatnya Shalat Dhuha" karya Sabil elMa'rufie, Rasulullah SAW bersabda, "Barangsiapa sholat dhuha 12 rakaat, Allah akan membuatkan untuknya istana di surga." (HR. Tirmidzi dan Ibnu Majah).
Namun, jika seseorang tidak mampu melakukan sebanyak itu, melakukan 2 atau 4 rakaat dengan penuh kekhusyukan tetap memiliki nilai yang sangat besar di sisi Allah SWT.
Dalam pelaksanaannya, sholat dhuha dilakukan secara munfarid (sendiri-sendiri) dan bukan secara berjamaah. Setiap 2 rakaat diakhiri dengan salam, kemudian dilanjutkan dengan 2 rakaat berikutnya jika ingin menambah jumlah rakaat.
Setelah selesai melaksanakan sholat dhuha, dianjurkan untuk membaca doa khusus sholat dhuha yang berisi permohonan rizki dan keberkahan dari Allah SWT.
Advertisement
Tata Cara Sholat Dhuha
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3449234/original/037900000_1620241442-000_99C2KR.jpg)
Niat sholat dhuha
Ucapkan dalam hati: "Ushalli sunnatadh dhuhaa rak'ataini lillahi ta'aala" (Saya niat sholat sunnah dhuha dua rakaat karena Allah Ta'ala)
Takbiratul Ihram
Mengangkat kedua tangan setinggi telinga sambil mengucapkan "Allahu Akbar"
Membaca Surat Al-Fatihah
Dilanjutkan dengan membaca surat pendek atau ayat Al-Qur'an lainnya
Ruku'
Membungkukkan badan sambil mengucapkan "Subhana rabbiyal 'adziimi wa bihamdihi" 3 kali
I'tidal
Berdiri tegak kembali sambil mengucapkan "Sami'allahu liman hamidah, rabbana lakal hamdu"
Sujud
Meletakkan dahi ke lantai sambil mengucapkan "Subhana rabbiyal a'la wa bihamdihi" 3 kali
Duduk di antara dua sujud
Mengucapkan "Rabbighfirli warhamni wajburni warfa'ni warzuqni wahdini wa 'afini wa'fu 'anni"
Sujud kedua
Sama seperti sujud pertama
Berdiri untuk rakaat kedua
Ulangi langkah 3-8 untuk rakaat kedua
Tasyahud akhir
Duduk tahiyat akhir dan membaca doa tasyahud
Salam
Mengucapkan salam ke kanan dan ke kiri
Setelah selesai sholat, dianjurkan untuk membaca doa sholat dhuha.
Keutamaan Sholat Dhuha
Salat Duha adalah salah satu amalan sunah yang memiliki keutamaan luar biasa dalam Islam. Ia bukan hanya ibadah tambahan, melainkan simbol ketaatan, kesungguhan bertobat, serta cara seorang hamba mendekatkan diri kepada Allah Ta’ala. Keutamaannya diperkuat oleh berbagai dalil, baik dari Al-Qur’an, hadis Nabi SAW, maupun hadis Qudsi.
1. Salat Duha Adalah Ciri Orang yang Dicintai Allah
Seseorang yang menjaga ibadah sunah seperti salat Duha akan mendapatkan cinta dari Allah. Dalam hadis Qudsi, Allah Ta’ala berfirman:
وَمَا يَزَالُ عَبْدِي يَتَقَرَّبُ إِلَيَّ بِالنَّوَافِلِ حَتَّى أُحِبَّهُ
"Hamba-Ku senantiasa mendekatkan diri kepada-Ku dengan amalan-amalan nafilah (sunah) hingga Aku mencintainya." (HR. Bukhari no. 6502)
Salat Duha sebagai bagian dari amalan sunah menjadi jalan meraih cinta Allah.
2. Salat Duha: Identitas Para Awwabin (Orang yang Gemar Bertobat)
Nabi Muhammad SAW menyebut bahwa salat Duha adalah salatnya al-Awwabin, yakni orang-orang yang senantiasa kembali kepada Allah.
صَلَاةُ الأوَّابِينَ إذَا رَمِضَتِ الفِصَالُ "Salat Awwabin adalah ketika anak unta merasakan terik matahari." (HR. Muslim no. 748)
لا يُحَافِظُ عَلَى صَلَاةِ الضُّحَى إِلَّا أَوَّابٌ
"Tidaklah seseorang menjaga salat Duha kecuali ia termasuk orang-orang yang gemar bertobat." (HR. Ibnu Khuzaimah no. 1224, dihasankan oleh Syaikh Al-Albani dalam Shahih al-Jami’, no. 7628)
3. Allah Mencukupi Kebutuhan Orang yang Salat Duha
Dalam hadis qudsi disebutkan bahwa orang yang menjaga salat Duha akan dijamin rezekinya oleh Allah sepanjang hari.
ابنَ آدمَ اركعْ لي أربعَ ركَعاتٍ من أولِ النهارِ أكْفِكَ آخِرَه
"Wahai anak Adam, rukuklah (salatlah) karena Aku pada awal siang (salat Duha) empat rakaat, maka Aku akan mencukupi (kebutuhan)mu sampai sore hari." (HR. Tirmidzi no. 475, dinilai hasan oleh Syaikh Al-Albani)
Ini menunjukkan bahwa salat Duha menjadi wasilah mendatangkan kecukupan dan ketenangan hidup.
4. Salat Duha sebagai Pengganti Sedekah untuk Setiap Sendi
Rasulullah SAW bersabda bahwa setiap sendi tubuh kita wajib dikeluarkan sedekahnya setiap pagi, dan salat Duha dua rakaat dapat menggantikannya:
يُصْبِحُ عَلَى كُلِّ سُلَامَى مِنْ أَحَدِكُمْ صَدَقَةٌ ... وَيُجْزِئُ مِنْ ذَلِكَ رَكْعَتَانِ يَرْكَعُهُمَا مِنَ الضُّحَى
"Setiap ruas dari tubuh kalian wajib disedekahi setiap pagi... dan dua rakaat salat Duha sudah mencukupi semuanya." (HR. Muslim no. 720)
Ini membuktikan bahwa salat Duha bukan hanya ibadah, tetapi bentuk sedekah spiritual yang membawa berkah.
5. Pahalanya Setara dengan Umrah
Nabi SAW bersabda:
وَمَنْ خَرَجَ إِلَى تَسْبِيحِ الضُّحَى لَا يَنْصِبُهُ إِلَّا إِيَّاهُ فَأَجْرُهُ كَأَجْرِ الْمُعْتَمِرِ
"Barangsiapa yang keluar untuk salat Duha dan tidak berniat kecuali itu, maka pahalanya seperti orang yang sedang umrah." (HR. Abu Dawud no. 558, Ahmad no. 22304, dihasankan oleh Syaikh Al-Albani)
6. Lebih Mulia dari Ghanimah (Harta Rampasan Perang)
"Barangsiapa yang berwudu lalu pergi ke masjid untuk melaksanakan salat Duha, maka ia telah mendapatkan pahala lebih banyak dari ghanimah dan lebih cepat kembali daripada pasukan perang." (HR. Ahmad no. 6638, Thabrani no. 14684)
Advertisement
FAQ tentang Sholat Dhuha
1. Apa itu sholat Dhuha dan kapan waktu pelaksanaannya?
Jawaban: Sholat Dhuha adalah sholat sunnah yang dilakukan di waktu pagi setelah matahari terbit hingga sebelum masuk waktu Dzuhur. Waktu terbaik untuk melaksanakannya adalah ketika matahari mulai meninggi dan panasnya terasa, yaitu sekitar 15 menit setelah matahari terbit hingga kurang lebih pukul 10.00–11.00 tergantung wilayah masing-masing.
2. Berapa jumlah rakaat sholat Dhuha yang dianjurkan?
Jawaban: Jumlah rakaat sholat Dhuha minimal adalah 2 rakaat dan maksimal 12 rakaat, dengan setiap dua rakaat salam. Rasulullah SAW sendiri biasa mengerjakan 2, 4, hingga 8 rakaat, sesuai dengan kesempatannya. Yang penting adalah keikhlasan dan konsistensi dalam mengerjakannya.
3. Apa keutamaan utama dari sholat Dhuha?
Jawaban:
- Dicintai oleh Allah karena termasuk amalan sunnah yang mendekatkan diri kepada-Nya (HR. Bukhari no. 6502).
- Dicukupi kebutuhannya oleh Allah sepanjang hari (HR. Tirmidzi no. 475).
- Menjadi sedekah untuk setiap persendian tubuh (HR. Muslim no. 720).
- Mendapat pahala seperti umrah (HR. Abu Dawud no. 558).
- Lebih mulia daripada harta rampasan perang (HR. Ahmad no. 6638).
4. Apakah sholat Dhuha harus dikerjakan setiap hari?
Jawaban: Sholat Dhuha termasuk sunnah muakkadah, yaitu sunnah yang sangat dianjurkan. Tidak wajib dikerjakan setiap hari, namun sangat baik jika dijaga secara rutin. Rasulullah SAW menyebut bahwa hanya orang yang gemar bertobat (awwaab) yang konsisten menjaga sholat Dhuha (HR. Ibnu Khuzaimah no. 1224).
5. Apakah sholat Dhuha bisa dikerjakan di rumah?
Jawaban: Ya, sholat Dhuha boleh dikerjakan di rumah ataupun di masjid. Karena termasuk sholat sunnah, pelaksanaannya fleksibel. Rasulullah SAW juga biasa mengerjakannya di rumah. Yang terpenting adalah kekhusyukan dan keikhlasan dalam beribadah.
Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8414164/original/000004000_1782298740-Cek_fakta_-_rumor_ukraina.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7676875/original/060602200_1780471869-Tugas__23_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8406223/original/090481000_1782289085-cek_fakta_-_insentif_guru_asn.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256117/original/079954000_1781147945-Tugas__29_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/1919772/original/078451300_1618831223-IMG-20210310-WA0034.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3430881/original/000433800_1618561330-20210416-Itikaf-Masjid-Kubah-Emas-7.jpg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/3235896/original/046311000_1777366243-pp.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/1812277/original/052062800_1684314288-Beach_life.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8258705/original/024939600_1781404490-qatar_vs_swiss-4.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8262489/original/072589900_1781818934-Switzerland_s_Johan_Manzambi.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8263365/original/096832600_1781914237-063_2282418040.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8258625/original/008972500_1781391455-000_B6Z46X3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8263744/original/028849200_1781996788-AP26171656106233.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8262510/original/043477700_1781827837-AP26169828495121-Kanada_Piala_Dunia_2026.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5542959/original/069384900_1775008055-Italia_vs_Bosnia-4.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264262/original/083963700_1782102827-senegal.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8260740/original/033303400_1781654609-063_2281951293.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8263474/original/094364200_1781931705-paraguay.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8415599/original/012053300_1782300444-turki.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8263847/original/059626700_1782021744-000_B7RA6W8.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4152643/original/015542800_1662712922-doa-setelah-sholat-dhuha-latin-lengkap-dengan-terjemahnya.jpg)